
"Kerja bagus, Haruki... sisanya kita bisa serahkan kepada Arata melawan ras yang mengandalkan permata dan berliannya itu." Kata Korrina sambil memperhatikan Arata dan Grace melancarkan beberapa tebasan menuju arah satu sama lain.
"Aww, rasanya aku memang bertambah semakin lembek ketika mengetahui diriku tidak bisa menang melawan musuhku sendiri." Ucap Shira yang terlihat kecewa dengan dirinya sendiri.
"Jangan seperti itu, Shira... jika aku berada di posisimu maka aku sendiri tidak begitu yakin untuk bisa menghentikan Zeindall..."
"...kau hanya satu-satunya Legenda yang berhasil menahan dirinya sampai aku bersyukur tidak melawan Zerdian yang ternyata sangat kuat dalam segi kekuatan dan daya tahan."
Haruki mulai memperhatikan Brimgard dan Zeindall yang sedang membahas sesuatu tentang pertarungan Grace dan Arata, "Korrina..."
"Ada apa?"
"Apakah kau pernah berhadapan satu lawan satu melawan Brimgard?"
"Sebelum aku pulang juga, kami sudah bertarung melawan satu sama lain... aku sudah sedekat ini untuk menghancurkan layer Kountraverse menggunakan Heaven's Prime."
"Kegilaanmu memang berubah ya, aku ingin mendengar keluh kesah yang kau miliki ketika menghadapi seorang Zerdians salah satunya adalah Brimgard."
"Mereka sangat kuat... terutama lagi Brimgard memiliki kemampuan yang berkaitan dengan 'Null', setiap serangan yang mencoba untuk menyentuh dirinya akan berubah menjadi ketiadaan..."
"...sekuat apapun itu semuanya akan tetap menghilang, tetapi aku tidak begitu mengetahui jelas apakah dia akan terpengaruh dengan Heaven's Prime jika aku berhasil menyerangnya."
"Begitu ya..."
"...sekarang aku mengerti dengan yang dinamakan sebagai sejarah mengerikan, setelah kita semua pulang akan lebih baik untuk membahas kembali tentang Ragnarok."
"Ya, sebelum itu kita perlu mendengar peraturan yang akan dibuat oleh Zephyra, terkadang dia akan seenaknya mengubah apapun..."
***
Arata berhasil melepaskan api neraka menggunakan pedang Wrath itu tetapi Grace berhasil mengubahnya menjadi sebuah berlian yang memberikan dirinya kekuatan untuk menggunakan sihir yang sama.
Api neraka kembali terlepas menuju arah Arata, tetapi ia langsung menyerapnya menggunakan Greed, "Sekarang aku mengerti potensi yang dimiliki oleh ras permata sepertimu..."
"...mencuri dan menjadikannya sebagai permata untuk ditempel pada tubuh kalian agar bisa memiliki kekuatannya." Arata mulai mengingat Grace berhasil menahan serangan gelombangnya dengan kristal.
Kristal yang dapat memantulkan serangan apapun sampai Arata berhasil menyerapnya menggunakan pedang Greed, kali ini akan mencoba untuk menghancurkan semua permata itu.
__ADS_1
Arata mengeluarkan memunculkan pedang Gluttony dan Greed sekarang lalu ia melesat maju ke depan untuk melancarkan beberapa tebasan yang berhasil tertahan menggunakan pedang kristal yang dipegang oleh Grace.
Pedang itu memunculkan banyak sekali lambang yang berhasil ia rampas dari semua sihir musuhnya dengan permata itu, bilah pedang itu memancarkan cahaya besar lalu melepaskan sebuah Void tetapi Arata berhasil menyedotnya menggunakan Greed.
"Apa...?!"
Arata mulai menginjak daratan sekuat tenaga sampai memunculkan kobaran api neraka yang memaksa Grace untuk melompat ke atas lalu menerima sambutan dari Arata yang memunculkan banyak sekali pedang kristal.
"Jika kau ingin meniru sihir yang kau rampas menggunakan permata itu maka aku akan memperkenalkan dirimu dengan sihir Trace!" Arata menunjuk Grace menggunakan kedua pedangnya sampai semua pedang kristal itu melesat menuju arah dirinya.
"Kekuatan apa yang digunakan oleh Legenda itu...? Aku melihat beberapa lambang di bagian leher serta pupilnya itu, pedang yang ia pegang juga selalu berubah." Ucap Zeindall.
"Kau dulu belum pernah menghadapi perwakilan tujuh dosa besar ya, sebuah kekuatan yang hanya terdapat di dalam layer tertinggi seperti Touriverse..."
"...bisa dibilang sangat kuat karena kekuatan itu akan terus bertambah kuat berdasarkan perbuatan dosa atau buruk yang sudah dilakukan oleh penghuninya sendiri."
"Sampai sekarang masih tidak diketahui apakah pedang itu juga menerima kekuatan dari layer lainnya karena kita semua sudah memiliki banyak dosa yang belum bisa dimaafkan."
Arata melesat maju menuju arah Grace yang melepaskan banyak sekali kristal yang membentuk pedang, tetapi Arata berhasil melawan balik dengan meniru semua penciptaan itu sehingga sihir mereka saling berbenturan.
Grace mencoba cara lain dengan melepaskan sihir Void yang sudah ia simpan dalam permata pada keningnya tetapi tubuhnya menerima satu tebasan pedang Greed sampai sihir Void itu langsung tersedot ke dalam pedangnya.
Sekali pedang Greed itu melukai Grace maka ia sendiri yang akan menerima sihir Greed itu sehingga ia menjerit kesakitan dan merasa kesal sampai setengah dari tubuhnya mulai berubah menjadi kristal.
"Grrrgggghhhh...!!!" Grace merapatkan giginya lalu ia mencoba untuk menjebak pedang Greed ke dalam sebuah kristal agar ia dapat menggunakan kekuatan Greed.
Tetapi sekali saja sihir atau kemampuan yang mencoba untuk macam-macam dengan pedang Greed maka penyerapan akan bertambah semakin kuat sehingga memberikan Arata keuntungan untuk langsung menebas kedua mata Grace.
"Naaarrrggghhhhh!!!" Grace mundur beberapa langkah lalu ia menusuk pedangnya ke dalam sebuah celah dimensi sampai memunculkan banyak sekali kristal tajam yang mencoba untuk menyerang Arata.
Arata memegang erat pedang Gluttony sampai mengeluarkan aura hitam pekat yang cocok untuk mengisi kelaparan, ia melempar pedang tersebut ke depan sampai menghancurkan seluruh efek di dalam kristal itu.
Kristal yang seharusnya mengeraskan sihir apapun tetapi gagal karena efeknya termakan oleh Gluttony, Arata melesat ke depan lalu melancarkan tusukan beruntun ke depan sampai menyedot seluruh kristal itu ke dalam pedang Greed.
Grace yang berhasil menyembuhkan kedua matanya langsung disambut dengan serangan lain dari Arata yang berhasil memecah permata di keningnya sampai ia tidak menggunakan kemampuan Zeindall.
Arata melakukan sebuah putaran yang berhasil menipu Grace karena ia sudah dalam posisi pertahanan tetapi pedang Gluttony di tangan kirinya berhasil memecahkan kristal di setengah tubuhnya itu sampai memakannya.
__ADS_1
Grace terpental ke belakang lalu ia melihat beberapa permata di tubuhnya hancur dan hilang fungsinya karena disebabkan oleh Gluttony.
"Kombinasi dari Gluttony dan Greed sepertinya sangat mematikan... kita perlu berhati-hati dalam berurusan dengan Legenda yang menguasai kekuatan dosa itu."
"Grace yang seharusnya bisa menggunakan kekuatan dan kemampuan apa yang sudah dikeraskan menjadi kristal tidak memiliki efek apapun di hadapan Gluttony."
Zeindall terus mencatat pertarungan yang di alami oleh Memoria dan Grace, Legenda yang mereka lawan benar-benar tangguh sehingga Brimgard sadar bahwa Zeindall tidak menjelaskan apapun tentang Shira di dalam buku itu.
"Kenapa kau tidak menulis Legenda yang kau lawan?"
"Dia terlalu mudah... yang perlu aku takuti hanyalah kecepatan---" Brimgard langsung menghantam kepalanya sampai tengkoraknya hancur.
"Meremehkan musuh adalah kelemahan...!!!"
"Maaf, Abang... mungkin perasaan mengalahkan bangsa Legenda membuatku puas sampai aku sekarang yakin diriku bisa membunuh Bamushigaru dengan mudah."
"Jangan menunjukkan kelemahan, Zeindall... tetaplah memperlihatkan ketangguhan yang sebenarnya, kekalahan yang kita lihat saat ini bisa dijadikan sebagai pelajaran!"
"Kita perlu bangkit dan keluar dari gua kekalahan itu..." Brimgard terus menerima banyak motivasi untuk bisa memenangkan Ragnarok.
Arata menusuk perut Grace menggunakan pedang Greed itu sampai menyerap seluruh energi sihirnya agar ia tidak menggunakan kemampuan yang mencoba untuk menciptakan kristal itu lagi.
"Mungkin dalam Ragnarok nanti, aku bisa saja menerima kesulitan yang kau alami saat ini..."
"...yah, semoga saja kita bisa bertemu dan melakukan pertarungan yang kedua!" Bisik Arata yang langsung menghantam wajah Grace sampai ia terdorong ke belakang dan kaki kanannya langsung putus karena ditebas oleh pedang itu.
Arata muncul di atas langit lalu ia melempar pedang Greed itu sampai menusuk perut Grace lalu membawa dirinya kembali di atas langit, Arata langsung menginjak kenop pedang itu dan menunjuk wajah Grace menggunakan pedang Wrath.
"Kekalahan ini memberikan kita beberapa motivasi untuk menjadi lebih baik di saat Ragnarok telah tiba..."
"...setidaknya kita mengetahui beberapa informasi tentang ketiga Legenda yang berhasil mengalahkan Bamushigaru dan Zoiru."
"Kemenangan dalam pembukaan Ragnarok telah resmi dimenangkan oleh Touriverse, selamat~!" Seru Zephyra keras sehingga semua pihak Touriverse langsung melepaskan sorakan keras.
"Sekarang, Korrina Comi... apa yang kau ingin ketahui dari Kountraverse?"
"Perubahan dan ras yang mereka miliki..."
__ADS_1