
Semua penghuni Touriverse telah berkumpul di dalam dimensi itu, semuanya sudah melakukan persiapan terakhir untuk mengikuti Ragnarok yang sudah dekat sekali sampai membutuhkan beberapa menit.
"Baiklah, semua penghuni Touriverse telah sepenuhnya berkumpul!" Korrina memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan memperingati mereka bahwa tidak ada jalan keluar untuk mengikuti Ragnarok.
Jawaban yang mereka berikan kepada Korrina hanya sebuah anggukan dan teriakan keras untuk memperlihatkan persiapan mereka, "Touriverse!!! Touriverse!!! Touriverse!!!"
Korrina mengalihkan pandangannya kepada Shinobu yang melayang ke depan lalu ia menghadapi mereka semua dengan ekspresi gugup tetapi ia langsung menepuk wajahnya beberapa kalinya.
"Touriverse...! Apakah kita akan memberikan kemenangan semudah itu kepada Kountraverse...!? Kita yang sudah sering menerima banyak sekali konflik dan masalah besar...!!!" Shinobu melepaskan suara yang menggema di dalam dimensi tersebut.
"Perasaan yang kita rasakan...!!! Jangan berbohong kepadaku, kalian semua pasti pernah merasakan sendirian dan dimusuhi oleh dunia ini bukan!?"
"Aku mengetahui semua perasaan itu...!!! Sendirian tanpa ada yang ingin membantu sedikit pun... tanpa ada yang mengerti dengan perasaan kita sendiri!!! Benar-benar perasaan yang sangat sulit untuk ditahan dan dilupakan!"
"Apakah kalian akan menyia-nyiakan semua kesempatan ini!? Semua kesempatan yang Dewa dan Dewi berikan kepada kalian...?!"
"Mereka sudah menciptakan berbagai macam hal yang belum kita ketahui, mereka juga yang bertugas untuk mengatur beberapa hal sesuai dengan tugas mereka sendiri...!"
"...maupun itu buruk dan baik, itu semua seharusnya terjadi karena seseorang yang tidak memiliki usaha apapun dalam kehidupannya tidak akan membawa dirinya kemana-mana!!!"
"Apakah kalian lebih mementingkan perasaan benci itu...!?" Shinobu mulai membahas topik kebencian yang dimiliki oleh seluruh penghuni Touriverse.
"Apakah kalian akan merasa bahwa semua orang yang kalian balas dendam walaupun dia sudah mati..."
"... walaupun dia mati oleh seseorang lalu kau membalas dendam, beritahu aku...!!! Apa keuntungannya?! Apa itu akan membuat dirimu menjadi seseorang yang baru!?"
"Gunakan lah jiwa kalian dan pergunakanlah kesempatan ini untuk mengubah masa depan agar kita terlepas dari semua perbudakan ini...!!!"
"Semua menangis...! Tangisan... tangisan yang dapat membuat kita kuat dan tangisan yang akan memberi kita pelajaran tentang kehidupan yang tidak lagi seimbang...!!!"
"Tidak ada kehidupan yang selalu bahagia dan selalu buruk...! Hanya ada keseimbangan dan usaha yang akan membawa kita menuju jalan yang benar atau buruk itu sendiri...!"
"Walaupun kita semua bertarung melawan satu sama lain demi mempertaruhkan nyawa...! Walaupun kita memiliki riwayat kebencian dan kesedihan di dalam diri kita masing-masing..."
"Beritahu aku, apakah kalian akan berubah!?"
"Apakah hal itu akan membawa kalian menuju jalan yang akan terus memberikan kebaikan dan kedamaian abadi!?"
"Semua ras di penghuni Touriverse itu memiliki derajat yang sama, sang pencipta menciptakan kita semua untuk bisa hidup dengan damai demi melindungi seluruh ciptaannya!"
"Banyak konflik dan ancaman yang terus berdatangan...! Jika kedua hal itu tidak ada maka kita sudah pasti akan berubah menjadi makhluk rendahan yang selalu bermalas-malasan sampai salah satu dari kita memandang satu sama lain sebagai musuh dan penjahat...!"
"Kau bisa hidup terus sebagai seorang penjahat tetapi kau dapat mati sebagai seorang pahlawan! Untuk mereka semua yang pernah merasakan rasa sakit dan putus asa yang sama..."
"...tidak harus ada istilah dari kebencian dan balas dendam! Tidak ada musuh di antara kita sekarang semua...!"
"Kita semua adalah satu dan kita semua bersama-sama melindungi sesuatu yang sudah diberikan oleh sang pencipta yaitu Zangges...!!!"
"Kita semua sama-sama menahan dan membawa rasa sakit itu yang terus bertambah karena penyebab dari mereka yang menciptakan konflik dan ancaman yang sangat berlebihan!"
"Touri... Palouce... Reaoum... semua alam semesta, alur waktu, galaksi, dan planet yang terdapat di dalam setiap inti semesta itu... sekarang...! Hanya ada satu dari kita semua dan semua yang ada!!!"
"Touriverse!"
"Kita akan memenangkan perang Ragnarok...!!!"
"Mati sebagai seorang pahlawan yang membantu untuk mencatat sejarah...!!!"
"Bertahan hidup untuk melanjutkan tekad mereka yang sudah gugur dalam peperangan...!!!"
Ketika Shinobu mengatakan itu, semua orang yang mendengarnya langsung merasakan jiwa mereka yang terbakar penuh dengan semangat baru dan juga motivasi baru.
Pikiran mereka juga kembali jernih dan sadar ketika perkataan Shinobu membuka hati mereka yang sebenarnya dengan cara murni, hanya semangat dan rasa motivasi yang mereka rasakan sehingga menyebabkan tubuh mereka menegang.
"Jika kalian semua masih bersikap keras kepala dan terus melanjutkan kebencian antar satu sama lain maka kekalahan akan menghampiri kita semua...!!!"
"Jika kalian masih tidak menerima takdir yang kalian hadapi maka kalian dipersilahkan untuk mempersiapkan diri berhadapan dengan diriku lalu melawanku---"
"Tidak...!!! Setelah semua ancaman dan konflik yang dapat menyebabkan kehancuran segalanya, kalian bisa melampiaskan semua permusuhan dan kebencian itu kepada diriku!!!"
Mereka sekarang terlihat sangat tertib dan menurut dengan apa yang dikatakan oleh Shinobu, ekspresi mereka bahkan terlihat tegas dan serius.
Mereka sudah sepenuhnya siap untuk melindungi Touriverse dengan berjuang keras agar bisa meraih kemenangan dalam Ragnarok, semuanya akan bertarung walaupun itu akan menyebabkan nyawa mereka hilang dalam sekejap.
"Wajah dan ekspresi mereka telah sepenuhnya berubah..."
"...salah satu dari mereka juga sekarang tidak terlihat seperti ingin menangis, tidak ada satupun ekspresi negatif yang dapat aku lihat..." Haruki dapat melihat perkembangan mereka semua, semua itu disebabkan dengan hanya kata-kata yang disebutkan oleh Shinobu.
"Musuh asli kita dan sesuatu yang harus kita benci adalah mereka yang mencoba untuk menciptakan ancaman dan konflik besar yang menyebabkan kehancuran atas segalanya!"
"Kita semua adalah budak yang terjebak di dalam labirin bernama layer, jika kita memenangkan perang Ragnarok maka kedamaian tahapan pertama yaitu kebebasan dapat kita terima!!!"
"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika kekalahan menyelimuti kita, Dewi penghakiman yang bernama Zephyra memperingati mereka yang kalah akan menerima sebuah hukuman..."
"...tetapi...!!!"
"Aku ingin melindungi semua orang sebisa mungkin..! Bukan hanya keluarga dan teman-teman dekatku saja tetapi aku ingin melindungi kalian semua yang sangat aku sayangi dan cintai...!"
"DAN TENTUNYA AKU INGIN MELINDUNGI TOURIVERSE SAMPAI BISA TERLEPAS DARI LABIRIN INI!!!" Teriak Shinobu.
"Yang kita butuhkan adalah kebebasan dari layer ini dengan mengalami transenden agar tidak diperbudak oleh Zephyra sampai tidak terlibat dengan Ragnarok...!!!"
"Jadi sekarang... aku ingin menanyakan kalian semua! Semua penghuni dari Touriverse! Aku mohon... buka lah hati dan pikiran kalian..."
"Bakarlah semangat kalian untuk memberikan kita semua pertolongan dan kekuatan demi bisa meraih kemenangan dalam Ragnarok!" Seluruh penghuni Touriverse langsung bersorak tinggi sehingga suara mereka bisa terdengar dimana-mana.
Shinobu merasa lelah ketika berbicara sepanjang itu, ia menarik nafasnya lalu menghembusnya beberapa kali sampai Shira dan yang lain-nya langsung menatap dirinya dengan sebuah senyuman.
"Shinobu, perkataan tidak dapat menjelaskan betapa bangganya kami padamu." Shira berlutut di hadapan Shinobu bersama yang lainnya.
"Ti-Tidak, tolong jangan berlutut di depan Koneko!" Shinobu mengatakannya dengan panik karena ia masih belum terbiasa menerima pujian apapun.
Di dalam sorakan itu Korrina bisa melihat semua ras yang mulai saling memaafkan dan berbaikan, itu adalah hal yang bagus karena Shinobu dapat melihat perkembangan yang sangat baik.
"Kita semua telah bersatu menjadi satu! Touriverse!"
__ADS_1
"Touriverse...!!!"
"NEVER DIEESSS!!!"
""TOURIVERSE NEVER DIES!!!""
"Kita adalah petarung yang membangun Touriverse...!!!"
""Kita adalah petarung yang membangun Touriverse...!!!""
"UNTUK MEREKA YANG INGIN MERAIH KEMENANGAN DALAM RAGNAROK!!!"
"IKUTI AKU DAN BEKERJA SAMALAH DENGANKU SAMPAI PERANG RAGNAROK SELESAI..!!!" Seru Shinobu keras sambil mengangkat kedua lengannya, semua penghuni Touriverse mulai bersorak keras sampai mereka sudah tidak takut lagi dengan kematian.
Semua perjuangan mereka dalam Ragnarok tidak akan pernah berakhir sia-sia selama mereka yang masih hidup membawa tekad itu untuk bisa meraih kemenangan.
"Ratu Shinobu Koneko...!!! Puja ratu...!!!" Teriak Ako keras sehingga seluruh penghuni Touriverse langsung mendengarnya dan mengejutkan Shinobu yang tidak ingin dipanggil seperti itu.
"Fueeehhhh!?!?"
""RATU SHINOBU KONEKO...!!!""
Mereka semua mulai bersorak keras selagi mengatakan Ratu dan Shinobu Koneko tanpa henti sehingga pidato selesai, sisanya hanya perlu menunggu Korrina mendapatkan panggilan dari Zephyra.
Semua orang sekarang hanya sibuk saling menyemangati satu sama lain bahkan mereka juga sempat mengatakan selamat tinggal untuk berjaga-jaga karena tubuh mayat mereka akan langsung hilang ketika gugur.
"Jutaan tahun lamanya kita sudah bersama... aku harap kita bisa berjuang bersama lain hari." Korrina mengatakannya kepada teman dekat seperti ketiga Legenda legendaris dan lain-lain.
"Sungguh hari yang begitu panjang, aku akan menceritakan semuanya dari nol ketika kita bisa saling bertemu lagi setelah perang selesai..." Ucap Shira.
"Kita sudah mengalami banyak hal yang menyedihkan dan menyenangkan bersama ya... semoga saja kita semua bisa bertahan hidup karena aku ingin menceritakan semuanya lagi." Kata Haruki.
"Perjuangan dari awal yaitu nol, semuanya berawal ketika kita saling bertemu di akademi permohonan dan sampai sekarang aku tidak menyangka hubungan itu bertahan sampai kita terlihat seperti satu keluarga." Kata Arata.
"Mari kita bersemangat untuk terus berjuang dalam medan perang...! Berikan hasil yang memuaskan agar kita bisa menceritakan semua itu kembali!" Ucap Yuuna.
Mereka semua terus saling berbicara dengan satu sama lain, "Koneko akan berjuang...! Sebisa mungkin aku akan mencoba untuk melindungi kalian dari jauh atau dekat."
"Jangan memaksa dirimu, Shinobu. Dalam perang Ragnarok, satu-satunya hal yang harus kita pedulikan adalah diri kita sendiri untuk bisa bertahan dan meratakan musuh." Jawab Koizumi.
"Itu benar...! Aku tidak akan mati sebelum diriku merasa puas menerima banyak kenangan dengan kalian semua yaitu teman-teman terbaikku." Ako memeluk mereka semua sampai menciptakan sebuah formasi lingkaran.
"Setelah semuanya selesai kita pasti akan selalu bersama dan menikmati liburan lainnya seperti Sunshine Heaven..." Kata Konomi.
"Dan tentunya aku tidak akan pernah bisa mati selama diriku dikenal sebagai Idol di seluruh layer dan dunia di luar sampai semua orang mendapatkan kekuatan ketika aku debut..."
"Kekuatan karena idolmu itu? Aneh sekali--- tidak, itu jelek sekali." Ucap Koizumi.
Hana, Mitsuki, Marie, dan Bakuzen memperhatikan kelima pemberontak itu sampai mengingatkan diri mereka kepada teman yang sudah menemani mereka cukup lama sampai berjuang bersama di akademi permohonan.
"Apakah kalian mengingatnya...? Kita dulu sama seperti mereka, tetapi waktu demi waktu mereka semua menghilang satu per satu..." Ucap Hana dengan tatapan datarnya.
"Ya, kami mengingatnya..."
Beberapa menit kemudian, Korrina mendapatkan sebuah panggilan dari Zephyra yang akan membawa dirinya langsung menuju ruang ketiadaan untuk mewakili layernya sendiri.
"Kita semua akan selamat...!"
""Ya...!!!""
***
Korrina dan Brimgard muncul di dalam ruangan ketiadaan itu sehingga mereka bisa melihat sebuah perbatasan yang terbuat dari Barrier, "Selamat datang, kedua Dewa dan Dewi segalanya yang memegang layer tertinggi!"
Brimgard dan Korrina mulai saling berhadapan selagi memasang ekspresi serius karena Ragnarok sudah resmi akan dimulai sebentar lagi, "Korrina Comi..."
"...kenapa kau tidak mengenakan pakaian Dewi itu?"
"Alasannya mudah sekali, aku bertarung sebagai Mortal... bukan sebagai Dewi yang selama ini diperbudak." Korrina menghantam tapaknya sendiri.
"Ini kesempatan terakhir..."
"...kau mau menghentikan dirinya?"
"Tidak, aku ingin menghentikan kau dan duniamu untuk meraih kemenangan ketiga."
"Kalau begitu sudah ditentukan, kita terpaksa harus menumpahkan banyak sekali darah dalam perang menyedihkan ini."
Korrina dan Brimgard mundur beberapa langkah lalu mereka menatap Zephyra yang mulai mengacungkan kedua jarinya untuk memunculkan jumlah portal yang tidak terhitung di belakang mereka masing-masing.
"Korrina Comi, Dewi Touriverse."
"Brimgard Zio, Dewa Kountraverse."
"Keluarkan pasukan kalian!"
Korrina dan Brimgard hanya perlu menjentikkan tangan mereka sehingga pasukan dari kedua belah pihak melangkah keluar dari dalam portal itu dengan ekspresi gugup, serius, dan mematikan.
Semua berdatangan dari dalam portal itu sehingga memenuhi ruangan dalam satu detik karena jumlahnya sudah dibilang cukup banyak, Korrina dapat melihat Shira dan yang lainnya telah tiba di dalam ruangan ketiadaan itu.
Ketika semua pasukan mulai masuk ke dalam ruangan ketiadaan itu, apa yang mereka dapat rasakan hanyalah ketegangan yang menyebabkan tubuh mereka untuk merinding.
Pasukan dari kedua pihak layer mulai berdiri di posisi mereka masing-masing untuk menjalankan strategi dan formasi yang sudah diberikan oleh Dewa dan Dewi mereka masing-masing.
"Banyak sekali ras yang belum pernah aku lihat sebelumnya..." Kata Haruki.
"Kau benar... sesuai dengan apa yang tercatat dalam sejarah, Ragnarok memanglah pengakhiran atas segalanya."
Shinobu dapat melihat Brimgard terus memperhatikan dirinya sampai tubuhnya langsung merinding karena ia merasakan kehausan darah besar darinya, "... ..."
Semua pasukan Shinobu langsung ia keluarkan sampai mereka langsung menabrak penghalang itu karena tidak sabar untuk meratakan pasukan Kountraverse.
"Ternyata apa yang dikatakan oleh Zephyra benar, Touriverse memiliki banyak sekali pasukan yang tidak waras dan cocok dalam peperangan seperti ini...'" Ucap Zeindall selagi memperhatikan Giblis di hadapannya yang mencoba untuk menerobos penghalang.
Tidak lama kemudian, seluruh penghuni Touriverse telah sepenuhnya berkumpul sampai kedua layer yaitu Touriverse dan Kountraverse bisa dibilang sepi karena semua makhluk hidup akan saling membunuh di dalam ruangan itu.
__ADS_1
"Semuanya sudah berkumpul..." Zephyra mulai melayang di atas langit lalu ia duduk selagi mengangkat kaki kanannya di atas pahanya untuk memperhatikan Ragnarok ketiga yang pasti berjalan lebih menyenangkan.
"Dalam hitungan ke sepuluh sampai nol... pelindung yang membatasi kalian akan terbuka dan langsung memulai peperangan Ragnarok..." Zephyra mulai menghitung mundur.
Pasukan dari kedua pihak melepaskan teriakan yang sangat besar lalu mereka sudah sepenuhnya siap dengan melakukan kuda-kuda bertarung.
Korrina menatap semua teman-temannya, "Jangan mati loh... kita harus bisa meraih kebebasan itu bersama."
"Kau sendiri juga... kau adalah sesosok penting dalam Touriverse, jangan sampai kau mati." Jawab Shira.
"9..."
"... ..." Korrina membakar kedua tinjunya dengan api surga sampai ia menciptakan sebuah keling yang terbakar.
"8..."
"... .." Shira langsung menggunakan kekuatan penuhnya yaitu Golden Multiversal sampai dirinya sudah menandakan beberapa musuh lemah yang perlu dijatuhkan.
"... ..." Arata yang sudah tidak memiliki pedang dosanya hanya bisa mengandalkan semua senjata yang ia tiru menggunakan sihir Tracer, tetapi ia saat ini sudah sepenuhnya siap.
"... ..." Haruki mengeluarkan dua pedangnya lalu ia sudah mempersiapkan pertahanan yang dapat menyerap serangan sihir apapun.
"6..."
"... ..." Yuuna dari belakang sudah mempersiapkan Railgun untuk mendukung pasukan barisan depan yang akan menghadapi musuhnya dari jarak dekat.
"... ..." Hana memunculkan aura Leviathan yang membesar sampai ia dapat mengendalikannya untuk menyerangnya pasukan barisan belakang yang rata-rata penggunaannya sihir.
"... ..." Shinobu langsung menggunakan kekuatan dari Golden Sunshine dengan Neutron emas yang mengelilingi leher dan lengan.
"5..."
"... ..." Koizumi memunculkan pedang Greed dan Gluttony yang akan ia gunakan untuk melawan pasukan dengan kemahiran sihir.
"... ..." Hinoka meregangkan tubuhnya lalu ia sudah menggunakan sihir realitas untuk menandakan beberapa pasukan di hadapannya yang akan meledak.
"... ..." Konomi mempersiapkan Railgun nya untuk menjaga barisan belakang agar bisa melindungi Koizumi dan Shinobu yang akan maju ke depan.
"4..."
"... ..." Ako mempersiapkan busurnya di barisan tengah, ia bisa memilih untuk bertarung dari jarak jauh dan dekat selama ia yakin musuh itu bisa ia lawan dengan baik.
"... ..." Yuffie menyiapkan berbagai macam peralatan dari barisan depan untuk mendukung petarung yang akan terus maju, semua peralatannya juga terlihat seperti meriam sihir.
"GAAWWWRR!!! ROAAGGGHHH!!!" Giblis terlihat begitu semangat sampai mereka terus menabrak pertahanan itu tanpa henti.
"... ..." Gildritch hanya bisa diam karena mereka akan bergerak selama Shinobu memberikan perintah untuk memusnahkan semua musuh di hadapannya.
"... ..." Seluruh Mecha Neko dan robot lainnya yang diciptakan oleh pasukan Malaikat sudah mempersiapkan semua senjata dan pertahanan mereka.
"... ..." Bangsa Legenda sudah mengeluarkan perkataan legendaris mereka di dalam hati sampai tubuh mereka sudah terbakar dengan semangat tinggi untuk bertarung di dalam Ragnarok.
"... ..." Bangsa Iblis mengangkat bendera dengan lambang Touriverse lalu setelah itu mereka mengeluarkan banyak sekali senjata yang siap untuk digunakan dalam perang.
"... ..." Bangsa Malaikat berada di atas langit sudah sepenuhnya siap untuk memulihkan luka pasukan dan mendukung mereka menggunakan sihir peningkatan berbeda dengan bangsa Fallen Angel yang berada di depan karena mereka lebih cocok bertarung.
"3..."
"... ..." Bangsa Vampir sudah menyiapkan sihir darah dan taring mereka untuk menghisap semua darah yang akan berjatuhan dalam medan perang agar bisa memberikan kekuatan besar.
"... ..." Bangsa Cyber Demon mengutak-atik persenjataan mereka yang menempel dengan anggota tubuh.
"... ..." Bangsa Golem menghantam tinju mereka tanpa henti karena sudah siap untuk melawan beberapa pasukan musuh dengan ukuran bersama.
"... ..." Bangsa Giant juga sudah mengubah ukuran mereka sebesar planet untuk menginjak-injak seluruh pasukan Kountraverse tanpa henti.
"... ..." Bangsa Dwarf mempersiapkan banyak sekali ramuan yang tersimpan di dalam botol untuk dilempar kepada pasukannya agar bisa menerima peningkatan kekuatan.
"... ..." Bangsa Centaur mengangkat tongkat mereka untuk memberikan sebanyak-banyaknya pertahanan kepada pasukan Touriverse agar mereka memiliki daya tahan yang kuat.
"2..."
"... ..." Bangsa Mermaid sudah mempersiapkan sihir mereka untuk melindungi pasukan Touriverse juga dan memberikan banyak sekali peningkatan.
"... ..." Bangsa Netherian sudah menunggangi kuda api mereka untuk melesat ke depan dan menjatuhkan mereka yang mencoba untuk menghalangi jalannya menuju pasukan paling belakang.
"... ..." Bangsa Beast mempersiapkan persenjataan mereka untuk menyerang pasukan Kountraverse yang berada di atas langit.
"... ..." Bangsa Dragon sudah menjaga langit-langit dengan sihir di dalam mulut mereka yang siap untuk dilepaskan.
"... ..." Bangsa Dryad menumbuhkan berbagai macam tumbuhan yang menempel di tubuh seluruh pasukan Touriverse agar mereka bisa menerima penambahan tenaga yang tidak terbatas itu.
"1..."
Kedua mata Shinobu berubah menjadi merah karena ia sudah mendeteksi banyak bahaya akan berdatangan, ia tidak bisa memberikan rasa belas kasihan ketika pelindung di depannya runtuh.
Kedua pihak sudah mempersiapkan diri sepenuhnya ketika mengetahui waktu mereka hanya tersisa satu detik sebelum Zephyra membuka pelindung itu.
"Penghuni Touriverse... Penghuni Kountraverse..."
"...aku harap kalian bisa menghibur diriku dalam Ragnarok yang ketiga ini!"
"Sejarah mengerikan kembali terulang...!"
"Mortal yang pernah menyaksikan kejadian itu akan merinding!"
"Para Dewa akan berkeringat dingin!"
"Hari dimana perang akbar akan dimulai!"
"Perang yang bisa menewaskan setengah populasi yang terdapat di alam semesta...!"
"Perang yang melibatkan seluruh ras dan penghuni...!"
"Nama perang itu adalah..."
__ADS_1
"...Ragnarok!!!" Zephyra menjentikkan jarinya sehingga pelindung itu langsung terbuka sehingga kedua pasukan dari pihak yang berbeda melesat menuju arah satu sama lain.
""RAAAAAAAGGGHHHHHHH!!!""