Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 227 - Ukuran


__ADS_3

Kuro bangkit dari atas tanah lalu ia menatap kembali jasad Komi, sepertinya tidak ada hal aneh yang ia lihat... tetapi sesuatu yang janggal terjadi ketika dunia-nya itu dipenuhi dengan kegelapan, Kuro tidak bisa merasakan suatu perubahan melainkan ia bisa melihat dengan jelas bahwa kegelapan itu terlihat seperti bayangan.


"Sesuatu yang tidak beres... sial, dia ini sebenarnya apa..." Kuro merasakan sesuatu yang tidak beres disekitar-nya, ia menunjuk Komi lalu membakar diri-nya dengan api kemarahan tetapi tubuh Komi masih tetap utuh, tidak ada yang berubah tetapi Kuro merasakan sesuatu yang mendekati diri-nya, entah itu apa tetapi dia sudah bersiap untuk melawan siapapun yang mencoba untuk mendekati diri-nya.


"Sial..." Kuro menusuk tubuh Komi dengan tujuh pedang itu tetapi tubuh-nya masih tetap utuh, Kuro melirik ke belakang dan ia tidak melihat apapun... ruangan semakin gelap, kegelapan itu bukan sekedar kegelapan melalui sihir melainkan sebuah bayangan yang entah itu berasal darimana.


"Wah... wah..." Kuro melebarkan matanya ketika mendengar suara Komi yang terdengar sangat keras, ia melirik ke atas dan melihat Komi yang tersenyum sinis. Kuro tercengang ketika melihat ukuran Komi yang sekarang jauh lebih besar dari dimensi [World of Sins] itu sendiri, entah apa yang membuat-nya bisa sebesar itu tetapi jasad tubuh Komi melayang lalu berubah menjadi partikel merah.


"S-Sebenarnya kau ini apa...!?"


"Hehehe...!!! Hahahahahahahahaha....!!!!!" Komi tertawa terbahak-bahak karena semua yang ia rencanakan dari awal berjalan cukup baik, Komi yang Kuro lawan adalah tumbal untuk bisa membuat diri-nya bertambah kuat. Kuro mulai menyadari sedikit rencana Komi, awal-nya Kuro menyerang Komi yang menyelimuti dirinya dengan Crimson dan wujud [Crimson Queen] yang mengartikan dia terus bertambah kuat ketika terluka.


"Sehebat apapun itu diri-mu... sekuat apapun diri-mu itu, Kuro... Kau tidak bisa dibandingkan dengan dewi segala-nya seperti-ku, aku... tidak bisa mati! Hahaha...!!! Hahahahaha...!!!" Komi tertawa terbahak-bahak dan Kuro mulai merasa sangat kesal hingga ia terbang menuju arah Komi tetapi setiap serangan yang ia lakukan tidak mempan bahwa Komi tidak bisa merasakan-nya, seolah-olah ia merasakan semut yang berjalan di kulit-nya sendiri.


"Tidak bisa... Kau tidak bisa lagi melukai diri-ku, aku sudah menggunakan esensi-ku yang hebat ini...!!! Salah satu esensi dan ekstensi seorang Dewi segala-nya dimana aku dapat mengubah ukuran tubuh-ku menjadi apapun yang aku mau...!!!" Komi mengangkat lengan kanan-nya ke atas dan tiba-tiba tekanan Komi mulai menyelimuti wilayah itu sampai membuat Kuro mendarat di atas tanah dengan ekspresi yang kesal.


"Biarkan aku memberi-mu elusan di bagian kepala..." Komi menurunkan lengan-nya lalu mencoba untuk mengusap kepala Kuro, tetapi berakhir menindih-nya di atas tanah dengan tangan-nya itu yang besar. Kuro memuntahkan banyak sekali darah ketika telapak tangan itu menyentuh diri-nya, kekuatan dan tekanan yang sangat hebat hingga melukai diri-nya cukup parah.


"Hahaha...!!! Hahahahahahaha...!!! HAHAHAHAHAHA!!! HAAAHAAAHAAAAHAAAAHAAAA!!!" Komi tertawa terbahak-bahak sambil menindih tubuh Kuro beberapa kali menggunakan tangan kanan-nya, ia lalu mengakhiri semua itu dengan mengubah ukuran-nya menjadi lebih besar lagi agar ia bisa menyentuh dunia Kuro di kedua genggaman-nya lalu ia menghancurkan-nya dengan satu genggaman.


Baaaammmmmm...!!!

__ADS_1


[World of Sins] hancur dan Kuro terlempar keluar dari dimensi tersebut hingga ia mendarat kembali di atas tanah, Arata melebarkan matanya ketika melihat Kuro yang kalah melawan Komi bahkan di dimensi-nya sendiri, Kuro masuk kembali ke dalam tubuh Arata dan ia melihat Komi muncul di hadapan-nya dengan ukuran yang sangat besar.


"A-Apa...?" Arata melebarkan mata-nya ketika melihat Komi, ia mencoba untuk melawan-nya tetapi tubuhnya tidak bisa bergerak ketika merasakan tekanan Komi, "Hahahahaha...!!! Sepertinya aku tidak memiliki urusan apapun di semesta ini, selamat tinggal... ingatlah, ini bukan pertemuan terakhir kita." Komi menyentuh bumi dan ia berniat untuk menghancurkan-nya tetapi ia kembali tertawa lalu menghilang.


Arata berlutut di atas tanah karena ia masih merasakan kesakitan di tubuh-nya, punggung-nya yang berlubang itu mulai kembali pulih ketika ia masih memiliki sedikit Lenergy di dalam tubuh-nya, Haruka dan Okaho muncul di depan Arata lalu ia segera membantu Arata untuk memulihkan luka-nya.


Okaho melihat sekitar, sepertinya kota ini benar-benar hancur... untung-nya ia dapat memperbaiki-nya dengan mudah menggunakan sihir realita-nya, Haruka menatap Arata dengan ekspresi yang terlihat serius... situasi ini sangat serius karena Arata dan Kuro sendiri tidak mampu mengalahkan Komi, wujud yang tadi itu masih jauh dari kata kekuatan penuh.


"Kuro, apa yang terjadi...?" Haruka mencoba untuk berbicara dengan Kuro, "Dia memiliki wujud yang mampu mengubah diri-nya menjadi ukuran raksasa, ukuran seperti itu... tekanan yang aku rasakan sangat dahsyat... lebih apapun, ini pertama kali-nya aku merasakan tekanan sepert itu."


"Setidaknya kalian sudah bekerja cukup baik dalam menahan Komi, kita sudah mendapatkan beberapa informasi tentang kekuatan dan kemampuan Komi..." Jawab Haruka, wajah-nya terlihat seperti menyembunyikan sesuatu... serpihan masa depan yang ia lihat benar-benar terjadi dimana Kuro kalah melawan Komi dengan wujud raksasa-nya itu.


"Dokter Randes...?" Haruka tidak mengetahui siapa yang Makarov bicarakan, "Sepertinya kau tidak mengetahui tentang diri-nya ya...? Dia adalah seorang ilmuan yang sangat cerdas, seluruh misteri dan kemustahilan dapat ia lakukan... bahkan menciptakan makhluk yang baru atau sesuatu yang baru saja dia bisa."


Okaho dan Haruka melebarkan mata-nya, itu artinya Komi sudah mencapai puncak pertengahan karena sudah menyandera ilmuan hebat, itu artinya rencana mulai sulit untuk dihentikan karena suatu hari nanti dia pasti akan menciptakan senjata rahasia yang sangat hebat.


"Intinya kalian harus menjaga diri kalian masing-masing, jika Komi sudah menyandera ketiga ilmuan hebat itu maka dia sudah pasti akan merencanakan sesuatu yang lebih mengerikan... kalian harus siap siaga dan waspada, lindungilah semua manusia yang tidak berdosa karena Yuutouri atau bumi masih jauh dari kata aman..." Ucap Haruka, mereka semua mengangguk lalu Aditya pergi meninggalkan mereka semua untuk melapor kepada presiden Indonesia.


***


Korrina baru saja mendapatkan panggilan dari Haruka, setelah ia membuka layar baru untuk menulis informasi baru tentang Komi, sepertinya ukuran raksasa dan tekanan yang dimiliki-nya itu akan sangat menyulitkan untuk Korrina lawan, itu artinya dia harus memikirkan sesuatu dalam waktu yang singkat sebelum Komi kembali menyerang.

__ADS_1


"Sial..." Korrina memegang kepala-nya sendiri karena dia benar-benar pusing memikirkan sebuah rencana dan cara untuk bisa menghentikan Komi, jika dia terus kebingungan dan melamun seperti itu maka kedua Grimoire yang berada di dalam diri-nya berkemungkinan akan mengambil alih tubuh-nya.


Rianna melihat Korrina yang kebingungan, ia segera menghampiri-nya dan berniat untuk membantu... Korrina langsung tersenyum dan merasa terbantu oleh Rianna karena ia juga menjelaskan informasi dan sesuatu yang belum Korrina ketahui tentang Komi, seperti-nya dia sudah menganggap Korrina sebagai ibu-nya sendiri.


"Sepertinya Rianna sudah terbiasa dengan Mama asli ya...?" Rivin menatap Rianna.


"Tentu saja... Apakah kau masih ingin bersama Mama kita yang sudah benar-benar berubah...? Aku tahu semua ini membingungkan tetapi mari kita mengikuti alur-nya... Haruka sudah meminta maaf kepada kita semua dan bahkan ia menjelaskan kenapa ia pergi." Jawab Vinna.


"Hemm~ Korin percaya dengan Haruka karena ia sudah menyelamatkan dimensi kita sebanyak dua kali, apakah kalian lupa...? Siapa yang sudah menyelamatkan kita dari Zoiru dan Bamushigaru...? Zoiru kalah oleh Haruka dan Bamushigaru bisa kalah karena rencana yang dipikirkan oleh Haruka~" Kata Korin sambil menggerakkan tubuh-nya.


"Tetapi aku masih khawatir dengan Rina... apa yang Haruka katakan tentang Mama... tidak, sebaik-nya kita memanggil dirinya sebagai Komi saja, jika kita kembali kepada Komi maka kita semua akan terbunuh?" Rivin menatap mereka berdua.


"Apakah kalian masih ragu-ragu untuk tetap bersama-ku...? Apakah kalian tidak mau menjadi anak kandung-ku...? Apa yang Haruka katakan itu benar, apakah bukti kematian Virra membuat kalian ragu-ragu?" Korrina menatap mereka dengan ekspresi yang terlihat serius, ia benar-benar tidak akan melepaskan mereka semua dan memberikan-nya kepada Komi.


""Maafkan kami..."" Ucap mereka bertiga, Korrina tersenyum lebar melihat mereka semua menuruti diri-nya... sudah saatnya untuk melakukan perpindahan DNA agar mereka bisa menjadi anak kandung Korrina secara resmi, yang mengartikan mereka juga tidak akan bisa dicuci otak dengan mudah oleh Komi.


Korrina menghampiri mereka bertiga lalu ia memeluk mereka erat, "Hangat..." Ucap Vinna, mereka bertiga merasakan kehangatan yang pas di pelukan tersebut lalu Korrina berbisik kepada mereka semua untuk tetap tegar dan tenang dalam situasi seperti ini hingga mereka semua mulai terharu dan menangis...


...tangisan yang menujukan rasa kelelahan yang mereka rasakan dimulai dari ancaman dan konflik di dunia mereka serta ibu mereka yang berubah cukup drastis hingga rela membunuh saudara mereka sendiri, Korrina langsung menenangkan mereka dengan memberikan kecupan di kening.


"...Maaf."

__ADS_1


__ADS_2