
Dengan pasukan yang terus berkurang, Yuuna mulai menghubungi Haruka bahwa seluruh pasukannya terus berkurang. Tidak ada pilihan lain selain untuk melepaskan pasukan dari ras lain karena pasukan Malaikat sudah berada di ambang kepunahan bersama dengan pasukan Legenda yang sudah bisa dihitung dengan jari sekarang.
Pasukan musuh tidak ada satupun yang berkurang melainkan mereka terus bertambah tanpa henti ditambah dengan pemimpin pasukan mereka yang terus menahan pasukan yang paling kuat agar mereka tidak mampu menyelamatkan pasukan yang saat ini dibantai habis oleh pasukan Rxeonal.
Haruka bisa merasakan banyak sekali nyawa yang sudah hilang di semesta Touri, tidak ada pilihan lain selain menyuruh semua ras untuk berperang secara bersamaan dan sebisa mungkin untuk menghabisi pasukan Rxeonal. Korrina bisa mengerti dengan situasinya, ia segera menyuruh Haruka untuk mengerahkan seluruh pasukan termasuk pasukan Indonesia dengan angklung mereka.
Perang antar semesta akhirnya berlanjut tetapi dengan seluruh populasi Touriverse yang bertarung, Rxeonal mulai merasa terhibur ketika melihat banyak pasukan lain datang dari berbagai celah dimensi hijau. Rxeonal mulai bertepuk tangan sekeras mungkin sampai ia mengerahkan pasukan lainnya dari dimensi yang Mortem kumpulkan.
"Menakjubkan! Menakjubkan! Semuanya ada disini...!!! Aku tidak sadar untuk melihat kalian menderita karena pasukan yang aku kumpulkan...!!!" Seru Rxeonal hingga seluruh pasukannya mulai menyerang pasukan aliansi.
Pertempuran... Perang... Semesta Touri sekarang sudah bisa disebut sebagai semesta yang berada di ambang kehancuran karena seluruh penduduk saat ini sedang berperang demi merebut kembali kedamaian yang dicuri oleh pasukan Iblis. Melihat perang itu terjadi, para dewa dan dewi yang berada di Kamitouri sempat jijik dan muak melihatnya.
Tidak ada akhir bahagia untuk peperangan dahsyat seperti ini karena kedua pihak telah kehilangan banyak prajurit, darah-darah terdapat dimana-mana... Teriakan penderitaan bisa menggema di sekitar alam semesta sampai Rxeonal sendiri hanya bisa tertawa gila melihat semesta Touri sebentar lagi akan di genggam oleh dirinya.
Tidak ada satupun prajurit yang mendominasi, mereka semua setara dalam segi apapun. Apalagi manusia Indonesia tidak bisa melakukan apapun ketika Angklung mereka hancur oleh pasukan Oather yang benar-benar kebal dengan suaranya. Semua bertarung dengan seimbang... Satu demi satu prajurit menjadi gugur... Sejarah baru tercipta oleh Dewa yang saat ini sedang berada di ruang takdir.
Rxeonal juga sempat dikejutkan dengan beberapa manusia yang memegang senapan dahsyat yang sempat menghancurkan tanduk-nya lalu membuatnya tercengang, ia turun tangan lalu ikut berperang dengan mereka semua karena sudah tidak tahan untuk menahannya. Beberapa pasukan dari dimensi lain tiba-tiba terbunuh oleh gejala yang aneh... Isi perut mereka mengalami pendarahan sama isi tubuhnya mereka keluar.
Dukun telah membantu sebisa mungkin sampai tidak ada satupun yang sadar dimana keberadaan para dukun itu berada. Mereka semua mengerahkan kekuatan mereka sampai sepenuh habis, mengamuklah sampai kau mati... Itu adalah kata-kata yang pernah diucapkan oleh orang-orang yang pernah mengalami perang antar semesta.
***
__ADS_1
Di sisi lainnya, dimensi Crimson sudah dipenuhi dengan kehancuran dan juga mayat yang berserakan dimana-mana. Korrina bersama rekan-rekannya terluka dan kelelahan sampai nafas mereka terasa berat, tidak ada satupun orang yang memulai pergerakan mereka kepada Shinku yang saat ini memegang sebuah buku sihir.
Dia jadi tidak terkalahkan ketika memegang buku tersebut, serangan yang mereka lakukan tidak mampu mengenai Shinku karena buku itu memiliki segala sihir berdasarkan pertahanan dan kekuatan, serangan yang Arata lakukan menggunakan [God Slayer]-nya saja tidak mampu mengenai tubuh Shinku bahkan menyayat-nya sedikit saja tidak bisa.
"Apa-apaan ini... Grimoire of Crimson itu... sangat kuat..." Shizen melirik Korrina dengan pandangan serius, "Jelas sekali... Salah satu-nya barang yang diciptakan oleh para dewa-dewi... [Grimoire], di buku itu terdapat banyak sekali sihir berdasarkan namanya... Semua sihir tercantum di dalam buku itu dan dengan mudah bisa dikeluarkan tanpa harus merasakan resiko apapun..."
"Itu artinya kita harus merebut buku itu dengan cara apapun... Walaupun nyawa kita hilang satu...?" Tanya Andrian. Ternyata manusia yang berasal dari Indonesia itu diam-diam ikut bersama Korrina tetapi akan sangat baik jika banyak bantuan datang untuk melawan Shinku yang benar-benar tidak bisa disentuh.
Buku itu sekarang mulai melayang di atas-nya dan terbuka cukup lebar yang mengartikan bahwa Shinku dapat menggunakan sihir Crimson apapun semau-nya, Rexa dan Agfi mulai menyerang mereka secara bersamaan tetapi serangan yang mereka lancarkan tidak mampu membuat Shinku terluka karena melawan Shinku dengan sihir Crimson itu sama saja dengan bunuh diri.
"Rexa, lebih baik kau mundur. Tidak ada guna-nya jika kau bertarung dan memberi dia kekuatan lebih...!" Seru Agfi yang mulai merasa kesal dimana ia segera melepaskan beberapa panah yang mengandung racun, semua panah itu terbakar sebelum mengenai tubuh Shinku.
"Arata, semua ini hanya akan menjadi sia-sia... Salah satu dari kita tidak mampu mengenai serangan kepada-nya, sihir waktu Haruka juga bahkan dapat dengan mudah di lawan dengan buku itu yang mengandung sebuah sihir untuk memakan sihir lainnya... Jika saja kita Haruka berada di wujud dewasa-nya, mungkin semua ini akan jadi lebih mudah..." Kata Korrina yang sedang mengangkat tubuh Haruka, dirinya jatuh pingsan karena sudah berlebihan mengerahkan sihir waktu.
"Masa bodoh...! Emang-nya kita siapa...!? Kita adalah bangsa Legenda...! Kita tidak akan pernah menyerah sebelum musuh bisa merasakan kesakitan yang kita berikan, aku tidak akan menyerah...! Aku pasti akan membasmi dewa sialan ini!!!"
"Cukup! Kita hanya perlu menunggu sampai Shinku menggabungkan dimensi ini dengan Touri...! Dengan jumlah kita yang bisa disebut sembilan... Kita hanya membutuhkan bantuan dari teman-teman kita!" Korrina tidak mau melanjutkan pertarungan lagi karena dia memiliki firasat buruk ketika melihat Grimoire itu.
Korrina dapat merasakan kekuatan Arata yang perlahan meningkat secara terus menerus, Shizen juga melakukan hal yang sama dimana ia segera melepaskan ledakan besar di sekitarnya yang mampu meningkatkan kekuatan-nya secara drastis. Satu per satu tidak ada yang ingin mendengar apa yang Korrina katakan, pertarungan selanjutnya akan dimulai lagi.
"Hohhh... Menarik, tunjukkanlah kepada-ku jika kalian benar-benar ingin mengalahkan-ku, mortal!" Kata Shinku dimana ia mulai melepaskan aura Crimson yang berjumlah tidak terbatas.
__ADS_1
"Andrian..." Alvenius mulai memanggil Andrian.
"Baik...!" Aura emas mulai menyelimuti tubuh Andrian dimana ia melepaskan beberapa Garuda yang ia ciptakan menggunakan aura emas, semua Garuda itu melesat menuju arah Shinku dan mencoba untuk melukai-nya dengan burung Garuda yang memiliki daya ledakan tinggi ketika mengenai target.
Semua garuda itu meledak di sekitar daratan, bahkan sampai membuat daratan itu retak. Shinku hanya bisa mundur dengan langkah yang pelan karena sebuah tembok Crimson saat ini melindungi-nya. Pedang silver pekat Arata mengeluarkan cahaya putih yang menjalar luas, serangan Arata mengenai tepat kepala Shinku yang sejak tadi terlihat hanya diam saja.
"... ...!"
Arata matanya melebar melihat Shinku tidak terluka akibat serangannya tersebut. Jantung Arata berdetak dengan cepat saat melihat Shinku mulai membuka kedua mata yang membuat dirinya secara spontan mengambil langkah mundur sejauh mungkin karena merasakan firasat yang begitu buruk dari bola mata Crimson Shinku yang menebar ancaman.
Andrian dan Alvenius yang menyerang secara bersamaan tiba-tiba terdorong mundur ketika Shinku menggerakkan kedua jari telunjuk-nya, dengan hanya satu ayunan jari saja sudah mampu melepaskan gelombang tipis yang mampu membelah apapun. Mereka semua berhasil menghindarinya, dengan hasil sebuah celah dimensi besar muncul di belakang mereka berdua.
"Inikah... Kekuatan dari Grimoire Crimson...?" Korrina terlihat ketakutan, sebuah monster naga terbang keluar dari dimensi itu dengan ukuran yang lumayan besar. Kekuatannya hampir sama seperti Shinku bahkan Andrian secepatnya memanggil Garuda untuk melawan naga itu yang mencoba untuk melahap mereka semua.
"Aku ingin kalian bertemu dengan peliharaan-ku...[Makagon]!"
Graaaaaaaaaagggggghhhhhh...!!!
Makagon dan Garuda mulai bertarung demi melindungi tuan mereka masing-masing, Korrina bisa merasakan bahwa celah dimensi yang sedang dibuka oleh Shinku sebentar lagi akan berhasil, ia sudah tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada Touri karena sebentar lagi wilayah Crimson akan bergabung dengan semesta Touri.
"Berharap..."
__ADS_1