Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 67 - Beda Permintaan


__ADS_3

"GWAAAAAGGGGGGGHHHH!!!" Teriak Megumi dengan sangat keras sehingga mampu membuat dorongan yang besar menuju arah Homura dan membuat barrier yang berada di sekitar mereka berdua langsung retak sehingga membuat arena juga mulai retak dan membuat serpihan arena itu melayang lalu hancur.


"HUAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGRRRRRRHHHHHHHHHH!!!" Tiba-tiba Megumi langsung mengisi sebuah gelombang sihir emas di dalam mulutnya hingga semua penonton bisa melihat mulut Megumi yang dilumuri dengan aura emas, "SOLAR RAGE!!!" Megumi langsung meluncurkan gelombang kegelapan menuju arah Homura sehingga itu membuatnya langsung terkejut dan hampir saja terkena oleh gelombang sihir itu untuk kedua kalinya. "WANJER..!!!"


Homura langsung terbang ke arah lain dan berhasil menghindari sihir itu dengan sangat beruntung. Gelombang itu bergerak menuju atas langit lalu meledak dengan sangat dahsyat seperti ledakan nuklir dan mampu membuat barrier yang berada di atas hancur dan meninggalkan sebuah lubang yang cukup besar, Morgan dengan cepat langsung menciptakan barrier yang baru dan ketika melihat kejadian tadi. Shira merasa bangga dan juga kagum bahwa Megumi sudah bisa menggunakan sihir cahaya yang pernah ia ajari sejak persiapan untuk bertarung di turnamen, "Hebat, Megumi. Sepertinya kau tahu cara mengontrol sihir cahaya dan kemarahanmu." Ungkap Shira.


BAAAAMMMMM!!!


"Sihir tadi sama kuatnya dengan sihir yang digabungkan oleh banyak sekali petarung...!" Ucap Homura dengan ekspresi yang terlihat sangat terkejut karena ia hampir saja terkena oleh sihir tadi. Homura mulai mengusap keringatnya yang terdapat di seluruh wajahnya dan setelah itu ia merasakan bahwa kekuatan Megumi terus meningkat tiada batasannya sedikitpun, Homura mulai menatap Megumi dengan tatapan yang terlihat serius karena kesempatannya untuk menang mulai menurun hingga ke persentase 9%. "Aku tidak mau kalah... Aku harus bisa menang agar bisa mendapatkan sesuatu yang aku sangat inginkan yaitu seorang jodoh yang bisa selalu mendampingiku."


Homura dan Megumi mulai saling menatap satu sama lain dengan tatapan yang sangat serius. Homura mulai meregangkan kedua lengan-nya lalu ia mulai tersenyum sedikit. "Tadi hanyalah sebuah pemanasan ya...?" Tanya Homura.


"GGGRRRRAAAAAAAAAAGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Megumi dengan sangat keras sehingga auranya mulai membesar, Homura bisa merasakan bahwa kecepatan Megumi sudah pasti akan meningkat cukup besar. Mereka berdua langsung melompat menuju arah satu sama lain dengan sangat cepat. Mereka mulai saling memukul satu sama lain, Homura bisa merasakan bahwa di setiap pukulan dan tendangan Megumi berikan kepadanya mampu membuat seluruh tubuhnya merasakan sedikit kesakitan dari kekuatan murni miliknya. Megumi dengan cepat langsung menendang perut Homura dengan sangat keras sehingga ia terpental ke belakang. "Nrrgghh...!" Homura mulai memuntahkan sedikit darah melalui mulutnya.


Megumi muncul di depannya lalu ia memukul dadanya hingga Homura terpental mundur. "BLAZING HEAT... WAVEEEEEE!!!" Homura langsung meluncurkan sihir gelombang api terpanasnya menuju arah Megumi. Megumi dengan cepat langsung terbang ke arah kiri untuk menghindari gelombang sihir tadi, Homura tiba-tiba menembak beberapa meteor besar menuju arah Megumi.


Megumi terbang menghampirinya selagi menahan semua meteor yang mengenai seluruh tubuhnya, dengan cepat Megumi langsung memukul wajah Homura dengan sangat kencang. Megumi terbang menghampiri Homura lagi dan Homura sudah siap untuk menahan pukulan yang akan Megumi lakukan, tetapi ia salah karena Megumi tiba-tiba menendang perutnya dengan sangat keras sehingga ia terpental ke belakang lagi.


"HYAAAAARRGGGH!!!" Teriak Homura hingga Megumi tidak berhenti menyerangnya, ia terbang menghampiri Homura selagi mengepalkan tinju kanannya lalu ia dengan seluruh tenaganya memukul wajah Homura sehingga ia terpental ke atas langit karena pukulan yang Megumi kerahkan. "Nggghhh...! Persetan...!" Homura mulai menyeimbangkan seluruh tubuhnya karena ia masih terbang mundur karena dorongan yang diberikan oleh Megumi.


*BAMMMMMM!!!*


Tubuh kiri Megumi mulai dilumuri dengan aura cahaya yang sangat cerah bagi kedua mata Homura hingga membuatnya memejamkan kedua matanya beberapa saat yang lalu, arena yang mereka tepati mulai berguncangan dengan sangat dahsyat, "GRRAAAAHHHH!!! KALAHKAN LAWAN...!!! AAAAAGGGGHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Megumi dengan sangat keras. Homura merasakan bahwa kekuatan murninya telah meningkat cukup besar lagi. "Cih... Aku tidak memiliki pilihan lain selain meningkatkan kekuatanku lebih besar dari sebelumnya...!!!"


"HAHHHHHHH!!!" Homura mulai membesarkan aura-auranya dengan sangat besar juga auranya mulai mengepung seluruh tubuhnya layaknya seperti kompor api yang menyala. Homura bergerak cepat menuju arah Megumi. Homura memukul Megumi, tetapi Megumi berhasil menghindari pukulan itu hingga ia langsung memukul perut Homura dengan sangat keras, beruntungnya Homura menahan pukulan itu dengan kaki kanannya. Mereka berdua mulai bergerak dengan sangat cepat di atas langit hingga saling mencoba untuk melukai satu sama lain.


*BAMMMM!!! BAMMMM!!! BAMMMM!!!*

__ADS_1


Homura memukul Megumi, tetapi ia menahan pukulan tersebut dengan lengan kirinya, Megumi menyerang balik dengan memukul wajah Homura menggunakan tinju kanannya. Megumi menendang perutnya dengan sangat keras lalu ia memegang wajahnya dengan sangat keras lalu menggusurnya dengan seluruh tenaganya hingga Homuar tidak bisa bergerak karena cengkraman tangan di wajahnya yang sangat erat.


Tetapi, beruntungnya Homura masih memiliki tenaga yang besar hingga ia muncul tepat di belakang Megumi,"Apa...!?" Megumi melirik ke belakang dan ia melihat Homura sedang mengeluarkan sihir Blazing Heat wave-nya lagi, tetapi Homura tidak sempat karena Megumi menendang dagunya hingga ia terpental ke atas langit. Homura berputar lalu terbang kembali menujunya. Mereka berdua langsung mulai saling memukul satu sama lain tanpa henti. "HAAAAGGGHHH!!!" Homura memukul Megumi, tetapi ia berhasil menahan semua pukulan itu dengan mudah. Megumi menyerangnya balik dengan memukul wajahnya, tetapi Homura berhasil menunduk. Mereka berdua langsung saling memukul satu sama lain tanpa henti.


"MYAGGGHHH!!!" Megumi memukul dada Homura dengan sangat kencang sekali. "UUUOOOCKKKK...!!!" Homura memuntahkan darahnya dengan jumlah yang sangat banyak melalui mulutnya. "Light of Divine Justice...!" Megumi tiba-tiba memegang sebuah bola energi cahaya di tangan kanannya, lalu ia bergerak maju menuju arah Homura. Homura memukul wajahnya dengan cepat, tetapi seluruh tubuhnya yang besar mampu menahan Megumi dari dorongan yang tinju Homura miliki, Megumi langsung menyerang balik dengan menghantam sihir yang ia pegang tepat di perut Homura.


*BAMMMM!!!* "UAHHHH!!!" Homura langsung terpental ke atas langit karena dorongan sihir yang sangat kuat itu, Megumi tiba-tiba muncul tepat di atas Homura lalu ia menghantam punggungnya menggunakan kedua tinjunya. *BAMMMM!!!* Homura terpental menuju daratan dan seketika ia terjatuh di atas daratan, ia mampu membuat sebuah lubang yang besar di daratan karena seluruh tubuhnya yang terjatuh dari atas langit seperti meteor


Homura melirik ke atas dan ia melihat Megumi yang sedang bergerak menuju arahnya, Megumi tiba-tiba melompat lalu berputar hingga kedua lengannya menyentuh lantai, dan setelah itu ia langsung melompat lalu menendang wajah Megumi dengan kedua kakinya hingga Megumi terdorong ke arah kanan dan mendarat di atas lantai yang lain. Homura mendarat di atas tanah selagi menatap Megumi dengan wajahnya yang mulai terlihat serius, sepertinya ia sudah tidak bisa meremehkan Megumi lagi. "GUUUOOGGHHH!!!" Teriak Megumi dengan sangat keras, Homura mulai menatap seluruh tubuhnya dengan kedua matanya, ia tiba-tiba langsung tersenyum dengan sangat kesal. "Heh... Kenapa? Kau tidak mau menyerang lagi 'kah?" Tanya Homura.


Megumi tiba-tiba langsung bergerak maju menuju Homura, seluruh aura Homura yang terbuat dari api-api panas langsung perlahan-lahan terserap oleh tubuhnya hingga menggantikan aura yang lebih tenang seperti api besar yang bisa di kendalikan, kedua mata Homura langsung berubah menjadi warna merah cerah. Homura telah meningkatkan Blazing Form-nya menjadi Perfected Blazing Form. Megumi mengepalkan kedua tinjunya dan tiba-tiba Homura mundur beberapa langkah. "Blazing's Pressure..." Homura menunjuk Megumi dengan kedua telapak tangannya hingga api-api milik Homura langsung merasuki tubuh Megumi hingga seluruh tubuhnya langsung dikepung oleh aura api-api itu. Pergerakan Megumi tiba-tiba berhenti karena aura milik Homura yang sedang mengendalikan seluruh tubuhnya.


Megumi mencoba untuk bergerak, tetapi ia tidak bisa karena seluruh tubuhnya terasa mati rasa bagi Megumi, ia bahkan tidak bisa bergerak sedikitpun. "Aku akan menahan-mu sampai titik ini saja. Kau tidak bisa bergerak karena aura-auraku yang mengendalikan seluruh tubuhmu ini." Megumi tiba-tiba langsung mengamuk, sihir cahaya-nya mulai mempengaruhi seluruh tubuhnya hingga ia sudah benar-benar meningkatkan seluruh kekuatannya.


"GRRRAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGG...!!!" Homura langsung terkejut melihat itu, ia langsung melebarkan kelima jarinya agar sihir miliknya bisa bertahan untuk membuat Megumi tidak bisa bergerak, Homura berencana untuk menahan Megumi terus sehingga ia bisa membuat Megumi merasa tenang. Aura yang mengepung Megumi langsung hancur hingga Megumi bergerak dengan sangat cepat sampai-sampai Homura tidak sempat untuk menghindar, Megumi memukul wajahnya dengan sangat keras, tetapi seluruh tubuh Homura tidak terdorong mundur karena aura-auranya yang telah membantu tubuhnya dalam menjaga keseimbangannya. "Nngghhh...!!!" Homura tiba-tiba berputar lalu ia memegang lengan kanan Megumi dengan sangat erat, Homura langsung menghantam seluruh tubuhnya ke atas daratan.


Daratan yang terhantam oleh seluruh tubuh Megumi langsung retak hingga seluruh daratan di wilayah itu langsung berguncangan dengan sangat dahsyat seperti gempa bumi, "GRRRRAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak Megumi dengan sangat kesal hingga auranya mulai membesar lagi dan lagi. Megumi bangkit dari atas tanah lalu ia mulai meningkatkan seluruh atributnya hingga auranya mengeluarkan sebuah gelombang yang besar menuju atas langit. "Dia masih bisa meningkatkan seluruh atributnya lagi ya...?!" Homura langsung terbang menuju arah Megumi dengan sangat cepat.


Mereka dengan kecepatan yang sudah melampau kecepatan suara mulai saling memukul satu sama lain hingga mampu membuat daratan di wilayah tersebut retak dan terbelah menjadi dua bagian. Homura memukul seluruh tubuh Megumi tanpa henti, tetapi semua pukulan itu tidak mempan bagi Megumi karena ia terasa seperti di pukul dengan kertas, Megumi menyerang balik dengan menghantam wajahnya hingga ia terdorong mundur.


Megumi muncul tepat di depan Homura lalu ia mulai memukulnya beberapa kali, tetapi Homura dengan mudah berhasil menahan seluruh pukulan Megumi. "GRAAHHH!!!" Megumi memukul wajahnya hingga Homura terdorong mundur, "HAHHHHHHHH!!!" Megumi langsung memperbesar auranya lagi hingga itu membuat Homura cukup berkeringat dingin sedikit. "Jadi ini 'kah kekuatan sebenarnya dari seorang Neko Legenda...!?"


Megumi muncul di depan Homura hingga Homura langsung terkejut melihat kecepatannya, Megumi langsung memukul perut Homuradengan sangat keras hingga ia terpental ke belakang. Homura berputar lalu ia mendarat di atas tanah selagi mengangkat tangan kanannya. "BLAZING POWER BALL!!!" Homura melompat menuju arah Megumi dan mencoba untuk menghantam perutnya menggunakan sihir yang berada di telapak tangan kanannya itu.


Megumi tiba-tiba menahan sihir itu dengan memegangnya menggunakan tangan kanannya, Megumi langsung menghancurkan sihir Homura lalu ia dengan cepat menghantam seluruh tubuh Homura menuju daratan dengan seluruh tenaganya agar seluruh tulang di tubuh Homura mulai retak karena hantamannya itu.


*BAMMMMMM!!!*

__ADS_1


Megumi terus menghantam seluruh tubuh Homura di atas tanah-tanah yang berwarna merah itu. "UAAAAGGGGGHHHHH...!!!" Teriak Homura dengan sangat keras karena seluruh tubuhnya mulai perlahan-lahan bisa merasakan kesakitan yang dahsyat dari hantaman itu. Megumi masih belum berhenti, ia terus melakukannya hingga seluruh tubuh Homura benar-benar remuk, Megumi tidak bisa melakukan apapun kecuali berteriak dengan penuh kesakitan. "AHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Kedua pupilnya langsung menghilang dan penglihatannya mulai perlahan-lahan buram.


Megumi melempar Homura ke atas dan ia langsung melompat ke atas lalu Megumi memegang seluruh kepala Homura menggunakan tangan kanannya. Megumi langsung terbang menuju semua serpihan arena yang ada di depannya selagi menghantam wajah Homura dengan semua batu-batu itu. Semua batu-batu itu langsung hancur menjadi kepingan-kepingan kecil karena hantaman Megumi yang sangat amat kuat.


BAMMMMMM!!! BAAAMMMM!!! BAMMMM!!!


Megumi melempar Homura menuju ke depan hingga seluruh tubuh Homura tergeletak di atas tanah dengan kondisinya yang perlahan-lahan hampir pingsan, "A-Agghh...." Megumi menatap Homura yang sudah tidak bisa bertarung lagi karena seluruh aura-nya mulai mengecil dan bahkan energi sihirnya mulai perlahan-lahan menghilang, Megumi memegang kaki kanan Homura lalu ia mulai melempar Homura keluar dari atas arena dan ia tergeletak di atas tanah, "GRAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!" Teriak kemenangan Megumi.


Seluruh tubuh Homura telah mengenai daratan yang berwarna merah, itu artinya bahwa ia telah kalah oleh Megumi yang mulai kembali seperti semula karena pertarungan berakhir maka wujud Humanoid Beast-nya akan secara otomatis hilang, ia mulai berbaring di atas tanah karena merasa kelelahan, "UHHH YEAAAA!!! TERNYATA NEKO LEGENDA ITU HEBAT DALAM SOAL PERTARUNGAN!!! PEMENANGNYA TELAH RESMI RYOUMA MEGUMI!!!!" Teriak Jorgez keras dan hal itu membuat Shira tersenyum lebar selagi mengacungkan jempolnya karena saat ini Megumi sedang mengacungkan kedua jempolnya.


***


Korrina mulai menatap hologram yang sedang menunjukkan lokasi Alvin saat ini, Korrina dengan saat teliti mulai mencari informasi lebih tentang Realm of Crimson serta lokasi yang sedang Alvin tepati saat ini, Agfi secara diam-diam melihat Korrina dan itu membuatnya khawatir serta takut bahwa Korrina telah mengetahui Alvin sedang berada dimana, Agfi juga cukup kagum melihat Korrina yang bisa mengendalikan sistem dan teknologi. Sepertinya sesosok Mama dari Agfi itu sangatlah pintar, "Tempat-nya sangatlah jauh, walaupun anda sudah masuk ke dalam Realm of Crimson... Tempat yang sedang Alvin tepati itu jauh dan sangat misterius bahkan tempatnya itu adalah labirin tiada pantas dimana terisi monster dan prajurit Crimson paling kuat." Ucap Tech dan Korrina mendapatkan beberapa informasi sehingga ia mulai menciptakan sebuah lingkaran di depannya.


Agfi bisa melihat bahwa lingkaran itu bisa saja portal untuk pergi ke dimensi Alvin, karena jika ia gagal maka ia memiliki rencana lain yaitu dengan menciptakan portal yang membawanya ke lokasi dimana Alvin berada bukan hanya ke wilayah Crimson, tetapi ke tempat yang sedang Alvin tepati saat ini, "Realm of Crimson atau bisa disebut dengan wilayah dimana sepenuhnya sihir yang mengandung Crimson berada. Apakah anda yakin bahwa permintaan anda itu untuk pergi ke Realm of Crimson?" Tanya Tech.


"Tentu saja, aku ingin menyelamatkan Alvin serta membalaskan dendamku kepada wilayah tersebut---" Agfi tiba-tiba datang dan itu membuat Korrina secara otomatis melirik ke belakang dengan ekspresi yang terlihat kesal karena Agfi datang ke kamarnya tanpa memberi kabar atau mengetuk pintu, "Kenapa kamu ada disini?! Keluar kamu, sekarang!!!" Perintah Korrina yang mulai menunjuk pintu keluar, nada Korrina mulai terdengar seperti seseorang yang marah.


Agfi menggelengkan kepalanya, "Mama! Permohonan-mu itu sangatlah gegabah! Lebih baik permohonan-mu itu menyelamatkan Papa atau membawanya pulang ke Yuusuatouri!" Bantah Agfi sehingga Korrina menghampiri Agfi lalu ia memegang kedua bahunya karena ia tidak mau berdebat dengan Agfi karena Haruka saat ini sedang tidur di kasur-nya, "Dengar, Agfi... Menyelamatkan saja, tanpa sebuah pembalasan dendam itu lemah. Itu bukan jalan para Legenda karena... Mama! Mama sangat ingin menghancurkan wilayah itu!!!" Ucap Korrina yang mulai mengancam Agfi.


"Mama memang bodoh! Kadang aku tidak mengerti dengan pemikiranmu itu, sudah diberikan kecerdasan tinggi, tetapi Mama tidak menggunakannya! Pembalasan dendam bisa kita lakukan diakhir, bersama dengan semua peserta dari kelas tiga Mama!" Ucap Agfi.


"Bodoh! Aku bukanlah seseorang yang ingin semua teman-teman atau sesosok yang penting bagiku terluka karena masalahku sendiri, biarkan Mama mengurus masalah Papa sendirian tanpa bantuan dari kalian. Mama tidak mau kejadian itu terjadi, dimana Mama kehilangan satu nyawa." Jawab Korrina dengan tatapan mengancam-nya, "Cih! Dasar ceroboh! Di final nanti jika kita bertemu... Aku tidak akan menahan diri untuk mengalahkanmu, Mama!!!" Agfi berjalan pergi meninggalkan Korrina karena ia tidak mau melanjutkan percakapannya bersama Korrina yang bersikap semaunya saja, dia bersikap egois karena ia ingin masalahnya bisa terselesaikan sendiri.


"Coba saja, Agfi! Mama tidak mau kalah! Seharusnya kau menyerah ketika melawan Mama karena jika kau menyelamatkan Papa secara langsung maka Realm of Crimson bisa saja menyerang Yuusuatouri... Bukan hanya Yuusuatouri, tetapi seluruh alam semesta." Ucap Korrina yang mulai kembali bekerja terhadap proyek dalam menciptakan portal ke dunia lain.


"... ..." Agfi hanya bisa diam.

__ADS_1


__ADS_2