Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 374 - Menyembunyikannya karena kami Ikhlas


__ADS_3

[Flashback - Jangan Skip]


Honoka dan Kou berada di dalam kabin kecil bersama Golden Minami, Golden Minami satu ini memiliki kesadaran penuh terhadap Minami yang asli dan ia membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mengendalikannya. Minami yang asli saat ini kesulitan bertarung melawan Kuharu dan ia melakukannya sengaja karena ia masih ingin mengetahui suatu kebenaran, dirinya yang sok tahu dan melukai seorang keturunan Comi yang sangat lemah adalah tindakan yang bisa dimaafkan begitu saja.


"Sepertinya kabin ini cukup aman untuk beristirahat, Kou..." Honoka tersenyum kepada Kou selagi mengusap rambutnya, melihat kedua saudara ini yang memiliki hubungan biasa saja walaupun mengetahui kebenaran tentang Comi membuat Minami merasa bersalah, mungkin seharusnya ialah yang menyelamatkan Okaho sejak awal. Jika itu terjadi kebenaran tentang keturunan Comi yang sebenarnya tidak akan bisa diketahui oleh siapapun kecuali dirinya.


Kou mungkin sudah mengetahuinya karena ia dapat membaca pikiran apapun terutama pikiran yang sudah lupa dan hilang, Kou menatap Minami yang sedang menundukkan kepalanya. Honoka melihat Kou menatap Minami dengan tatapan yang terlihat khawatir, ia langsung menoleh kepada Minami dan tersenyum kecil, "Sepertinya kau adalah cahaya buatan yang langka untuk memiliki perasaan yang sama persis seperti yang asli, sesuatu mengganggu pikiranmu...? Perasaan yang kau rasakan dapat Kou baca dan berikan kepada diriku loh."


"Maaf... aku hanya merasa sangat bersalah... aku terlalu bodoh untuk cepat melampiaskan rasa amarahku, melihat kedua sahabatku yang menghilang begitu saja dari sisiku membuatku merasa sangat bersalah sehingga aku tidak tahu harus apa. Mungkin aku bukanlah Minami yang asli tetapi perasaan ini nyata untuk kalian... aku hanya ingin meminta maaf sebelum semuanya berakhir, kita tidak akan tahu masa depan apa yang akan kita lihat. Kita sendiri bahkan berada di dalam sebuah prediksi yang belum tentu benar..." Minami perlahan-lahan menurunkan kedua telinga dan ekornya, ia mulai berlutut di atas lantai.


"Aku mohon... apakah aku bisa mengetahui lebih dalam lagi tentang informasi... keturunan Comi...? Honoka, aku benar-benar meminta maaf karena sudah melukai perasaan Kou... aku memarahi dirinya habis-habisan dan bahkan sampai membuat dirinya menangis, perbuatan yang aku buat tidak bisa dimaafkan begitu saja... melukai seorang gadis yang lemah... aku tidak pantas dipanggil sebagai seorang Legenda dan keturunan Shiratori jika sudah melukai keturunan yang membantu Papa dan Mamaku untuk berkembang." Minami menahan air matanya tetapi air mata itu terus memaksa, air mata mengalir keluar dan berubah menjadi partikel emas.


"Kamu tidak perlu memikirkan-nya lagi, Minami. Kou sudah memaafkan-nya, lagi pula dia sendiri tidak pernah menganggap dirimu bersalah. Tidak ada yang harus disalahkan disini, semua ini memang harus terjadi karena sebuah takdir yang cuku pahit untuk Yuusuatouri--- bukan tapi Touriverse. Jika kau pikirkan lagi, kami berhak disalahkan karena selalu menarik masalah, keturunan kami dipenuhi dengan kutukan tetapi tekad kita terus memberitahu kita untuk tetap bertahan..." Honoka membantu Minami untuk berdiri karena ia sama seperti Korrina, tidak membutuhkan permintaan maaf atau perlakuan yang berlebihan.


"Mari, kita duduk dulu..." Honoka membantu Minami untuk duduk di atas kasur, tugas mereka saat ini masih berjalan karena Honoka membiarkan kubus itu untuk menyerap semua kekuatan waktu itu sendiri, "Sepertinya Shira tidak pernah memberitahumu ini ya... tidak, mungkin saja Mama tidak pernah memberitahu kebenaran ini kepada siapa-siapa. Lagi pula dulunya keturunan Comi memiliki kutukan yang berbeda."


"Awal mulanya dimulai ketika keturunan yang pertama bernama Koina, bisa dibilang sebagai istri Zangges yang diberi kutukan oleh anak-anaknya sendiri bahwa ia akan mendapatkan keturunan yang kekurangan terhadap sesuatu. Semua itu berjalan sampai titik ini dan kutukan yang Mama miliki adalah perasaan yang tidak dapat menerima bahwa dirinya tidak ingin menjadi dewa sehingga dirinya sendiri mengalami evolusi keturunan yang mampu memperbesar kutukan itu sendiri, ia juga menyebabkan banyak dosa dengan membunuh dewa-dewi..."


"... Mama membenci fakta bahwa dulunya keturunan Comi itu dibenci oleh seluruh penghuni Touriverse, kutukan dalam berita yang palsu tetapi sebagiannya ada yang benar karena Nenekku dan nenek moyangku pernah melakukan kesalahan yang berat di hadapan mereka tetapi perbuatan yang mereka lakukan itu sebagiannya dipercayai tidak bersalah... ia terus berjuang lagi dan lagi sampai waktu yang ia miliki tiba, keturunan Comi yang 100 persen bisa disebut Kou tidak akan lahir jika Mama diberikan kesempatan untuk hidup."


"Mama kembali hidup dan mendapatkan kutukan dari Crimson yang bernama [Crimson Broken Disease], kutukan yang bisa dibilang penyakit tetapi penyakit itu tidak terlalu fatal untuk Mama karena sebuah buku Sacred yang cukup netral untuk menahan penyakit itu, tanpa buku itu maka waktu kehidupan Mama sangat singkat. Penyakit itu yang berlambang garis akan mempengaruhi organ tubuhnya dan menghilang fungsi itu sendiri..." Honoka memperlihatkan kedua tapak tangannya yang memiliki lambang dari kutukan itu sendiri.


Minami tercengang ketika melihatnya, "Penyakit ini sudah ada sejak dulu, hanya saja tidak bisa dinamakan dengan Crimson Broken Disease melainkan Sacred Broken Disease... sesuatu yang lebih mematikan karena membakar organ tubuh dan melupakan ingatan seseorang karena pikiran yang terbakar dengan kesucian itu sendiri, penyakit itu terus berlanjut dan melupakan pikiran seseorang sampai mereka tidak memiliki pikiran untuk melanjutkan kehidupan... satu keturunan Comi gugur karena penyakit tersebut."


"Intinya Crimson Broken Disease masih bisa dibilang enteng untuk Mama, diriku, dan Haruka yang memiliki tanda di kakinya... satu-satunya yang mengkhawatirkan kita adalah..." Honoka mengalihkan pandangannya kepada Kou dengan tatapan yang terlihat sedih, Minami melebarkan matanya karena ia pernah melihat sebuah tanda yang tertera di dada Kou, Kou hanya bisa tersenyum dan ikhlas terhadap semua yang terjadi karena ia bias mengharapkan apapun kecuali untuk tetap hidup dan bersyukur dengan kehidupan yang diberikan ibunya.


Kou mengeluarkan sebuah catatan yang mengatakan [Aku akan terus berjuang untuk hidup, kamu tidak perlu merasa bersalah dan menangis seperti itu, Minami. Semua ini sudah tertera di batu takdir, itu yang Mamaku bilang]. Perkataan itu membuat Minami bertambah sedih dan Honoka meminta Kou untuk membuka baju sebentar agar ia bisa menunjukkan tanda kutukan penyakit itu kepada Minami, Minami melihat tanda itu memiliki bentuk yang berbeda sekarang dan itu terlihat seperti garis berbentuk akar.


"Aku dan Haruka masih bisa menahan kutukan ini... bahkan... tidak bisa disebut ancaman bagi kami tetapi bagi Kou lebih parah, kutukan penyakit itu terletak di dadanya dan bisa saja menggagalkan jantungnya itu. Fisik Kou yang lemah tidak bisa melakukan apapun dan bahkan ia sendiri tidak memiliki sihir atau Lenergy... jika aku dan Haruka mencoba untuk membantu maka semua itu hanya akan melukai dirinya lebih jauh lagi, satu serangan sihir kecil sudah cukup untuk melukai Kou..." Honoka menahan tangisan-nya selagi mengusap rambut Kou.


"...dia memiliki batas waktu untuk hidup sebelum jantungnya benar-benar berhenti. Aku tidak bisa melihatnya tetapi aku yakin Haruka bisa, tidak lama... aku tidak yakin bahwa Kou akan bertahan selama 1 tahun, penyakit itu akan melukai jantungnya." Honoka bangkit dan memegang kubus waktu itu karena ia tidak ingin menunjukkan wajah sedihnya di hadapan Kou yang sedang tersenyum pahit, ia tidak bisa melakukan apapun kecuali menerima apa adanya.

__ADS_1


"Tidak mungkin... jangan bercanda...! Semua yang aku dengar itu mustahil! Kau dan Haruka pasti bisa melakukan sesuatu bukan!? Aku yakin Korrina sendiri akan kembali dan menemukan sebuah obat untuk menghilangkan kutukan itu...! JANGAN MEMBUATKU MENENDANG WAJAHMU, HONOKA!!!" Minami menjerit keras karena ia tidak ingin teman yang baru saja ia lukai secara keseluruhan mati begitu saja, "Tidak ada yang bisa kita lakukan... semua ini memang sudah tertera di sejarah sendiri, mengulang sejarah tetapi dengan cara yang berbeda."


"Jangan menyerah dan menerimanya seperti itu, Honoka! Pasti ada cara... tidak ada yang mustahil bukan!? Tidak ada! Aku tahu kutukan itu akan hilang jika kita terus mencoba lebih keras lagi!? Benarkan, Kou?! Kamu pasti akan berjuang untuk tetap hidup 'kan!?" Minami tersenyum kepada Kou yang sedang tersenyum pahit karena ia tidak bisa melakukan apapun, ia sendiri tidak ingin memberi beban lebih jauh lagi kepada teman-temannya dan keluarganya sendiri.


"SUDAH CUKUP, MINAMI! Satu-satunya cara... tetapi menyakitkan dan merugikan... mengambil jantung seseorang yang sudah hidup lalu menukarkan-nya dengan jantung milik Kou! Walaupun cara itu tidak akan bertahan untuk selama-lamanya, jantung itu hanya menambah waktu kehidupan untuk Kou tetapi ia tidak ingin menerima jantung siapapun... terutama aku yang ingin mengorbankan jantung ini kepada Kou, dia menolaknya!" Seru Honoka keras dengan tatapan yang terlihat kesal, ia juga awalnya tidak menerimanya.


"A-Apa... operasi jantung...? Penukaran jantung...? KALAU BEGITU BIARKAN AKU TEMBUS DOSA YANG AKU MILIKI INI DENGAN MEMBERI KOU JANTUNG YANG AKU MILIKI...!!! AKU INGIN KOU HIDUP UNTUK SELAMA-LAMANYA DAN MENIKMATI WAKTU YANG SANGAT DAMAI DAN TENANG...!!! AKU TIDAK INGIN DIA HIDUP SINGKAT, PENDERITAANNYA BISA DIHILANGKAN! AKU YAKIN ITU...!!! SEMUA KEMUSTAHILAN APAPUN ITU, AKU AKAN MENCOBA UNTUK MENGHANCURKAN-NYA!" Seru Minami keras, emosi lagi-lagi tidak bisa dikendalikan dan ia mulai berpikir di luar logika.


Minami melihat Kou memegang sebuah kertas bahwa semuanya baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Keberadaan dirinya justru akan menambahkan masalah bertambah berat karena beban yang bertambah, Kou lebih memilih takdir untuk memperlakukannya dengan cara yang berbeda dan ia sendiri tidak ingin Minami untuk terus bersedih, "Tidak... Aku mohon... kau harus mencoba lebih keras lagi, Kou! Seperti Ibumu, kau sendiri sudah ditakdirkan untuk menjadi penerus dari seseorang yang hebat... Korrina Comi!"


Minami mulai mendekati Honoka lalu menggerakkan kedua bahunya, "Aku mohon...!!! Mari kita lakukan sesuatu bersama-sama! Kita pikirkan sesuatu bersama Haruka jika semua masalah ini sudah selesai...!!!"


Kou mendekati Minami lalu meraih tangannya dan menempatinya di atas kepala bahwa semuanya akan baik-baik saja, tetaplah percaya dengan rahasia dari takdir yang sebenarnya. Minami melebarkan matanya ketika ia melihat Kou yang masih bisa tersenyum dengan kedua mata yang tertutup, tapaknya juga merasakan sensasi yang membuat hatinya meleleh penuh dengan rasa sedih, "Kou... Kou..."


"Apakah kita hanya perlu menunggu dan melihat Kou mati begitu saja...!?" Tanya Minami dengan air mata yang mengalir deras melalui kedua matanya, "Apakah kita hanya bisa diam dan membiarkan Kou tersiksa dengan kutukan-nya itu...!? Aku tidak ingin membiarkan dia mati begitu saja...! Aku ingin menyelamatkan dirinya dan memberi dirinya semua ucapan maaf yang tidak ada batasnya...!!!" 


Minami terus menangis dan Honoka hanya bisa diam selagi menggigit bibirnya sampai berdarah, ia terus menahan tangisannya karena ia sendiri sama seperti Minami. Ingin menyelamatkan Kou tetapi tidak tahu dengan cara apa, menggunakan jantung seseorang hanya akan ditolak oleh Kou karena jantung seseorang adalah kehidupan yang bermanfaat bagi mereka masing-masing. Minami langsung memeluk Kou erat dan mereka terjatuh di atas kasur dengan air mata yang mulai membasahi bahu Kou.


"AAAHHHHHHHHH...!!! Maafkan aku... maafkan aku... Kou..." Minami terus menangis dengan menjerit keras.


***


Kubus waktu itu langsung dilapisi dengan barrier yang kuat agar mereka tidak bisa melarikan diri dari dalam sana, intinya Minami memberitahu Honoka untuk menjebak dirinya bersama Kuharu di dalam kubus waktu. Mereka semua melakukan hal yang sama karena Kou sudah memberitahu rencana baru melalui kekuatan pikiran, mereka semua menyelimuti kubus itu dengan berbagai sihir yang berbeda-beda sehingga Minami dan Kuharu terjebak di dalam kubus itu tanpa celah keluar.


"Apa yang kau lakukan...!? Kau mencoba untuk membunuh kita---"


"SIAPA YANG PEDULI!? BODOH...!!! LEBIH BAIK MATI DIBANDINGKAN MERASAKAN KEMATIAN DALAM CARA YANG BERBEDA...!!! AKU BENAR-BENAR TIDAK AKAN MEMAAFKAN DIRIMU, KUHARU!!!" Seru Minami keras dengan tatapan yang terlihat tajam seperti serigala yang siap untuk menyerang makan malamnya itu, Kuharu membaca masa depan tetapi terlambat karena kedua matanya mendadak buta dan menunjukkan ruangan putih. Minami melepaskan dua Golden Minami yang merasuki kedua matanya itu dengan bantuan dari pantulan cahaya.


"SIALAN!!! TIME STOP!!!" Kuharu menghentikan waktu tetapi Minami tiba-tiba menghilang begitu saja karena bersatu dengan cahaya, "Kau mungkin tidak sadar... kita berada di luar angkasa... dengan bintang yang berkumpul, semua bintang itu memberi diriku cahaya yang mampu meningkatkan kecepatanku!!!" Minami mulai bergerak dengan cepat dan melakukan beberapa serangan dengan bantuan dari Golden Minami dan seluruh hewan emas.


Kuharu tidak bisa melakukan apapun karena sihir waktunya benar-benar tidak berguna jika dibandingkan dengan kecepatan yang sudah berada tingkat paling atas, membaca masa depan saja tidak bisa bahkan melihat juga tidak bisa karena penglihatan yang begitu putih. Golden Minami masih berada di dalam matanya dan bertujuan untuk tetap membuatnya buta, Kuharu menerima banyak sekali serangan dengan kecepatan yang sangat dahsyat.

__ADS_1


"AGGGHHHHHHHHHHHHH!!!" Minami terus menyerang dirinya tanpa henti sehingga Kuharu mengundurkan waktu tetapi ia berada di pengunduran waktu dimana ia masih terus tersiksa lagi dan lagi, kubus waktu itu perlahan-lahan berubah menjadi hitam karena Honoka menggunakan kubus waktu yang sudah rusak, mereka sebentar lagi akan ikut menghilang bersama kubus yang berada di ambang kehancuran itu.


Minami merasa tidak peduli karena ia sudah mengalami banyak kematian sehingga ia tidak terlalu peduli dengan apapun lagi kecuali menghajar Kuharu habis-habisan, ia melancarkan satu serangan yang menembus dada Kuharu lalu ia menarik jantungnya keluar dan mengubahnya menjadi cahaya yang terbang ke atas lalu menciptakan sebuah celah keluar dari kubus waktu tersebut, "A-Ack... MINAMII!!!!" Seru Kuharu keras, ia mengundurkan waktu untuk dirinya sendiri dimana jantungnya kembali dan ia berhasil menghentikan waktu dengan menumpuk-nya beberapa kali bersama dengan jam pasir terakhir yang berputar di punggungnya.


"KAU BODOH!!! KAU HANYA AKAN MEMBUNUH KAMI SEMUA!!!" Kuharu mulai menghancurkan Minami habis-habisan dengan lompatan waktu yang sudah di tumpuk, ia mencoba untuk menggunakan penghentian waktu terakhir untuk melarikan diri tetapi ia tidak bisa melihat apapun melainkan mendengar suara dari kegelapan yang menghapus apapun. Minami menerima luka yang cukup fatal bahkan Kuharu meraih lengannya lalu ia menggerakkannya untuk mencakar setengah dari wajahnya itu sehingga mata kanannya terkena cakar dan mengalami luka dalam yang abadi karena cahaya dan Crimson yang bersatu menjadi satu.


Golden Minami yang berada di dalam mata Kuharu mulai menghilang, ia dikejutkan dengan wilayah yang penuh dengan kegelapan. Yang tersisa hanyalah mereka berdua, Minami mengerang kesakitan dan ia melebarkan matanya, "SAKIT, DASAR SIALAN!!! STARMOON: SHINING JUSTICE!!!" Seru Minami keras sehingga kedua matanya berubah menjadi simbol bulan dan bintang, ia membuka mulutnya lebar lalu melepaskan laser cahaya hitam yang sangat cepat bahkan sampai mendorong Kuharu mundur.


"TIDAK...!!! AKU...!!! DEWI AGUNG SEPERTI DIRIKU...!?!?! BISA MATI...!?!? BISA MATI KARENA PENGHAPUSAN WAKTU...!!??! SIAL!!! SIALAN!!! SIALAAAANNNNN!!!  AKU TIDAK MENERIMANYA...!!! SEMUA INI MUSTAHIL...!!! AKU TIDAK MENERIMA SEMUA INI TERJADI, SIALAN!!! AKU TIDAK BISA MENGUNDURKAN WAKTU KARENA HONOKA SIALAN ITU MENJEBAK..."


"TIDAAAKKK!!! AKU TIDAK INGIN MATI...!!! TIDAAAKKKKK!!!! AKU KUHARU!!! DEWI---"


"Aku, Shiratori Minami, sang pengabdi cahaya keadilan telah memberi dirimu hukuman..." Lanjut Minami dengan melepaskan dorongan yang mendorong tubuh Kuharu ke belakang sehingga titik gelap itu perlahan-lahan menghapus seluruh tubuhnya, tugas dan tujuan mereka telah terselesaikan sekarang bahkan ia hanya perlu menunggu waktu sebelum ia ikut menghilang bersama kubus hitam itu.


Honoka melebarkan matanya ketika ia melihat Realm of Time mulai bertambah tidak stabil seperti waktu itu, ia mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menciptakan portal yang terbuat dari realita. Ia menyuruh mereka semua untuk pergi dan mereka berhasil untuk melarikan diri, Honoka melebarkan matanya ketika Haruka hilang entah kemana, portal itu mulai menyedot dirinya dan tidak memberi dirinya kesempatan untuk mencari Haruka yang hilang entah kemana, ia masih bisa mengingat namanya dan bahkan merasakan keberadaannya tetapi ia sudah tiba kembali di gedung Comi's Corporation.


***


"Setidaknya aku sudah menggunakan sihir cahayaku untuk memberikan jantung milik Kuharu kepada Honoka... semoga saja tiba di gedung Comi, setidaknya aku sudah bisa melakukan apa yang aku mau sekarang. Kou bisa melanjutkan hidupnya dengan jantung yang aku berikan itu, ia pasti akan menerima jantung yang tidak memiliki kehidupan menguntungkan apapun... sepertinya akhir bagiku sama seperti Okaho, tidak terlalu menyakitkan dan mengerikan... berbeda jika dibandingkan dengan dunia yang dipenuhi dengan kematian itu..." Minami hanya bisa duduk selagi menunjukkan tatapan yang buram karena ia menerima beberapa serangan yang cukup fatal karena sihir Crimson itu.


"Aku penasaran... apa yang sedang Ayah dan Ibu lakukan... mereka pasti tidak akan pernah mengingat memiliki anak pertama, Shuan yang akan menjadi pengganti diriku... tidak apa, setidaknya aku menyelamatkan banyak... itu cukup menguntungkan bagi diriku. Mungkin Shuan saat ini sedang menangis karena dia bayi, Ibu pasti mengurus dirinya dan aku yakin Ayah... berdagang atau tidak berlatih... maaf jika aku membuat kalian semua khawatir, perjalanan ini begitu panjang entah kenapa karena berkaitan dengan waktu..."


Minami tidak bisa memikirkan apapun kecuali rasa sedih karena merasa bersalah kepada Kou, entah kenapa ia mati begitu saja tanpa mendampingi Kou untuk selama-lamanya masih meninggalkan luka yang besar di dalam hatinya itu, "Setidaknya... pilihan ini adalah yang terbaik, berhasil mengalahkan Kuharu dan mengembalikan Haruka... juga... memberi Kou jantung yang baru untuk nanti... aku yakin masa depan masih bisa bersinar sama seperti cahaya keadilan."


"Ruangan ini cukup gelap... mengingatkan diriku kepada kematian yang berbeda... penglihatan yang hanya bisa melihat kegelapan, mungkin aku akan melakukan beberapa dekorasi... Shining... Justice... terakhir yang akan aku lepaskan untuk menyinari ruangan ini, setidaknya aku bisa mati dengan tenang... dengan cahaya yang terus menyinari tubuhku..." Minami mulai menangis karena ia sebenarnya tidak ingin mati begitu cepat tetapi tidak ada pilihan lain, ia masih ingin tetap berada di sisi orang tua dan teman-temannya. Ia membuka mulutnya pelan-pelan lalu mengisi bola cahaya emas yang melepaskan Shining Justice ke depan sehingga menerangkan ruangan tersebut dan perlahan-lahan mengubah kedua kaki Minami menjadi hitam lalu menghapusnya.


"Maafkan aku... Kou... Ayah... aku tidak bisa menjadi seorang Legenda layak... seseorang yang menunjukkan masa depan bahwa aku akan menjadi pahlawan yang meneruskan Shiratori Shira, ayahku sendiri... tetapi setidaknya perbuatan yang aku lakukan ini sama setara-nya dengan pahlawan bukan...?  Selanjutnya, aku ingin melihat perjuangan kalian semua, teman-teman, Ayah, Ibu, Shuan... jika saja terdapat sebuah ruangan untuk para Legenda yang gugur maka aku dengan senang akan diam di sana dan melihat perjuangan mereka..."


"...pada akhirnya aku tidak bisa meminta maaf kepada Kou dan menemani dirinya bahkan... tidak bisa bertemu Haruka untuk terakhir kalinya. Ayah sudah melatih diriku untuk tetap tenang dalam segala masalah dan sepertinya ambang kematian ini cukup menenangkan diriku, aku tidak dapat menikmati pertarungan apapun... intinya saja... ya... intinya... langsung kepada tujuan... yahhh, aku... setidaknya melakukan sesuatu yang berarti... tidak mati sia-sia..."


"...setidaknya aku sama seperti Ayah, sama-sama membantu keturunan Comi... intinya aku sudah senang... hidup seperti ini walaupun aku tidak akan pernah memaafkan diriku karena sudah memarahi Kou beberapa kali... yahhh... diriku masih belum bisa dibilang berakhir jika teman-temanku masih hidup, aku yakin... diriku akan tetap hidup di dalam hati mereka... sama halnya Okaho masih tetap hidup di hatiku ini, Okaho... maaf... aku tidak bisa bertahan..." Minami memejamkan matanya karena tubuhnya sudah sepenuhnya berubah menjadi warna hitam dan yang tersisa hanya kepalanya.

__ADS_1


"...aku, Shiratori Minami, sudah melaksanakan tugas sebagai pengabdi cahaya..." Minami menghilang bersama dengan kubus hitam itu yang mengecil dan meledak.


[Shiratori Minami telah Gugur]


__ADS_2