Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 232 - Kau Lengah!


__ADS_3

"Kakak...! Kakak... Kapan kau akan melatih-ku seni bela diri..." Shira menghampiri Shinra yang sedang menonton TV, Shinra menatap Shira lalu ia tersenyum ketika melihat ekspresi-nya terlihat seperti memohon.


"Mungkin lain kali... Kakak sedang sibuk menonton acara televisi terbaik..."


"Awww... Selalu saja mengatakan hal seperti itu..." Shira menundukkan kepala-nya lalu ia pergi meninggalkan Shinra, tetapi Shinra terkekeh lalu ia menyentuh tengkuk-nya.


"Kau lengah, Shira. Ayo."


"Ahh!!! Yey~"


***


Shira dan Shinra kali ini menghantam kening mereka lagi dan lagi hingga darah terus berjatuhan melalui luka yang terdapat di kening mereka masing-masing, Shinra melompat ke belakang lalu ia melesat ke depan dan melayangkan satu tendangan tetapi tendangan itu berhasil Shira tahan menggunakan lengan kanan-nya.


Shira mencoba untuk menyerang balik tetapi Shinra terjatuh di atas tanah lalu menyentuh-nya menggunakan kedua telapak tangan-nya, Shira hampir saja lengah melihat diri-nya terjatuh, ia untungnya berhasil menghindari tendangan lain-nya. Shira berhasil menyerang balik dengan menendang perut Shinra hingga ia terlempar ke atas.


Shinra mendarat di atas tanah dan melihat Shira yang bergerak menuju arah-nya, ia menendang kaki Shira hingga ia terjatuh tetapi Shira berhasil melepaskan dorongan besar melalui kedua telapak kaki-nya untuk mendorong diri-nya ke depan dan berhasil menghindari serangan Shinra yang lainnya.


Ketika Shira mencoba untuk bangun, ia melihat pukulan Shinra yang hampir saja mengenai wajah-nya tetapi ia berhasil menghindari-nya dengan mudah. Shira menghilang lalu muncul di atas Shinra, ia melirik ke atas dan melihat Shira yang bergerak cukup cepat hingga ia berhasil menghantam puncak kepala-nya menggunakan kedua tinju-nya.


Shira melanjutkan serangan itu dengan mencoba untuk menendang-nya tetapi Shinra berhasil memegang kaki kanan-nya lalu ia menghantam-nya ke atas tanah, setelah itu ia mencoba untuk menginjak wajah-nya tetapi Shira berhasil menghindarinya dengan melompat ke belakang, tetapi ia melihat Shinra yang melayangkan satu tendangan lagi.


Shira berhasil menghindari-nya dengan menundukkan kepala-nya, setelah itu ia menyerang kembali dengan menendang kaki-nya. Shira melompat ke belakang dan Shinra melakukan salto ke belakang hingga mereka berdua menatap satu sama lain.


"Pergerakan-nya sangat hebat..." Ungkap Shira sambil tersenyum.


"Akhirnya aku bisa menghancurkan tubuh-nya...!!!" Ungkap Shinra sambil tersenyum.


Mereka berdua terbang ke atas langit lalu melayangkan beberapa serangan, Shinra mendorong-nya mundur ke belakang lalu ia meluncurkan beberapa sihir api ke arah-nya. Shira terbang menuju arah Shinra dan berhasil menghancurkan semua sihir itu menggunakan sihir cahaya suci-nya.


"Ck...!!!" Shinra terbang lebih atas lagi lalu ia meluncurkan Shiromura Eclipse ke arah Shira. Shira menatap gelombang itu dengan sebuah senyuman dan gelombang itu langsung meledak ketika mengenai tubuh-nya.

__ADS_1


Shira tiba-tiba muncul di belakang Shinra lalu ia melakukan salto untuk menendang puncak kepala-nya hingga ia terlempar menuju daratan, setelah itu ia terbang menuju arah Shinra dan mencoba untuk melayangkan beberapa serangan tetapi Shinra berhasil menghindari semua serangan-nya dengan mudah.


Mereka mundur beberapa langkah, nafas mereka mulai semakin berat... terlalu lama bertarung hanya membuat mereka kelelahan walaupun cahaya disekitar mereka terus memberi diri mereka kekuatan dan tenaga yang terus meningkat, Shira benar-benar sudah lelah bertarung dan ia berniat tidak ingin melanjutkan pertarungan-nya melawan kakaknya sendiri.


"Hah... hah... hah..."


"hah... hah... hah..."


Shinra melesat menuju arah Shira dan ia sudah bersiap untuk menyambut diri-nya dengan sebuah pukulan tetapi ia merasakan sesuatu yang janggal, keberadaan seseorang yang sangat besar bisa ia rasakan jauh dan melewati semesta Yuusuatouri itu sendiri.


"Kakak, tunggu!" Shira menghentikan Shinra dan ia langsung melirik ke belakang untuk mencari tahu kekuatan apa yang ia rasakan, ia masih belum bisa yakin dengan apa yang ia rasakan karena kekuatan itu saat ini sedang berada di semesta Xuusuatouri.


"Apakah kau merasakan-nya...? Kekuatan yang sangat besar dan terus meningkat tiap detik..." Kata Shira.


Shinra berhenti lalu menatap ke arah yang sama, "Sepertinya Komi sudah menyerang Xuusuatouri dan itu bukan pertanda baik... aku mulai khawatir... apakah mereka sanggup untuk menahan Komi? Aku baru saja mendapatkan pesan dari Haruka bahwa Kuro sendiri kalah oleh Komi."


"Hahaha.... Hahahahaha!!!! Hahahahahaha...!!!" Shinra tiba-tiba tertawa dan Shira segera menatap-nya dengan ekspresi yang terlihat kebingungan.


"Lebih baik kau tidak mengurusi sesuatu yang diluar perkiraan kita... lebih baik kita melanjutkan pertarungan ini menentukan siapa yang pantas untuk mendapatkan kemampuan milik Ayah dan Ibu."


"Tidak... ini lebih buruk, apakah kau tidak pernah sadar!? Komi bukan lagi Korrina yang kau kenal, kakak...!!! Dia sudah menjadi seseorang yang sangat berbeda karena kekuatan segala-nya itu, dia bisa saja menghancurkan apapun bahkan segala-nya...!!! Dunia-mu bahkan bisa dia hancurkan karena dia sudah memperlakukan kalian semua seperti budak-nya sendiri!" Seru Shira.


"Berhenti dengan omongan sampah-mu itu...!!! Aku sudah muak mendengar perkataan yang keluar dari mulut busuk-mu itu...!!! Kau hanya beralasan bahwa kau tidak mau diri-ku untuk benar-benar mengalahkan dirimu...!"


"Tidak, kakak... Aku yakin kau pasti menyadari sejak awal karena kau tinggal di dunia yang sama dengan-nya, jika dia seorang dewi segala-nya kenapa dia tidak turun tangan saja dan menyelesaikan semua ancaman serta konflik dengan kekuatan-nya itu...?"


"Grrghhh..."


"Kau hanya terlalu bangga untuk menerima-nya... Kau pasti merasakan kekuatan yang melonjak tinggi itu bukan? Kekuatan Komi terus bertambah, tidak ada satupun batasan yang dapat menghentikan peningkatan-nya itu..." 


"Ahh..." Shinra sendiri terkejut ketika merasakan kekuatan itu, tetapi ia tidak memilih untuk berhenti bertarung jadi ia melayangkan satu pukulan ke arah Shira tetapi ia berhasil memegang tinju-nya itu sambil menunjukkan ekspresi serius.

__ADS_1


"Kita tidak memiliki waktu banyak untuk terus bertarung, kakak...! Aku mohon mengertilah dengan apa yang baru saja aku katakan! Komi membuat kita bertarung agar ia bisa melakukan rencana-nya dengan sempurna, semua kekuatan dan kemampuan yang kita keluarkan di satu pertarungan ini hanya akan membuat rencana Komi semakin sempurna...!" 


"Aku tidak peduli dengan apa yang kau katakan, aku hanya peduli dengan diri-mu yang sudah siap untuk menjadi samsak tinju-ku!"


"Semua-nya akan terbunuh dan tergantikan...!!! Apakah kau mendengar-ku!? Bahkan istri-mu sendiri, termasuk dengan anak-anakmu itu!!!"


"Tutup rapat mulut busuk-mu itu!!!" Shinra menendang perut Shira lalu ia menghantam wajah-nya karena ia muak dengan perkataan yang keluar dari mulut-nya itu.


"Aku tidak peduli dengan apapun...!!! Aku sudah bilang berkali-kali bahwa aku tidak akan memperdulikan siapapun disekitar-ku sebelum aku berhasil mengalahkan diri-mu dan merebut kemilikan-ku sendiri!!!" Shinra melayangkan beberapa pukulan kepada Shira tetapi Shira berhasil menahan semua serangan itu lalu ia menatap-nya dengan ekspresi yang terlihat kesal.


"Pembohong!!! Aku tidak percaya!!!" Shira memukul wajah Shinra dengan sangat keras hingga ia terjatuh di atas tanah.


"Berbicaralah semau-mu, kakak! Tapi kau harus bisa memilih kata-katamu dengan baik."


Shinra bangkit lalu ia meludah darah-nya dan menatap Shira dengan ekspresi serius, "Terserah, kau menang kali ini..."


"Pertarungan kita bisa disebut setara, tetapi jika kau sudah mengurus tugas-mu itu maka aku ingin kita kembali bertarung tanpa harus menahan diri, aku masih belum puas melukai diri-mu, adik kecil..."


Shira tersenyum penuh dengan kelegaan, "Kakak..."


"Baiklah, jangan berdiri seperti itu, bukan-nya kau memiliki kemampuan yang dapat memulihkan semua luka-luka ini?" Tanya Shinra.


"Semua pertarungan dan luka yang kita miliki akan memberi kita kekuatan yang jauh lebih hebat karena bantuan dari kemampuan ras kita yaitu Legend's Boost." Shinra mendekati Shira sambil tersenyum, Shira menciptakan sebuah cahaya di atas udara lalu ia perlahan-lahan memulihkan luka-nya bersama Shinra dengan bantuan dari matahari tersebut.


"Jika kita bekerja sama maka aku yakin kita bisa mengalahkan Komi, semoga saja..." Shira berlutut lalu ia mencoba untuk memulihkan kedua kaki-nya yang terasa lemas, Shinra berada di belakang-nya dengan ekspresi yang terlihat serius dan kedua tangan-nya sudah ia rapatkan untuk melayangkan satu pukulan dahsyat yang dapat membunuh Shira.


"Kau lengah, kakak..."


"Apa---"


Matahari yang melayang di atas udara itu tiba-tiba berubah menjadi Shira lalu ia menghantam kepala bagian belakang Shinra dengan sangat keras hingga tulang-nya langsung retak dan menyebabkan Shinra terjatuh lalu pingsan, Shira yang sedang berlutut itu berubah menjadi cahaya.

__ADS_1


"Kau lengah..."


__ADS_2