
"Lima murid, siapa saja yang ingin mengikuti ujian ini untuk mewakili keselamatan kelas 1C?" Tanya Hana, semua murid mulai mendiskusikan tentang ujian yang akan terjadi besok.
Lima murid dan Honoka mulai menulis namanya di formulir itu tanpa membutuhkan izin siapa pun karena mereka pasti akan menerima dirinya.
Honoka hanya perlu tenang dan mencoba untuk tidak berurusan dengan siapa pun karena ia memiliki sesuatu di balik bahunya yang akan ia gunakan nanti.
Minami sempat menatap Honoka dengan tatapannya itu dan Honoka langsung tersenyum lalu mencoba untuk meraih ekornya tetapi Minami menepuk tangannya itu.
"Jangan coba-coba..."
"Kau adalah pemimpin kan, Hana? Bagaimana jika kau yang memutuskan untuk memilih murid yang harus mengikuti ujian ini?"
"Tanggung jawab yang kau miliki besar dan aku yakin kau akan memilih murid yang benar." Kata Honoka, ketika ia berbicara seperti itu membuat Hana langsung dipenuhi dengan harapan.
Hana mulai melihat seluruh murid, tiga murid tersisa yang harus dipilih karena di formulir tersebut telah terdaftar dirinya bersama Honoka.
Jika salah satu dari mereka protes maka Honoka akan turun tangan karena Hana adalah seorang pemimpin, otomatis mereka harus menuruti pilihannya.
Sepertinya mereka semua menurut dan Hana mulai menulis nama Minami tentunya karena ia akan memiliki peran yang penting karena memiliki indra yang begitu kuat bahkan kecepatan cahayanya bukan main.
Dua lagi, Hana melihat Bakuzen dan sepertinya ia menolak karena ia menginginkan Lyazen saja yang ikut. Tersisa satu murid lagi dan Hana mulai memilih Marie karena kemampuannya juga bisa berguna di saat-saat seperti ini.
Seluruh murid setuju dan tidak ada yang berkomentar karena mereka menerima apa adanya asalkan Hana dapat membawa seluruh murid dari kelas 1C menuju puncak kemenangan.
Hana mulai berdiskusi bersama empat murid yang ia pilih untuk mengikuti ujian ini, ia sebenarnya ingin menghindari pertarungan dalam jenis apa pun dan lebih mengutamakan pengumpulan poin seperti mengambil Flag dan Shelter, kedua itu dapat membantu mereka untuk bisa mengamankan posisi di zona yang aman.
Jika bisa mereka bermain dengan menyembunyikan keberadaan seperti diam-diam melewati pertempuran karena ujian itu akan berlangsung di sebuah peta yang begitu luas dengan wilayah berbeda seperti hutan, lautan, air lahar, dan lainnya.
Peta yang didapatkan oleh Hana menunjukkan lima lambang Flag yang dapat mereka dapatkan, keberadaan Flag itu terdapat di tengah dan sisi wilayah.
Jumlah bendera sangat terbatas bahkan Shelter juga sama karena hanya memiliki 10 Shelter yang di ambil alih dan direbut.
Intinya main aman dalam segi mencari informasi dan mengumpulkan poin sebisanya, mendengarnya saja membuat Honoka setuju karena ia sudah memiliki rencana yang akan ia gunakan untuk dirinya sendiri.
"Apakah kalian setuju untuk menghindari pertarungan sementara? Ujian ini akan diikuti oleh banyak sekali murid loh."
"Sebanyak 180 murid yang akan mengikuti ujian ini dan jumlah itu sudah termasuk dengan angkatan ketiga dan kedua, 60 orang dari angkatan ke satu sampai ketiga akan bertanding dan bertahan di ujian ini dengan mengumpulkan poin..."
"...tetapi aku yakin angkatan tiga memiliki rencana yang licik jadi kita perlu menghindari mereka dengan mengambil bendera atau Shelter saja, seperti memburu harta karun yang dapat kita gali juga dan potret menggunakan kartu identitas ini."
__ADS_1
"Harta karun sudah disembunyikan dan dikubur di setiap tempat, akan terdapat sebuah petunjuk dan soal ulangan yang dapat kita kerjakan untuk mendapatkan poin juga."
Hana terus membaca informasi tentang ujian itu, peraturannya hanya mengatakan bertahan sehingga Honoka yakin angkatan ketiga pasti akan membunuh seorang korban.
Penjelasan Hana sudah cukup jelas dan mereka akan terus mengikuti dirinya karena ia tidak ingin membahayakan teman-temannya dengan bertemu angkatan tiga dan dua.
Tujuan utama mereka mengumpulkan poin sampai menginjak zona aman sudah cukup karena jumlah poin yang mereka dapatkan dapat memperlihatkan tingkat ketiga sampai ke satu.
Ujian ini bertahan selama satu minggu penuh, jika hari sudah menginjak minggu maka pengumpulan poin berakhir dan pemenangan akan ditentukan melalui tingkatan.
Berada di tingkat ke tiga saja sudah cukup aman, Hana juga baru ingat bahwa beberapa kelas bisa saja tidak menginjak tingkat ketiga jika mereka memiliki poin paling besar di bawah tingkatan kedua jadi Hana harus tetap fokus untuk mengingatnya, pengumpulan poin adalah segalanya untuk bisa menang.
Pertarungan hanya sampingan yang dapat mereka lakukan nanti, satu minggu melaksanakan ujian, hampir sama seperti bertahan hidup karena mereka perlu menciptakan tempat tinggal mereka sendiri jika tidak menemukan sebuah Shelter.
Mereka sekarang masih memiliki waktu untuk menikmati istirahat, Hana bersama teman-temannya pergi menghampiri kantin untuk membeli makan siang, makan siang itu sudah cukup untuk menenangkan pikiran mereka yang terus memikirkan ujian itu.
Minami terus memperhatikan Honoka yang terlihat melamun, berbeda sekali dengan beberapa menit yang lalu dimana dirinya selalu menunjukkan ekspresi yang kesal dan lelah karena harus mengikuti semua tata tertib yang disediakan oleh akademi.
Mereka baru saja tiba di kantin dan kali ini banyak sekali murid yang sedang menikmati makan siang mereka bahkan jarang sekali Minami melihat angkatan tiga yang makan di kantin, sesuatu yang mencurigakan bahkan Hana meminta mereka untuk mencari tempat duduk yang kosong.
Beberapa menit kemudian, mereka duduk di tempat duduk yang begitu kosong, kebetulan Hana duduk di paling pojok agar tidak dicurigai sebagai seorang pemimpin. Ketika Minami mencoba untuk mengambil gelas yang berisi air.
"Kalian... murid kelas 1C ya? Dilihat dari jumlah kalian, pasti kalian yang akan mengikuti ujian Rush-Point Royale itu bukan?" Tanya Takatora, seorang pemimpin kelas 1C.
"Iya, ada apa ya?" Jawab Hana.
"Dengar, hukuman dari sistem nilai yang kita lakukan adalah sebuah ujian elite yang hanya pantas diikuti oleh kami angkatan ketiga dan kedua, angkatan satu seperti kalian berhak kembali masuk ke dalam tempat sampah karena satu jam kalian tidak akan bisa bertahan."
Takatora mengatakan itu karena ia sudah memiliki semua informasi yang ia butuh kan bahkan sampai membuat Minami kesal ketika mendengarnya, ia membenci orang yang merendahkan temannya tetapi Honoka mulai mengusap dagu Minami untuk menenangkan dirinya.
"Benar ya... kami memang sampah tetapi sampah juga kadang bisa di daur ulang menjadi sampah yang berharga dan bermanfaat." Jawab Honoka dengan sebuah senyuman.
"Omongan dirimu boleh juga, Honoka Comi. Kita lihat siapa yang akan memakan kembali perkataannya, semoga saja di ujian itu kita berada di wilayah yang sama ya agar kami bisa menikmati tubuh wanita kalian yang masih suci."
Takatora mulai berjalan pergi bersama bawahannya, membuat Minami bersama yang lainnya memandang jijik pria seperti itu yang hanya mementingkan nafsu, Honoka terlihat begitu tenang bahkan ia sampai melambai kepada mereka.
"Hana, lebih baik makan di kelas saja, aku tidak bisa makan dengan tenang jika pandanganku dipenuhi dengan barang busuk." Kata Honoka.
Ia membawa piringnya lalu berjalan pergi meninggalkan kantin itu sendirian, Minami bersama yang lainnya mulai mengikuti dirinya karena mereka mencoba untuk tidak berurusan lagi dengan kelas tiga bahkan terbakar dengan omongan mereka juga bukanlah hal yang begitu baik.
__ADS_1
***
"Kalian sudah melihat bukan? Lima murid kelas 1C yang akan mengikuti ujian ini... hanya terdapat beberapa orang yang perlu kita awasi tentunya, Shiratori Minami dan Honoka Comi adalah ancaman yang berbahaya." Kata Takatora.
"Itu benar tetapi lebih baik jika kita tetap waspada dengan sisanya, kita belum mengetahui kemampuan apa saja yang mereka miliki."
"Aku dengar bahwa Honoka memiliki kemampuan yang terbatas terhadap sihir realitasnya itu karena ia tidak bisa melakukan apa pun ketika melawan kedua murid dari kelas 1B."
"Hanya Minami saja yang ancaman paling besar karena sihir cahayanya itu." Ucap seorang murid yang duduk di sebelah Takatora, ras Malaikat yang bernama [Virtane Naina].
"Kau benar juga..."
"Murid yang bernama Marie dan Lyazen juga bukan sekedar murid biasa melainkan kemampuan mereka juga harus kita teliti karena mereka jarang terjatuh dalam masalah angkatan tiga."
"Yang terakhir adalah Kakak Shimatsu Rokuro yang sudah menyingkirkan beberapa angkatan ketiga..."
"...jika adiknya sudah sekuat itu maka Kakaknya pasti lebih kuat, Shimatsu Hana memiliki kemampuan angin dan ia sangat lemah ketika diserang dari jarak yang dekat dan jauh."
"Apalagi dia memiliki kebiasaan ketika musuhnya memiliki perasaan iri maka dia akan melemah, itu yang aku ketahu, karena dia memiliki dosa iri yang dapat membuat dirinya melemah ketika musuh yang ia lawan menunjukkan rasa iri."
Informasi yang Takatora dapatkan dari Naina tidak buruk juga, ia langsung mengelus kepalanya sambil menunjukkan ekspresi yang kesal bahwa ia sekarang mengetahui kemampuan Shimatsu Hana.
Naina melebarkan matanya dan terkejut ketika melihat Takatora mengusap kepalanya tanpa suatu alasan, biasanya ia akan melakukan itu ketika dirinya melakukan sesuatu yang berguna tetapi saat ini ia biarkan saja terjadi.
"Bagaimana...?" Honoka perlahan-lahan mendekati Haruka dan Kou yang saat ini berada di lorong selagi menatap kelas 3C.
"Sepertinya Kou sudah melakukannya, Honoka. Sisanya kami serahkan kepada dirimu untuk bisa menyelesaikan ujian ini tanpa kendala apa pun tetapi kau harus ingat, tetaplah melindungi teman-temanmu itu." Kata Haruka.
Honoka tersenyum lebar lalu ia memeluk Kou erat dan memberi dirinya kecupan kecil di bibir karena merasa berterima kasih kepada adiknya yang sudah mau membantu.
"Ka-Kakak... geli... jangan cium di bibir... aku bukan anak kecil lagi..."
"Habisnya~ Adik Kakak terlalu imut~" Honoka terus memberi Kou kecupan di pipi.
Haruka terkekeh melihat kedua adik yang terlihat sangat akur, sekarang ia tidak perlu mengkhawatirkan lagi tentang angkatan tiga yang sudah mendapatkan banyak informasi palsu, informasi penting yang mereka dapatkan dari gedung informasi juga sudah hilang berkat Kou.
"Ternyata kemampuan yang Kou miliki..."
"...Heaven's Mind dapat menghapus pikiran mereka dan menggantinya dengan yang baru, tidak buruk juga. Kemampuan yang begitu mengerikan karena tidak mengetahui gejalanya."
__ADS_1