
"Aku ingin mati... Apa yang aku pikirkan tadi!? Ahhhh!" Minami mulai menutup wajahnya yang merah karena ia tadi bersikap seolah-olah seperti artis yang menembak seluruh hati penggemarnya dengan keimutan.
"Bukannya itu bagus, Minami?! Kamu sekarang memiliki banyak penggemar yang mengenali Neko Legenda pengabdi cahaya keadilan, Shiratori Minami!" Ucap Hana selagi menepuk dadanya.
"Kamu kan belum memiliki pasangan, sekarang kesempatanmu untuk memilihnya dari setiap penggemar yang menyukai dirimu." Kata Haruka selagi menepuk punggungnya.
"Tidak... Tadi itu sangat memalukan, efek dari hibernasi hanya mengubah diriku menjadi kucing peliharaan manja yang ingin Whiskas..." Ucap Minami.
"Usap aku..." Ucap Minami pelan, Haruka dan Hana langsung terhipnotis seketika, mereka mulai mengusap kepala Minami beberapa kali.
"Cup, cup, kamu manja sekali ya, Minami. Bukannya senang bisa memiliki banyak penggemar yang menyukai perkataan konyol itu..."
"Perkataanku tidak konyol!" Minami mengembungkan pipinya, ia masih mendengar sorakan penonton yang terus menyebut nama Minami beberapa kali bahkan ia sempat melihat Shira mulai melempar baju yang memiliki gambar Minami.
"TIDAK!?! AYAAAHHH!!! APA YANG KAMU LAKUKAN...!?" Seru Minami keras karena sebagian dari penonton mulai mengenakan pakaian yang berlambang wajah imut Minami dengan hati merah dimana-mana.
"Wah, sepertinya Shira mendapatkan banyak keuntungan hanya dengan menjual barang dengan tentang Minami karena penggemar Minami semakin bertambah sekarang." Kata Honoka.
"Gila... Hampir seluruh penonton mengenakan pakaian Minami bahkan sebagiannya juga membeli barang berbeda-beda seperti kipas, topi, dan lain-lain." Ucap Asriel dengan tatapan yang terlihat ngeri.
"Ahh... Enaknya memiliki banyak penggemar seperti itu, diriku yang asli ternyata tidak buruk juga." Kata Methode.
"Pfft... Apakah kau dengar mereka, Rokuro? Para penggemar Minami baru saja memanggil diri mereka sebagai [Minamism]!" Bakuzen mulai tertawa terbahak-bahak.
"Nama yang aneh untuk sebuah penggemar..." Kata Rokuro.
"Hwaaaahhhhhh... Kenapa jadi begini, Hanaaaaa..." Minami mulai memeluk Hana erat lalu mengusap wajahnya dengan dadanya.
"M-M-Minami! Geli...! Tangisanmu membuat Kisetsu ku basah...!" Ucap Hana dengan wajah yang tersipu.
"Apa yang terjadi dengan Kakakmu itu...?" Bisik Shou kepada Shuan.
"Entahlah..."
***
Turnamen permohonan masih tetap berlanjut sampai malam, kebetulan Kou akan bertanding sebentar lagi di ronde kelima dan sekarang turnamen sudah memasuki tahap akhir dari ronde keempat.
Haruka mulai mengusap kepala Kou pelan-pelan, "Sebentar lagi kamu akan bertarung, Kou. Jangan memaksa dirimu sendiri ya."
"Hm~ Aku akan berjuang keras... Aku akan membuat Kaka bangga! Dan aku ingin memiliki sebuah cerita untuk diceritakan kepada Mama ketika ia pulang nanti!" Kata Kou selagi melompat-lompat.
"Ahahaha, kamu sendiri terlihat seperti Mama, apakah kamu memiliki sebuah rencana untuk melawan seorang Beast yang memiliki sihir listrik, Kou?" Tanya Honoka selagi memeluk dirinya dari belakang.
"Hmm... semoga saja ada, kita lihat nanti!" Kou mulai bersemangat dan itu memberikan firasat yang cukup baik bagi Haruka dan Honoka.
Shuan mulai mendekati Kou, "Kou, apakah kamu sudah siap? Sebentar lagi, kamu dapat menunjukkan kepada mereka semua bahwa kau adalah penerus Korrina Comi!"
"Tentu saja... Shuan, dukung aku ya~" Kou memberi Shuan kecupan kecil di pipinya.
__ADS_1
"Ya, aku akan selalu mendukung dirimu." Shuan mengangguk lalu memberi Kou sebuah usapan di kepala.
Beberapa menit kemudian, ronde lima telah di mulai, setiap peserta mulai bersiap dan Haruka tidak lupa untuk membenarkan Kisetsu yang Kou kenakan agar ia bisa bergerak dengan lancar.
"Ini pertama kalinya bagimu untuk bertarung dengan Kisetsu kan? Apa sekarang terasa lebih ringan...?" Tanya Haruka yang baru saja selesai mengikat sebuah tali di pinggang Kou.
"Mm~ terasa ringan..." Kou mulai melakukan beberapa pergerakan, setelah itu ia mengeluarkan Kouko dari dalam tubuhnya yang juga sudah siap untuk bertarung demi melindungi Kou.
"Kouko, ingat... Tetap jaga Kou dan kalahkan musuh secepatnya, mengerti?" Tanya Honoka, Kouko mengangguk tanpa menunjukkan ekspresi apapun kecuali datar.
"Tetaplah fokus dan jangan sampai lengah ya, Kou. Walaupun kamu kuat dan hebat seperti Mama, kamu juga harus bisa lebih berhati-hati seperti beliau." Haruka memberi Kou sebuah kecupan di kening.
"Hm!" Kou menghampiri Honoka dengan cepat.
"Kak Honoka... Aku akan bertarung."
"Ya, semoga beruntung, adikku." Honoka memberi Kou sebuah kecupan kecil di bibir lalu ia berjalan pergi meninggalkan ruangan penonton.
"Honoka, kau juga bahkan mencium bibir Kou?" Tanya Asriel.
"Dia adikku, jadi tidak ada yang salah. Lagi pula, bibir Kou terasa seperti madu." Ucap Honoka selagi membenarkan poninya lalu menatap arena untuk menyaksikan pertarungan Kou.
"Entah kenapa aku malah jadi iri..." Ucap Shuan.
***
Kou bersama seorang Beast yang bernama Futabi masuk ke dalam arena dua, Kou merasa sedikit gugup karena banyak sekali orang yang akan menyaksikan pertarungan apa yang akan ia lakukan.
"Haruka tadi sempat memberitahuku bahwa Kou sudah berubah, kita seharusnya mendukung dirinya dan menyemangatinya agar ia dapat bertarung dengan penuh potensi." Jawab Arata.
"Semoga saja Kou bisa bertarung dengan baik-baik saja..." Kata Asriel.
"Kali ini ronde lima telah di mulai! Medan arena akan berubah menjadi berbatuan dan api...!" Seru Jorgez keras sehingga Kou dan Futabi mulai saling menatap satu sama lain.
"Dari arena dua kita memiliki peserta Kou dan peserta Futabi yang akan bertarung...!" Semua penonton mulai bersorak keras dan sebagiannya mengetahui Kou adalah keturunan dari Korrina.
"Aku sangat menantikan pertarungan ini... Kita lihat penerus sang ratu Touriverse dapat melakukan apa saja." Ucap Morgan yang mulai menonton sambil berdiri dari kursinya.
Seorang wasit mulai melompat keluar dari dalam lahar, "Kedua petarung, persiapkan diri kalian dengan memunculkan sirkuit sihir!"
Futabi memunculkan sirkuit sihir besar melalui lengan kanannya sedangkan Kou menggelengkan kepalanya, memberitahu wasit bahwa ia tidak memiliki sihir apapun.
"Kalau begitu..."
"...pertandingan di mulai!!!" Ucap wasit itu sehingga Jorgez melepaskan satu kembang api besar untuk memulai ronde kelima.
Futabi tanpa basa-basi langsung melepaskan petir emas ke arah Kou, dengan cepat Kouko keluar melalui tubuh Kou lalu menangkis sihir itu ke atas langit, menyebabkan semua penonton tercengang.
"APA ITU TADI!? Peserta Kou baru saja menghempas serangan tadi tanpa melakukan apapun...!!!" Seru Jorgez keras, membuat seluruh penonton bersorak keras.
__ADS_1
"Kouko...! Serang!" Ucap Kou yang mulai menjaga jarak dengan Futabi karena ia tidak ingin fisik lemahnya merasakan sedikit serangan dari petir tersebut.
Kouko yang tidak dapat di lihat oleh siapa pun maju ke depan lalu menghantam perut Futabi, menyebabkan dirinya terhempas ke belakang sampai mengenai gunung berapi yang kecil.
"Hughh... A-Apa itu tadi...? Aku tadi sempat melihat seorang gadis menyerangku..." Ungkap Futabi sehingga ia melihat Kouko berada di hadapannya mencoba untuk melepaskan satu pukulan lagi.
"Ternyata seorang petarung yang dapat mengontrol hantu untuk bertarung...?!" Futabi melepaskan aura petir yang besar di sekitarnya, mampu mendorong Kouko mundur.
"Hah... Hah... Hah..." Petir Futabi mulai menyebar kemana-mana bahkan sampai menyengat lengan kanan Kou.
"Agh..." Lengan kanan Kou yang terkena sengat langsung terkupas dan mengeluarkan sedikit darah.
"S-Sakit..."
"Kou!" Seru Honoka.
"Tenanglah, Honoka. Tidak ada yang harus kau khawatir, dia dapat mengatasinya..." Ucap Haruka, ia menatap Kou penuh dengan rasa percaya karena ia pasti dapat melakukannya sesuatu.
Futabi mulai bergerak secepat kilat, mencoba untuk menghantam wajah Kou tetapi ia berhasil di lindungi oleh Kouko, menyebabkan Kou terdorong ke belakang.
Kou bisa melihat Futabi terus mengejar dirinya tanpa menghiraukan serangan Kouko yang melambat seketika, Futabi melepaskan satu pukulan tetapi pukulan itu malah mengenai wajahnya sendiri.
Dengan cepat Kou meminta Kouko untuk membawa dirinya menjauh sehingga ia memejamkan kedua matanya karena tadi ia diselamatkan dengan kemampuannya sendiri.
"Kouko..." Kouko langsung menyerang Futabi dengan cepat sehingga ia menerima beberapa pukulan yang mengandung listrik oleh Futabi.
Kou hanya bisa diam dan melihat Kouko yang menerima banyak kerusakan, walaupun dia adalah ras Astral, ia masih bisa terluka jika mencoba untuk menyerang dengan menampakkan diri.
Futabi melepaskan petir besar yang mampu menghempas Kouko ke belakang sampai menghilang, Kou mulai mengepalkan kedua tinjunya karena ia tidak bisa mengendalikan Kouko sekarang.
"Kouko... Dia kalah begitu saja...?" Rasa khawatir Honoka mulai bertambah besar.
"Tidak ada yang bisa melindungi dirimu lagi, Kou Comi... Sekarang sudah waktunya memulai satu lawan satu, oh ya... Aku lupa, kau tidak dapat melakukan apapun---" Futabi menghantam wajahnya sendiri sampai terhempas ke belakang.
"A-Apa itu tadi...? Kenapa aku menyerang diriku sendiri!?" Tanya Futabi, ia melihat Kou yang mencoba untuk membangkitkan kembali Kouko yang sudah kalah.
Kou menggunakan The Mind untuk menidurkan Futabi sehingga ia bisa merasakan kedua matanya terasa berat bahkan pikirannya mulai pusing, memaksa dirinya untuk beristirahat.
"S-Sial... Apakah sihir yang berkaitan dengan hipnotis?! Tidak ada gunanya!!!" Seru Futabi sehingga ia menyetrum dirinya sendiri menggunakan petir yang besar.
Bammm!!!
Kou terkejut ketika melihatnya, ia bisa merasakan tubuhnya merinding seketika dan pikirannya mulai terasa berat, memperingati dirinya untuk tidak berlebihan menggunakan The Mind.
Kou menerima satu tendangan di bagian pinggangnya, menyebabkan dirinya terhempas ke belakang dan terjatuh di atas tanah, menerima banyak kerusakan.
"Sakit... sakit...!" Ucap Kou pelan.
"Kou..." Honoka hampir saja turun tangan dan memasuki arena tetapi ia bisa melihat Kou mampu bangkit dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Aku masih belum selesai...!"