Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 473 - Berpapasan kembali dengan Misteri


__ADS_3

Kou dikejutkan dengan pemandangan yang terlihat begitu indah di atas pegunungan yang besar, Shuan baru saja mengajak dirinya ke tempat yang dapat mengingatkan kembali tentang ingatan dulu.


"Apakah kamu mengingatnya, Kou...? Bukannya tempat ini hampir mirip seperti yang selalu kita kunjungi?" Shuan tersenyum kecil dan Kou hanya bisa mengangguk lalu duduk di tepi daratan untuk melihat lautan dari dekat.


Ombak yang bergerak begitu tenang bahkan suara yang di keluarkan membuat Kou merasa begitu tenang, ia bisa merasakan suhu yang terasa sangat dingin tetapi itu tidak memberikan efek negatif apapun kepadanya.


"Di sini... terasa begitu menangkan..." Kou tersenyum.


Shuan mulai duduk di sebelahnya selagi menatap ke atas, ia bisa melihat berbagai macam bintang dan galaksi sampai ia merindukan Shira. Ia ingin sekali menunjukkan perkembangan barunya kepada Shira.


"Kou... Apakah aku terlihat berbeda akhir-akhir ini?" Tanya Shuan.


Kou mulai menatap Shuan dengan tatapan serius, ia memegang dagunya lalu melihat sekujur tubuhnya terutama ekornya yang bergerak karena sedang merasa senang.


"Seperti biasa..." Senyuman Kou membuat Shuan merasa tidak puas karena ia ingin pacarnya menganggap dirinya berbeda, bukan seperti biasanya.


"Itu artinya aku masih belum cukup kuat ya... Meraih kekuatan yang begitu besar memanglah hal yang sulit dan aku sudah mencoba berbagai cara untuk mendapatkannya." Shuan mengepalkan kedua tinjunya.


"Legenda yang layak tidak perlu menjadi kuat... Hanya perlu mempercayai dirinya sendiri..." Kou mulai berbicara, Shuan mulai menatap dirinya.


"Maksudmu...?"


"Mamaku bilang bahwa ia awalnya memang tidak mencari apapun yang berkaitan dengan kekuatan tetapi lihatlah sekarang... Mama adalah yang terkuat di seluruh semesta berkat usahanya."


"Apa yang ia cara dan temukan adalah kepercayaan yang bisa ia terus ikuti... Tidak ada kekuatan yang dapat mengalahkan rasa percayanya, jadi mulai sekarang kamu harus bisa percaya, Shuan..." Suara Kou lama-lama terdengar kecil sehingga Shuan mulai tidak bisa mendengarnya.


Namun, Kou menggunakan kekuatan pikirannya untuk melakukan komunikasi dengannya melalui pikiran sehingga Shuan mengerti, ia mencoba untuk percaya dan berusaha lebih keras lagi dengan kepercayaan untuk bisa mengalahkan Kakaknya.


"Percaya ya... Apa yang harus aku percayai..." Ungkap Shuan sehingga Kou mengembung kan pipinya.


"Kenapa harus bingung dengan rasa percaya..." Kou mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kau marah ya... Maaf, hanya saja pikiranku dipenuhi dengan beban. Harga diriku sudah beberapa kali hancur oleh semua orang di sekitarku... Termasuk teman-temanku..."


"Harga diri seorang Legenda bukan hanya itu... Kekalahan adalah hal yang biasa... Kamu hanya harus perca---" Kou melebarkan matanya sehingga ia mulai menyentuh jantungnya yang berdetak sangat cepat lalu rasa sakit mulai menyerang seluruh tubuhnya.


"K-Kou...?" Shuan mulai merinding ketika melihat darah keluar melalui mulutnya, tubuhnya dipenuhi dengan garis merah sehingga ia mulai menggaruk-garuk seluruh tubuhnya sampai berdarah.


"Oi, Kou---" Shuan melirik ke belakang dan melihat gelombang kegelapan melesat maju ke arahnya, ia mengeluarkan Golden Earth untuk menciptakan tumbuhan yang membawa Kou menjauh dari gelombang tersebut.


BAAAMMM!!!

__ADS_1


Ledakan gelombang itu mampu menghancurkan dataran tinggi sampai Shuan terjatuh menuju lautan, ledakan tadi tidak mampu menarik banyak perhatian karena Shuan terjebak di dalam ruangan yang dipenuhi kegelapan.


Seorang pria yang berjubah hitam mulai menciptakan aura tebal di kedua kakinya agar ia bisa berjalan di atas udara, ia mulai menatap lautan yang melepaskan cahaya emas dimana-mana.


"Masih hidup ya... Tunggu, aku salah orang...?" Pria itu mengerutkan dahinya sehingga ia berhasil melindungi dirinya dari serangan cakar Shuan yang baru saja melompat keluar dari dalam lautan itu dengan kecepatan cahaya.


Pria itu menoleh ke belakang dan melihat Shuan berada tepat di hadapannya, mencoba untuk menyerang tetapi semua serangan itu tertahan dengan kegelapan pekat yang menyelimuti tubuhnya.


Shuan menggunakan sihir cahayanya beberapa kali sampai ia dikejutkan dengan seluruh cahayanya berubah menjadi hitam lalu menyerang dirinya sampai ia terhempas ke belakang.


"Brengsek...!" Shuan melepaskan aura emas yang besar di seluruh tubuhnya lalu ia menciptakan dua cincin Saturnus emas untuk di lempar ke arah pria itu.


Pria tersebut mulai menunjuk kedua cincin itu menggunakan jari telunjuknya sehingga kedua cincin emas itu di selimuti dengan warna kegelapan pekat lalu kedua cincin tersebut melesat ke arah Shuan.


Shuan mengeluarkan Golden Earth untuk menciptakan tumbuhan besar sebagai penghalangnya, ia melirik ke arah tumbuhan emas yang berada dekat dengannya, ia bisa melihat Kou kesakitan di sana.


"Apa yang kau mau dariku...? Kau terlihat berbeda sekarang..." Shuan mulai menyangka pria itu sebagai pria yang menganggap dirinya lemah.


"Aku akan membuatku memakan kembali semua perkataan yang keluar dari mulutmu sejak itu, bersiap-siaplah karena aku akan menginjak-injak tubuhmu!" Shuan mulai mengepalkan kedua tinjunya sehingga beberapa planet emas muncul dan mengelilingi lehernya.


Pria itu menunjukkan ekspresi yang kaget, ia ternyata mengincar orang yang salah tetapi ia mulai berpikir bahwa Shuan memiliki kesamaan dengan seseorang yang ia cari.


"Golden Solar System!!!" Seru Shuan sehingga ia melepaskan cahaya berskala besar melalui planet emasnya sampai ia mendorong mundur pria itu.


"Wujud ini... Tidak ada apinya... tetapi... Cahayanya jauh lebih kuat yang aku kira..." Pria itu mulai menahan semua tekanan besar yang di lepaskan oleh Shuan.


Shuan mulai menunjuk Kou lalu menyelimuti dirinya dengan akar emas agar ia bisa menyembuhkan kondisinya itu secara alam, Kou tertidur dengan tenang dan Shuan sekarang bisa menendang bokong sepuasnya.


"Apakah kau bisa mengulang perkataan mu sejak itu? Ini adalah wujud yang aku dapatkan ketika mengalami latihan selama 3 tahun di dalam kubus waktu...!" Shuan mengepalkan kedua tinjunya lalu menunjuk pria tersebut.


"Kubus waktu...?"


"Wujud yang aku rasakan ini tidak memiliki tekanan dan kekuatan murni yang begitu besar di bandingkan dirinya, kau adalah keturunan Shiratori bukan?" Tanya pria itu.


"Kau sudah beberapa kali mengatakannya, aku, Shiratori Shuan akan mengalahkan dirimu!" Shuan menunjuk dirinya sendiri dengan jempolnya.


"Menghabiskan waktu saja... Aku tidak mencari Shiratori sepertimu! Kau bukanlah tantangan yang aku inginkan."


"Apa kau bilang tadi...!? Kau masih ingin mencari Kakak!?"


"Hah? Ahh... Ternyata dia adalah Kakakmu ya? Sungguh mengejutkan, aku tidak menyangka akan melihat adiknya di tempat seperti ini." Pria itu menyilang kan kedua lengannya.

__ADS_1


"Mungkin menyiksa adiknya akan terasa lebih memuaskan di bandingkan langsung menyerang hidangan utamanya." Pria itu mulai meninju tinjunya sendiri sehingga aura kegelapan melesat ke arah Shuan lalu mengelilinginya.


"Sihir apapun itu, aku adalah salah satunya orang yang dapat melawan balik. Kelemahan yang tidak bisa di lihat begitu saja..."


"Sepertinya kau salah orang... Dari tadi sikapmu itu seperti mengenal diriku bahkan sampai memiliki dendam yang besar kepadaku, dendam itu cukup lezat..." Pria itu menjilat bibirnya sendiri.


"Aku adalah pria yang berbeda dari pria itu... Namanya adalah Redagon dan ialah satu-satunya musuh yang sudah menghancurkan harga dirimu itu."


"Awalnya aku menemukan keberadaan benar dari Shiratori... Tetapi aku malah mendapatkan dirimu, bagus juga sih karena kau adalah adiknya!"


"Di bandingkan Redagon, kau tidak ada tandingan bagiku, Shuan. Aku berada di kekuatan yang jauh lebih berbeda dengan level tingkatan paling atas." Pria itu tersenyum sehingga ia melepaskan satu gelombang tipis melalui jari-jarinya.


Shuan menahan serangan itu menggunakan Golden Neptunus untuk melepaskan pusaran angin emas kuat yang mampu menghempaskan semua gelombang itu ke atas langit.


Pria itu muncul tepat di hadapannya dengan bola kegelapan yang di kelilingi dengan gelombang hitam, Shuan langsung menghantam bola itu dengan Golden Earth sehingga bumi emas itu langsung terhapuslah.


"A-Apa itu...!? Ke-Kemampuan yang mengerikan...!" Shuan untungnya tidak menghancurkan bola tadi menggunakan tangannya karena bisa saja tangannya akan langsung menghilang.


Shuan mulai menghantam wajah pria itu dengan sangat kuat sehingga ia merasakannya, planet emas itu mulai menyerang tubuh pria tersebut dengan menghantamnya beberapa kali sampai ia mendapatkan efek yang berbeda.


Tubuhnya mulai membeku, pernafasannya merasakan racun yang kuat bahkan organ tubuhnya terasa seperti di cabik-cabik dengan pusaran angin dari Golden Neptunus.


Shuan menendang wajah pria itu lalu di lanjutkan dengan hantaman melalui kedua tinjunya sampai ia terlempar menuju lautan, kecepatan cahaya Shuan mampu membawa dirinya duluan ke dalam air.


"Shining Golden Pillar!" Shuan melepaskan dua pilar emas melalui kedua tapak tangannya sampai pria itu terkena dan terhempas ke atas langit.


Pria itu selama ini meremehkan potensi kekuatan sihir dari Shuan, walaupun kekuatan murninya lemah dan tidak sebanding dengan dirinya. Ia hanya harus fokus menggunakan sihir ketika melawan Shuan.


"Sepertinya aku meremehkan kekuatan sihirmu itu... Berbeda dengan kakakmu yang berdasarkan sihir cahaya gerhana matahari dan api." Pria itu mendarat di atas laut dengan baju yang setengahnya terbakar.


Shuan merasakan sesuatu yang janggal dari perkataannya, "Api...? Gerhana matahari...? Apa yang kau coba katakan, bodoh! Kakakku tidak memiliki keduanya..."


"Apa...?" Pria itu langsung tersenyum puas karena selama ini ia bertarung dengan seseorang yang lebih menarik sampai bisa membuat dirinya puas.


"Ahh, ternyata kau... Aku kira kau adalah adiknya karena dia memiliki beberapa adik, jika kita terus melanjutkan semua ini maka hal yang akan datang selanjutnya bisa berubah menjadi membingungkan." Pria itu mulai memegang jubahnya.


Pria itu mulai menunjukkan identitas aslinya kepada Shuan sehingga ia langsung dikejutkan dengan sebuah kejutan yang tidak terduga.


"Kau... Kau adalah...!?"


"...ras iblis?!"

__ADS_1


__ADS_2