
Haruka muncul tepat di dalam kamar-nya dengan wujud bayi-nya, kubus waktu itu menguras semua kekuatan dan energi-nya hingga ia kembali ke wujud asal-nya... tidak bisa berbicara tetapi masih bisa bergerak, ia lebih memilih untuk tidur agar wujud-nya bisa kembali ia gunakan. Menghabiskan waktu di dalam kubus waktu itu terasa menguntungkan bagi-nya karena ia menemukan sesuatu yang baru hingga semua misteri mulai ia ketahui sedikit.
Konari masuk ke dalam kamar itu ketika merasakan keberadaan Haruka, bukan hanya Konari tetapi Korrina ikut masuk karena Konari memaksa-nya untuk ikut. Korrina melebarkan matanya karena kaget melihat Haruka yang berada di wujud bayi-nya.
"Haruka, jangan-jangan kau menjelajahi waktu lagi tanpa ijin-ku ya...! Dasar anak nakal!" Korrina menghampiri Haruka lalu ia menggendong-nya dan menunjukkan senyuman yang sangat lebar ketika menatap wajah bayi Haruka yang sangat imut dan dapat menghapus semua rasa amarah yang ada di dalam diri-nya.
"Waaa... Guuu..." Haruka mengembungkan pipi-nya ketika menatap Konari, dengan melihat penampilan-nya yang sama dengan Korrina... ia mulai berpikir bahwa gadis itu adalah gabungan dari Komi dan Korrina sendiri karena Haruka dapat melihat dan memprediksi-nya dalam kubus waktu tersebut.
"Dengan ini kau tidak perlu menjadi bayi imut lagi, Haruka." Konari menyentuh tubuh Haruka hingga ia langsung berubah menjadi anak kecil yang dapat berbicara lagi, Haruka menyilangkan kedua lengan-nya lalu ia bersembunyi di belakang Korrina karena ia tidak mau menatap Konari... menatap-nya saja sudah membuat dirinya berwaspada dan berhati-hati hingga ia menjaga jarak Korrina dari Konari.
"Haruka, ada apa... aku tahu ini terdengar membingungkan tetapi Konari sendiri bukan Komi, inti-nya dia berada di pihak kita. Dia bisa disebut kakak atau ibu-mu loh, hal itu masih membingungkan sih... tetapi penjelasan tentang---"
"World of Vanish 'kan? Seperti-nya prediksi dan takdir yang ada di dalam kubus waktu itu ternyata benar, Korrina dan Komi akan bertarung di luar angkasa... pertarungan yang berjalan sengit hingga mereka berdua tidak memiliki pilihan lain selain menggunakan kemampuan untuk menghapus keberadaan seseorang yaitu Vanish." Haruka memegang dagu-nya dan Konari tiba di sebelah-nya sambil memeluk diri-nya erat.
"Haruka memang pintar~ Sayang Haruka~" Konari mencium pipi beberapa kali, "U-Uwahh... hentikan... mmmm... ya... pelan-pelan..." Haruka memejamkan kedua mata-nya karena usapan dan ciuman-nya mampu menangkan dirinya sendiri hingga tenaga-nya kembali pulih dengan cepat.
Beberapa menit kemudian, Korrina dan Haruka menatap Konari dengan teliti... hanya terdapat dua perubahan yang membedakan Konari dengan Korrina yaitu warna rambut Konari berwarna perak dan gaya rambut-nya itu diikat dua seperti [Twintail], kekuatan dan kemampuan tidak bisa dirasakan karena... hanya kekuatan dan kemampuan Komi yang bisa dirasakan oleh Korrina.
"Seperti-nya aku percaya dengan takdir dan pikiran-ku sendiri, Konari adalah Mama... Mama tetapi lebih lembut dan baik." Haruka mengangguk dengan wajah yang penuh harapan.
__ADS_1
"K-Kenapa begitu!? Tidak adil! Apakah Mama-mu yang cantik ini tidak terlalu lembut dan baik?" Korrina mengembungkan pipi-nya.
"Bukan-nya tadi Mama baru saja marah kepada-ku...? Yahh, yang aku maksud adalah Konari itu adalah versi yang lebih lembut dan baik dari-mu dan Komi, Mama. Inti-nya dia adalah gabungan dari kalian berdua menjadi satu Legenda yang bernama Konari Comi..."
"...sikap dan karakteristik yang sama seperti Mama, kekuatan dan kemampuan yang sama seperti Komi menghasilkan seorang gadis Korrina Comi lain-nya yang bernama Konari Comi. Jadi dia adalah salah satu dari kita, makhluk hidup yang akan hidup selama-nya bukan sementara seperti seseorang yang dihidupkan selama 24 jam." Haruka mendekati Konari lalu ia duduk di atas paha-nya.
"Sekarang kau mulai dekat diri-nya, hahhh... Tidak apa-apa sih, bukan arti-nya aku butuh perhatian atau apapun itu." Korrina menarik Haruka lalu ia memeluk-nya, Konari terkekeh dan tidak menghiraukan-nya karena tujuan dia lahir ke dalam True Touri itu bukan mencari kasih sayang melainkan melindungi kasih sayang itu sendiri.
"Jadi, Haruka dan Korrina... kelahiran dari diriku ini sebenarnya ada untuk melindungi apapun yang pantas untuk aku lindungi. Langsung ke inti-nya saja, ruangan kemustahilan atau World of Void yang kalian ciptakan itu." Konari menggunakan sistem yang sama dengan Korrina yaitu Tech hingga beberapa layar muncul di sekitar mereka yang menunjukkan berbagai alam semesta.
"Detik-detik... sebelum di mulai, aku harus memperingati kalian berdua tentang kedua Vanish yang bersatu itu, kau melakukan pergerakan yang cukup gegabah ternyata, Korrina. Tetapi itu tidak apa-apa karena yang menggabungkan Vanish itu dari awal adalah Komi sendiri sehingga eksistensi-ku tercipta karena ruangan tersebut, ruangan yang menyambar diri-mu sehingga aku yang ada di dalam diri-mu keluar..."
"...sama seperti pembelahan sel, yahh... inti-nya begitu." Haruka menatap Korrina dengan ekspresi yang kesal, menggunakan Vanish bukanlah hal yang baik ketika bertarung melawan dewi segala-nya, dia dapat menghancurkan tubuhnya sendiri tetapi sihir Vanish itu malah dilawan dengan sihir Vanish lagi, kesempatan besar untuk menciptakan kemustahilan yang hebat.
"Pertarungan yang menentukan takdir untuk Touri, Haruka... tidak ada pilihan lain selain menggunakan sihir itu bukan?! Aku bisa saja terbunuh jika tidak menggunakan sihir rahasia-ku itu, sialnya... sialnya dia malah membalas sihir-ku dengan sihir yang sama, apa yang kau jelaskan tentang diri-nya benar... dia memang gila dan gegabah!" Korrina mengepalkan kedua tinju-nya.
"Tetapi... setidaknya tidak ada ancaman lain yang datang, aku tidak bisa merasakan keberadaan Komi sama sekali, mungkin hanya ruangan kemustahilan saja yang memberikan hasil dari kedua Vanish itu bersatu." Korrina menatap kedua telapak tangan-nya yang masih dipenuhi dengan garis merah.
"Memperdebatkan sesuatu yang sudah berlalu itu tidak berguna, mari kita ke intinya, itu yang aku bilang. Bukan hanya World of Vanish saja yang kau ciptakan melainkan proses dan ancaman yang sedang datang menuju semesta ini, Korrina!" Konari mendekatkan sebuah layar yang menunjukkan Touri, ia menggerakkan jari telunjuk-nya hingga Touri terbelah menjadi dua.
__ADS_1
"Belahan...? Tidak mungkin! Apakah...!?" Haruka melebarkan matanya ketika Konari menunjukkan semesta Touri yang terbelah menjadi dua, "Bagaimana bisa--- Aku tidak percaya dengan informasi yang kau sampaikan, Mama!"
"Vanish yang bersatu menjadi satu, sihir menghancurkan keberadaan yang menyebar dan menciptakan sebuah ruangan yaitu kemustahilan berkumpul... bukan hanya ruangan saja yang tercipta tetapi Vanish yang bergabung itu telah menghancurkan setengah dari semesta Touri yang asli dan yang palsu..."
"...hingga mempersatukan kedua belahan tersisa menjadi satu inti semesta Touri yang baru!!!" Konari melebarkan mata-nya hingga Korrina dan Haruka diselimuti dengan aura berwarna biru tua, Konari menyedot mereka masuk ke dalam tubuh-nya karena ia sudah merasakan guncangan besar disekitar-nya yang mengartikan bahwa kedua belahan semesta itu mulai bergabung menjadi satu.
***
"Mempersatukan kedua belahan yang dapat menciptakan Touri baru... Touri asli dan palsu yang menjadi satu secara resmi!" Zangetsu tersenyum jahat dan Komi melebarkan mata-nya ketika melihat belahan Touri asli dan palsu bergabung menjadi satu hingga sisa belahan itu mulai tidak stabil dan pada akhir-nya menciptakan big bang yang sangat besar.
Galaksi yang terdapat di belahan semesta yang lainpun meledak, Komi tidak mempercayai apa yang baru saja lihat karena ia melihat tempat tinggal-nya sendiri bergabung dengan semesta dari dimensi yang ia benci, entah kenapa tempat dimana para dewa-dewi segala-nya tinggal ikut berpindah ke dalam dimensi yang asli.
"Inilah efek yang kau ciptakan! Inilah resiko yang kau tanggung, Komi! Menciptakan era dan sejarah baru untuk Touri...! Menciptakan sesuatu dimana para dewa dan dewi tidak akan berani melakukan-nya, kau memang gegabah ya... kau memang pengikut [Hikaeme] yang baru! Mungkin saja kau yang akan menggantikan-nya!!!" Wajah Zangetsu terlihat gila ketika melihat big bang yang sangat besar itu meledak, menyebabkan inti Touri menjadi berantakan, dipenuhi dengan kehancuran.
"Tutup mulut-mu!!! Jangan bandingkan aku dengan makhluk hina itu!!!" Komi meluncurkan Final Shine Attack ke arah Zangetsu dan ia segera menghilang menjadi partikel kecil, keberadaan-nya tidak bisa ia rasakan... dia telah melarikan diri dan kemungkinan besar ia melarikan diri tidak jauh karena menggunakan sihir yang dapat menyembunyikan keberadaan-nya sendiri.
"Sial...!!! Itu arti-nya...! Anak-anak!!!" Komi mencoba untuk masuk ke dalam inti Touri yang baru tetapi ia melihat banyak sekali dewa-dewi yang turun tangan dan berhasil menghentikan semua kehancuran itu dengan bekerja sama, Komi lebih memilih untuk pergi dan bersembunyi karena ia tidak mau dituntut oleh semua dewa dan dewi itu.
"Lebih baik aku tidak berurusan dengan mereka saja... aku bisa saja dicari oleh mereka karena sudah menciptakan ancaman besar seperti ini---"
__ADS_1
"Kau mau pergi kemana...?" Seorang laki-laki dan perempuan menghalang jalan Komi hingga ia berhenti lalu menatap mereka dengan tatapan tajam-nya, "... ..."
"...Siapa kalian? Jangan-jangan kalian penduduk True Touri ya?"