
"Dia melarikan diri..." Peringat Anastasia yang melihat Aerith mundur, mungkin dirinya memang masih belum siap untuk menghadapi Kakaknya yaitu seorang penyihir yang jauh lebih hebat.
"Tadi itu adalah... alat-alatku yang berasal dari satelit yang dicuri, ternyata Aerith yang mencurinya ya." Shinobu mengepalkan kedua tinjunya dengan ekspresi polos.
Di balik kepolosan itu terdapat rasa benci dan haus akan darah yang besar, ternyata selama ini Aerith memang mencoba untuk menipu dirinya juga tetapi terlambat karena semua orang yang membaca jurnalnya sudah mati.
"Apakah semua ini salahku juga karena ceroboh membiarkan satelit itu dicuri seketika?" Tanya Shinobu kepada mereka semua.
"Tidak ada yang harus disalahkan, ternyata pustakawan itu memang sudah busuk sampai tidak bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang lebih baik." Kata Konomi.
"Lebih pentingnya..." Koizumi menunjuk leher Anastasia menggunakan belati yang ia pegang sampai mengejutkan semua orang di sekitarnya.
"Penyihir seperti dirimu... memangnya bisa mengelabui kami juga? Pustakawan yang bernama Aerith juga adalah seorang penyihir dengan warna yang sama dengan dirimu..."
"Kalau tidak salah... julukan Legenda penyihir adalah Witch Legend memiliki sebuah koneksi dengan warna dan topi yang mereka kenakan, semuanya sama."
"Apakah kau mata-mata yang dilepaskan oleh Aerith itu sendiri? Jawab sekarang juga karena aku benar-benar membutuhkan waktu istirahat dari peristiwa menyebalkan ini." Kata Koizumi.
Anastasia tersenyum lalu ia mengeluarkan tongkat sihirnya dan menahan belati tersebut karena ia sendiri tidak memiliki tujuan untuk memata-matai karena ideal yang ia miliki dengan Aerith berbeda.
Anastasia hanya menginginkan hasil dari setiap eksperimen yang ia lakukan untuk kelima gadis pemberontak itu demi menciptakan sebuah kristal kekacauan untuk kewajiban seluruh alam semesta.
Hampir sama seperti ujian yang akan ia uji untuk semua orang, berbeda dengan Aerith yang menginginkan kekuatan dan juga ilmu pengetahuan demi mendapatkan penghasilan untuk membeli sebuah alam semesta dimana dirinya dapat melakukan apapun di dalam sana.
"Setiap penyihir memang memiliki koneksi antar satu sama lain... apakah kau akan membunuh diriku jika sebenarnya Aerith adalah adik kecilku?" Tanya Anastasia.
Koizumi mengerutkan dahinya sampai Shinobu langsung menahan tangan Koizumi seketika dengan tenaga karena saat ini ia merasa sangat kesal kepada Aerith.
"Sudah cukup, Kakak... tidak ada yang harus dicurigai di sini, The Mind mutlak dan mempercayai Anastasia tidak memiliki niat buruk apapun." Kata Shinobu dengan tatapan polosnya.
"Hmph." Koizumi melempar belati itu ke atas langit lalu ia berbalik badan selagi menyilangkan kedua lengannya sampai belati itu mendarat ke dalam sarungnya sendiri.
Ia tidak berniat untuk menghadapi penyihir seperti dirinya yang memiliki riwayat buruk sejak itu bahkan mereka juga tidak bisa dipercayai karena sihir mereka jauh lebih mutlak dan sempurna.
Bukan hanya itu saja tetapi tongkat sihir mereka bisa dibilang mengandung sumber Lenergy yang jauh lebih tinggi dan tak terbatas karena Witch Legenda memang dirancang seperti itu.
"Pustakawan yang hidup di kerajaan Legenia sebenarnya adalah adik kandungku sendiri... itu saja intinya, entah itu kalian harus percaya atau tidak tetapi aku tidak memaksa sama sekali."
"Aku hanya sekedar penyihir pengembara yang memiliki kemahiran sihir suara..."
"...berbeda dengan adikku Aerith yang menginginkan kekuatan dan tentunya bangsa Neko Legenda demi menghasilkan banyak sekali penghasilan demi satu hal."
"Satu hal?" Tanya Ako.
"Ya... sejak kecil dia memiliki mimpi yang besar untuk memperoleh sebuah dunia yang ia inginkan dengan peraturannya sendiri."
"Atau... bisa dibilang ia menginginkan satu semesta yang dibeli dengan semua penghasilan yang melebihi kekayaan dari ratu Touriverse sejak itu." Kata Anastasia.
__ADS_1
Shinobu mengangguk, ia sudah tidak memiliki rasa curiga kepada Anastasia karena sudah membaca niat, perasaan, dan pikirannya dipenuhi rasa positif untuk era kerajaan seperti ini.
Tadinya ia sempat berbohong tentang pengembara, dibalik kebohongan itu terdapat kebaikan yang diambil oleh The Mind sendiri sampai Shinobu mencoba untuk tidak terlalu penasaran dan menanyakan urusan pribadi seseorang.
"Membeli alam semesta...? Aneh sekali."
"Bukan aneh lagi, dia memang gila. Semua penyihir sudah bisa dicap sebagai Legenda paling gila dengan eksperimen dan halu mereka terhadap sebuah tujuan." Kata Koizumi.
"Apa maksudnya dengan membeli alam semesta? Bodoh sekali, isi alam semesta itu luas dan bahkan tidak terbatas... belum lagi penduduknya."
"Itu sama seperti dia ingin membeli semua penduduk di dalamnya, hahhhh... dasar penyihir." Koizumi kembali menatap ke depan sampai ia menyaksikan pertarungan antara Beast dan Legenda dari berbagai macam kerajaan.
"Shinobu Koneko, lain kali kau harus menjaga teknologi terutama Tech dengan hati-hati karena semua itu berharga sangat besar untuk Xuusuatouri."
"Mm... aku tahu, Mama sering didatangi oleh para Malaikat yang ingin membeli dan merebut sistem Tech tetapi ia menolaknya mentah-mentah karena mereka memaksa."
"Tetapi... apa yang baru saja digunakan oleh Aerith itu..." Shinobu sempat mengingat kepala Beast Neko Legenda yang ditunggangi Aerith memakai sebuah pelindung kepala teknologi seperti pencucian otak.
"Itu adalah sebuah Chip, alat teknologi yang diciptakan oleh bangsa Malaikat dengan tujuan untuk mengubah seseorang menjadi robot atau bisa dibilang otak mereka akan mendadak dikendalikan oleh seseorang yang memasukkannya."
"Bukan itu saja... Beast Neko Legenda yang ditunggangi oleh Aerith telah menerima Chip yang sangat sempurna sampai mengubah dirinya menjadi Beast setengah robot penghancur yang kuat."
"Chip sangat sulit untuk dilawan, kau harus mengeluarkannya secara langsung tetapi... keselamatan bagi mereka yang menerima Chip itu tidak terjamin."
"Ternyata sulit juga ya... untungnya semua Neko Legenda di sini masih aman." Konomi menoleh menuju kristal es itu lalu ia melebarkan kedua matanya seketika melihat kepala mereka terlindungi dengan sebuah teknologi.
"Teman-teman..." Panggil Konomi sampai mereka semua langsung menatap lautan yang sudah membuka menjadi kristal es itu.
"Apakah mereka juga sudah dipasang dengan Chip...?" Tanya Ako penasaran.
"Tidak, mereka semua sudah terpengaruhi oleh Beast yang sudah dipasang Chip oleh Aerith, Chip yang pasang benar-benar berbeda dan kemungkinan besar alat yang bisa di bilang langka."
"Chip of Virus, ketika Chip tersebut di pasang ke dalam salah satu otak kita... misalnya Chip tersebut masuk ke dalam otak bangsa Manusia maka semua otak mereka akan ikut terpengaruh."
Mereka semua tercengang seketika sampai membuat Anastasia merasa tidak percaya bahwa Aerith dapat membeli dan memperoleh Chip kuat seperti itu tetapi ia menggunakannya kepada para Beast Neko Legenda.
"Aku mengerti... itulah kenapa aku tidak mendapatkan pengaruh tersebut, aku hanya sekedar Neko Legenda biasa yang berada di wujud biasa." Kata Shinobu.
"Maksudnya?" Tanya Konomi.
Anastasia awalnya ingin menjelaskan tetapi Shinobu sudah langsung tahu karena tadi ia sempat menggunakan The Mind untuk menciptakan buku yang dapat ia baca dalam pikirannya sendiri.
"Chip itu hanya mempengaruhi sesama bangsa, semua Beast akan terpengaruh oleh... anu... Chip tersebut."
"Aku dan Nenek kemungkinan tidak merasakan efeknya tetapi para Beast merasakannya sampai mereka menerima Chip kecil dari inti Chip yang terpasang ke dalam Beast yang ditunggangi Aerith."
"Satu-satunya cara untuk menghentikan semua kekacauan ini dengan menghentikan inti Chip tersebut!" Shinobu menggenggam kedua tinjunya lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah barat.
__ADS_1
"Baiklah, itu tujuan baru." Koizumi mengangguk sehingga ia tanpa basa-basi melesat maju menuju arah barat untuk menghentikan semua kejadian yang menyebalkan.
"Kalau begitu, ayo kita bergegas secepat mungkin untuk menghentikan mereka semua." Kata Anastasia, mereka semua langsung pergi meninggalkan Shinobu sendirian bersama penyihir tersebut.
"Kak Anastasia... terima kasih karena sudah menyelamatkan diriku." Kata Shinobu dengan pipi yang memerah, jika ia tidak diselamatkan maka nyawanya bisa saja hilang satu lagi.
"Mmm... sebenarnya aku tidak bisa bersantai mengembara jika mengetahui dirimu bersama seluruh teman dan sepupumu selalu terjatuh ke dalam bahaya."
"Selama ini aku mengawasi kalian sejak kunjungi pulau ini untuk memastikan agar tidak ada bangsa Legenda yang datang sampai mengerahkan serangan kejutan."
Shinobu tersenyum lalu ia mengangguk karena dirinya sendiri merasa senang untuk bisa melihat Legenda tipe lain yaitu seorang penyihir yang begitu unik karena sihirnya berdasarkan suara itu sendiri.
"Hyann~ Shinobu Koneko... aromanya... dari jarak dekat seperti ini~ wangi~ wangi~ muncrat~" Ungkap Anastasia yang melepaskan hasratnya terhadap anak kecil.
Shinobu mengangguk lalu ia melepaskan pembakaran melalui kedua tapak dan kakinya untuk terbang mengikuti Koizumi karena masalah saat ini sangat serius karena berkaitan dengan Neko Legenda.
"Hahh... apa yang sebenarnya aku lakukan, kenapa bisa diriku membela mereka?" Anastasia sendiri merasa bingung karena ia sempat membantu dirinya dengan membocorkan rencana Aerith sejak dulu sekali.
"Mungkin diriku memang tidak mau kalah oleh adikku sendiri, lagi pula kita sudah berjanji untuk tidak saling mengandalkan satu sama lain..."
"...hahaha, kekacauan yang ia buat setidaknya membantu diriku juga tetapi aku juga akan berada di sisi mereka untuk melihat situasi juga." Anastasia menjentikkan jarinya sampai sapu terbang muncul di bawah kakinya.
"Senangnya bisa dipercayai oleh satu-satunya gadis paling pintar di seluruh alam semesta, Koneko." Anastasia tersenyum penuh nikmat lalu ia bersama sapunya terbang mengikuti mereka semua.
***
Koizumi dan Shinobu datang terlebih dahulu lalu pandangan mereka dikejutkan dengan banyak sekali pasukan dari berbagai macan kerajaan sudah datang duluan untuk menaklukkan semua Beast yang sedang mengamuk.
"Shinobu!"
"Ya!"
Shinobu dan Koizumi melesat ke atas langit lebih tinggi sampai mereka melihat Aerith bersama peliharaannya sedang menikmati pemandangan dari pembantaian seluruh Neko Legenda yang sudah berkumpul.
Aerith tersenyum serius ketika melihat Shinobu dan Koizumi datang untuk menyerang secara bersamaan, Beast di hadapan mereka mengayunkan tangan dan ekornya kepada mereka semua.
"Kalian akhirnya datang juga...! Selamat datang di hari pengakhiran bangsa Neko Legenda, dan aku janji rasanya pasti penuh dengan teriakan kesakitan...!"
Koizumi menghentikan waktu untuk menangkis semua serangan Beast tersebut, tetapi..."
"... ...!!!" Kedua mata Koizumi terbuka lebar ketika melihat Shinobu baru saja bergerak di penghentian waktu dengan kecepatan cahaya yang menipis sampai ia berhasil menghantam wajah Aerith.
"Dia... bisa bergerak dalam penghentian waktuku sendiri...?" Ungkap Koizumi.
Waktu kembali berjalan, Aerith terpental ke belakang dengan tatapan yang terlihat penuh rasa nikmat karena pukulan tadi bukannya memberikan rasa sakit melainkan memenuhi hasratnya sendiri.
"Hahaha! Pukul lebih sakit lagi...! Shinobu Koneko!" Aerith menginjak kepala Beast itu lebih keras sampai Beast tersebut melepaskan raungan keras yang mendorong Koizumi mundur.
__ADS_1
"Dengan melanjutkan keinginan tanteku Minami...!!!" Mata kanan Shinobu langsung menajam karena melihat mangsa yang perlu disingkirkan.
"...Koneko akan berjuang!!!" Shinobu melepaskan sinar cahaya pagi hari melalui tubuhnya sampai ia menggunakan kekuatan dari Golden Sunshine.