Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 519 - Ledakan dan Keserakahan yang menjadi Pengakhiran


__ADS_3

"Belum memasuki semi-final dan kita sudah di perlihatkan sebuah pertarungan yang begitu sengit dan menakutkan!" Kata Morgan, ia merasa sangat tertarik melihat dosa Greed milik Rokuro dan sihir ledakan milik Bakuzen.


Rokuro dan Bakuzen saling menatap satu sama lain, mereka menerima beberapa luka yang begitu parah, untungnya mereka memiliki durabilitas yang kuat untuk tetap bertahan.


Arena yang sudah hancur menjadi kepingan kecil, terlihat beberapa tanda merah di sekitar mereka, Rokuro dan Bakuzen mencoba untuk konsentrasi dalam bertarung agar tidak sengaja terjatuh.


Rokuro mulai menyelidiki arena sebentar sedangkan Bakuzen memasang beberapa perangkap untuk mengakhiri pertarungan ini dengan cepat sebelum Rokuro menggunakan Greed secara keseluruhan.


"Aku harus mengakhirinya dengan cepat, di tambah lagi... Aku harus tahu apa yang ia lakukan sebelumnya, dia menyerang diriku dari atas tanpa tanda apapun bahkan atasan Kisetsu telah hilang..." Ungkap Bakuzen.


"Bukan hanya perangkap yang di tanam seperti bibit tetapi bubuk mesiu yang Bakuzen jadikan sebagai perangkap dapat menempel di Kisetsu ku." Ungkap Rokuro.


"...dengan meledakkan seluruh arena dan melepaskan satu tendangan maka Rokuro pasti akan terjatuh, aku hanya perlu menciptakan ledakan yang sangat besar untuk menipu dirinya."


"Setiap ledakan yang ia lepaskan mengandung efek lainnya, suara yang begitu besar dan bahkan tekanan yang sempat memberatkan tubuhku... Bukan hanya itu saja tetapi kedua mataku terasa perih sehingga aku tidak dapat merasakannya..."


"Baiklah... Aku akan mencoba untuk berhati-hati sekarang juga karena ia dapat memunculkan sesuatu yang bernama Mammon." Bakuzen mengepalkan kedua tinjunya yang mulai diselimuti dengan aura ledakan.


"Dengan Greed... Aku harus bisa melepaskannya dengan cepat agar bisa menghindari sihir itu meledak di dalam tubuhku." Tato Greed Rokuro yang terletak di leher dan kedua tapaknya mulai memancarkan kegelapan merah.


Bakuzen menjentikkan jarinya untuk mengaktifkan ledakan dari perangkap yang sudah ia pasang, dengan cepat Rokuro melepaskan dorongan besar melalui tubuhnya sehingga membuat Bakuzen melebarkan matanya.


"Haruka... Korrina... Biarkan aku melakukan sedikit percobaan!" Ungkap Rokuro karena ia sejak awal merasakan sesuatu yang berbeda dari tubuhnya, ia ingin mencoba untuk melepaskannya di turnamen ini.


"Heaven's Greed!" Kedua mata Rokuro memancarkan cahaya biru muda sehingga tatonya yang berwarna merah berubah menjadi biru muda lalu menyerap semua perangkap Bakuzen.


Termasuk menghilang semua ledakan yang bermunculan dimana-mana, Bakuzen mencoba untuk menyerang Rokuro tetapi ia malah mendapatkan satu tendangan di wajahnya sampai terhempas ke belakang.


Kedua mata Rokuro kembali seperti biasanya dan ia berhasil mengubah semua ledakan serta perangkap itu menjadi udara biasa berkat surga yang dapat mengubah apapun menjadi sesuatu yang positif dan menguntungkan.


"T-Tadi itu...!?" Honoka tercengang ketika Rokuro menggunakan kekuatan dari Heaven dalam waktu yang singkat.


"Aku tidak menyangka Rokuro dapat melakukannya... Walaupun dalam waktu singkat, sungguh beruntung sekali memiliki Legenda tampan dan kuat sepertinya." Kata Haruka dengan pipi yang memerah, ia semakin terpesona dan jatuh cinta dengan Rokuro sekarang.


"Melihat itu... Aku berhak memberi Rokuro sebuah hadiah..." Ungkap Haruka.


Rokuro melesat ke arah Bakuzen lalu melepaskan beberapa sihir ledakan yang ia serap, Bakuzen mulai menghantam daratan untuk melepaskan ledakan gunung merapi yang dapat menahan semua serangan tersebut.


"Sphere of Explosion!" Bakuzen mengeluarkan gumpalan besar melalui tapak kanannya lalu ia melepaskannya ke arah Rokuro.

__ADS_1


Rokuro mengeluarkan sabitnya lalu ia melepaskan satu gelombang tebasan yang tiba-tiba meledak seketika menyentuh gumpalan itu, dengan cepat Rokuro terbang ke atas langit untuk menghindari gumpalan tersebut.


Morgan mulai menekan tombol merah untuk menciptakan sihir area pelindung besar yang dapat melindungi seluruh penonton dan batas arena agar tidak hancur.


Rokuro menyambut Bakuzen dari atas dengan melepaskan satu tebasan gelombang, Bakuzen melepaskan bubuk mesiu ke atas langit yang menciptakan banyak ledakan.


"Sihir ledakan memang tidak bisa aku remehkan begitu saja...!" Ucap Rokuro selagi mengerutkan dahinya, ia mulai mengangkat sabitnya ke atas untuk menyerap seluruh kekuatan dari penontonnya.


Setelah itu, ia lepaskan menjadi sebuah serangan gelombang tebasan yang menembus tubuh Bakuzen lalu meledak seketika, serangannya tadi tidak memberi efek apapun kepada Bakuzen.


Bakuzen melompat ke atas lalu melepaskan aura ledakan melalui tubuhnya, mampu membuat Rokuro terjatuh di atas arena dan hampir menginjak batas yang membuat dirinya di diskualifikasi.


Rokuro menunjuk Bakuzen lalu melepaskan gelombang kegelapan yang tebal tetapi Bakuzen melindungi dirinya sendiri dengan menciptakan ledakan besar di hadapannya.


"Apapun itu... Dia menggunakan ledakan sebagai serangan dan perlindungan juga perusak konsentrasi...!" Ungkap Rokuro sehingga ia memegang erat sabitnya, mencoba untuk tidak mengeluarkan Mammon.


Mammon bisa saja meledak ketika perangkap yang Bakuzen lepaskan menempel di tubuhnya itu, saat ini Rokuro sebisa mungkin menjaga jarak dengan Bakuzen bersama perangkap yang sudah ia pasang dimana-mana.


Bakuzen muncul di hadapannya dan Rokuro melakukan serangan lebih cepat dengan menendang kaki Bakuzen sampai ia kehilangan terhadap keseimbangannya.


Tetapi Bakuzen berhasil menyeimbangkan tubuhnya dan menendang Rokuro sampai terhempas ke belakang.


Rokuro menghilangkan sabitnya lalu ia menghantam daratan dengan penuh kekuatan sampai menciptakan sihir area yang memunculkan hutan penuh dengan sihir kegelapan.


"Ini adalah Forest Darkness...! Semua ledakan itu akan aku ubah menjadi milikku!" Rokuro mengepalkan kedua tinjunya sehingga tato Greed itu menyerap kekuatan dan Lenergy milik Bakuzen tanpa harus khawatir dengan ledakan yang ia aktifkan.


"Sial...!" Bakuzen menjentikkan jarinya beberapa kali dan tubuh Rokuro tidak terkena serangan apapun dari ledakan yang coba ia aktifkan, ledakannya mendadak tidak berfungsi.


Rokuro bisa merasakan kekuatan Crimson yang ia serap cukup besar melalui kedua tato di tapak tangannya sehingga ia mulai menahan kedua tinju Bakuzen yang mengandung sihir ledakan.


Rokuro maju ke depan lalu menghantam wajah Bakuzen menggunakan keningnya sendiri, di lanjutkan dengan serangan gelombang tebasan dari sabit yang mampu mendorong Bakuzen ke belakang.


Bakuzen kembali bisa bergerak dan ia langsung menghancurkan hutan di sekitarnya menggunakan sihir ledakan.


"Sial... Dosa Greed itu memang menyebalkan, tidak ada duanya...!" Bakuzen mengepalkan kedua tinjunya.


Setengah dari Kisetsu milik Bakuzen mulai robek dan memghilang karena terkena oleh gelombang tebasan yang mengandung Lenergy dan kekuata miliki Bakuzen, sihir ledakannya seketika melemah dan perangkap yang sudah ia pasang menghilang seketika.


Bakuzen mengangkat kedua lengannya lalu ia menciptakan gumpalan merah yang sangat besar, setelah itu ia melepaskannya ke arah Rokuro.

__ADS_1


Rokuro maju ke depan lalu menghantam gumpalan tersebut dengan tinju yang di selimuti dengan aura merah berkat tatonya itu, kekuatan Greednya mulai menyerap seluruh sihir yang Bakuzen lepaskan.


"S-Sial...!" Bakuzen melebarkan matanya sehingga wajahnya terkena pukul sampai ia terhempas ke belakang dan menerima beberapa gelombang tebasan yang Rokuro lepaskan.


"Nrrrgghhhh...!" Bakuzen menahan semua gelombang itu menggunakan kedua lengannya sampai tubuhnya mulai tersayat sedikit demi sedikit.


"Aku merasakannya sekarang...!" Rokuro melepaskan dorongan yang sangat besar di sekitarnya lalu ia melesat ke depan.


Bakuzen mencoba untuk menyerang tetapi ia lengah dengan kecepatan serangan Rokuro yang meningkat drastis sampai tubuhnya menerima beberapa pukulan dan tendangan dari Rokuro.


Rokuro mengakhiri serangan kombinasinya dengan menendang Bakuzen mundur sehingga Bakuzen menyerang balik dengan melepaskan gumpalan ledakan tetapi tato Greed milik Rokuro mulai menyerapnya.


"Greednya bertambah kuat...!?" Bakuzen tercengang dan Rokuro melancarkan beberapa serangan yang tidak bisa ia hindari begitu saja.


"Dosa Greed ku telah mengetahui ciri khas dari kekuatan, sihir, dan Lenergy milikmu, Bakuzen! Bisa di bilang itu cukup lezat!"


Rokuro terus menyerang dirinya tanpa menahan diri sehingga ia mengakhiri serangan dengan menendang wajah Bakuzen ke belakang.


Rokuro maju ke depan dan menginjak semua perangkap itu, terjadi lah sebuah ledakan tetapi Rokuro masih tetap berjalan maju mendekati Bakuzen.


"Sebagai bangsa Legenda, aku tidak akan menyerah...! Ledakanku akan membawa diriku menuju kemenangan!!!" Seru Bakuzen keras sehingga ia menunjuk Rokuro selagi menciptakan gumpalan lainnya.


Rokuro mulai menghantam gumpalan tersebut sampai menghilang lalu ia menendang Bakuzen ke belakang sehingga setiap sihir yang coba Bakuzen lepaskan menghilang seketika menerima serangan yang Rokuro lancarkan.


"Apakah semua ini adalah batasanku...? Ledakan ku... masih belum cukup untuk mengalahkan Greed miliknya..." Ungkap Bakuzen yang sudah pasrah karena tubuhnya menerima banyak serangan dari Rokuro.


"Pertarungan yang hebat, Bakuzen... aku menantikan hari dimana kita bisa bertambah kuat bersama dan melanjutkan pertandingan ini lebih tinggi lagi!" Seru Rokuro sehingga ia menendang wajah Bakuzen.


Tendangan itu langsung mendorong Bakuzen sampai batas arena lalu terjatuh di atas tanah yang mengartikan ia telah terjatuh dari perbatasan arena, itu artinya pertarungan di menangkan oleh Rokuro.


"Ahhhh!!! Pertarungan berakhir...!!! Hanya dengan satu tendangan penentuan, peserta Rokuro lah yang berhasil meraih kemenangan!!!" Seru Jorgez keras.


Seluruh penonton bersorak keras selagi bertepuk tangan karena pertarungan yang di lakukan oleh Rokuro dan Bakuzen sangat menebarkan sampai mereka tidak tahu harus mendukung siapa.


Kedua petarung berhasil membuat para penonton merasa terhibur sampai mereka tetap menyemangati Bakuzen yang kalah dan juga merayakan kemenangan yang Rokuro raih.


"Sepertinya putraku berhasil mengalahkan putramu, Shizen. Setidaknya Bakuzen dapat menjadikan pertarungan ini sebagai pengalaman." Ucap Arata dengan senyuman penuh bangga.


"Kau benar... Bakuzen masih membutuhkan banyak latihan juga pengalaman untuk bisa mengalahkan kekuatan dari dosa Greed." Shizen mengangguk, ia tidak merasa kecewa sama sekali karena dirinya telah dikejutkan dengan banyak ledakan dari Bakuzen.

__ADS_1


Haruka tersenyum melihat Rokuro mengangkat lengan kanannya, ototnya semakin teringat terutama keringatnya yang mengalir deras itu.


"Rokuro..." Haruka tersenyum lebar.


__ADS_2