
"Apa...!? Adik kandungmu!?" Oskadon tercengang ketika mendengarnya karena ia akhirnya mengetahui jelas identitas Redagon yang selalu ia sembunyikan sejak pertama kali bertemu.
Iblis sepertinya memang sangat misterius terutama kekuatan dan potensi yang tidak ingin ia tunjukkan secara langsung, Oskadon sendiri yang memiliki warisan dari Demon God tidak yakin akan bisa menang melawan Redagon.
"Apa yang kau maksud dengan adik kandung?"
"Kau tidak mengetahui jelas soal keserakahan bangsa Iblis dan keinginan mereka yang tidak terbatas sama sekali... Selvia memanglah adikku tetapi kita memiliki ibu yang berbeda."
Oskadon di kejutkan dengan kejutan lain, "Jangan-jangan Ayahmu adalah...?!"
"Ya, Oni Rxeonal. Kita memiliki tujuan dan rencana yang sama untuk menyingkirkan keturunan Shiratori yang selalu berurusan dengan kita sampai menyelesaikannya..."
"Itu artinya kau bisa di bilang sebagai diriku juga tetapi aku jauh lebih tua darimu."
"Kau juga bisa di bilang sebagai adik dari ibu yang berbeda juga..."
"Aku tidak menyangkanya... Ternyata selama ini kau adalah anak dari raja Rxeonal juga tetapi dari ibu yang berbeda." Oskadon sekarang sudah mengerti tentang Redagon, ia bisa lebih mempercayai dirinya.
"Ayahku juga adalah keturunan dari Diablo, sudah pasti dia memiliki kerakusan dan keserakahan yang ia inginkan, intinya sekarang... Kita sudah mengetahui rencana dan satu sama lain..."
Redagon mengeluarkan bola kristal merah yang melayang tepat di hadapan mereka, di dalam kristal itu terdapat aura kegelapan yang begitu pekat, perlahan-lahan menunjukkan jutaan tahun yang lalu.
"Biarkan aku menceritakan dan memperlihatkan dirimu tentang sejarah asli juga mengerikan di Touriverse, masa-masa dimana Diablo memimpin segalanya..."
"...sampai menakuti seluruh dewa dan Dewi tertentu, sebagiannya mencoba untuk melawannya tetapi Diablo hanya menerima mereka yang mampu mengalahkan bawahannya."
"Bawahannya itu ia dapatkan dengan kemampuan untuk mengubah seseorang menjadi Iblis yang terkendali penuh, sekali lagi... Hampir sama seperti Zombie tetapi mereka ingin berperang."
"Tanpa peperangan maka mereka akan mati dan punah begitu saja..." Kristal merah itu menunjukkan perang yang begitu mengerikan, mayat berserakan dimana-mana dan seluruh ras hanya bisa menjerit kesakitan.
Sebagian dari mereka terus terbunuh dengan cara yang sadis oleh bangsa Iblis dan mereka yang menyerah hanya akan mendapatkan kesakitan yang lebih parah lagi.
Mengubah mereka menjadi salah satu dari bangsa Iblis juga Giblis, mereka berkeliaran hanya untuk menciptakan perang yang menyebar seperti virus. Semua itu di sebabkan oleh raja Diablo, satu-satunya iblis yang memiliki harga diri yang sangat besar.
Semua tujuannya pasti akan terkabulkan dengan cepat dan mereka yang mencoba untuk melawannya hanya akan berakhir menjadi debu yang tidak tersisa.
Kekuatan yang begitu mengerikan dan dahsyat, seluruh tubuhnya sendiri adalah kekuatan yang berada di tingkatan begitu atas, tidak bisa di ukur dan tidak memiliki persentase di dalamnya.
"Biarkan aku tunjukkan pertarungan terakhir Diablo melawan Shukaku..."
***
__ADS_1
"Hah... Hah... Hah..." Shukaku berlutut di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kelelahan, semua rekan-rekannya telah kalah dan gugur dalam peperangan besar ini.
Hanya dirinya saja yang masih bertahan menghadapi Diablo yang berdiri tegak di hadapannya dengan tatapan yang terlihat senang, kali ini merasa begitu terhibur melawan seorang Legenda.
"Apakah ini kekuatan yang kau maksud, bangsa Legenda--- tidak... Seharusnya aku memberikan kehormatan yang baru bagimu, Shiratori Shukaku." Diablo berjalan mendekati Shukaku.
"Pertarungan kita telah berakhir sekarang juga, cukup menyenangkan tetapi kau hanya membuat dirimu merasa kelelahan tiada batasnya---" Shukaku melepaskan beberapa serangan senjata emas ke arah dirinya.
Diablo menangkis semua itu dan ia dikejutkan dengan berbagai macam bintang yang bermunculan, semua bintang itu melepaskan cahaya yang membentuk senjata berbeda-beda.
Jutaan senjata itu melesat ke arah Diablo dan mencoba untuk menusuknya tetapi Diablo hanya memerlukan satu pergerakan kaki untuk menghempas semua serangan itu.
"Ck...!" Shukaku menciptakan dua pedang di kedua lengannya lalu ia mencoba untuk merancang rencana agar bisa mengalahkan dirinya.
Ia hanya bisa memikirkan satu hal, kekuatan cahayanya yang masih belum di tunjukkan potensi tersembunyi di dalamnya, sekarang adalah waktu yang tepat untuk memperlihatkannya.
Jika Diablo adalah iblis yang sangat kuat dan kejam soal peperangan maka Shukaku akan mengakhirinya dengan mencatat sejarah yang sangat besar hari ini, ia meninju daratan dengan cepat.
Daratan itu melepaskan beberapa rantai yang mencoba untuk mengikat Diablo, hanya dengan menarik nafasnya saja menyebabkan semua serangan rantai itu berubah menjadi debu.
Shukaku melepaskan cahaya emas di sekujur tubuhnya lalu ia melesat ke arahnya dan melancarkan beberapa serangan yang tidak mampu melukainya, Diablo hanya bisa diam selagi tersenyum.
Ia melempar bintang tersebut ke arah Diablo, menyebabkan kehancuran dahsyat yang mampu membelah planet itu menjadi dunia.
Shukaku mulai merasa frustrasi karena iblis satu ini masih bisa bertahan ketika terkena serangan bintang dari jarak yang begitu dekat.
Daya ledakan yang bisa menghancurkan planet tidak memberikan luka apapun untuknya.
"Apakah kau sudah puas untuk menyerang? Sekarang giliran ku..." Diablo muncul tepat di hadapan Shukaku sehingga ia merasakan tekanan yang begitu tinggi, mampu untuk membuat dirinya lumpuh seketika.
Diablo memegang erat wajahnya lalu ia menghantam tubuhnya dengan belahan planet itu, satu hantaman sudah cukup untuk membuat dirinya menjerit karena terkandung dorongan dan kekuatan yang begitu besar di dalamnya.
Shukaku melalukan sebuah putaran kecil lalu ia menendang wajah Diablo sehingga ia berhasil bebas dari cengkeramannya itu, Shukaku mulai terbang menjauh dan ia bisa melihat Diablo melempar beberapa planet utuh ke arahnya.
"Dia sangat gila... Sangat-sangat gila dan mengerikan..." Shukaku melirik ke belakang, mencoba untuk menyerang tetapi tubuhnya terkena hantaman dengan planet sampai menyebabkan planet itu hancur.
"AGGGGGHHHHHHHH!!!"
"Begitu saja...? Seharusnya kau bersujud kepada satu-satunya pemimpin dan penguasa alam semesta. Aku, Diablo, akan menjadi penguasa dalam segala hal...!"
Shukaku melayang dengan tubuh yang dipenuhi dengan darah, sebagian tulangnya saja telah hancur dan remuk tetapi semangatnya untuk berjuang masih tertera di dalam dirinya.
__ADS_1
Walaupun ia sudah beberapa kali menerima beberapa luka yang fatal, ia tetap maju sampai akhir, itu harga dirinya sebagai seorang Legenda.
"Kau masih bangkit, Shukaku? Apakah ini harga diri yang selalu di miliki oleh Legenda...?"
"Kau mungkin mengubah teman-temanku menjadi iblis... Semua kekuatan yang kau dapatkan, memanglah kuat... Aku sendiri, tidak bisa... Menandinginya tetapi..." Semua luka Shukaku mulai di tutup dengan cahaya emas.
"Sebagai bangsa Legenda, aku sendiri memiliki harga diri seperti kau...!!! Tetaplah maju dan bangkit, walaupun tidak memiliki jalan sama sekali...! Tetaplah maju, itu adalah harga diriku!!!"
"Harga diri seorang Legenda dan Shiratori...!!!" Shukaku mengepalkan kedua tinjunya, membuat Diablo sedikit kesal karena ia satu-satunya Legenda yang terus maju dan bangkit tanpa harus menyerah untuk merasakan kekalahan.
"Raja Diablo...! Aku masih akan terus menantang dirimu, demi kedamaian Yuusuatouri dan seluruh semesta yang ada...!!! Aku akan menepati janjiku untuk meraih kedamaian...!!!" Shukaku melepaskan dorongan yang begitu besar di sekitarnya.
"Kalau begitu maju, biarkan Diablo merasa puas melihat perjuanganmu yang tidak ada jalan sama sekali, melawan iblis seperti Diablo tidak memiliki arti apapun..."
Shukaku memejamkan kedua matanya, mencoba untuk bertahap dan mengubah kemustahilan menjadi sesuatu yang memiliki kemungkinan besar untuk menang, tubuhnya mulai mendapatkan beberapa cahaya melalui bintang yang berada di alam semesta.
Diablo muncul di hadapan Shukaku lalu ia menghantam wajahnya sehingga tulang kerangkanya hancur, sebagian kulit dari wajahnya juga terkupas tetapi cahaya Shukaku terus membantu dirinya untuk bertahan.
"Hah... Hah... Hah..." Shukaku merasakan Diablo muncul di belakangnya, ia melepaskan aura kegelapan yang membakar tubuh Shukaku sampai sebagian kulitnya hangus dan menunjukkannya tulang-tulang hitam.
"Grrrgghhh...!!!" Shukaku terus memaksa tubuh dan jiwanya untuk tidak menyerah, ia juga mencoba untuk terus sadarkan diri agar bisa bertahan lebih lama lagi.
Tinju kanannya saat ini menyerap banyak cahaya melalui planet yang menghasilkan cahaya terutama lagi matahari, semua cahaya itu hanya berakhir berubah menjadi kegelapan yang memasuki tubuh Diablo.
Diablo muncul di hadapan Shukaku lalu ia menendang wajahnya sehingga ia terlempar ke belakang dan mengenai beberapa planet sampai menerobos masuk, menciptakan lubang yang begitu besar.
Shukaku masih bisa bertahan dan itu membuat Diablo kesal seketika, entah Shukaku itu abadi tetapi ia sendiri yakin bahwa Legenda yang berjulukan Shiratori memang keras kepala dalam menghadapi kekalahan.
"Last stand..." Shukaku perlahan-lahan melayang, ia menahan semua rasa sakit yang ia rasakan dan kedua matanya tidak bisa melihat sesuatu yang begitu jelas.
"Aku tidak menyangka... Akan terdapat seseorang sehebat dan sekuat ini, walaupun cobaan ku hanya akan berakhir dipenuhi dengan kegagalan..."
"...tetaplah mencoba!"
"Dia sangat lah berbeda dengan Shiratori Shuan... Sungguh memalukan..." Kata Redagon.
"Setiap Shiratori selalu saja mencoba dengan cara yang berbeda tetapi Shuan hanya bisa mengeluh setelah merasakan kekalahan, produk yang sangat gagal."
"Aku tidak bisa mempercayainya... Apa yang akan terjadi selanjutnya? Raja Diablo sangat lah kuat dan kau bilang Shukaku ini mengalahkannya?"
"Lihat saja dulu..."
__ADS_1