Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 735 - Penerbangan


__ADS_3

Shinobu mulai melakukan sedikit modifikasi dengan kedua lengannya itu, satu per satu ia perbaiki menggunakan obeng untuk melakukan sentuhan terakhir agar ia dapat mencoba mode baru yang ia pelajari.


Di malam hari, Shinobu tidak bisa tidur sama sekali jadi ia begadang untuk menyempurnakan kedua lengan dan kakinya agar ia bisa melakukan apapun tanpa batasan teknologi atau sistem.


Menghabiskan waktu bersama kedua sepupu dan temannya mengingatkan dirinya bahwa berjalan pergi menuju kerajaan Ghisaru dari kabinnya ini menghabiskan waktu yang cukup lama sampai ia terus mencoba sesuatu yang baru.


Sejak pagi tadi, ia terus mempelajari cara untuk bisa terbang menggunakan kedua tapak dan kaki buatannya agar ia bisa pergi kemanapun yang ia inginkan tanpa meminta Tech atau Kou.


Masih banyak sekali material dan bahan yang selalu ingin ia lihat, semuanya dapat di jadikan sebagai eksperimen dan tentunya bahan pembuatan baru untuk lengan serta kakinya itu.


"Lengan dan kaki sudah menginjak seratus persen... semua susunan atom itu sudah terjaga dengan baik di dalamnya, putri kecil." Peringat Tech.


"S-Sudah...?!" Shinobu tersenyum lebar lalu ia menatap kedua tapak tangannya yang memancarkan cahaya sisi dari penyerapannya tadi pagi.


"Baterai terjaga dengan baik... Anda bisa melakukan sedikit tes untuk terbang dan melayang secara pelan-pelan, saya akan menjaga Anda." Tech mundur beberapa langkah lalu membuka atap.


"Baiklah... semoga saja aku dapat melakukannya..." Shinobu memejamkan kedua matanya, berharap bahwa mode terbang dapat berjalan dengan baik.


"Satu persen..." Shinobu merentangkan kedua lengannya, mencoba untuk melepaskan energi yang dapat menciptakan sebuah dorongan seperti roket yang akan terbang.


Shinobu mencoba mode terbang itu menggunakan satu persen lalu dirinya terkejut seketika kedua tapak tangannya menyala sampai mengeluarkan dorongan bersama kedua tapak kakinya yang membantu dirinya melayang.


"Apakah Anda baik-baik saja, putri kecil? Detak jantung Anda bertambah cepat... pasti terkejut ya."


"S-Sedikit... A-Aku berhasil...!" Shinobu tersenyum kecil tetapi ia langsung memasang tatapan serius bahwa tes itu masih belum berjalan dengan sempurna.


Shinobu mematikan dorongan yang terlepas melalui kedua tapaknya untuk mencoba melayang menggunakan kedua kakinya saja yang masih melepaskan energi dorongan itu.


Tubuhnya terus ia seimbangkan sehingga dirinya sudah merasa cukup puas untuk bisa melayang walaupun sedikit, ia kembali mendarat dan menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya pelan.


"Naikkan persentase... lima..." Shinobu melepaskan dorongan pembakar lainnya sampai ia melayang lalu bergerak ke kiri dan ke kanan selagi menyeimbangkan tubuhnya itu.


"W-Wahhh... uwahhh...!" Shinobu terlihat ketakutan dan bahagia dalam waktu yang sama karena ia dapat melayang tetapi dirinya tidak dapat mengendalikan pergerakan tubuhnya untuk pergi kemana.


Ia mulai menenangkan pikirannya lalu bersikap percaya diri, ia menyeimbangkan tubuhnya dengan mendekati kedua kakinya itu agar menjaga keseimbangan dengan baik dan benar.


Shinobu melepaskan dorongan melalui tapak kanannya ke depan sampai ia melayang ke belakang, setelah itu ia menggunakan tapak kirinya untuk mendorong dirinya ke depan.


"W-Wahhh...!" Mata Shinobu berbinar-binar seketika karena ia belajar secara perlahan sampai dirinya tidak sabar untuk menulis semuanya di dalam jurnal.


Shinobu kembali mendarat lalu ia menatap kedua lengannya, "Aku benar-benar bisa terbang...!"


"Selamat, putri kecil. Tes melayang telah berjalan dengan sempurna, rekor baru untuk Anda." Tech mulai bertepuk tangan untuk merayakan keberhasilan Shinobu.


"Kalau begitu... langsung saja melakukan penerbangan yang asli!" Seru Shinobu yang terlihat bersemangat bahwa dirinya ingin secepatnya menyentuh langit malam yang terasa dingin.


"Putri kecil... mungkin saya harus menghentikan dirimu di sana, Anda harus melakukan tes dengan persentase dari kekuatan penerbangan itu..."


"Koneko akan berjuang...! Aku ingin langsung terbang... dengan semua kesalahan yang aku perbaiki, semoga saja tes ini dapat berhasil dengan baik dan benar!" Shinobu merasa percaya diri berkat pikirannya sendiri.


"Kalau begitu di persilahkan untuk menggunakan lima puluh persen agar bisa terbang tinggi ke atas langit, jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan..."


"...saya akan datang dan menyelamatkan Anda." Tech mempersiapkan mode terbang juga agar ia dapat menyelamatkan Shinobu jika terjadi suatu kesalahan.


Shinobu menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembusnya pelan sehingga dirinya sekarang merasa termotivasi, semua itu untuk bisa bersikap mandiri agar dapat mencari material dan bahan yang ia inginkan.


"Koneko... akan berjuang...!" Ungkap Shinobu sehingga ia melepaskan dorongan pembakaran melalui kedua tapak dan kakinya sampai ia mulai melayang ke atas.


Perasaan yang ia rasakan saat ini takut tetapi semua ketakutan itu di kalahkan oleh rasa percaya diri dan keberaniannya untuk menyelesaikan mode penerbangan sekarang juga.

__ADS_1


Tanpa berpikir dua kali, Shinobu langsung melepaskan lebih banyak dorongan sampai ia terbang ke atas langit dengan kecepatan yang normal sampai tubuhnya menerima embusan angin yang terasa dingin.


“Uwaaaahhhhhhhhh...!!!"


Shinobu melepaskan suara yang begitu bahagia ketika ia berhasil meninggalkan darat, ia sekarang dapat merasakan embusan angin yang begitu dingin dari atas langit.


Shinobu mulai terbang ke sebelah kiri dengan keseimbangan yang terus ia jaga agar dirinya tidak terjatuh atau melakukan kesalahan lain, "Percobaan yang hampir menginjak lima puluh...!"


"...b-berhasil...! Aku terbang..." Shinobu tersenyum selagi menatap ke depan, semuanya terlihat begitu gelap tapi penglihatan memberikan cahaya yang membantu dirinya melihat di keadaan gelap.


Shinobu berniat untuk pergi menuju kerajaan Ghisaru dengan penerbangan yang berhasil ia lakukan, ia melepaskan sepuluh persen kekuatan lainnya sampai kecepatan terbangnya bertambah.


Shinobu melesat maju menuju arah timur sampai ia sempat melihat pemakaman yang berhasil di lewati oleh dirinya, "Hehehe~ A-Aku berhasil...!"


"Mama pasti akan senang melihat diriku terbang..." Shinobu tersenyum polos sehingga dirinya melihat tembok kerajaan Ghisaru, ia mulai terbang lebih atas untuk melewatinya.


Shinobu mendarat di atas tembok itu lalu ia terkekeh kecil karena usahanya untuk memperbaiki semua kesalahan dan kegagalan dalam tes terbang itu akhirnya memberikan dirinya hasil yang begitu memuaskan sampai ia berhasil terbang.


"E-Embusan angin di malam hari... terasa begitu dingin..." Shinobu tersenyum selagi melihat pemandangan bangunan yang dipenuhi cahaya lampu.


"Putri kecil, nona Kou melarang Anda untuk pergi lebih jauh dari kabin dan kerajaan Ghisaru..." Peringat Tech.


"Mm...! Mengerti... ayo, kita pulang." Shinobu menatap Tech yang mendarat di sebelahnya.


"B-Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang harus aku tulis...!" Shinobu tersenyum lalu ia melayang dan ke depan dengan bantuan dari kedua tapak dan kakinya.


"Apakah Anda tidak mengantuk...?"


"Aku tidak mau tidur... masih banyak tugas yang belum terselesaikan."


"Baiklah, saya akan terus menjaga Anda, putri kecil."


Koizumi mendarat di atas atap untuk melihat situasi di kerajaan Lezento, semuanya terkendali dengan aman tetapi ia bisa melihat lubang yang begitu besar di sebelahnya sampai banyak sekali kesatria yang sedang melihat lubang itu.


"Lubang sebesar itu... sudah pasti di sebabkan oleh ledakan." Ungkap Koizumi sehingga dirinya mengingat perkataan Hinoka.


"Legenda yang melukai Koneko... memiliki bom yang akan menghitung mundur sampai meledak, aku mengubah pakaiannya menjadi bom waktu..."


"...ledakan yang di sebabkan akan besar karena luka yang ia berikan kepada Koneko... tidak bisa di maafkan begitu saja." Kata Hinoka.


"Ternya benar... aku tidak menyangka Hinoka memiliki sihir yang begitu mengerikan, mengendalikan realitas dan mengubahnya menjadi ledakan atau bom yang ia inginkan." Koizumi mulai masuk ke dalam semak-semak untuk mendengar percakapan mereka.


"Ledakan ini tidak bisa di sebut sebagai serangan mendadak dari musuh..." Kata kesatria itu selagi menulis beberapa bukti dari saksi mata.


"Terakhir aku melihatnya... Legenda itu lari berlari-lari seperti mencari seseorang tetapi ia tidak sempat karena tubuhnya meledak seketika."


Pemimpin kesatria mulai datang untuk melihat ledakan itu secara langsung sehingga ia yakin insiden ini terjadi tanpa sepengetahuan apapun, kemungkinan besar terdapat mata-mata di sekitar sini.


"Ledakan yang cukup besar... apakah benar tidak ada satu pun sisa tubuh yang terlihat?" Tanya pemimpin itu.


"Tidak, tuan.. Tubuh mayat itu kemungkinan besar berubah menjadi debu."


"Tetapi tidak ada debu yang aku temukan di dalam lubang itu, semuanya terasa seperti hancur tanpa menghilangkan jejak atau sisa apapun kecuali lubang besar ini."


"Sihir ledakan yang cukup mengerikan... bahkan tidak memiliki kandungan apapun dengan sihir api atau atom." Pemimpin itu mulai memegang dagunya.


Koizumi mengeluarkan sebuah belati lalu ia menghentikan waktu selama lima detik, "Satu detik..."


Koizumi maju ke depan lalu melepaskan satu pukulan ke arah setiap kesatria yang berada di sekitar lubang itu, "Dua detik..."

__ADS_1


Koizumi membelah dada mereka menggunakan belati itu, "Tiga detik..."


Koizumi mengeluarkan jantung yang mereka miliki lalu menghancurkannya sehingga ia menggunakan dua detik terakhir dengan menebas leher pemimpin itu lalu membawanya pergi.


"Empat detik..."


Koizumi mengangkat belatinya ke atas lalu ia menusuknya ke atas daratan yang sudah terkandung banyak sihir Crimson di dalamnya.


"Waktu... kembali berjalan." Koizumi melompat ke atas atap sehingga terjadi ledakan gelombang sihir Crimson di sekeliling lubang itu sampai membakar Legenda yang berhasil ia lukai.


""AAAAAHHHHHHHHH...!!!""


Semua warga yang melihat gelombang Crimson itu langsung panik seketika karena terdapat serangan mendadak muncul sampai kesatria lainnya mulai berdatangan untuk melindungi para warga.


Mereka semua mulai mencari penyusup itu tetapi tetap tidak bisa menemukan pemberontak itu, melihat sihir Crimson itu mereka yakin bahwa seorang keturunan Comi penyebabnya.


"... ..." Koizumi melempar kepala pemimpin itu kepada rekan pemberontak di belakangnya.


"Misi pemberontakan kita sudah selesai... bukti untuk mendapatkan kepala pemimpin busuk itu sudah selesai, lebih baik kita--- AAAHHHHHHHH!!!"


Koizumi melebarkan matanya lalu ia menoleh ke belakang, melihat rekannya tertusuk di bagian dada oleh seorang kesatria yang memiliki zirah begitu indah seperti luar angkasa.


Rekannya itu tertusuk oleh suatu benda yang begitu panjang dan tajam, di ujungnya ia bisa melihat tetesan cairan yang menyentuh atap sampai menghilangkan sampai ia yakin kesatria itu kuat.


"... ..." Koizumi mulai melakukan telepati dengan rekannya yang lain untuk segera mundur sebelum mereka berpapasan dengan kesatria satu ini.


Rekan di hadapannya mulai berubah menjadi tulang seketika sampai kesatria itu mulai menggerakkan senjatanya sehingga Koizumi mengangkat alisnya ketika ia menyadari senjatanya itu berasal dari zirah di belakang bokongnya.


"Ekor kalajengking ya..." Koizumi mulai berbicara.


"Akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang memiliki kaitan besar..."


"Kaitan besar...?"


"Ya, kau pasti berkaitan dengan Neko Legenda yang sedang di cari... seorang Neko Legenda yang menghasilkan banyak uang ketika kita berhasil menangkapnya." Kesatria itu menggerakkan ekor kalajengking.


Zirahnya itu terlihat jelas seperti seekor kalajengking sampai Koizumi perlu menjaga jarak agar tidak menerima racun yang mengubah dirinya menjadi tulang.


Di bagian dadanya juga terdapat sebuah lambang yang terbentuk melalui bintang sampai ia tidak begitu mengetahui lambang tersebut tetapi zirahnya itu terus menghasilkan cahaya biru tua seperti luar angkasa.


"Time Prediction..." Koizumi mencoba untuk melihat prediksi masa depan, ternyata kesatria itu tidak melakukan serangan apapun kecuali mengeluarkan sebuah gambar.


Semua rekannya memperingati Koizumi untuk segera mundur tetapi ia ingin melihat keras yang akan di keluarkan oleh kesatria tersebut, ia bisa melihat dirinya mulai mengeluarkannya dari dalam saku.


"Apakah kau mengenal dia...? Kau pasti mengenal dirinya." Kesatria itu menunjukkan gambar Shinobu dengan angkat ratusan juta di bawahnya.


"Jika aku berhasil menangkap dirinya maka imbalan yang aku dapatkan banyak sekali... ratusan juta sudah bisa melihat apapun..."


Koizumi mengepalkan tinjunya lalu ia menggunakan Time Prediction untuk melihat apa yang akan terjadi ketika ia menyerang, satu pukulan bisa ia lihat melesat sampai mengenai zirah kesatria itu.


"... ...!" Koizumi melihat tinjunya meleleh seketika ketika ia mencoba untuk menyerah dirinya, sepertinya ia benar-benar harus mundur karena sudah mendapatkan informasi tambahan.


Koizumi menunjuk belatinya untuk menariknya kembali lalu ia melepaskan gelombang Crimson ke depan lalu menghentikan waktu untuk melarikan diri.


Kesatria tidak melakukan pergerakan apapun karena sihir tersebut meleleh ketika menyentuh zirahnya sampai ia melihat Koizumi sudah menghilang.


"Pemberontak sialan..."


"...aku meminta baik-baik dan ia melarikan diri."

__ADS_1


__ADS_2