
Setelah mereka merayakan pesta pengangkatan jabatan menjadi pemberontak asli, Shinobu tidak lupa untuk membeli obat demam agar Kou bisa sembuh secepat mungkin.
Shinobu mulai melambaikan tangannya kepada kedua sepupu dan temannya karena ia akan pergi sendiri menuju rute yang berbeda, awalnya Koizumi ingin menemani tetapi Shinobu dapat menjaga dirinya sendiri dengan baik ketika terbang.
Shinobu meningkatkan seluruh kecepatannya untuk segera pulang karena ia ingin memberikan obat dan bubur itu kepada Kou.
Tidak menghabiskan waktu selama satu menit karena kecepatan terbangnya mampu menyempatkan dirinya untuk sampai lebih awal, ia mendarat di atas hadapan kabinnya lalu melihat sebuah sendal yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
"A-Aku pulang..." Kou masuk ke dalam kabinnya lalu melihat seorang gadis kecil yang sedang mengusap tubuh Kou dengan sapu tangan yang dibasahi oleh air hangat.
"Koneko... syukurlah kamu baik-baik saja..." Kou tersenyum ketika melihat Shinobu pulang dengan selamat, ia terus mengkhawatirkan dirinya yang berjuang sendirian untuk mencari berlian demi membeli sebuah obat.
Shinobu terkejut ketika melihat Kou sudah bangun, saat ini sedang duduk di atas kasur dengan sapu tangan basah yang menempel di keningnya, ia terlihat biasa saja sekarang sehingga Shinobu tidak melihat gejala demam lainnya.
Ia juga dikejutkan dengan kehadiran gadis kecil itu yang bisa disebut sebagai neneknya yaitu Megumi, "Selamat datang kembali, Shinobu..."
"...apakah kamu membawakan sesuatu untuk Mamamu yang sedang sakit?" Tanya Megumi yang melihat Shinobu mendekat lalu memberikan Kou sebuah pelukan erat bahwa ia terlihat biasa saja sekarang.
"Syukurlah... Mama baik-baik saja... Koneko sangat senang..." Shinobu menggerakkan ekornya cepat lalu mengusap pipinya dengan pipi Kou.
Kou langsung tersenyum lembut dan memberikan dirinya sebuah kecupan di bagian pipi selagi mengelus kepalanya bahwa ia melihat Shinobu bersikap mandiri sepanjang hari untuk menjual jurnalnya demi mendapatkan sebuah obat.
"Nenek... T-Terima kasih karena sudah datang... pasti Nenek memberikan sesuatu untuk Mama ya...?" Tanya Shinobu.
"Benar, kondisi Mamamu akan baik-baik saja, apa yang ia butuhkan hanya istirahat panjang tanpa melakukan apapun agar semua penyakitnya bisa hilang..." Megumi mengambil kantung yang Shinobu bawa.
"Obat ini juga mungkin membantu Kou untuk menahan semua rasa sakit dan penyakit itu agar ia dapat melihat dan memperhatikan dirimu, Shinobu." Megumi menggunakan Golden Life untuk memasukkan efek di dalam setiap obat itu.
Setiap Kou meminum obat itu maka semua penyakit dan kutukannya dapat tertahan sampai batas waktu kehidupannya tiba, hanya saja ia dilarang untuk melelehkan tubuhnya itu.
Shinobu melihat sebuah kursi roda di sebelahnya, mungkin Kou sudah tidak bisa bergerak lagi jadi ia membutuhkan kursi itu untuk pergi mengunjungi Shinobu ketika ia sedang bekerja, berlatih, dan belajar.
"Syukurlah... terima kasih, nenek... aku senang melihat Mama sehat selalu seperti ini..." Shinobu memberi Megumi sebuah pelukan juga lalu ia terkekeh dan membalas pelukannya.
Kou terus memperhatikan Shinobu yang sejak pagi pergi sendiri untuk membeli obat, sikap mandiri seperti ini sudah cukup untuk membuat dirinya percaya dan yakin Shinobu akan berkembang suatu saat nanti.
"Shinobu, apakah kamu tidak keberatan jika Nenek tinggal bersama kalian untuk beberapa hari saja?" Tanya Megumi.
Ekor Shinobu langsung naik karena ia ingin sekali Megumi tinggal bersama mereka agar bisa menjaga Kou yang sedang sakit dan tentunya melatih dirinya tentang sihir seperti pembangkitan Lenergy juga cahaya agar suatu saat nanti ia siap.
"T-Tentu...!"
Megumi tersenyum senang karena ia mendapatkan izin untuk tinggal, "Maaf ya... Kakekmu tidak bisa datang untuk melatih dirimu, ia masih memiliki tugas di kuil dan dimensi cahaya."
"Tidak apa... Kakek sudah berjanji... bahwa aku suatu saat nanti akan di ajak untuk melaksanakan latihan yang ia sediakan." Jawab Shinobu dengan senyuman polos.
Melihat Shinobu yang terus bersemangat seperti itu membuat rasa khawatir Kou hilang seketika, ia sudah tidak perlu lagi mengharapkan sesuatu yang negatif dari keturunan campuran Comi dan Shiratori.
"Nenek... aku ingin meminta sesuatu..."
"Mm? Apa itu?" Tanya Megumi.
"Tolong... Tolong latih aku... tentang sihir dan pembangkitan Lenergy agar mampu mempelajarinya sendiri..." Shinobu menundukkan kepalanya kepada Megumi.
"Boleh kok~ Kita lakukan besok pagi ya, sekarang Nenek ingin melakukan beberapa pemulihan untuk Kou agar ia bisa tidur nyenyak setiap hari." Megumi melanjutkan pekerjaannya untuk mengusap punggung Kou dengan sapu tangan hangat itu.
__ADS_1
"Hore~ Berlatih~ membangkitkan Lenergy..." Shinobu tersenyum lebar lalu ia melompat-lompat sampai membuat Kou dan Megumi terkekeh karena mereka langsung mengingat sifat seseorang di dalam tubuhnya itu.
"Tidak pernah ada yang namanya Shiratori membenci latihan dan belajar ya... Sungguh kombinasi yang baik..." Kou terkekeh melihat Shinobu terus mencoba untuk bertambah kuat.
Mungkin karena berhasil di culik oleh seorang kesatria, rasanya semua latihan dan ciptaan yang ia buat masih belum cukup untuk memberanikan dirinya bertarung sampai mengakhiri lawan dengan membunuhnya.
***
Keesokan harinya, Shinobu mulai membawa kedua sepupu dan temannya untuk datang berlatih di halamannya, Megumi dengan senang hati akan mengajarkan pengendalian dan pembangkitan Lenergy kepada anak-anak.
"Jadi dia ya... orang yang berhasil membantu Tante Hana untuk mengalahkan raja brengsek itu." Ungkap Koizumi selagi menatap Megumi yang sedang memetik beberapa bunga untuk di jadikan mahkota.
Mahkota itu langsung ia pasang kepada Shinobu sehingga ia tersenyum lebar lalu bersikap layaknya seperti gadis yang kelebihan gula karena ia sangat menyayangi Megumi yang sering memberikan dirinya pelajaran.
"Sepertinya Shinobu terlihat berbeda ketika bersama seorang Legenda Legendaris seperti Shiratori Megumi... dia terlihat lebih bahagia dan ceria..." Konomi terkekeh.
"Uwahhh~ Imutnya~ tubuhnya yang begitu kecil... aku ingin merabanya~" Hinoka menggerakkan kedua tapaknya tetapi keningnya menerima satu sentilan dari Koizumi.
"Baiklah, mari kita memulai latihan itu agar kalian dapat melakukan penambahan apapun yang kalian inginkan." Megumi mulai bertepuk tangan lalu mengumpulkan mereka.
"Wah, wah, aku melihat lima Legenda pemberontak yang sudah siap untuk menjalankan misi ketika berhasil menguasai [Lenergy Control]."
Mereka semua berbaring lalu membuat sebuah lingkaran selagi menatap Megumi yang sedang memejamkan kedua matanya untuk mengumpulkan ketenangan.
Setelah itu, ia mendekati kedua tapaknya dalam jarak yang dekat sampai mereka dikejutkan oleh sumber cahaya yang muncul seketika tanpa harus menyerap atau menggunakan sesuatu.
Semuanya keluar secara alami sampai mereka semua terkejut, Koizumi yang tidak pernah menguasai Lenergy Control bahkan sampai terkesan melihatnya karena sihirnya muncul begitu alami, tidak secara di paksa.
"Anak-anak, kalian melihatnya bukan? Sumber cahaya yang keluar melalui kedua tapak ini menghasilkan cahaya yang tercipta melalui Lenergy di dalam tubuhku."
Sejak kecil Rokuro hanya mengajarkan dirinya bela diri dan semua kemampuan alami tanpa harus mengeluarkan Lenergy sampai ia sekarang membutuhkan latihan penting ini.
"Kalian pasti sudah mengetahui apa itu sumber Lenergy yang berada di dalam tubuh kita masing-masing?" Tanya Megumi.
"Lenergy adalah sumber kehidupan dan energi yang dapat kita gunakan untuk melakukan apapun seperti mengeluarkan sihir, menggantikan tenaga, dan hal-hal berguna lainnya." Kata Konomi.
"Itu benar... setiap Lenergy sudah pasti akan memiliki sumber energi yang bisa di sebut sebagai inti dari segalanya agar kita dapat melakukan apapun berdasarkan pertarungan, kehidupan sehari juga bisa."
"Setiap ras juga pasti memiliki sumber energi sihir yang berbeda, lebih mudah di sebut itu Mana yang di milik oleh Manusia."
"Sebenarnya Lenergy itu juga tidak jauh dari Mana tetapi mengandung lebih banyak keuntungan, Lenergy adalah gabungan dari segala hal yang berkaitan tentang kehidupan termasuk energi sihir berbeda yang bersatu menjadi satu!"
"Lenergy juga dapat menjadi sebagai sumber cadangan... misalnya jika kita bernafas di dalam air maka Lenergy akan membantu kita bernafas dimana pun tempatnya tanpa kesulitan."
"Setiap kita kehilangan daging atau terluka seperti tertusuk maka Lenergy juga dapat menciptakan sel, jaringan baru, sampai menciptakan daging yang baru tetapi jauh lebih kuat!"
"Hanya saja tidak semua orang mengetahui kegunaan Lenergy dalam kehidupan sehari karena mereka lebih mengutamakan nya dalam pertarungan dan peperangan karena kita harus tetap fokus untuk bertambah kuat!"
"Ako, bolehkah aku melihat warna dari Lenergy mu?"
"Setiap Lenergy memiliki warna yang berbeda berdasarkan sihir elemen yang di miliki... jika orang itu memiliki sihir elemen maka warnanya akan terlihat putih."
Ako mengangguk, ia mendekati kedua tapaknya lalu memfokuskan semua Lenergy yang berada di seluruh tubuhnya untuk keluar melalui kedua tapaknya sampai menciptakan bola pelangi kecil yang bersinar.
"Pelangi ya... ternyata Ako mewariskan semua elemen sihir, itu cukup menakjubkan." Megumi tersenyum lalu meminta semua orang untuk menunjukkan Lenergy mereka.
__ADS_1
Megumi melihat Hinoka memiliki Lenergy yang berwarna merah tua yang sudah jelas berkaitan dengan api sedangkan Koizumi campuran dari hitam dan merah karena elemennya itu kegelapan serta api.
Konomi memiliki warna Lenergy campuran dari merah dan biru muda yaitu api es, Megumi menatap Shinobu yang menghadapi kendala karena tidak bisa mengendalikan Lenergy.
Dia sendiri sudah beberapa kali mencobanya tidak bisa karena kedua lengan dan kaki palsunya tidak mengandung Lenergy apapun, berbeda dengan Legenda biasa yang sejak lahir dipenuhi Lenergy di sekujur tubuh mereka.
Seperti air yang harus mereka minum sebanyak seratus persen, Lenergy juga seperti itu, jika Lenergy sempat habis maka mereka akan merasa lelah dan sakit.
Bagi Legenda yang sudah menguasai semua tahan Lenergy maka sudah tidak bisa di bilang masalah karena sumber Lenergy itu akan terus bertambah seperti melakukan regenerasi yang tidak bisa dapat di hentikan.
"Shinobu, coba fokuskan pikiranmu lalu campurkan semua emosi yang kau sedang rasakan... metode ini juga dapat di gunakan untuk merasakan esensi dan keberadaan seseorang." Perintah Megumi.
Mereka mendengarnya dengan jelas sehingga mencoba untuk menenangkan pikiran lalu mencampur emosi yang di rasakan sampai mereka dapat merasakan esensi orang tua mereka yang berada di jarak yang jauh sekali.
"S-Seperti melakukan meditasi..." Konomi terkejut ketika berhasil merasakan keberadaan Mitsuki.
"Uwah~ Kalau begini, kita dapat bermain petak umpet lebih mudah, te-he~" Hinoka terkekeh karena ia merasa senang bisa menguasai pendeteksi keberadaan seseorang secara alami.
Shinobu mulai melakukan tahapan yang Megumi sebutkan pelan-pelan sampai otaknya terus mencernanya dengan cepat sehingga ia dikejutkan oleh beberapa keberadaan yang bisa ia rasakan.
Bukan itu saja tetapi pendengarannya mendengar jelas energi di dalam tubuhnya yang terus berputar sampai ia dapat mengendalikan inti Lenergy di dalamnya itu untuk masuk ke dalam lengan dan kaki buatannya.
"Kekuatan dan energi telah menginjak seratus persen terkendali." Peringat Tech sehingga Shinobu berhasil memindahkan Lenergy itu yang ternyata berkumpul cukup banyak di dalam tubuh bagian tengahnya.
"Aku bisa, nenek...! A-Aku bisa...!"
Shinobu mulai melompat-lompat sehingga ia sudah mengetahui perasaan untuk memindahkan dan merasakan Lenergy dengan ajaran Megumi yang sangat dimengerti oleh dirinya.
"Kalau begitu... coba keluarkan sumber Lenergy emas itu." Megumi tersenyum lalu memperhatikan Shinobu yang mendekati kedua tapaknya.
Tidak lama kemudian mereka semua mulai mendekati Shinobu sampai membuat dirinya bertambah gugup lalu melarikan diri karena perasaan malunya yang tidak ingin menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian.
"Ahahaha~ Lebih baik kita menunggu dari jauh saja..." Hinoka mundur beberapa langkah lalu ia duduk di atas tanah, mencoba untuk mencari keberadaan Legenda lainnya.
"Maaf ya, anak-anak, Shinobu tidak akan bisa fokus jika kalian mendekati dirinya seperti itu sampai ia menjadi pusat perhatian." Megumi terkekeh lalu ia mendekati Shinobu yang sedang bersembunyi di balik pohon.
Dirinya tetap melanjutkan proses latihan itu selagi menyatukan kedua tapaknya sampai mengeluarkan cahaya emas yang begitu indah sehingga mata kirinya mulai mendeteksi beberapa partikel yang memberikan dirinya informasi.
"Jadi ini ya... L-Lenergy..." Shinobu tersenyum lembut sehingga Megumi mengejutkan dirinya dengan tepukan tangan.
"Wah...!" Shinobu menatap Megumi lalu ia menghela nafasnya karena dirinya tadi sudah berhasil untuk melakukannya.
"Ayo, lanjutkan~ fokusmu harus tetap terjaga agar bisa mengeluarkan Lenergy tanpa sedikit masalah, biasakan lah, Shinobu..."
Shinobu mengangguk lalu ia mendekati kedua tapaknya itu sampai menghasilkan cahaya yang membentuk bulat, Lenergy emas yang Shinobu keluarkan terlihat sangat murni sampai terasa seperti matahari kecil.
"Selamat, Shinobu..."
"...kamu lulus mengikuti ujian untuk mengeluarkan Lenergy, aku merasa puas melihat Lenergy semurni ini karena selalu kau juga di dalam tubuh bagian tengah."
Megumi tersenyum bangga melihat Shinobu belajar begitu cepat karena pengalaman dan ilmu pengetahuan yang selalu ia dapatkan di dalam buku tentang latihan.
Pikiran dan otaknya juga mencerna semua tahapan dan informasi itu dengan mudah berkat Shinobu yang setiap hari selalu tenang dan bersikap polos.
"Wahhh~ Jadi ini ya..."
__ADS_1
"...Lenergy."