
Shira's POV
Zzzzssss..... Zzzzsssss....
Suara hujan yang mulai berdatangan dari langit, hujan-hujan itu berbeda dari hujan biasa karena bukanlah air yang berjatuhan melainkan darah yang berjatuhan. Entah kenapa semua ini bisa terjadi, tetapi seperti yang aku ingat beberapa menit yang lalu... Semuanya hancur karena sebuah sihir meteor api yang memiliki ledakan dahsyat sampai-sampai tidak ada korban selamat melainkan korban yang sudah kehilangan nyawa dan korban terluka parah seperti diriku ini dimana aku tidak bisa lagi menggerakkan kedua kaki-ku... Rasanya seperti kedua kaki-ku sudah tidak bisa aku ambil alih dan gerakan seperti biasanya.
Ledakan tadi adalah ledakan yang tidak akan aku bayangkan lagi karena saking besar dan menakutkannya, semuanya sudah jelas berpisah termasuk diriku yang mendarat entah dimana dan dijatuhi oleh hujan darah. Aku tidak bisa melihat Megumi, Korrina, dan yang lain... Tubuhku terasa lemah dan jantung-ku berdetak pelan, kedua lubang hidungku tidak bisa menghirup oksigen lagi lantas kedua paru-paruku yang terasa sesak.
Aku hanya bisa menatap langit-langit dimana semua tetesan darah hujan mengenai seluruh tubuhku termasuk kedua mataku, apa yang harus aku lakukan sekarang ini? Kenapa aku hanya diam ketika aku melihat pasukan iblis dan naga tadi...? Apa yang mereka mau sampai-sampai aku diserang!?
"PERSETAN!!!!" Teriakku keras sehingga aku melihat semua burung yang sedang berteduh di dalam pohon mulai terbang keluar melarikan diri karena suaraku yang terdengar cukup mengerikan untuk mereka, "Yahh... Semoga saja... Hidupku tidak berakhir seperti ini..."
Normal's POV
Semua orang sudah jelas akan terpisah dan mendarat ditempat yang asing, tetapi Korrina tidak karena kacamata miliknya yang ia simpan di saku-nya mulai membuka akses sayap kecil di bagian lensa-nya lalu Tech terbang menuju arah Korrina, "... ..." Korrina membuka kedua matanya dengan perlahan-lahan lalu ia melihat Tech yang melayang di depannya, Korrina mencoba untuk menggerakkan jari-jari di lengan kanannya yang terasa lemas lalu ia mengambil kacamata tersebut dan menggunakannya.
"Tech..."
"Aku mendengarmu, Korrina."
"Dimana kita...?"
"Luar angkasa dimana kau berpotensi jatuh menunjuk semesta Yuutouri atau Yuusuatouri. Bersiaplah untuk mendarat di antara kedua semesta itu, Korrina." Ucap Tech, Korrina mencabut tiga helai rambut-nya lalu ia memakan dan mengunyah-nya, seluruh kondisi Korrina kembali pulih lalu ia bisa kembali melayang di luar angkasa selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Apa yang terjadi... Sebelumnya...?" Tanya Korrina.
__ADS_1
"Segerombolan pasukan iblis menyerang turnamen dan akademi itu sampai benar-benar hancur. Tidak ada sisa dari akademi atau turnamen itu dan terdapat banyak korban jiwa serta korban yang terluka." Tech memberitahu Korrina dan ketika ia mendengar hal itu, kedua matanya mulai berkaca-kaca sampai mengeluarkan air mata karena ia mengingat Haruka, Agfi, dan juga Rexa yang bisa saja tidak selamat, apalagi Haruka yang masih bayi, "Agfi... Rexa... Haruka..." Ucap Korrina pelan.
"Cari mereka... Tech... Anak-anakku..."
"Maafkan saya, Korrina. Agfi, Rexa, dan Haruka tidak bisa aku temukan. No data is detected, mereka berpotensi pergi ke suatu tempat yang belum kau ketahui." Ucap Tech. Ketika Korrina mendengar itu ia tahu bahwa serangan tadi sangatlah dahsyat sehingga menyebabkan banyak korban terluka dan kehilangan nyawa mereka, ketika ia mendengar bahwa ketiga anaknya tidak bisa lagi ditemukan, ia tahu bahwa mereka bisa saja mati atau pergi ke suatu tempat.
Korrina mengepalkan kedua tinjunya selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal, "Sialan...!!! PERSETAAAAN!!!" Teriak Korrina keras sehingga ia memunculkan aura sacred-nya yang berwarna biru tua.
~TO BE CONTINUED IN NOVEMBER OR DESEMBER~
~FINAL TRAILER~
Semua mortal yang berada di perbatasan Touri dimana mereka semua berada disitu karena mereka dipilih sebagai peserta akademi atau peserta turnamen dimana pemenang akan mendapatkan sebuah barang yang dapat mengabulkan segala permintaan, sayang sekali semua itu gagal dan hancur karena serangan pasukan iblis yang dahsyat sehingga menyebabkan banyak korban jiwa dan terluka. Satu-satunya peserta yang berhasil permintaan-nya dikabulkan adalah Oni Majin.
Haruka tersesat di semesta Yuutouri yang mengartikan dia terbangun di rumah sakit dengan seorang dokter dan suster yang menunggunya, "Apakah kau tidak apa-apa?" Tanya dokter itu.
Shizen terbangun di sebuah danau yang terasa dingin untuk tubuhnya, ia melihat beberapa Elf yang sedang berenang di danau itu dan mencoba untuk menyelamatkannya. Semuanya baik-baik saja, tetapi mereka terluka parah dan tersesat. Mereka juga berkemungkinan tidak bisa pulang jika mereka tidak bisa terbang menuju luar angkasa.
"... ..." Sesosok gadis yang sedang memakai jubah hitam mulai menatap Shira yang terbaring di atas tanah selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat putus asa karena tubuhnya terasa lemas sehingga ia tidak bisa lagi menggerakkan tubuhnya. Gadis itu melihat kedua mata Shira yang kosong layaknya jika dia berada lama di tempat seperti ini selama beberapa jam maka dia akan mati serta hujan darah itu terus berlangsung sampai beberapa hari, "Bagaimana Legenda sepertimu bisa datang seputus asa ini...?" Tanya gadis itu.
Gadis itu mulai berlutut lalu meraba dada Shira dan merasakan sumber cahaya di dalamnya, "S-Saint Light...?"
Serangan yang belum pernah dilaksanakan sebelumnya.
__ADS_1
"Aku akan menaklukan semuanya... Semuanya akan menjadi milikku sekarang, Shira. Apa itu seorang Legenda bagi calon dewa seperti-ku, hah? Aku adalah Dewa sekarang." Ucap Rxeonal yang mulai menunjukkan ekspresi jahatnya.
"Apa itu dewa bagi seseorang yang tidak memiliki kepercayaan apapun." Jawab Shira.
Rxeonal The Demon Lord II
"Apa maumu datang ke Realm of Oath, iblis? Apakah kau tidak sadar bahwa kau baru saja masuk ke wilayah terlarang? Kau ini adalah mortal biasa." Ucap seorang dewa Oath yang sedang menatap Rxeonal, tiba-tiba sebuah naga besar yang berada di belakang dewa itu mulai mengaum, "Ohhh... Dewa Oath Zoiru..." Ucap Rxeonal yang mulai sujud kepadanya.
"Aku ingin berbicara tentang sesuatu hal yang penting denganmu." Ucap Rxeonal.
Panggilan Pahlawan yang sebenarnya telah datang.
Shira bangkit dari atas tanah dengan kondisi yang dipenuhi luka, Rxeonal bisa lihat bahwa dirinya adalah seorang Legenda yang tidak mengetahui arti dari menyerah. Bahkan ia bisa melihat seluruh tubuhnya bergetar karena lelah, Shira memegang Luz Legendaria-nya sampai pedang itu bersinar cerah, "Legenda... Tidak akan menyerah... Sampai... Kita melakukan tujuan kami." Ucap Shira, semua rekan yang bertarung bersamanya telah terbantai habis sampai mati dan tidak bisa bangun lagi, hanya dia satu-satunya yang masih bertahan.
Rxeonal menyilangkan kedua lengannya selagi menatap Shira, ia seharusnya bahwa dia sendiri dikepung oleh pasukan iblis tingkat tinggi dan tangguh bahkan beberapa prajurit dari wilayah Crimson-pun datang dan mengepung bagian langit, Shira hanya bisa berdiri sendiri selagi menatap semua musuhnya yang berjumlah lebih dari jutaan, "Aku tahu kau memiliki pasukan terhebat, tetapi... Apakah pasukan itu mampu mengalahkanku?" Tanya Shira.
Shira melesat menuju arah Rxeonal lalu ia teriak untuk terakhir kalinya karena ia ingin mati seperti Legenda yang layak yaitu terus bertarung walau musuhmu jauh lebih kuat dari dirimu sendiri, "AHHHHHHHHH!!! LEGENDS NEVER DIESSS!!!" Teriak Shira sendiri.
SPECIAL CHAPTER I - THE MADNESS OF DEMON-LORD AND GRAND-CRIMSON GOD
COMING NOVEMBER OR DESEMBER!!!
~ZUUSUATOURI: LUZ DEMONIO COMING 1ST OCTOBER~
__ADS_1
SAMPAI JUMPA DI BULAN NOVEMBER DAN DESEMBER