Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 700 - Tidak ada yang Namanya Keadilan Lagi!


__ADS_3

"Apa!? Gedung Comi's Corporation hancur...!?" Ucap Haruka dengan tatapan yang terlihat kaget, suaranya bisa terdengar oleh mereka semua.


Kou dan Haruka baru saja membicarakan tentang kondisi gedung itu tetapi semuanya hancur karena di sebabkan oleh seorang Legenda yang bertopeng itu.


Haruka yang tadinya sudah merasa baikkan tentang kematian adiknya, sekarang malah bertambah semakin geram dan kesal sehingga ia memasang tatapan yang begitu sebal.


"Kenapa bisa hancur...?!"


"Maafkan aku, Kakak... sepertinya sistem keamanan dan diriku tidak dapat menahan serangan dari pasukan Legenda bertopeng itu." Kou menundukkan kepalanya kepada Haruka.


"Aku sudah berusaha keras untuk mencoba menyelamatkan semua karyawan tetapi tidak sempat dan mampu karena semuanya sudah hancur..."


"...sebuah serangan meteor yang muncul entah dari mana sampai aku sendiri tidak melihat tanda gerakan dari Legenda bertopeng itu, ia memiliki kemampuan yang cukup rumit."


Kou merasa semakin bersalah melihat Haruka marah seperti itu, ia mulai menundukkan kepalanya terus kepada kakaknya karena ia gagal melindungi warisan yang di berikan oleh Korrina.


"Tante, aku mohon jangan marahi Mama lagi... biarkan Mama beristirahat... jangan marahi dia..." Shinobu mulai mendekati Kou selagi menghalang dirinya agar Haruka tidak memarahi Kou yang gagal untuk bertanggung jawab.


Haruka yang tadinya terus terpengaruh dengan rasa kesal dan amarah mulai tenang seketika melihat perban di pipi Shinobu bahkan Kou juga memilikinya tetapi jauh lebih banyak.


Sesuatu pasti terjadi selain gedung yang runtuh itu, bukan hanya kehancuran saja tetapi Kou dan Shinobu seperti mengalami hal lainnya karena luka yang mereka sembuhkan dengan perban.


"Koneko, aku tidak marah kepada Mamamu kok... hanya saja, era kerajaan ini lama-lama membuatku gila sampai terus dipengaruhi dengan amarah." Haruka mengatakannya selagi mengelus kepala Kou.


"Apa yang terjadi biarkan lah terjadi... setidaknya, aku merasa begitu bersyukur dan lega bahwa kalian baik-baik saja... aku tidak mau kehilangan adik terakhirku." Haruka memeluk Kou erat.


"Maaf... aku tidak ada di sana untukmu, Kou. Sebagai seorang Kakak, aku juga telah gagal melindungi warisan yang Mama berikan kepada kita semua."


"Kakak..." Kata Kou dengan suara yang pelan sehingga ia memegang baju Haruka erat lalu meneteskan beberapa air mata karena rasanya cukup menyakitkan.


Di mulai dari gedung yang hancur sampai terjatuh ke dalam lautan, semuanya telah hilang sampai tidak ada yang tersisa, tempat di jadikan sebagai kenangan besar untuk dirinya bersama keluarga dan teman.


Tempat lahirnya telah hancur karena serangan itu sampai semua foto keluarga dan hal-hal yang tidak penting tetapi berharga bagi Kou telah hilang.


Kemudian, semua Legenda bahkan seluruh ras mulai menganggap dirinya sebagai pemimpin dengan penuh kebohongan karena riwayat itu sampai mereka memandang Kou seperti penghianat.


Kepercayaan semua orang hilang begitu saja bahkan dirinya sudah pasti di buru karena ia harus membayar hutang yang berjumlah cukup besar sampai mereka tidak mampu melakukannya.


Yang tersisa hanya kabin yang di jadikan sebagai tempat tinggal Korrina ketika semua orang membenci dan merendahkan dirinya, sejarah memang terulang kembali.


"Kakak... semua orang sudah tidak mempercayai diriku lagi..." Kou mulai menangis karena ia tidak bisa melakukan apapun soal itu.


Menggunakan pikirannya untuk mencuci otak mereka sama saja perbuatan kejahatan, ia seharusnya bertanggung jawab dengan cara yang benar agar semuanya bisa kembali seimbang.


Haruka sudah mengetahui sebuah fakta bahwa Kou dan Shinobu di benci oleh seluruh penghuni alam semesta, tetapi masih terdapat beberapa orang yang mempercayai mereka.


Haruka sempat melihat Time-Replay, dan apa yang ia lihat cukup menyedihkan karena semua pasukan Legenda dan penduduknya melempar beberapa batu kepada Kou bahkan sampai memukulnya.


Shinobu juga sampai terseret dengan masalah itu, dirinya yang masih berumur 2 tahun menerima kenangan yang begitu mengerikan bahwa dirinya juga sudah terluka ketika menerima pukulan dan lemparan batu itu.


Kou terus mengungkapkan semuanya, Haruka hanya bisa diam selagi mengelus kepala Kou karena ia menanggung semuanya sendirian sampai anaknya terseret ke dalam masalah yang harus ia tanggung jawab kan.


"Sekarang aku bisa merasakan... perasaan yang Mama rasakan ketika semua orang tidak mempercayainya...!!" Seru Kou keras sampai melepaskan tangisan yang begitu keras.


"Aku sudah kehilangan banyak hal... semua kepercayaan... kepercayaan yang selalu aku lindungi demi keselamatan semua penduduk Touriverse...!"

__ADS_1


"Aku sudah mencoba untuk bertanggung jawab tetapi aku gagal...!!! Semua nyawa hilang karena diriku yang bodoh...!!!" Seru Kou keras sehingga air matanya terus berjatuhan.


"Fisikku lemah...! Walaupun aku sudah kembali menjadi Legenda normal... Aku masih tidak bisa berbuat apapun untuk mempertahankan kepercayaan itu...!!!"


"Aku merasa bersalah dengan segala hal...! Aku sendiri... merindukan Mama... aku ingin beliau melihat betapa kacaunya diriku sampai menghancurkan semua yang ia wariskan...!!!"


"Aku berhak mendapatkan semua perlakuan ini... aku tidak mendapatkan kewajiban untuk di beri bantuan... semuanya salahku...!!!"


"...aku tidak berguna." Kou mengeratkan pelukan Haruka karena hanya Kakaknya yang bisa ia lampiaskan semua rasa sedih dan tangisannya karena Korrina sedang tidak ada.


Shinobu bisa melihat betapa sedih Ibunya itu sampai ingin sekali membantu suatu saat nanti, tetapi melihatnya seperti itu membuat dirinya ikut menangis karena seseorang telah melukai perasaan dan hati Kou.


Kou melihat Shinobu mencoba untuk menahan semua air mata itu, seketika ia sadar bahwa menangis dan melepaskan semua tangisan itu tidak akan membuat keadaan buruk berubah.


Hanya saja Kou merasa lebih tenang ketika ia menangis seperti anak kecil di hadapan Kakaknya itu, ia mulai menghapus kedua air matanya lalu menatap semua teman-temannya.


"Maaf karena sudah menyebarkan berita buruk lainnya ya... untuk sekarang, kalian tidak perlu mengurus diriku yang baik-baik saja." Kou tersenyum lembut.


"Lebih baik melanjutkan pemberontakan itu untuk menghentikan era kerajaan sedikit demi sedikit... terutama Legetsu." Kou berhenti memeluk Haruka lalu ia mendekati Shinobu yang sedang menundukkan kepalanya


"Mungkin kita sudah kehilangan gedung itu... tetapi masih terdapat sesuatu yang jauh lebih penting, Shinobu." Kou mulai menatap wajah Shinobu yang terlihat murung.


"Mama masih di sini untuk menemani dirimu... kamu tidak perlu merasa bersedih seperti Mama tadi... Mama hanya perlu seseorang yang mau menerima tangisan itu..." Kou tersenyum.


"Kita juga masih memiliki kabin... di dalam kabin itu juga terdapat banyak gudang, kita bisa menciptakan teknologi lainnya."


"Buku yang sangat kamu sukai juga ada... semuanya dapat di baca satu per satu karena Nenek memiliki beberapa rak buku besar...."


"...ya?" Kou menatap Shinobu yang sempat menatap dirinya tetapi ia mulai menundukkan kepalanya selagi memegang erat roknya.


"Semua buku dan barang yang Mama dan Papa berikan..."


"Semua barang itu hanya satu-satunya yang Mama dan Papa berikan untukku ketika sedang kesepian... hadiah ulang tahunku juga..." Shinobu mengeratkan pegangannya.


"Koneko...?" Kou melihat ekspresi Shinobu bertambah semakin bersedih, ia terlihat seperti mencoba untuk menahan air matanya.


"Semuanya begitu penting untukku... karena hadiah pertama kali itu harus di jaga sampai aku besar."


Kou memasang tatapan yang terlihat kaget, ia mulai menundukkan kepalanya juga, "Koneko..."


"Mmm...?"


"Apakah kamu merasa kesepian?"


"Hm... tetapi Koneko mengerti kok... Papa harus melaksanakan pemberontakan sedangkan Mama harus membantu orang-orang yang membutuhkan."


"Apakah terasa menyenangkan jika Mama bermain denganmu?"


"Mm!"


"Begitu ya... Mama sudah tidak bisa melanjutkan tugas dan pekerjaan, mulai sekarang... mari kita bersenang-senang." Kou menatap Shinobu.


"Mama masih bisa memberikanmu semua buku yang kamu inginkan agar Koneko tidak merasa kesepian lagi, ya? Mau...?" Tanya Kou.


"Mm..." Shinobu mengangguk.

__ADS_1


"...tapi, hari ini aku baru saja kehilangan banyak hal yang penting bagiku, aku jadi sedih..." Shinobu mengeratkan pegangannya itu selagi menatap lantai.


"Mama... apakah boleh aku menangis di hadapan Mama...? Mama bilang bahwa aku hanya boleh menangis di pelukanmu dan Papa..." Kata Shinobu yang tidak bisa menahannya lagi.


"Boleh kok..."


Kou merentangkan kedua lengannya lalu ia menerima sebuah pelukan erat dari Shinobu sehingga ia menangis begitu keras sampai menyebabkan semua orang di dalam ruangan itu bersedih.


Tangisan Shinobu bisa di dengar jelas oleh Kou bahwa ia merasa sedih, masa kecil yang seharusnya dipenuhi dengan kebahagiaan telah terganti karena era kerajaan ini yang bertambah semakin maju.


"Hweeeeehhhhh...!!! Hiks...! Hweeeeehhhhh....!!!"


"Maaf ya, Koneko... kita sudah kehilangan banyak hal tetapi kita masih memiliki satu sama... hiks... lain..." Kou memberi Shinobu sebuah kecupan di bagian pipinya itu.


"Mama menyayangi dirimu... setidaknya biarkan Mama melindungi dirimu dengan apapun yang ku miliki!" Kou mengeratkan pelukannya.


***


ZWOOOOSSSHHHH!!!


Keberadaan Regulus muncul tepat di atas langit sampai mengejutkan semua penduduk Neko Isle, Meko bisa melihat Regulus dan ia segera menghampiri ruangan darurat untuk membunyikan bel.


"REGULUS!!!" Seru Hana keras yang mulai mengangkat air lautan lalu menciptakan ombak yang langsung menabrak tubuhnya itu.


ZBASH!


"Kau tidak memiliki kegunaan apapun bagiku, Shimatsu Mizuhana... kau hanya sekedar ikan yang akan di makan oleh piranha!!!" Regulus merentangkan kedua lengannya sampai langit-langit melepaskan petir suci.


Petir itu menyambar tubuh Hana sampai ia menjerit keras lalu terhempas ke dalam lautan sehingga semua Neko Legenda yang sudah mendapatkan banyak pelatihan mulai melompat ke arah Regulus.


"Kalian sepertinya harus di basmi satu per satu dengan kekuatan baruku ini... biarkan aku melakukan beberapa tes dengan cepat." Regulus mengangkat lengan kanannya sampai petir suci di atas langit mulai membentuk sebuah hewan.


Hewan itu adalah gorila yang begitu besar di belakangnya sampai ukurannya melebihi pulau itu, Regulus berhasil menciptakan sebuah patung gorila yang dapat ia kendalikan..


"Sekarang... saksikan lah seorang kaisar yang akan menghilangkan nyawa kalian satu per satu..." Regulus menjentikkan jarinya sampai gorila suci di belakangnya melebarkan kedua matanya.


Kedua mata itu melepaskan petir suci yang menyambar beberapa Neko Legenda sampai mengubah mereka menjadi partikel putih, mereka sempat merasakan kesakitan yang begitu dahsyat karena sambaran itu.


Hana mulai menciptakan gelembung yang melindungi semua Neko Legenda itu tetapi ia bisa melihat sebuah petir yang terlepas dari gorila itu sampai mengarah kepada Hana.


"... ...!!!"


BAAMMMMM!!!


Hana menerima sambaran yang langsung mengupas semua kulitnya sampai menunjukkan dagingnya yang gosong sampai mengeluarkan banyak nanah dan darah.


Gorila suci itu merentangkan kedua lengannya sampai tubuhnya melepaskan lebih banyak aliran listrik yang menghancurkan desa itu satu per satu sampai Regulus sempat melihat gunung di hadapannya mengeluarkan sebuah cahaya emas.


Cahaya itu melesat keluar dari planet Legenia, ia mencoba untuk tidak menghiraukannya karena Regulus tidak merasakan keberadaan Neko Legenda apapun di dalamnya.


Pulau itu mulai terbelah menjadi dua karena terus menerima petir dan listrik suci yang keluar melalui tubuh gorila, Regulus tersenyum puas melihat pulau itu mulai hancur secara perlahan.


Nyawa Neko Legenda mulai hilang satu per satu sampai ia bisa melihat semua bangsa Neko Legenda mulai mengamuk sampai berubah menjadi monster itu yang bernama Beast Neko Legenda untuk menghentikan Regulus.


Hana kembali bangkit dengan tubuhnya yang mengalami beberapa pemulihan berkat bantuan dari airnya.

__ADS_1


"Masih belum... Aaaagggghhh...!!!" Hana memuntahkan jumlah darah yang banyak tetapi tubuhnya langsung mengenakan zirah Leviathan.


"...Regulus!!!"


__ADS_2