Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 47 - Dewa Kehancuran Obelisk


__ADS_3

Beberapa jam yang lalu sebelum semua peserta yang mengikuti tantangan dua bertarung melawan dewa kehancuran yaitu Obelisk, mereka semua sudah pasti diberi beberapa petunjuk untuk bisa melawan dewa kehancuran itu. Morgan menyuruh semua peserta untuk duduk di atas lantai dengan tenang, "Kita semua harus melaksanakan tantangan ini dengan tenang, jika tidak maka kalian semua akan panik melawan dewa kehancuran ini." Ucap Morgan.


"Jadi kenapa tantangan dua ini ada...? Itu karena dewa kehancuran sangat tidak suka dengan perbuatan mortal yang melakukan seenak-nya saja, letak akademi ini sudah jelas berada di perbatasan Touri dan dewa kehancuran yang bernama Obelisk ini sangat tidak suka melihat Mortal ketika mereka melewati perbatasan Touri." Ucap Morgan. Sepertinya Obelisk sang dewa kehancuran ini melakukan tugas-nya dengan benar karena dewa kehancuran ditugaskan untuk menghancurkan apapun yang mereka mau dan sesuatu yang menghambat keseimbangan terhadap semesta yang bernama Touri ini.


Solicitation's Order adalah barang yang mampu mengabulkan segala permintaan, itu artinya barang ini dapat membuat keseimbangan Touri hancur karena semua mortal harus melakukan semua yang mereka mau dengan sendirinya bukan melalui barang walaupun mereka berjuang habis-habisan untuk mendapatkan barang tersebut. Obelisk sudah mengetahui tentang Solicitation's Order itu, artinya Obelisk akan menyerang akademi Solicitation dan menghancurkan semua mortal yang mengikuti turnamen itu, "Obelisk akan menyerang karena dia sangat tidak suka dengan mortal yang mendapatkan sesuatu dengan mudah. Ia sudah mengetahui tentang Solicitation's Order ini dan dia berencana untuk membunuh kita semua."


Morgan mulai mengeluarkan kubus biru lalu kubus itu mulai menciptakan hologram yang menunjuk Obelisk terbang menuju akademi itu, "Aku sudah mempersiapkan tempat dimana kalian akan bertarung, sepertinya beberapa dari kalian ada yang tidak bisa bernafas di luar angkasa." Ucap Morgan yang mulai menunjuk mereka semua sehingga ia mulai memberi mereka aura biru yang menandakan bahwa aura itu adalah pengganti mereka untuk bernafas di luar angkasa.


"Aku sarankan kalian semua dari berbagai kelas untuk bisa saling bekerja sama melawan Obelisk karena dia ini sangatlah kuat... Dewa kehancuran tidak boleh kita anggap remeh begitu saja, dia bisa menghapus seseorang dari kenyataan." Ucap Morgan sehingga membuat mereka terkejut dan takut, Shira bahkan mulai meneteskan keringat dingin-nya.


"Tanggung jawab berada di diri kalian masing-masing, mati ya mati... hancur ya hancur... Tantangan dua ini sangatlah penting agar Tournament of Solicitation bisa berjalan, kalian harus bisa menang melawan Obelisk atau kita semua bisa saja hancur oleh dirinya." Morgan mulai membawa mereka semua ke tempat dimana mereka akan bertarung melawan Obelish, mereka tiba di planet yang berpenghuni, planet itu cukup besar karena Morgan lah yang menciptakan planet tersebut.


"Kalian akan bertarung di tempat ini, jadi... Aku berharap besar bahwa kalian bisa menang melawan Obelisk dan menyelamatkan Tournament of Solicitation." Ucap Morgan.


Sekarang.


Semua peserta yang berasal dari akademi bisa melihat pertarungan dahsyat yang berada di planet tidak berpenghuni itu, mereka semua melihat Obelisk membelah planet itu menjadi dua sehingga beberapa ledakan mulai muncul dimana-mana. Haruki yang baru saja menyelesaikan tantangan satu melihat kejadian itu dan ia rasa bahwa tantangan dua lebih sulit dari tantangan ke satu, "H-Hebat..." Haruki mulai berkeringat dingin ketika merasakan keberadaan sang dewa kehancuran yaitu Obelisk.


Di tempat tantangan dua berada, Obelisk menghabisi seluruh peserta dari kelas satu dan dua sampai habis sehingga hanya tersisa beberapa peserta lagi dan mereka semua berada di kondisi yang sekarat dan lelah karena Obelisk adalah dewa kehancuran yang kuat sehingga ia tidak meremehkan apapun dan bahkan ia tidak menyombongkan diri, ia langsung melakukan tugasnya yaitu menghancurkan mereka semua, "Kehancuran adalah tempat terakhir kalian berada." Ucap Obelisk yang mulai menunjuk peserta dari kelas empat, tetapi Catherine melesat menuju arahnya lalu ia menghantam wajahnya sehingga Obelisk terdorong ke belakang.


"Hah... Hah..." Catherine mulai mencoba untuk menciptakan portal di depannya, tetapi ia tidak bisa karena Lenergy-nya sudah habis. Catherine melesat ke depan lalu ia menghantam seluruh tubuhnya beberapa kali sehingga serangan Catherine tidak mampu membuat seluruh tubuh Obelisk terluka melainkan itu hanya membuatnya geli. Catherine mulai memegang kedua bahu Obelisk lalu ia membuatnya terjatuh.


BAMMM!!!


Obelisk mendorong Catherine mundur lalu ia bangkit dan mulai memegang kedua lengan Catherine selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat mematikan, "Aku akan merusakmu." Obelisk menghantam bahu kanan Catherine sehingga tulang bahu kanannya langsung retak dan membuatnya memegang bahu kanan yang tidak bisa digerakkan serta dengan lengan kanannya, "Nrrgghhh..." 


Obelisk langsung menghantam seluruh tubuh Catherine beberapa kali dengan hanya menggunakan kedua tinju-nya yang dilumuri dengan aura kegelapan, Catherine melesatkan tinju kirinya, tetapi Obelisk muncul di belakangnya lalu ia menendang punggungnya sehingga Catherine terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang benar-benar terluka, Obelisk menghilang lalu ia muncul di bawah tanah sehingga menghantam dagu Catherine dan membuatnya terpental ke atas.


Obelisk muncul di depannya lalu ia menghantam wajahnya beberapa kali lalu ia memegang kepalanya dan setelah itu ia menghantam wajahnya menggunakan lutut kanannya lalu ia mengangkat seluruh tubuh Catherine, "LEMAHHHH!!!" Teriak Obelisk sehingga ia langsung melempar Catherine ke daratan dan membuatnya pingsan. Seluruh tubuhnya dipenuhi luka serta darah-darah yang sudah menghalang seluruh wajah Catherine.


Obelisk perlahan-lahan mendarat di atas tanah sehingga Arata langsung menebas wajah Obelisk menggunakan pedang Wrath-nya dan tebasan itu hanya meninggalkan sedikit luka gores di wajah Obelisk, "... ..." Obelisk menatap Arata yang terlihat lelah, Arata mencoba untuk mengayunkan pedang Gluttony-nya, tetapi Obelisk langsung menendang perut Arat sehingga ia terpental ke belakang dan tergeletak di atas tanah.


"Dilihat dari pedang dan kekuatan yang kau gunakan... Kau sepertinya pernah melawan para dewa." Ucap Obelisk, Arata perlahan-lahan bangkit dari atas tanah lalu ia menatap Obelisk dengan tatapan yang terlihat mematikan, ia mulai memutar kedua pedangnya, "Tentu saja... Dan kali ini aku akan mengalahkan dewa yang memiliki kekuatan besar sepertinya." Ucap Arata.


"Hooo... Kau menantang dewa kehancuran?"


"Ya, dewa yang sebentar lagi akan merasakan kehancuran." Ucap Arata sehingga Obelisk muncul di belakangnya, tetapi Arata melesat ke atas dan berhasil menghindari serangan Obelisk yang mencoba untuk menusuk punggungnya. Arata langsung memaksakan seluruh tubuhnya untuk langsung ke mode kekuatan penuh-nya, ia juga harus berhati-hati dengan sihir kehancurannya yang bernama Devastation Orb dimana ketika bola itu mengenai sebuah benda maka benda itu langsung berubah menjadi debu dan sihir itu juga mampu menghancurkan sihir apapun bahkan ilusi milik Korrina.

__ADS_1


Arata melesat menuju arah Obelisk lalu ia mengayunkan kedua pedangnya, tetapi Obelish menahan serangan pedang itu menggunakan kedua lengannya yang dilumuri dengan aura kegelapan, "Ruinous Armor!" Obelisk menggunakan sihir kehancuran yang mampu melindungi tubuhnya dari apapun, Arata melompat ke belakang lalu ia menembak gelombang tebasan melalui pedang Wrath-nya dan Obelisk hanya bisa tersenyum lalu ia melebarkan kedua lengannya sehingga gelombang tebasan itu mengenai Obelisk dan langsung terhapuskan.


"Cih...!!! Dewa sialan!!!" Obelisk bergerak ke arah Arata dengan sangat cepat lalu ia berputar dan mencoba untuk menendang wajah Arata, tetapi Arata menahan serangan pedang itu menggunakan kedua pedangnya sehingga punggung Arata mulai mengeluarkan dorongan besar karena tendangan Obelisk yang teradu dengan kedua pedang Arata. Obelisk mulai memegang kedua pedang itu lalu menendang perut Arata sehingga ia terdorong ke belakang.


Obelisk melesat menuju arah Arata lalu ia menendang punggungnya sehingga Arata terpental ke daratan, "... ..." Sebuah portal muncul di belakang Obelisk dan tiba-tiba Catherine melompat keluar dari portal itu lalu ia menendang kepala Obelisk sehingga membuatnya terdorong ke depan. Obelisk merasa terkejut melihat Catherine yang masih bertahan karena dia tadi sudah melukai seluruh tubuhnya, Obelisk menatap ke bawah dimana ia melihat Korrina yang sedang menyembuhkan semua peserta menggunakan sihir penyembuhannya.


"Ternyata kau ya!!!" Obelisk melesat menuju arah Korrina dan Korrina langsung menatapnya dengan ekspresi yang terlihat tenang, "... ..." Catherine menciptakan sebuah portal di depan Obelisk sehingga Obelisk langsung masuk ke dalam portal itu, ia tiba di depan Arata dengan kedua pedangnya yang terayunkan sehingga wajah Obelisk langsung tertebas dan meninggalkan luka yang cukup besar, "Cih! Sialan!" Obelisk menghantam wajah Arata menggunakan dahinya sehingga Arata terpental ke belakang.


Agfi muncul di atas Obelisk dengan tombak di tangan kanannya, ia langsung menghantam puncak kepala Obelisk dan membuatnya terpental menuju daratan, "... ...!" Agfi mulai menciptakan sebuah busur menggunakan sihir Crimson-nya lalu ia membidik Obelisk menggunakan tiga panah yang dilumuri dengan racun bernama Ice bone, Dry Ice, dan Pidada Lava. Ice bone menyebabkan sendi tulang membeku dan tulang menjadi sangat rapuh, dry ice menyebabkan tubuh terasa membeku dan seluruh air dalam tubuh akan keluar sehingga korban mati kering, dan yang terakhir adalah pidada lava menyebabkan luka bakar parah disekitar tubuh korban, namun korban tidak menyadari kemunculan luka tersebut.


Agfi menembak tiga panah itu dan ketiga panah itu mengenai seluruh tubuh Obelisk yang masih terlindungi dengan Ruinous Armor, tetapi sihir itu mulai melemah karena efek dari racun milik Agfi yang sangat kuat, "GRAAAAAAAGGGGGHHHHHH!!!" Teriak Obelisk keras sehingga beberapa bola kegelapan mulai muncul di belakang Obelisk, "DEVASTATION ORBS!!!" Obelisk menendang semua bola itu sehingga semua sihir itu melesat menuju arah Agfi dan Agfi langsung membidik semua sihir itu menggunakan busur dan panah beracun-nya.


Shira muncul di depan Obelisk lalu ia menyinari kedua mata Obelisk menggunakan sinar cahaya-nya, Obelisk mengedipkan kedua matanya sehingga Shira langsung menebas wajahnya menggunakan Luz Legendaria, Obelisk mulai bertambah kesal sehingga ia memegang wajah Shira, "Nrgh...!" Catherine muncul di bawah Obelisk lalu ia memegang kedua kakinya dan setelah itu ia melemparnya ke daratan sehingga ia berputar lalu kembali bangkit dari atas tanah dan melihat Obelisk yang mulai mengayunkan pedang dimensi-nya.


Obelisk menahan serangan tebasan dari Catherine sehingga Arata muncul di belakang Obelisk lalu ia menebas punggung-nya, Obelisk langsung menahan serangan mereka berdua, "Apakah ini kekuatan Legenda ketika mereka berada di ambang sekarat...!? Apakah ini Legend's Boost!?" Ungkap Obelisk karena ia sepertinya melakukan sedikit kesalahan. Obelisk menendang perut Catherine hingga ia terpental ke belakang dan tergeletak di atas tanah.


Arata mengayunkan pedang Wrath-nya ke arah kepala Obelisk, tetapi Obelisk langsung menahan serangan pedang itu menggunakan tangan kanannya yang terlindungi dengan Ruinous Armor, "HARGGHH!!!" Arata dengan cepat langsung merubah posisinya menjadi bertahan karena Obelisk menendangnya, tetapi Arata berhasil menahan tendangan itu menggunakan kedua pedangnya sehingga Agfi membidik punggung Obelisk menggunakan panah racun-nya.


"Arrgghhh!!!" Obelisk melirik ke belakang dan Arata bisa melihat punggungnya yang mulai meleleh dan menunjukkan tulangnya, "HARGGGHHH!!!" Obelisk meluncurkan beberapa Devastation Orb ke arah Agfi dan Agfi langsung membidik semua sihir itu lalu menghancurkannya menggunakan panah-nya sehingga ia melompat ke atas lalu ia mengeluarkan botol kecil yang berisi racun, "Ambil ini!" Agfi melempar botol kecil itu ke arah lengan kanan Obelisk.


Lengan kanan Obelisk mulai terasa keram dan melemah karena Agfi baru saja menggunakan sihir yang bernama Pinnata cord dimana racun ini dapat merubah otot menjadi serabut-serabut kaku yang tidak elastis dan mudah patah, "SHATTERING PROTECTION!!!" Teriak Obelisk keras sehingga seluruh tubuhnya mulai kembali pulih, sepertinya Obelisk memiliki sihir penyembuhan yang dapat meregenerasi luka ketika luka itu disebabkan oleh serangan yang mengandung kehancuran, "Apa-apaan ini...!?" Agfi mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.


Shira meluncurkan Megura Light sehingga gelombang emas itu mengenai punggung Obelisk dan membuatnya terdorong ke depan, Shira muncul di depan Obelisk lalu ia menebas wajahnya dan setelah itu ia menghilang seperti cahaya lampu yang dipadamkan, Shira muncul di belakang Obelisk lalu ia menebas punggungnya dan setelah itu ia menghilang lagi, Shira muncul di depan Obelisk lalu ia menendang wajahnya dan setelah itu ia berputar lalu mencoba untuk menebas leher Obelisk, "CRUSHER RAGE!!!" Teriak Obelisk sehingga meledakkan dirinya sendiri dan membuat Shira terpental ke belakang dengan luka yang cukup besar.


Obelisk melesat menuju arah Arata, tetapi Korrina muncul di atas Obelisk lalu ia mengeluarkan Sacred Flames ke arah Obelisk sehingga api-api biru itu membakar seluruh tubuh Obelisk, "GRAAAAAGGGGHHHH!!!" Aura milik Obelisk mulai membesar sehingga semua sihir Korrina hilang lalu ia menunjuk Korrina, "SPHERE OF CATASROPHE!!!" Obelisk melempar bola kegelapan yang dilingkari dengan kilat hitam lalu sihir itu mengenai perut Korrina.


BAAAMMMMMMM!!!


Korrina terpental ke belakang lalu ia tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang terluka parah karena terdapat sebuah lubang di perutnya. Shira muncul di depan Obelisk lalu ia mengayunkan pedangnya beberapa kali sehingga Obelisk menahan serangan itu tetapi Ruinous Armor-nya mulai terserap oleh pedang milik Shira, "GRAGGH!!!" Obelish menghantam wajah Shira menggunakan kening-nya sehingga ia terjatuh di depan Obelisk.


Arata melempar kedua pedangnya ke arah Obelisk sehingga kedua pedang itu tertancap di punggung Obelisk dan membuatnya terjatuh di atas tanah, Shira dengan cepat mundur ke belakang lalu meluncurkan beberapa Light of Judgement, tetapi seluruh tubuh Obelisk masih terlindungi dengan Ruinous Armor. Arata muncul di belakang Obelisk lalu ia menarik kedua pedangnya dan setelah itu ia menebas wajah punggung Obelisk beberapa kali sehingga itu membuatnya marah.


Arata melompat mundur dan Obelisk meledakkan dirinya sendiri lalu ia bangkit dari atas tanah dan mulai menatap Arata, "Hanya beberapa menit... Aku tahu itu." Ungkap Arata karena sepertinya ia memiliki rencana yang sudah ditentukan oleh seseorang, sudah pasti Korrina dan Shira karena mereka membuat rencana beberapa kali sebelum melawan Obelisk, rencana mereka sudah gagal empat kali dan sekarang rencana yang terakhir yaitu lima.


"Devastation Orbs!!!" Obelisk mulai menendang beberapa sihir itu ke arah Arata, "Imitation Activation: Magic!!!" Arata mulai meniru semua sihir milik Obelisk sehingga bola kegelapan muncul di belakang Arata lalu ia menangkis semua sihir itu ke arah sihir milik Obelisk.


BAAAMMMMMM!!!

__ADS_1


Obelisk muncul di depan Arata lalu ia mencoba untuk menghantam seluruh tubuh Arata, tetapi Arata menangkis semua serangan itu lalu ia menusuk perut Obelisk dan tusukan itu tidak membuatnya kesakitan, "PERCUMAAAAAAAAGGGGGHHHHH!!!" Obelisk meledakkan dirinya sendiri sehingga membuat Arata terpental ke belakang, "Cih..."


"Arata!" Panggil Shira, Arata melirik ke belakang lalu ia melihat Shira, Catherine, dan Agfi yang terlihat seperti mencoba untuk merancang sebuah rencana. Arata melesat menuju arah mereka dan Obelisk juga melakukan hal yang sama, tetapi ia terhentikan oleh Korrina yang muncul di depannya lalu ia menendang perut Obelisk menggunakan kedua kakinya dan itu membuatnya terdorong ke belakang, "Jika kau terus menggunakan sihir kehancuran-mu maka... Aku akan membunuhmu." Korrina memegang katana-nya dengan sangat erat.


"Korrina Comi..."


"Kau mengenalku ya? Sepertinya Alvin mengenal banyak dewa 'kah?"


"Begitulah... Alvin ternyata benar-benar menikahi seorang mortal, dia benar-benar merusak keseimbangan Touri!" Ucap Obelisk.


"Keseimbangan ini rusak karena dewa seperti kalian." Korrina langsung menciptakan ilusi klon yang mulai mengelilingi Obelisk, hal itu membuat Obelisk kesal karena ia tidak terlalu suka melawan seseorang yang memiliki sihir ilusi apalagi orang itu berasal dari keluarga bermarga Comi, Obelish langsung meledakkan dirinya sendiri sehingga membuat semua ilusi itu hancur lalu Korrina muncul di depannya dan menebas perut Obelisk sehingga ia terdorong ke belakang.


Obelisk mencoba untuk menyerang lagi, tetapi Korrina langsung menebas dada-nya beberapa kali, Obelisk menyerang balik dengan menghantam wajah Korrina hingga membuatnya terdorong ke belakang, Obelisk melesatkan tinju kanannya dan Korrina langsung menahan serangan itu menggunakan sarung katana-nya, tetapi dorongan yang dimiliki tinju itu mampu membuat Korrina terpental ke belakang, "DEVASTATION ORBS!!!" Obelisk mengeluarkan sihir kehancurannya lagi dan Korrina langsung menebas semua sihir itu menggunakan katananya dan setelah itu ia memasukkan kembali katananya ke dalam sarung-nya.


BAAMMMMM!!!


Korrina muncul di depan Obelisk lalu ia menendang wajahnya dan setelah itu ia menebas mata kanannya hingga menyebabkan mata kanan Obelisk tidak bisa melihat, "GRAAGGGGHHHH!!!" Obelisk meledakkan dirinya lagi dan membuat Korrina terdorong ke belakang, Korrina bisa melihat bahwa Obelisk mengamuk karena ia baru saja membuat kanannya buta, Obelisk menginjak perut Korrina lalu ia menghantam wajahnya beberapa kali dan Korrina tidak sempat untuk menahannya.


BAG! BAG! BAG!


Obelisk mengangkat Korrina dengan memegang wajahnya lalu ia menghantam perut Korrina menggunakan sihir Devastation Orb sehingga ia terpental ke belakang dan tergeletak di atas tanah dengan kondisi yang lemah karena sihir tidak benar-benar membuatnya terluka. Obelisk bergerak menuju Korrina dan Korrina langsung meluncurkan sihir Final Shine Attack melalui telapak tangan kirinya, tetapi Obelisk menunjuk sihir itu menggunakan sihir Devastation Orb sehingga gelombang sihir yang berwarna merah itu langsung hilang.


Obelisk muncul di depan Korrina lalu ia menghantam wajahnya, tetapi Korrina menahan serangan itu menggunakan katana-nya lalu ia mundur dan mengayunkan katana itu ke arah puncak kepala Obelisk. *BAMMM!!!* Obelisk memegang logam katana itu menggunakan telapak tangan kanannya yang terlindungi dengan Ruinous Armor, "Keberuntunganmu habis disini, Korrina." Obelisk memotong logam katana Korrina lalu ia menusuk ujung katana itu tepat di dada Korrina.


ZLASSSHHHH!!!


"Ahhh...!" Korrina membulatkan kedua matanya sehingga mulutnya mulai meneteskan banyak sekali darah, "TIDAAAAAAAAAKKKKKK!!!" Teriak Agfi keras dan Shira langsung merasa terkejut juga melihat Korrina yang tertusuk tepat di dada, sepertinya jantungnya terkena tusukan itu juga, "Tidak ada cara lain..." Ucap Arata karena sepertinya rencana yang baru saja mereka bicarakan gagal karena Korrina telah tertusuk oleh katana-nya sendiri.


"MAMAAAGGGHHH!!!" Agfi melesat menuju arah Korrina, tetapi Catherine langsung menghentikannya dengan memegang kedua tangannya, "Hentikan! Terlalu bahaya!" Ucap Catherine sehingga Obelisk mulai menciptakan barrier kehancuran di sekitarnya agar tidak ada yang bisa mengganggu mereka, "Aku mendapatkan bonus yang besar karena sudah membunuh istri dari Alvin Ghifari." Obelisk tersenyum.


"Hah... hah... hah...!" Korrina bernafas berat sehingga kedua penglihatannya mulai buram, ia berlutut di depan Obelisk selagi menunjukkan ekspresi yang terlihat sedih karena ia baru saja gagal dan rencana terakhir mereka tidak akan bisa dilaksanakan tanpa Korrina sendiri. Obelisk mulai memegang rambut Korrina, "Alvin sepertinya memilih mortal yang benar-benar kuat dan cantik. Tetapi, kau masih bisa disebut dengan sebutan mortal, sesuatu yang sangat hina dan sangat tidak aku sukai." Ucap Obelisk.


"Ahhh... Hahh... Alvin... Maafkan aku..." Korrina mulai memuntahkan darah yang sangat banyak, Obelisk mundur beberapa langkah lalu ia menunjukk Korrina, "Sampai jumpa... Vanish!" Obelisk menggunakan sihir Vanish sehingga seluruh tubuh Korrina bersinar dan perlahan-lahan mulai terhapus. Partikel-partikel biru muncul di sekitarnya.


"Sampai jumpa... kalian..." Ucap Korrina yang mulai menatap Shira dan yang lainnya.


"TIDAAAAAAAAKKKKKKKKKKK!!!!" Teriak Shira keras.

__ADS_1


__ADS_2