Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 435 - Akhir untuk Dirimu


__ADS_3

"Aku akan memberi dirimu kesempatan untuk menyerah sekarang juga, singkirkan seluruh gumpalan itu dan hapus semua bakteri yang sudah kau lepaskan jika tidak maka kau akan aku beri pelajaran yang dapat kau pelajari di rumah nanti." Kata Asriel sambil mengatur nafasnya.


Ia terlihat lelah karena sudah bertarung cukup panjang selagi memikirkan sebuah strategi, ia diselamatkan oleh Shuan yang berhasil menciptakan Golden Earth dan suhu dingin yang sudah menyebar dimana-mana juga membantu dirinya untuk melukai Eldamon.


"Dasar bodoh!!! Jangan lengah dulu!!!" Eldamon mulai memerintah seluruh gumpalan merah itu untuk menyerang Asriel sekaligus tetapi semua gumpalan itu langsung tertekan dengan tekanan gravitasi yang begitu tinggi berkat Shuan yang berhasil menggunakan Golden Jupiter.


Semua gumpalan dan Eldamon berada di dalam jarak planet itu dan sekarang mereka tidak bisa melakukan apa pun karena tekanan gravitasi itu yang jauh dari cukup untuk membuatnya tidak bisa melakukan apa pun kecuali pasrah.


"Kau sudah menginjak jarak yang berbahaya untuk didekati sepertinya, kau seharusnya tahu bahwa wilayah ini bukan hanya kekuasaan dirimu melainkan sekarang menjadi diriku karena suhu dingin yang aku lepaskan dapat mendeteksi musuh dimana pun melalui suhu tubuh mereka."


"Bakteri yang berserakan dimana-mana sudah mati karena menerima efek dari Golden Uranus milik Shuan jadi semua bakteri itu membeku dengan cahaya es dan cahaya itu mengandung antibiotik yang dapat membunuhnya" Asriel mulai berbicara.


"Kau melakukan pergerakan yang salah untuk mengubah gumpalan itu menjadi merah, jika gumpalan itu masih memiliki warna biru maka sihir es yang aku miliki tidak akan bisa menyerang balik gumpalan merah itu."


"Kau terlalu nafsu untuk menyerang kita sepertinya sampai melupakan kesabaran yang dapat membawa dirimu menuju puncak kemenangan."


Asriel tidak terpengaruh dengan gravitasi itu karena sudah berpengalaman berlatih dengan tekanan gravitasi yang tinggi, ia mulai merebut kartu identitas Eldamon.


Asriel membukakan kartu identitas itu agar tidak tertekan dengan gravitasi, semua informasi yang ia butuh kan sudah terkumpul dan ia juga cukup beruntung untuk bisa berpapasan langsung dengan pemimpin dari kelas 3-S yang benar-benar kuat dan mematikan jika ia bisa menjaga jarak dengan benar.


Sayang sekali suhu dingin Asriel sudah memenuhi wilayah perumahan ini.


"Aku... sial... aku tidak ingin...!!! Aku tidak bersalah... bakteriku yang bersalah..."


"Kau mencoba untuk membuat alasan? Semua alasan yang keluar melalui mulutmu tidak masuk akalĀ  bagi diriku!!!"


"Itulah kenapa murid yang tidak memiliki hati seperti dirimu pantas untuk menerima neraka yang akan aku berikan kepada dirimu sekarang juga...!!! Asriel melebarkan matanya.


Asriel melepaskan es yang mampu membekukan tubuh Eldamon, Shuan dengan cepat mengubah planetnya menjadi Golden Earth untuk menjalani penyiksaan yang akan Asriel lakukan karena ia sudah merasa kesal dengan Eldamon bersama dengan kemampuan yang menyusahkan itu.


"Guh!!! Sialan, sialan kau, Shichiro Asriel---" Asriel mulai menendang perut Eldamon beberapa kali tanpa memberi dirinya ampun.


Setiap tendangannya sudah mengandung sihir es jadiĀ  setiap serangan yang mengenai tubuh Eldamon otomatis akan membeku bahkan organ dan tulangnya saja sudah membeku.


"Huggghhhhhh....!!! T-Tolong... ampuni aku... aku akan memberi... apa pun... poin... informasi... apa pun itu---"

__ADS_1


"Tidak!!! Aku tidak ingin mendengar satu pun kata yang keluar melalui mulutmu itu, anggap saja semua tindakan yang aku lakukan kepada ini adalah hukuman yang kau dapatkan sudah mengubah sebagian murid menjadi bakteri!!!"


Asriel menendang perut Eldamon dengan sangat keras tanpa memberi dirinya ampun lalu ia menginjak kepalanya beberapa kali sampai hancur tetapi Golden Earth itu terus memulihkan luka-lukanya.


"Jika tidak ada sistem ketat di akademi ini, aku sudah jelas akan membunuhmu sebagaimana cara klan Shichiro melakukannya kepada seorang musuh!"


"Kau bisa membunuh tetapi terdapat sesuatu yang jauh lebih menyiksa dibalik kematian yaitu menyiksa dirimu...!!!"


Asriel menghantam perut Eldamon sehingga ia memuntahkan isi perutnya yang dipenuhi dengan es batu berwarna merah, ia tidak bisa mati dan berharap semua penderitaan ini berakhir dengan cepat.


"Asriel... ternyata... cukup menyeramkan juga." Kata Shuan, ia mencoba untuk tidak mengganggu waktunya dan lebih memilih untuk memulihkan lukanya.


Asriel menarik tulang dari dalam tubuh Eldamon lalu mencabutnya keluar tetapi itu masih belum cukup untuk membunuhnya, setidaknya Eldamon terlihat trauma dan ketakutan.


Asriel mengakhiri serangan itu dengan menendang wajahnya lalu menginjaknya sampai hancur tetapi kepalanya yang hancur itu mulai kembali seperti semula karena Golden Earth.


"Jangan kalian bermacam-macam dengan kami, ingat itu!!! Brengsek!!!" Asriel menendang kepala Eldamon untuk terakhir kalinya sehingga ia benar-benar ketakutan ketika melihat Asriel.


Rasa sakit yang ia terima masih bisa terasa dan rasa penyesalan muncul, seharusnya ia tidak berurusan dengan kelas 1S dan lebih memilih untuk bermain aman saja.


***


Grust akhirnya menampakkan dirinya lagi di belakang Rokuro dan ia mencoba untuk membunuhnya dengan menyerangnya secara diam-diam karena kemampuan pembuatan lahar setidaknya dapat membantu dirinya bergerak lebih cepat ketika berada di dalam lahar.


"... ...!!!" Rokuro tiba-tiba menerima satu serangan pukulan dari batu lahar yang begitu panas, serangan itu benar-benar melukai dirinya bahkan ia tidak bisa melihatnya karena kekuatan dan kecepatan Grust yang meningkat cukup besar.


"Jika kita ingin bertarung satu lawan satu maka aku tidak akan segan membunuh dirimu, Rokuro, sepertinya tadi kau diselamatkan oleh keberuntungan."


"Sekarang, aku sudah pasti akan menarik dirimu ke dalam neraka dan membuat dirimu busuk di dalam sana!"


Grust melompat keluar dari dalam lahar lalu ia melancarkan kedua tinjunya yang begitu panas tetapi Rokuro mampu menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengannya.


"Ras Netherian... kalau tidak salah kekuatan dan kemampuan mereka akan meningkat seiring waktu di wilayah lahar, semakin panas lahar maka semakin besar tingkatan yang mereka dapatkan.


"Kecepatan yang aku lihat saat ini mungkin karena wilayah ini sudah menjadi neraka yang mengeluarkan asap hitam, suhunya bahkan sampai membuat diriku terus berkeringat."

__ADS_1


"Inikah kekuatan seorang Netherian yang sebenarnya? Lebih mengandalkan sesuatu yang panas sepertinya...!"


"Asap hitam yang terlepas dari lahar itu bahkan sampai masuk ke dalam tubuh si brengsek ini untuk menambahkan kekuatan dan kecepatan yang jauh lebih tinggi lagi dari sebelumnya!"


Kecepatan serangan Grust semakin meningkatkan dan satu pukulan mengenai perutnya, membuat Rokuro mengeluarkan darah yang langsung meleleh dari mulutnya, api yang ia rasakan sekarang jauh lebih panas dan kuat.


Rokuro melompat ke atas lalu menendang kepala Grust dan berhasil melukainya tetapi Grust membalasnya dengan melancarkan satu pukulan tetapi Rokuro membalasnya dengan serangan yang bertubi-tubi.


Grust berhasil melindungi tubuhnya dengan lahar yang menciptakan sebuah perisai yang menahan semua serangan itu, perisai yang Grust pegang mulai terbakar penuh dengan kekuatan lalu ia menghantam wajah Rokuro sampai ia terlempar ke belakang.


"Perisai itu... setiap menerima serangan akan terbakar, apakah dia juga memiliki kemampuan untuk membakar sebuah kekuatan atau kemampuan yang dapat membuat dirinya meningkat lebih lanjut lagi?!"


Rokuro melihat Grust mengangkat seluruh kolam lahar itu dan mencoba untuk menciptakan sebuah tangan tetapi Rokuro melompat ke belakang lalu masuk ke dalam lahar itu untuk melarikan diri dengan berenang menuju lokasi yang akan ia tuju saat ini.


"Kau mencoba untuk masuk ke dalam daerah kekuasaanku?!" Grust mulai mengejar Rokuro dari belakang dan Rokuro hanya tetap diam lalu menggunakan Greed untuk menyerap seluruh kekuatan dari lahar yang ia rasakan ini.


Lahar itu tidak terlalu membakar tubuhnya karena ia sudah sering berlatih di tekanan yang lebih menyulitkan dibandingkan berenang di dalam air lahar yang sangat panas.


Grust melihat Rokuro melepaskan beberapa gelombang cahaya yang ia serap menggunakan Greednya tetapi ia berhasil menghindarnya karena kecepatan yang ia dapatkan dengan mandi di dalam lahar.


Ia sudah mengharapkan rencana dari Rokuro tetapi rencana apa pun itu tidak berguna bagi dirinya yang sudah masuk ke dalam kekuasaannya yaitu lahar.


Rokuro melirik ke belakang lalu ia melihat Grust mengumpulkan seluruh lahar itu untuk menciptakan tinju besar yang akan ia lepaskan ke arah dirinya.


Grust tersenyum jahat lalu ia melepaskan pukulan lahar itu ke depan tetapi Rokuro hanya tetap diam di posisi sehingga pukulan lahar itu menghancurkan jalan di belakangnya bahkan sampai membuat wilayah perumahan mulai hancur dan sudah tidak bisa disebut sebagai perumahan lagi melainkan kekacauan.


"A-Apa?"


"Lahar ini... sungguh hebat, Netherian." Rokuro melompat keluar sehingga Grust dikejutkan dengan lahar di sekitarnya mulai mengeras karena mengenai air.


Pukulan lahar yang ia lepaskan tadi mampu mengeluarkan seluruh lahar yang ia ciptakan keluar dari dalam daratan bahkan sampai mengenai air pantai dan seluruh air itu mulai mengubah lahar tersebut menjadi batu yang sangat keras sampai Grust terjebak di dalam sana.


Rokuro keluar dalam waktu yang tepat lalu ia menghancurkan semua batu itu dengan cepat dan melihat kepala Grust yang terjebak, ia menunjukkan ekspresi yang tercengang ketika semua lahar yang baru saja ia ciptakan berubah menjadi batu dengan cepat karena menyentuh sedikit air laut.


Seharusnya proses itu akan memakan waktu yang sangat panjang tetapi Grust tidak menyangka ia akan terjebak di dalam lahar yang sudah mengeras itu.

__ADS_1


"B-Bagaimana..."


"...bisa?!"


__ADS_2