Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 240 - Kebangkitan Seseorang Yang Sama


__ADS_3

Alvin perlahan-lahan menghampiri Komi yang tidak bisa mengatakan apapun, apa yang baru saja Haruka katakan ternyata benar bahwa Komi bukan lagi Korrina yang ia kenal sejak dulu. Alvin melihat banyak sekali sandera yang sedang melakukan pekerjaan Komi, itu artinya dia merencanakan sesuatu yang sangat jahat. Ia juga bahkan melihat pertarungan Shinra dan Shira di layar virtual itu.


"Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan-mu, Alvin... Aku tidak menyangka bahwa kau akan menemukan diri-ku disini." Komi tersenyum lembut kepada Alvin, seperti-nya ia tidak memiliki niat apapun untuk menyingkirkan diri-nya karena ia bisa saja berpihak kepada diri-nya.


"Hentikan semua tujuan yang kau lakukan sekarang juga, ini bukan tujuan yang kita selalu incar sejak awal bukan...? Meraih kedamaian dengan cara yang salah itu sama saja menjadikan kau sebagai ancaman untuk semua orang." Kata Alvin.


"Apa yang akan kau lakukan jika aku terus melanjutkan-nya...? Bukannya kau ingin sejak awal aku menggunakan kekuatan segala-nya...? Jika kedamaian dapat diraih dengan mudah, justru kenapa kau memilih jalan yang sangat sulit?" Tanya Komi.


"Aku tidak mau... aku sudah tidak bisa lagi menganggap-mu sebagai gadis yang aku cintai, Korrina... Ini adalah jalan yang selalu dipakai oleh keluarga Ghifari yang berasal dari jaman dulu sekali... bahkan ayah sialan-ku melakukan hal yang sama!" Alvin menolak semua rencana yang Komi rancang, ia masih memiliki kesempatan untuk mengembalikan Komi.


"Jangan samakan diri-mu dengan Ayah-mu itu...!!! Aku adalah aku dan kau seharusnya lega bahwa aku menggunakan kekuatan segala-nya ini tanpa memiliki keseganan apapun...!!! Kau sudah memberitahu-ku bukan...? Bahkan beberapa kali kau selalu membicarakan-nya bahwa kita akan pergi ke jalan yang sama." Tatap Komi kesal.


"Jalan yang aku inginkan adalah jalan keadilan... bukan jalan seperti ini.... mereka semua di luar sana menganggap-mu sebagai monster sekarang bahkan anak-anak kita sudah tidak mau pulang dan bertemu dengan kita lagi, Korrina... Kita masih memiliki waktu dan tidak ada kata terlambat untuk mengulang-nya kembali." Alvin menghampiri-nya semakin dekat.


"Tidak... Semua dewa bahkan cucu dari Zangges yaitu Zangetsu menganggap rencana-ku sebagai rencana yang dipenuhi dengan keadilan, ancaman utama-nya adalah Haruka yang sudah memulai segala-nya!" Alvin masih bisa mendekati diri-nya karena ia tidak merasakan hawa membunuh apapun dari dalam diri-nya.


"Zangetsu menggunakan-mu sebagai alat, Komi... kau seharusnya belajar peraturan kehidupan Touri pertama yaitu... jangan terlalu mempercayai seseorang walaupun mereka berada di tingkat yang berbeda dengan kita semua! Jalan pintas itu tidak pantas untuk Legenda layak seperti kita!" Alvin berdiri tepat di hadapan-nya sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat bersalah.


"Sudah terlambat..." Kedua mata Komi mulai berkaca-kaca, "Sudah aku bilang, tidak ada kata terlambat untuk berubah menjadi seseorang yang dapat memperbaiki diri-nya sendiri! Lebih baik kita mencari jalan yang lebih pantas untuk kita sendiri."


"Apakah kamu yakin...? Kamu yakin tidak ingin memilih jalan yang aku pilih...?" Tanya Komi.


"Tidak, tapi aku ingin mengubah-nya menjadi jalan yang benar untuk kita semua. Dengan kekuatan segala-nya yang kau miliki maka kau tidak perlu kesulitan untuk mengembalikan mereka yang sudah kau bunuh serta hancurkan." Perkataan yang keluar dari mulut Alvin mampu membuat Komi kembali sadar sehingga air mata mengalir deras dari kedua mata-nya.

__ADS_1


"Aku benar-benar berdosa... aku sudah tidak mengerti kenapa aku melakukan semua ini...? Kekuatan yang aku miliki itu selalu menggoda-ku untuk memilih jalan pintas yang sangat menyakitkan untuk dipilih...."


"...aku ingin bisa bebas dari semua ancaman dan konflik yang selalu melanda dunia kita. Aku benar-benar ingin merasakan kedamaian abadi agar aku tidak perlu menahan semua rasa kesakitan yang ada di dalam diri-ku. Aku tidak tahu harus melakukan apa dan aku tidak yakin aku memiliki kekuatan untuk melakukan-nya..."


"Apakah kamu akan membantu-ku, Alvin...?" Tanya Komi sehingga Alvin langsung menghapus air mata yang mengalir deras dari kedua mata Komi.


"Ya, apa saja... aku akan membantu-mu... Kau adalah istri-ku dan aku sudah berjanji untuk pergi bersama-mu asalkan jalan itu adalah jalan yang tepat." Perkataan seperti itu sudah mampu membuat Komi menundukkan kepala-nya lalu ia melepas jubah-nya dan setelah itu memeluk Alvin erat, pelukan hangat itu mampu membuat diri-nya menangis tersedu-sedu.


Alvin merasa lega bahwa Komi masih mau mendengar perkataan Alvin, awal-nya ia berpikir bahwa ia akan bersikap keras kepala seperti biasa-nya, setelah menenangkan Komi... ia menatap wajah-nya yang terlihat cantik dan indah. Komi tersenyum lega bahwa ia telah kembali kepada seseorang yang sangat ia cintai.


"Alvin, aku mencintai-mu..." Komi mendekati wajah-nya dan ia langsung mencium bibir-nya, Alvin memejamkan kedua mata-nya untuk menikmati ciuman itu tetapi ia langsung melebarkan mata-nya ketika melihat tangan kanan Komi yang menembus dada Alvin cukup dalam.


"... ...!!!" Alvin menatap wajah Komi yang terlihat sadis, ia tersenyum lebar bahwa sandiwara-nya telah berhasil untuk menipu Alvin bahwa ia akan kembali menjadi Korrina yang lemah lembut tetapi sekarang ia tidak bisa kembali karena rencana-nya sudah setengah-nya selesai.


"Terima kasih, Alvin! Sekarang aku mendapatkan kekuatan yang jauh lebih hebat lagi berkat diri-mu!!!" Komi mencengkram wajah-nya lalu ia menyerap seluruh kekuatan dan kemampuan yang dimiliki oleh Alvin dan setelah itu terbang menuju luar angkasa dan melempar-nya menuju lubang hitam hingga Alvin tersedot ke dalam lubang hitam itu dan tidak bisa lagi kembali.


Dia sudah benar-benar hilang dan terbunuh begitu saja, "Hahaha.... Hahahahaha!!! Hahahahahahaha!!! HAAAHAAAHAAA!!!" Komi tertawa terbahak-bahak hingga lubang hitam yang berada di depan-nya langsung tertutup rapat.


Setelah itu Komi menghampiri tabung itu lalu menyentuh tabung itu untuk menyalurkan kekuatan yang ia dapatkan agar proses project itu bisa berjalan dengan cepat, yang di dalam tabung itu bukan lagi seorang bayi melainkan seorang pria dewasa yang sudah siap untuk bangun. Akarin menyentuh tombol merah untuk menjalani proses yang terakhir hingga ia melihat persentase yang di mulai dari satu lalu meningkat detik demi detik.


"Hahahahaha!!! Sudah saatnya... sudah saat-nya kau bangun dari tidur-mu itu...!!!" Persentase angka itu berhenti ketika menginjak angka sembilan puluh, sepertinya kekuatan yang dimiliki oleh pria itu masih belum cukup sehingga Akarin mulai memberitahu Komi bahwa ia membutuhkan seseorang yang bisa dijadikan wadah terakhir untuk pembangkitan pria itu.


Komi mengepalkan kedua tinju-nya dan dalam waktu yang sangat pas, ia merasakan keberadaan seseorang yang mulai mendekati diri-nya. Itu adalah Rina yang lari menghampiri Komi lalu memeluk-nya dengan sangat erat, jika ia melihat Rina kembali seperti ini tanpa saudara-nya yang ia suruh untuk membunuh Korrina maka Rina telah gagal dalam melaksanakan perintah.

__ADS_1


"Rina... kau kembali~ Bagaimana, nak, apakah kau berhasil untuk membunuh mereka semua?" Tanya Komi.


Rina menggelengkan kepala-nya, wajah-nya terlihat kecewa dan sedih karena ia gagal untuk membuat Komi bangga, "Mereka terlalu kuat, Mama... termasuk gadis sialan yang bernama Okaho itu."


"Sayang sekali, kemana yang lainnya?"


"Mereka pergi, Mama... mereka lebih memilih pihak yang benar..." Rina menundukkan kepala-nya, Komi bisa menebak-nya karena Alvin baru saja mengatakan hal itu. Komi mulai membelai rambut-nya lalu setelah itu ia mencium pipi-nya.


"Rina, kerja yang bagus~" Komi tersenyum sadis lalu ia mencabut kepala Rina dengan cepat hingga ia langsung mati dan tidak merasakan kesakitan apapun, untung-nya dia tidak menjerit tetapi darah mengalir deras melalui leher-nya yang putus itu, Komi membakar jasad-nya lalu mengambil seluruh kekuatan-nya.


"Apakah kepala ini cukup?" Tanya Komi sambil menunjukkan kepala itu kepada Akarin dan Akarin mengangguk lalu mengambil kepala tersebut, ia menempati-nya ke dalam tabung itu hingga angka itu kembali naik hingga langsung menginjak persentase seratus. Tabung itu mulai retak bahkan mengguncangkan ruangan itu cukup dahsyat.


Pria dewasa itu langsung membuka kedua mata-nya lebar dan memancarkan yang sangat menyilaukan melalui kedua mata-nya hingga tabung itu langsung hancur dan melempar mereka semua ke belakang kecuali Komi yang terus tertawa terbahak-bahak tanpa henti, rencana-nya sudah bisa dibilang setengah selesai... ia hanya harus melanjutkan ritual yang terakhir dengan Grimoire of Necromance.


Pria itu berlutut di depan Komi sambil menundukkan kepala-nya, pria itu sudah menganggap Komi sebagai tuan-nya karena dialah yang menciptakan diri-nya, "Akhirnya!!! Aku tidak menyangka bahwa kebangkitan-nya akan muncul sekarang juga...!!! Ternyata semua-nya berhasil dan sudah siap untuk beraksi!!! Hahahahaha!!!"


"Mimpi-ku... mimpi-ku untuk menghancurkan dimensi asli telah selesai, menciptakan sesuatu yang bisa disebut sebagai mesin pembunuh maka aku dapat mengubah Touri menjadi sesuatu yang aku mau itu bisa terjadi!!!"


"Biarkan aku memperkenalkan diri-ku kepada-mu, dewi... dengan penuh kebanggaan, namaku adalah..."


"...Hirato."


"Shiratori Hirato!" 

__ADS_1


__ADS_2