Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 309 - Gagal, Kita lakukan lain hari


__ADS_3

Minami dan yang lainnya seperti biasa kembali menuju ruang tamu untuk melanjutkan tidur mereka, Okaho tidak lupa untuk memberitahu mereka bahwa roh dan hantu yang mereka lihat hanyalah teman Kou yang ia panggil karena ia merasa tidak sabar dengan pesta ulang tahunnya besok. Ras Astral terkadang bisa mengerikan tetapi mereka tentunya akan memaafkan Kou karena ia melakukan kesalahan yang tidak sengaja.


Ketika mereka tiba kembali di lantai paling atas, Okaho memiliki rencana sempurna lainnya yaitu menakuti Rokuro, Asriel, Mitsuki, dan Marie. Pasti rencana ini akan berjalan cukup menyenangkan sehingga Hana menepuk wajahnya karena Okaho tadi ingin tidur tetapi sekarang ia merasa bersemangat karena ia ingin menakuti mereka, Minami sendiri sampai ikut campur sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat tertarik.


"Menakuti empat orang itu akan berjalan cukup sulit, nya. Bagaimana jika kita menakuti mereka semua secara langsung? Apakah kamu bisa mengubah ukuran tubuh, Kou-nya?" Okaho menatap Minami dengan ekspresi yang terkejut, ia baru saja memberi ide yang cukup hebat juga sehingga Kou mengangguk karena ia bisa melakukannya. Kou berubah menjadi hantu yang berukuran sama besarnya dengan ruangan itu sehingga mereka semua bisa melihat Kou.


Minami dan Okaho melakukan tepukan tangan bersama karena rencana yang mereka pikirkan itu benar-benar hebat sehingga mereka tidak sabar untuk melihat reaksi mereka, Okaho pergi menghampiri jendela karena di tengah malam seperti ini masih hujan dan hujan-nya semakin bertambah besar di tambah dengan badai, ia membuka jendela lalu melihat petir yang sedang menyambar sebuah pohon. Okaho menunjuk langit-langit menggunakan jari telunjuk-nya lalu ia mengubah realita dimana petir yang akan menyambar sesuatu pasti suaranya akan terdengar suara keras sehingga membangunkan mereka.


Minami memberitahu Kou untuk bersiap dan ia sudah sepenuhnya siap sehingga Okaho mengepalkan tangan kanannya dan muncul lah petir yang menyambar pohon sehingga menimbulkan suara yang cukup keras. Mereka semua bangun dengan tubuh yang secara refleks karena mendengar petir yang sangat besar itu, mereka menatap ke depan dan melihat Kou yang mencoba untuk menakuti mereka. Reaksi mereka tidak diharapkan oleh Okaho dan Minami karena mereka tidak terlalu menghiraukan-nya.


"A-Apa...?" Okaho melebarkan matanya lalu ia melihat Mitsuki, Marie, Asriel, dan Rokuro yang kembali tidur dengan ekspresi yang terlihat tenang. Entah kenapa rencana mereka tiba-tiba gagal seperti itu karena mereka berdua sudah bersiap untuk tertawa terbahak-bahak melihat mereka ketakutan tetapi ekspresi malah datar ketika melihat Kou.


Kou berubah kembali menjadi wujud biasanya lalu ia menatap Okaho sambil menggelengkan kepalanya bahwa ia tidak melihat reaksi apapun yang terjadi melainkan mereka hanya bangun untuk memastikan suara apa itu, ketika mereka mengetahui suara itu berasal dari petir, mereka kembali tidur seperti biasa.


"Menyerah lah... sepertinya adikku Rokuro tidak merasa takut dengan makhluk halus." Kata Hana sambil terkekeh, ia berbaring kembali di atas karpet lalu menyelimuti dirinya dengan selimut karena kedua matanya sudah terasa berat. Okaho menghela nafas penuh dengan rasa kecewa, ia langsung memberitahu Minami dan Kou untuk segera tidur karena besok adalah hari spesial untuk kita semua terutama Kou yang sudah tidak sabar.

__ADS_1


Minami berbaring di sebelah Okaho, ekspresi-nya terlihat sangat kecewa karena ia ingin melihat Asriel dan Rokuro ketakutan karena mereka adalah laki-laki, melihat seorang laki-laki ketakutan mungkin akan menyenangkan, "Tidak adil, nya... bagaimana bisa mereka tidak terkejut ketika melihat hantu sebesar ruangan ini. Intinya aku akan mencari cara untuk menakuti mereka, nya."


"Sudahlah, mereka memang seperti itu sejak awal 'kan? Kemungkinan besar Asriel dan Rokuro memang tidak takut dengan hantu sedangkan Mitsuki dan Marie, mereka sendiri mungkin sudah terbiasa melihat hantu karena Yuuna yang memiliki sihir arwah... tapi apa yang kau katakan baru saja membuat diriku tertarik karena aku ingin melihat mereka ketakutan juga." Okaho tersenyum kecil sambil memejamkan kedua matanya.


"Kalau begitu kita coba secara bertahap di mulai dari sekarang, nyaaa..." Minami memejamkan kedua matanya, mereka semua kembali tidur dengan memimpikan sesuatu yang menyenangkan. Kou melihat mereka semua yang sudah tertidur dan ia segera menghampiri kamar Korrina untuk tidurnya, ia sangat menantikan ulang tahunnya di hari esok.


***


Pukul [05:40], hujan sepertinya sudah berhenti karena Okaho sendiri yang menghentikannya, suara petir-nya terlalu mengganggu sehingga ia tidak sengaja bangun kembali karena suara dari petir dan hujan badai yang sangat besar. Mereka masih tidur tetapi Korrina tiba-tiba merasa terganggu ketika seseorang menggerakkan tubuhnya, ia perlahan-lahan membuka kedua matanya lalu melihat sebuah wajah yang cukup gelap mungkin karena kamar tidurnya benar-benar gelap.


"POCOOOOONGGGG...!!!!" Korrina menjerit keras sehingga ia melompat ke belakang dan menabrak lemari di belakangnya, perasaan ia tidak tidur dengan guling tetapi makhluk mengerikan yang ia lihat itu terlihat sangat persis seperti pocong sehingga pocong itu bangkit lalu mendekati Korrina, "Kyaaahhhh!!! Jangan mendekat...!!! Jangan mendekat...!!!" Korrina memejamkan kedua matanya, jeritannya tadi mampu membangunkan seluruh orang yang berada di rumahnya terutama tetangganya sendiri karena ia menjerit lebih keras dari sambar petir.


Okaho mendengar suara itu sehingga ia tersenyum kecil bahwa Korrina terkena tipu dengan wujud perubahan Kou yang selalu berubah tanpa terkendali ketika malam hari, sekarang masih bisa disebut sebagai malam dan Kou masih berada di wujud Astralnya, ia akan kembali semula ketika waktu menginjak pukul enam. Okaho menghampiri kamar Korrina lalu ia melihat Korrina yang sedang menutup kedua matanya, Kou yang sudah kembali di wujud asalnya mencoba untuk menyentuhnya tetapi Korrina tidak ingin membuka matanya.


"Mama, bukalah matamu... dia bukan pocong melainkan Kou." Kata Okaho, Korrina mendengar suara Okaho, ia perlahan-lahan membuka kedua matanya dan melihat Kou yang sedang menundukkan kepalanya dengan ekspresi yang terlihat sedih karena ia tidak sengaja menakuti Korrina, "K-Kou...?"

__ADS_1


Kou mengeluarkan layar virtual yang mengatakan, 'Mama takut sama Kou ya... Maaf, sepertinya Kou lupa untuk menampakkan diri sebagai anak Mama yang begitu imut.' Korrina melebarkan matanya karena ia mengingat bahwa Kou akan berubah menjadi hantu dan makhluk yang mengerikan ketika malam hari, terutama ketika ia tidur jadi ia tidak sadar bahwa dirinya telah berubah.


Korrina memeluk erat Kou, "Maaf... hanya saja Mama benar-benar takut dengan makhluk yang diselimuti dengan kain putih itu... lain kali kamu harus mengingat tentang wujud Astralmu itu ya, sayang..." Kou tersenyum lebar lalu ia mengangguk cepat, ia menunjuk jam dinding lalu ia melompat penuh dengan semangat karena tidak sabar untuk merayakan pesta itu, Korrina menatap jam dinding itu lalu ia tersenyum, mungkin sudah waktunya untuk mempersiapkan pesta itu sekarang.


"Apa ada, musuh, nya!?" Minami masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi yang terlihat serius, ia menatap Kou dan Korrina, "Pagi hari ini kau sudah ribut saja, Minami." Okaho menghampiri ruang tamu kembali, ia melihat teman-temannya sudah bangun dan ekspresi mereka terlihat khawatir awalnya tetapi Okaho menjelaskan kepada mereka bahwa Kou tidak sengaja menakuti dirinya.


"Kalau tidak salah, kalian kemarin mencoba untuk menakuti kami juga ya? Aku melihat hantu besar tepat di hadapanku... sangat besar tetapi sayang sekali ya, aku tidak takut dengan namanya hantu." Kata Asriel, Okaho dan Minami menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat kecewa, setidaknya mereka masih bisa mencoba di lain hari untuk menakuti mereka berdua.


Hana menghampiri Haruka yang sedang duduk di kursi roda, ia memberi dirinya sebuah pelukan kecil agar Haruka bisa merasa senang dan tenang hari ini, "Haruka, selamat pagi... aku harap kamu beristirahat dengan tenang hari ini, sebentar lagi kita akan merayakan ulang tahun adik kecil-mu, kau harus ikut ya."


Mereka semua menatap Hana dan Haruka dengan ekspresi yang terlihat sedih, entah kenapa pesta tanpa Haruka memang memiliki suatu perasaan yang kurang dan hilang. Mereka hanya perlu menunggu dan menunggu untuk mengembalikan Haruka.


"Ayo, anak-anak, kita siapkan pestanya."


""Ayooo~~~""

__ADS_1


__ADS_2