
Komi masih tertawa terbahak-bahak, ia merasa bangga kepada diri-nya sendiri bahwa semua kekuatan dan peningkatan yang ia dapatkan cukup memuaskan hasrat bertarung-nya, sebagai seorang Succubus... ia mengubah hasrat nafsu-nya menjadi hasrat bertarung untuk bisa bertambah kuat tiada batas-nya.
Tugas-nya sudah selesai ketika berhasil menangkap beberapa Manusia untuk dijadikan sebagai sandera, mereka dipaksa untuk bekerja demi Komi agar tujuan-nya untuk menciptakan sebuah [Project] yang hebat bisa terjadi, tetapi ia harus memastikan potensi yang Manusia miliki di dimensi asli, ternyata mereka semua sangat hebat sehingga mampu membuat Komi tertipu beberapa kali.
"Baiklah... Sudah saatnya untuk pindah ke semesta selanjut-nya, sebelum itu aku harus menghancurkan semesta ini terlebih dahulu---" Komi menatap tajam ke depan ketika merasakan keberadaan yang sangat menyengat, gelombang api hitam meluncur ke atas hingga membuat Komi tersenyum sinis karena lawan lain-nya datang untuk menantang diri-nya.
"Jangan-jangan...? Aku baru saja membuat Arata sekarat, yang mengartikaaaan~" Komi melompat ke belakang lalu ia menahan tujuh pedang dosa itu menggunakan kedua lengan-nya sehingga ia melebarkan mata-nya ketika pedang-pedang itu memotong diri-nya menjadi bagian kecil, "Ck..."
Komi menggunakan ilusi untuk mengubah tubuh-nya yang sudah menjadi potongan kecil itu sebagai tumbal, ia terbang ke atas udara dan melihat Kuro yang sedang mengisi kekuatan-nya penuh, entah kenapa batasan kekuatan yang dimiliki-nya tidak bisa Komi rasakan, hanya amarah yang bisa ia rasakan karena diri-nya telah ditipu oleh Komi sendiri.
"Wah,wah... Apakah perasaan-mu dipenuhi dengan amarah ketika aku menipu seluruh dunia? Apa yang aku lakukan itu benar loh~ Seharus-nya kalian semua menyingkirkan Korrina terlebih dahulu baru aku~" Beberapa gelombang api hitam mengejar Komi dan ia mulai tertawa terbahak-bahak, tawa itu mampu mengubah seluruh gelombang api itu menjadi warna biru tua yang mengartikan dia dapat mengambil alih api itu dengan mudah.
"Luar biasa...!!! Luar biasa...!!! Tubuh-ku sekarang dipenuhi dengan nafsu untuk terus bertarung melawan Mortal seperti-mu...!!! Jika aku bisa mengalahkan Kuro dari semesta palsu maka aku yakin...!!! Kau bisa saja terbunuh oleh-ku...!!!" Komi tertawa terbahak-bahak, diri-nya bergelora penuh dengan nikmat ketika ia bertarung melawan Kuro.
"Kau... memang menyebalkan..." Kuro melepaskan aura-nya untuk melindungi seluruh Manusia yang ada di planet itu karena pertarungan mereka bisa saja mengorbankan beberapa jiwa, awal-nya dia tidak berniat untuk menyelamatkan bangsa Manusia tetapi Haruka berkomunikasi dengan diri-nya melalui sihir telepati.
"Haruka~ Aku bisa mendengar-mu loh~ Lebih baik kau tidak berurusan dengan pertarungan kami, aku pasti akan menikmati pertarungan ini sama seperti-nya aku menikmati benih kehidupan suami-ku sendiri...!!!" Komi melepaskan dorongan dan tekanan yang sangat besar hingga Kuro menahan-nya dengan ekspresi yang terlihat serius.
Kuro menggerakkan seluruh pedang-nya untuk mencoba melukai Komi, tetapi semua pedang itu terlempar ke belakang ketika ia melayangkan beberapa pukulan yang diselimuti dengan semua sihir kuno, Kuro melebarkan mata-nya ketika merasakan sihir Komi yang bertambah besar dan terasa baru... banyak sekali sihir kuno yang menyelimuti kedua tinju-nya itu.
"Jika kau mau... aku akan menunjukkan serpihan potensi kecil-ku." Komi melesat menuju arah Kuro, ia melayangkan pukulan sambil seringai, serangan itu dapat mudah dihindari oleh Kuro hingga ia berhasil melakukan serangan kombinasi dengan pedang-pedang itu yang menyebabkan perut Komi dipenuhi dengan luka tebas.
__ADS_1
Kali ini Komi mencoba untuk menyerang Kuro menggunakan [Omni-Slayer] yang keluar dari belahan dada-nya, benturan pedang mereka membuat tanah di belakang masing-masing bergelombang lalu hancur diiringi bunyi membahana. Mereka kembali mengadu pedang sampai ke udara tetapi Komi terlihat kesulitan ketika menahan dan menyerang serangan Kuro.
"Apa ini...? Kuro yang satu ini sangat berbeda dengan Kuro yang pernah aku lawan di dimensi-ku... cih, sepertinya semua makhluk yang berasal dari dimensi asli itu jauh lebih kuat ternyata." Ungkap Komi dengan ekspresi yang kesal.
"Apakah kau masih ingin tertawa...?"
"Apa---" Satu pedang amarah menusuk mulut-nya hingga ujung dari bilah pedang tersebut keluar melalui kepala belakang Komi, "Hugghhh...!!!" Kuro mendapatkan kesempatan untuk menyerang Komi penuh dengan amarah, ia memegang erat pedang [Gluttony] dan [Greed] lalu ia mengayunkan-nya beberapa kali kepada Komi disertai dengan sisa pedang yang ia kendalikan.
Setiap tebasan yang mengenai tubuh Komi menciptakan retakan udara dimana-mana, setelah melakukan kombinasi serangan... Kuro terus menyerang-nya tanpa henti sambil menunjukkan ekspresi yang kesal hingga ia kembali menciptakan gelombang api hitam yang muncul dimana-mana untuk mengenai mereka berdua secara bersamaan agar serangan yang dilakukan Kuro bisa berkali lipat untuk melukai Komi.
Serangan terakhir mengenai leher Komi hingga kepala-nya langsung terpisah, Kuro dan Komi sama-sama terlempar belasan meter ke belakang ketika Komi sempat untuk melepaskan dorongan yang besar. Kuro melihat Komi yang melakukan sihir regenerasi, ia mencoba untuk mengentikan-nya tetapi sebuah tangan besar muncul dari bawah tanah lalu menahan Kuro dan menghantam-nya di atas tanah.
"Cih...!!!" Kuro mencoba untuk menggunakan sihir amarah-nya tetapi ia terlambat karena Komi baru saja menjatuhkan jutaan planet ke arah planet Bumi beberapa kali hingga ia mengakhiri semua-nya dengan meluncurkan gelombang Final Shine Attack, "Hahahahahahaha...!!!"
Komi melihat tato yang melambangkan seluruh dosa di tubuh Kuro, pupil mata-nya berubah menjadi merah dan terbakar oleh api kemarahan... benturan pedang yang dahsyat kembali terjadi kali ini pedang Komi tiba-tiba hancur ketika menahan serangan tujuh pedang itu secara bersamaan-nya, ia terkejut ketika melihat pedang [Omni-Slayer] dapat hancur dengan mudah.
Bunyi ledakan [Omni-Slayer] terdengar sampai kemana-mana, udara berubah menjadi hitam hingga menyambarkan beberapa petir merah, Komi mulai berkeringat ketika melihat kekuatan Kuro yang meningkat terus menerus, tidak ada batasan yang menghentikan peningkatan tersebut. Komi tiba-tiba tidak bisa bergerak ketika Kuro menatap-nya, ia melempar semua pedang-nya.
"Sial...!!!" Komi menggunakan ilusi-nya tetapi pedang [Gluttony] Kuro mampu menyerap-nya sampai habis hingga ia memiliki akses dalam menggunakan ilusi, ia menggunakan ilusi yang dapat menciptakan diri-nya menjadi jumlah ratusan. Komi terpojok ketika ia terkepung oleh semua Kuro itu.
"Tidak mungkin..." Komi merapatkan gigi-nya, ia melihat sayap berwarna perak kehitaman yang melambangkan [Pride] lalu lingkaran sihir di punggung mereka yang selalu menghisap semua dosa yang ada di seluruh semesta dan galaksi termasuk inti-nya yaitu Touri.
__ADS_1
"Rencana-mu...!!! Berakhir sekarang juga...!!!" Kuro bersama kembaran-nya menyerang Komi secara bersamaan, tidak memberi dia kesempatan untuk melawan balik atau melarikan diri. Mereka semua menyerang Komi secara bersamaan, serangan yang terus berlanjut dan tidak memberi diri-nya sedikit ampunan.
Suara ledakan terdapat dimana-mana hingga planet itu tidak bisa menahan serangan milik Kuro, untung-nya planet itu masih utuh karena Kuro lah yang melindungi-nya menggunakan kekuatan-nya sendiri agar ia bisa menyiksa Komi beberapa kali, tetapi ia merasakan planet tersebut tidak bisa menahan kekuatan dahsyat milik Kuro bersama ilusi-nya sendiri.
Komi dibawa menuju dimensi [World of Sins], ia tersiksa disana dan dihajar habis-habisan tanpa henti oleh Kuro dan kembaran-nya sendiri, Komi hanya bisa menjerit keras dan tidak bisa melakukan apapun. Ia mengerang keras dan meminta ampun kepada Kuro ketika setiap serangan yang mengenai diri-nya mampu melukai Komi tanpa henti dan memberikan dirinya kesakitan abadi.
Serangan yang mampu mengguncangkan dimensi tersebut, beberapa sihir yang melambangkan ketujuh dosa itu menyambar tubuh Komi beberapa kali, tidak memberi diri-nya sedikit celah untuk melakukan regenerasi atau menggunakan sihir kuat-nya. Kuro tidak mengakhiri serangan-nya karena ia tidak akan berhenti sampai ia puas dalam menyiksa Komi.
"Ini yang kau dapatkan ketika kau mencoba untuk menipu-ku...!!!" Seru Kuro keras hingga mengerahkan seluruh kekuatan-nya untuk melakukan serangan terakhir yang menimbulkan ledakan besar dimana-mana, setelah semua serangan itu berakhir Kuro berhenti sebentar untuk memastikan Komi.
Tubuh Komi mengering, kedua mata-nya telah hilang... berubah menjadi hitam, kulit-nya berubah menjadi coklat ketika menerima semua serangan itu seolah-olah ia baru saja disiksa di neraka tanpa habis. Keberadaan Komi tidak bisa dirasakan sama sekali, itu artinya dia benar-benar sudah musnah ketika menerima semua serangan itu.
Kuro duduk di atas tanah lalu ia bernafas berat, ini pertama kali-nya ia mengerahkan seluruh kekuatan-nya untuk mengalahkan dewi segala-nya... tubuh-nya dipenuhi keringat dan seluruh ilusi-nya menghilang, ia memastikan kembali untuk melihat Komi dan dia benar-benar sudah menjadi mayat yang tak bernyawa.
"Haruka... aku berhasil... aku membunuh-nya." Kuro mulai berkomunikasi dengan Haruka.
"Selamat, Kuro..." Jawab Haruka tersenyum pahit karena tidak menerima fakta bahwa Komi baru saja dibunuh oleh Kuro, "Maafkan aku... aku merasakan kesedihan di ucapan-mu itu."
"Dia itu Mama-ku juga... awalnya aku ingin membawa diri-nya ke jalan yang benar, tetapi sudahlah..."
"...lupakan saja." Haruka meneteskan air mata lalu menghentikan sihir telepati-nya.
__ADS_1
"... ..."