Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 205 - Hanya ada Satu


__ADS_3

"Kau mau kemana---" Komi tersenyum jahat karena ia menggunakan sihir mengundurkan waktu dimana ia memundurkan waktu selama satu menit agar ia dapat mengubah wujud-nya menjadi penampilan yang terlihat sama persis seperti Korrina, keberadaan yang terasa sama juga.


Lebih baik dia menyembunyikan jati diri-nya yang asli dan memilih untuk melibatkan Korrina dalam segala hal agar ia menjadi ancaman terbesar bagi seluruh populasi Touri yang baru, dengan diri-nya yang sudah tersingkirkan maka Komi dengan bebas akan mengganti posisi-nya menjadi Korrina Comi dan dewi segala-nya yang menguasai lalu menjaga Touri yang baru.


Waktu kembali berjalan dan kedua dewa-dewi itu melihat Komi dengan tatapan yang terlihat terkejut, ia tidak menyangka bahwa belahan semesta yang bergabung menjadi satu hingga menciptakan big bang yang besar itu disebabkan oleh diri-nya, mereka berdua sempat melihat Komi yang berada di sebuah tempat dimana para dewa dan dewi segala-nya melihat kedua semesta yang bergabung itu.


"Korrina... ternyata kau..."


"Ya, itu aku...!" Komi tersenyum jahat, rencana yang ia pikirkan berjalan cukup baik karena ia ingin semua populasi Touri untuk menganggap Korrina sebagai musuh mereka, musuh yang menyebabkan semua ancaman besar.


"K-Kenapa... Kenapa kau melakukan ini!? Bukan-nya kau lebih memilih untuk melindungi mereka yang membutuhkan perlindungan-mu!?" Gadis itu menaikkan suara-nya, air matanya mengalir keluar dari mata-nya karena merasa kecewa melihat teman-nya yang pernah menyelamatkan Touri sekarang berubah menjadi sesosok kehancuran bagi Touri.


"Aku sudah muak melindungi sesuatu yang lemah, untuk apa aku melindungi sesuatu jika aku tidak mendapatkan apapun, lebih baik aku menjadi seseorang yang menguasai dan melindungi sesuatu dengan cara-ku sendiri... itu artinya pekerjaan dewa dan dewi seperti kalian tidak dibutuhkan bagi ideal-ku sendiri!" Komi mengepalkan kedua tinju-nya hingga menarik perhatian seluruh dewa dan dewi yang mulai mengepung diri-nya.


Semua dewa dan dewi itu tidak mempercayai apa yang Komi katakan seolah-olah Korrina yang mereka lihat adalah sesosok yang palsu, kemungkinan besar dia dirasuki oleh sesuatu yang dapat mengubah diri-nya menjadi jahat, tanpa memiliki pilihan lain... 


...peraturan dewa dan dewi harus segera dilaksanakan yaitu membunuh seseorang yang menyebabkan ancaman paling terbesar seperti membelah Touri menjadi dua lalu menggabungkan-nya dengan belahan Touri yang palsu.


Semua dewa dan dewi sudah bersiap untuk mengeksekusi Komi, tetapi mereka tidak pernah mengetahui bahwa dibalik penyamaran itu terdapat seorang gadis yang bisa disebut sebagai mesin pembunuh yaitu Komi, dengan kekuatan-nya... dia tidak perlu melawan mereka karena dengan hanya satu pergerakan saja sudah langsung membantai mereka semua.


"...Bagaimana menurutmu, Koura?" Gadis itu menatap Koura yaitu ibu Korrina dengan ekspresi yang terlihat sedih, Koura hanya bisa diam sambil menundukkan kepala-nya karena ia sudah muak selalu diberikan rasa kekecewaan oleh Korrina, ia melihat banyak sekali penduduk yang terbunuh karena ledakan big bang itu.

__ADS_1


"Kesabaran dan kesempatan-ku sudah habis, Nurosa... Fuyuma... lebih baik kita habisi saja anak-ku yang perlahan-lahan akan berubah menjadi monster. Ancaman satu-satunya yang datang itu karena keberadaan diri-nya." Koura menatap Komi dengan tatapan yang terlihat kejam, mereka dengan mudah mempercayai Komi sebagai Korrina karena kekuatan-nya yang segalanya dapat mengubah dirinya menjadi Korrina Comi.


Semua dewa dan dewi menatap Komi rendah, mereka sudah tidak bisa lagi mempercayai diri-nya karena perbuatan yang dia lakukan kali ini... lebih baik untuk menghabisi-nya terlebih dahulu sebelum dia melakukan sesuatu yang buruk lagi.


"Bersiap untuk dihukum, Korrina. Kita sudah saling setuju untuk segera menghabisi diri-mu." Kata Nurosa, Komi tersenyum lebar... senyuman yang terlihat sangat psikopat, ia sudah pasti akan menikmati siksaan yang akan ia berikan kepada mereka semua, melawan kematian... terdengar cukup menyenangkan bagi Komi sendiri.


"Jika kalian siap memberi hukuman-nya maka aku siap untuk menerima-nya lalu memberikan kalian semua keadilan..." Komi berubah menjadi wujud [Crimson Queen]-nya untuk menunjukkan diri-nya lebih terlihat seperti Korrina hingga semua dewa-dewi itu bersiap untuk melawan Komi dimana tekanan-nya sangat besar.


Komi memejamkan kedua matanya, semua dewa-dewi itu mulai merasa gugup dan khawatir bahwa kekuatan dan kemampuan Komi jauh lebih hebat dibandingkan dengan yang mereka miliki, tetapi tidak ada salah-nya untuk mencoba... kematian itu adalah hal yang biasa dan takdir saja yang memutuskan-nya.


Komi secara langsung melayangkan pukulan ganas yang membuat kepala dewa-dewi itu langsung hancur menjadi kepingan kecil hingga darah mereka menyembur kemana-mana, dengan hanya satu serangan saja... satu dewa tidak dapat bertahan hingga nyawa-nya langsung Komi ambil dan ia berikan kepada dewa kematian itu sendiri.


Sebuah pukulan masuk mengenai perut mereka hingga menyebabkan punggung mereka meledak lalu mengeluarkan organ-organ tubuh mereka sendiri, tidak ada yang mampu menahan-nya cukup lama... bahkan sihir dan serangan apapun yang mengenai diri-nya tidak cukup untuk melukai diri-nya.


Futsu mencoba untuk melindungi kedua putri-nya yaitu Sabrina dan Katrina tetapi gagal hingga Komi muncul tepat di hadapan-nya sambil tersenyum, ia tidak lupa untuk menyapa diri-nya dengan memanggil "Papa", setelah itu satu pukulan melayang mengenai perut-nya hingga ia terlempar ke belakang.


Dengan satu tatapan, Futsu meledak menjadi kepingan kecil dan membuat semua dewa-dewi kaget... sebagian dari mereka mencoba untuk melarikan diri tetapi Komi membelah diri-nya menjadi jumlah ratusan agar tidak ada satupun dewa-dewi yang berhasil melarikan diri, pembantaian massal dimulai dimana tidak ada satupun dewa-dewi yang lolos dari neraka ciptaan Komi sendiri.


Nurosa dan Fuyuma berakhir dengan satu kepala saja yang tertancap di kedua tinju Komi, tidak ada satupun dewa atau dewi yang selamat melainkan Komi membiarkan Koura, Sabrina, dan Katrina hidup... mereka berdua terlihat ketakutan sampai teriak histeris ketika menatap anggota keluarga mereka yang telah berubah menjadi mesin pembunuh yang asli.


"Ohh, ayolah... jangan ketakutan seperti itu, kalian seharus-nya bangga kepada diri-ku karena sudah mengerjakan sesuatu yang pantas untuk dikerjakan dari awal." Komi melepaskan kedua kepala itu lalu ia menghampiri mereka bertiga dengan tubuh-nya yang sudah dipenuhi dengan darah, wajah-nya kali ini terlihat sangat gila dan sadis hingga Koura melepaskan semua sihir Sacred ke arah Komi yang tidak memberikan efek apapun.

__ADS_1


Komi muncul tepat di hadapan Koura lalu ia menghajar-nya dengan pukulan bertubi-tubi hingga tak berdaya... Komi menahan kekuatan-nya agar ia dapat menikmati siksaan yang ia berikan kepada ibu-nya, ia mengingat sesosok ibu-nya yang kejam tetapi dimensi asli seperti ini... Korrina seperti-nya mendapatkan ibu yang sangat baik berbeda dengan diri-nya.


"Aku merasa puas sekarang... walaupun kau mati terlebih dahulu, setidaknya aku dapat merasakan sensasi dari menyiksa-mu habis-habisan!" Komi terus menghajar Koura habis-habisan hingga juga mulai menghajar Katrina dan Sabrina tanpa memberikan mereka celah untuk beristirahat atau memulihkan diri.


Setelah puas menghajar mereka semua, Komi mendaratkan satu pukulan dahsyat yang mementalkan mereka semua kembali ke dalam semesta dimana para dewa-dewi tinggal yaitu [Kamitouri], ia masih belum puas untuk mencabut nyawa seseorang yang tidak berguna jadi dia berkunjung masuk ke dalam semesta itu sendiri untuk membantai semua makhluk hidup yang tinggal di dimensi asli ini.


"Hehehe... Hahahahaha!!! Aku puas!!! Rasa ini lebih nikmat daripada merasakan benih kehidupan Alvin!" Komi tertawa terbahak-bahak.


"Hanya ada satu Dewi...! Dan itu aku sendiri!!!"


***


Konari membebaskan Haruka dan Korrina yang ada di dalam diri-nya, tidak ada yang berubah... rumah Korrina masih terlihat aman seperti-nya ledakan big bang tadi masih bisa tertahan oleh sistem perlindungan dibuat oleh Korrina... sudah jelas sih karena Konari bisa melihat banyak sekali perlindungan yang terbuat dari energi Sacred itu sendiri.


"Jadi, apakah kau percaya sekarang? Touri sedang dalam masalah, ancaman yang baru dan kali ini lebih buruk dari ancaman yang dibuat oleh Rxeonal." Konari menatap mereka berdua dengan tatapan yang terlihat serius, ketika Korrina dan Haruka berada di dalam tubuh Konari... mereka dapat mendengar dan merasakan ledakan big bang tersebut.


Ketika Haruka kembali keluar dari tubuh Konari, ia merasakan sesuatu yang mengerikan dan buruk... Keberadaan Komi bisa ia rasakan dan itu bukan pertanda yang baik karena banyak sekali dewa-dewi yang ia bantai habis sampai tidak menyisakan satupun, itu artinya tidak ada satupun yang berani untuk berurusan dengan Komi karena dia sudah hampir menghabisi semua dewa-dewi yang ada.


"Aku benar-benar gagal..."


"...gagal untuk mempercayai dirimu."

__ADS_1


__ADS_2