
Korrina dan yang lain-nya saat ini sudah tiba di luar angkasa, Shelldon menyambut mereka semua dengan sebuah kursi empuk yang melayang di luar angkasa, mereka semua mulai duduk di atas kursi itu untuk saling mendiskusikan tentang sesuatu... apalagi jika itu bukan tentang Touri yang saat ini sedang berubah menjadi Touri yang mengerikan? Terlihat dari jauh bahwa Touri saat ini masih proses pembangunan ulang.
"Ini pertama kali-nya aku tidak terpesona dengan keindahan Touri walaupun sejauh ini... sialan si Zangetsu itu, apa tujuan-nya sampai susah-susah mengubah sesuatu yang indah menjadi mengerikan?" Tanya Okaho sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
Shelldon adalah seekor kura-kura besar yang bisa disebut sebagai penjaga keamanan untuk inti semesta Palouce, jarang sekali ada ancaman atau konflik besar-besar yang dapat menyebabkan kehancuran Palouce, itu semua karena mereka tidak mau menanggung resiko berhadapan dengan Shelldon. Hanya dua inti semesta yang dijaga oleh penjaga berbeda dengan Touri karena penjaga itu sendiri dari awal adalah Korrina bersama teman-temannya.
Korrina merasa terkesan melihat Palouce bisa senyaman dan sedamai ini jika dijaga oleh seekor kura-kura seperti dirinya, Shelldon merasa aneh ketika melihat rambut Korrina yang pendek dan juga berwarna merah... ia tidak terlihat menonjol sebagai gadis keturunan Comi, dari warna rambut dan juga keberadaan yang terasa cukup menyengat... sepertinya Korrina menikah dengan seorang laki-laki yang memiliki sihir Crimson.
"Tidak apa 'kan rambut-ku merah... anak-anakku juga memiliki rambut merah untuk lebih menunjukkan kita sebagai keturunan Ghifari juga, tentu-nya aku bukan keturunan sih melainkan seorang keturunan Comi yang menikahi keturunan Ghifari..." Membicarakan soal keturunan itu membuat Shelldon menguap sehingga membuat Korrina kesal dan mengembungkan kedua pipi-nya, "Kenapa aku menghabiskan waktu berbicara dengan-mu!" Korrina bangkit dari kursi dan mencoba untuk pergi tetapi Shelldon menghentikan-nya.
"Baiklah-baiklah, biar aku menebak-nya... apa yang akan kau katakan selanjut-nya adalah, kau ingin menanyakan diri-ku tentang meminta bala bantuan bukan? Mengumpulkan seluruh penghuni Palouce dan Reaoum untuk membantu kalian merebut Touri kembali serta membunuh Zangetsu? 'Kan?" Korrina dan kedua anak-nya sontak kaget ketika Shelldon baru saja mengatakan sesuatu yang belum mereka beritahu.
"Tunggu, bukan-nya dia maha mengetahui?" Korrina baru saja ingat, "Sial, seperti-nya aku ketahuan, tentu saja... kau memiliki dua anak yang berasal dari masa kuno, Korrina, kau dapat mendapatkan banyak informasi dengan mereka berdua."
"Tolong... Tolong jangan habiskan waktu-ku, tangan-ku benar-benar gatal karena sudah terlalu lama membicarakan sesuatu yang tidak penting bersama diri-mu itu." Korrina tersenyum sambil memejamkan kedua mata-nya, Shelldon langsung merinding ketika melihat wajah-nya, ia langsung diam dan mendengarkan penjelasan mereka bertiga.
Haruka yang menjelaskan tentang situasi, informasi yang ingin ia ketahui... apakah seluruh ras dari Palouce mampu menandingi pasukan Komi... pasukan berbahaya yang ada di Touri seperti Giblis dan yang lain-lainnya, mereka adalah pasukan yang tidak terhentikan jika pertarungan berjalan cukup panjang. Shelldon memberikan beberapa informasi tentang seluruh ras di Palouce dan kemungkinan besar... setengah-setengah pertarungan akan berjalan setara.
Ketika mendengar hal itu, Haruka dan Okaho mulai berdiskusi, Korrina hanya mendengarkan karena ia seperti-nya sudah kehabisan rencana. Sepuluh ras yang ada di Palouce seperti-nya dapat membantu untuk mengulurkan waktu, Haruka tidak berniat untuk menjadikan mereka tumbal karena ia ingin seluruh pasukan Komi bisa sibuk agar Shira bersama yang lain-nya bisa mengurus seluruh dewa-dewi kuno itu.
__ADS_1
Tetapi masalah-nya semua dewa-dewi kuno itu abadi walaupun banyak sekali cara yang dapat membunuh mereka... mereka akan terus bangkit, "Serahkan Komi dan buku sihir itu kepada-ku saja, aku yakin dia saat ini masih melakukan ritual... menurut prediksi-ku sendiri ya, anak-anak... penghuni Palouce masih belum cukup untuk memberi kita jalan mengalahkan seluruh budak-budak Komi yang kuat itu."
"Tidak... apa yang Mama katakan benar, itu artinya kita harus bekerja sama dengan inti semesta yang lain yaitu Reaoum, tetapi aku dengar mereka sangat keras kepala jika ingin diajak bekerja sama... mereka egois karena ras mereka adalah ras campuran dan juga ras yang sangat unik." Shelldon memberi mereka sebuah buku untuk menulis rencana disana, Haruka berterima kasih kepada diri-nya lalu ia menulis rencana yang ia pikirkan saat ini.
"Ancaman dan konflik yang kita hadapi sama seperti Rxeonal dan Shinku, perang antar semesta... tetapi yang satu ini jauh lebih dahsyat dan besar. Jika kita mampu beraliansi bersama penghuni Palouce dan Reaoum maka kita memiliki kesempatan untuk bisa menyerang semua budak Komi... serahkan Konari kepada kita berdua dan serahkan semua dewa-dewi kuno itu kepada Shira bersama teman-temannya." Kata Haruka sambil menulis.
"Itu artinya mereka harus mengulur waktu agar Mama bisa menghancurkan buku sihir itu dan mengalahkan Komi?" Tanya Okaho.
"Ya, tetapi masih ada ancaman lain loh... sebuah portal dimensi sihir sudah terbuka, itu artinya beberapa dari mereka harus menjaga portal itu, hal yang aku takutkan adalah... semua dewa-dewi agung yang berada di setiap wilayah sihir akan ikut bekerja sama dengan Zangetsu dan Komi." Haruka mulai menatap Korrina dan Okaho dengan ekspresi yang terliaht khawatir, jika dipikirkan lagi semua-nya terasa mustahil jika Komi dan Zangetsu sudah mengambil alih semua-nya di Touri.
"Apakah kalian melupakan sesuatu bahwa kedua inti semesta juga memiliki dewa-dewi yang berbeda?" Shelldon mulai berbalik arah dan menunjukkan cangkang-nya yang memiliki warna seperti luar angkasa, Korrina bersama anak-anaknya langsung tercengang bahwa mereka merasakan keberadaan dewa di dalam cangkang itu.
"Soal aliansi itu aku setuju saja, apalagi kau adalah putri dari Koura Comi, Korrina Comi... aku sangat berhutang budi kepada Ibu-mu dan aku harus membayar-nya sekarang juga kepada putri-nya untuk membantu merebut kembali Touri serta membalas dendam perbuatan Komi yang sudah membunuh seluruh populasi Touri termasuk dewa-dewi itu sendiri." Korrina sempat terkejut bahwa Koura seperti-nya melakukan sesuatu yang sangat penting sehingga Shelldon mau membantu mereka.
Semua dewa-dewi itu langsung menyambut Korrina dengan penuh senyum dan tawa, wajah mereka terlihat senang dan bahagia ketika pertama kali melihat putri dari Koura Comi, "E-E-Ehh, ada apa ini...?! S-Sesak..." Korrina dikepung oleh semua dewa-dewi itu hingga Haruka dan Okaho tersingkir dari dekat Korrina.
""Wah, ternyata benar... wajah dan mata-nya benar-benar melambangkan bahwa dia adalah putri Koura, sangat cantik... dengan rambut-nya yang merah itu, benar-benar indah!""
""Selamat datang di Palouce~ Dan selamat datang di sebuah dunia dimana para dewa-dewi bekerja serta memantau semesta Palouce!""
__ADS_1
Semua dewa-dewi itu terlihat sangat ramah dan bahkan memperlakukan Korrina seperti seseorang yang sangat penting, Shelldon tiba-tiba menghubungi Korrina melalui sihir telepati bahwa seluruh dewa-dewi dari berbagai semesta sudah pasti akan mengenal diri-nya yang pernah menyelamatkan Touri dengan aksi heroik-nya itu.
Mendengar hal itu membuat Korrina langsung merona sehingga ia menutup wajah-nya karena tidak bisa menahan rasa malu ketika mendengar mereka semua memuji diri-nya sendiri, "T-Tolong hentikaaaaaannnnn...." Haruka dan Okaho tersenyum, melihat Mama mereka sendiri seorang mortal bisa dijadikan sebagai idola oleh semua dewa dan dewi itu.
"Aku tidak menyangka Palouce juga akan memiliki Kamitouri seperti itu, Shelldon." Kata Haruka sambil berbicara dengan Shelldon melalui telepati, "Ini berbeda, semua dewa dan dewi aman bersama-ku... aku masih memikirkan nama tentang nama tempat ini sih, fakta aneh lain-nya bahwa mereka bekerja di atas cangkang-ku."
"Jangan dibawa pusing, aku meminjam air terjun yang mengandung esensi dewa dan dewi itu ya. Kau ternyata benar-benar maha mengetahui sehingga kura-kura sepertimu dapat mengetahui niat kami datang ke tempat yang memiliki keberadaan dewa hanya untuk mencari air terjun yang memiliki esensi dewa." Haruka tersenyum lalu terbang ke atas dan pergi menghampiri air terjun yang ia cari.
Shelldon merasa senang untuk menolong mereka semua, "Apakah kau lihat itu, Koura...? Aku menolong anak dan cucu-cucumu, aku harap kau bisa hidup tenang disana." Ungkap Shelldon.
Haruka dan Okaho terbang di kecepatan yang sama karena Okaho mulai merasa khawatir bahwa kesempatan menang yang kecil mereka itu tidak akan bisa terjadi walaupun mereka semua sudah menggunakan cara apapun, "Kau terlihat khawatir... Masa depan?"
"Kenapa kau tidak ingin memberitahu-ku kelanjutan-nya?" Tanya Okaho.
"Sudah batas... kau tidak perlu mengetahui sesuatu yang mengerikan lagi, aku takut masa depan itu malah berubah ketika kau mengetahui-nya." Jawab Haruka.
"Aku mohon, kakak... jangan pernah bertingkah gegabah lagi untuk menghancurkan Limiter terakhir yang ada di dahi-mu itu." Okaho memohon kepada Haruka dengan ekspresi yang khawatir, Haruka hanya diam dan tidak menjawab-nya, "Aku tidak mencoba untuk mengalihkan pembicaraan tetapi... di situasi seperti ini, apakah kau lebih mementingkan diri sendiri dan keseimbangan dibandingkan keselamatan Mama bersama teman-teman kita?"
"Kakak, kau harus bisa mengetahui situasi yang aku hadapi, aku bukan seperti-mu... aku setengah ras Eternal dan Legenda, kekuatan dan kemampuan-ku juga bahkan lebih berbahaya dari sihir waktu-mu itu, jika aku menghancurkan setengah dari Limiter-ku maka aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjut-nya." Jawab Okaho.
__ADS_1
"Kita lihat saja situasi-nya... ya...?" Haruka menatap Okaho dengan sebuah senyuman kecil.
"Hm..."