Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 975 - Memohon Ampunan


__ADS_3

Ako bisa melihat seluruh pasukan Amerika serikat berdatangan dari setiap arah dengan senapan yang sudah melepaskan banyak peluru ke arah dirinya tetapi ia tidak perlu menahannya sama sekali.


Pesawat tempur juga sudah berdatangan tetapi Ako menghancurkan semua itu hanya dengan melepaskan satu anak panah sampai menembus menuju mesin utama lalu menghancurkannya.


Panahnya yang diperkuat dengan Lenergy dapat menembus pertahanan sekuat apapun yang dimiliki oleh umat Manusia, semua penyerangan yang terjadi atas langit telah ia urus sehingga ia juga perlu menyingkirkan semua tank yang menembakkan banyak rudal padanya.


Semua rudal itu berhasil Ako tendang sampai hancur dengan kedua tangannya yang memfokuskan serangan pada semua tank itu dengan meluncurkan banyak sekali serangan panah sampai mengenai Manusia yang mengendarai tank tersebut.


Ako melesat maju menuju semua tank itu lalu ia mengangkatnya satu per satu untuk di lempar ke atas langit sampai mendarat di atas tanah hanya untuk menindih banyak sekali pasukan Amerika.


Setelah melihat semua kendaraan itu sudah ia singkirkan, sisanya hanyalah semua Manusia itu yang membidik dirinya menggunakan senapan kuat, setiap peluru yang melesat ke arah dirinya berhasil hancur ketika menyentuh tubuhnya itu.


Ako mengeluarkan dua pistol lalu ia melangkah maju ke arah pasukan Amerika itu selagi melepaskan banyak sekali tembakan selagi melakukan beberapa tendangan ke arah Manusia yang berada di jarak dekat dengannya.


"Mundur...!!! Kita perlu---" Jenderal yang memerintah seluruh pasukan untuk mundur menerima tembakan peluru pistol itu di bagian kepala sampai dirinya langsung terjatuh di atas tanah.


Semua pasukan seketika panik melihat Ako bergerak begitu cepat sampai mereka tidak bisa melakukan apapun kecuali mempersiapkan perisai yang sudah dihancurkan duluan oleh serangan fisik yang dilanjutkan dengan tembakan pada bagian kepala.


Ketika amunisi peluru yang ia pegang habis, Ako melempar kedua handgun itu ke depan sampai menghancurkan kepala Manusia karena pistol itu sudah menerima kandungan Lenergy yang lumayan kuat.


Ako mengganti senjatanya dengan mengeluarkan sebuah senapan yang menghasilkan api ketika ia menarik pelatuknya, semburan api dari dalam senapan tersebut menjalar luas sampai mengenai banyak sekali pasukan Amerika.


"Aaagggghhhhh!!!" Para pasukan Amerika menjerit penuh kesakitan karena tubuh mereka langsung terbakar.


Senapan canggih itu pemberian dari Shinobu karena bukan hanya menyemburkan api panas, Ako juga bisa membasahi semua tubuh pasukan itu dengan minyak agar efek pembakaran bisa lebih menyebar.


Ako memasang tatapan yang tidak menunjukkan belas kasihan apapun karena ia mengingat bahwa Shinobu dikhianati begitu saja walaupun sudah membantu mereka dengan semua kemampuan yang ia miliki.


Ketika senapan semburan api itu habis, ia segera mengganti cara bertarung dengan seni bela diri dimana setiap pukulan dan tendangan sudah cukup untuk memecahkan kepala dan organ tubuh mereka.


Setiap pasukan yang menyerang dirinya dari arah berbeda terus menerima banyak pukulan beruntun serta tendangan yang ia dorong ke depan sampai menembus perut lima Manusia sekaligus lalu ia lempar ke sebelahnya sampai menabrak kelompok di dekatnya.


Ako mengeluarkan dua pisau dari dalam sakunya lalu ia melancarkan banyak tebasan yang meninggalkan luka robek di bagian perut dan leher semua Manusia itu sampai mereka mati kekurangan banyak darah serta urat nadi yang telah putus.


Pasukan Amerika mengira bahwa pertarungan melawan satu Legenda gadis tidak perlu mengerahkan segalanya tetapi selama ini mereka salah karena satu saja rasanya seperti melawan jutaan Iblis yang mencoba untuk menaklukkan Yuutouri.


Semua Manusia itu tidak diberi celah atau kesempatan untuk melarikan diri mereka yang berada di jarak cukup jauh darinya akan menerima banyak tembakan panah, untuk pasukan yang masih menyerang dirinya akan menerima luka dalam mengerikan dengan pisau tajam.


Ako mengeluarkan beberapa granat yang ia lempar di sekitarnya sampai memicu ledakan yang menggugurkan banyak nyawa, semua perbuatan mereka rasanya tidak memiliki kegunaan apapun sampai sebagiannya memilih untuk diam selagi memejamkan mata mereka.


"I give up..."

__ADS_1


"...kita tidak bisa menang."


"John sialan... kenapa dia masih belum melepaskan banyak bala bantuan!?"


"Tolong...!!! Aku masih memiliki keluarga...!!!"


Semakin mereka mengeluarkan sedikit perkataan apapun, Ako langsung menggorok leher mereka menggunakan pisaunya lalu melempar granat lainnya untuk menghancurkan perisai yang mereka pegang.


Semua pasukan Amerika itu mengeluarkan bendera putih untuk meminta ampunan tetapi Ako tidak memedulikan karena ia tetap membidik kepala Manusia itu menggunakan panahnya.


Satu panah menusuk kepala Manusia itu sampai memutuskannya, seorang tentara mendekati Ako lalu ia bersujud tepat di hadapannya sampai kepalanya menyentuh sepatunya itu, "Tolong...!"


"Kau harus menghentikan pertumpahan darah ini...!!! Kami tidak ingin kehilangan lebih banyak umat Manusia, tolong jangan memulai pengakhiran dunia juga...!!! Aku mohon!!!"


Tentara itu menangis sampai membasahi sepatu Ako, ia sendiri tahu jelas bahwa apa yang Shinobu lakukan sudah jelas salah jadi mereka memiliki alasan untuk mengincar dirinya dan seluruh bangsa Legenda.


"Seharusnya kau tidak membela seseorang yang sudah melakukan kesalahan... dirinya itu... dia... dia seharusnya menerima yang dinamakan akibat karena sudah menyebabkan banyak kerusakan...!"


"Dia adalah Monster---" Ako merapatkan giginya lalu ia memasukkan sebuah panah ke dalam mulut tentara itu.


"Dasar bangsat...!!! Berani-beraninya kau mengatakan Nobu sebagai monster sembarangan...!!!" Ako langsung mencekik leher tentara tersebut lalu mengangkatnya ke atas.


"Berani-beraninya kau mengatakan teman yang aku sangat sayangi sebagai monster...!!! Akan aku bunuh kalian semua...!!!" Ako memasukkan tangan kirinya ke dalam perut tentara tersebut lalu ia membelahnya menjadi dua hanya menggunakan tangan.


"Kalian semua adalah sampah...!!! Mereka yang menganggap Nobu sebagai Monster berhak merasakan amarahku...!!!" Seru Ako dengan penuh amarah.


***


Konomi menebas leher semua pasukan Perancis itu lalu ia mengeluarkan banyak sekali ramuan dari dalam tas pinggangnya hanya untuk memecahkan sebuah botol dengan cairan racun di dalamnya.


Semua cairan yang mengenai musuhnya akan langsung melelehkan tubuh musuhnya sampai seseorang yang mencoba untuk menginjaknya juga memiliki takdir yang sama.


Konomi mengeluarkan sebuah tombak yang ia bawa di Yuusuatouri lalu meneteskan bilahnya dengan ramuan tersebut agar efeknya terasa lebih mematikan dimana tebasannya dapat langsung melelehkan musuh sampai tulang-tulangnya.


Konomi memegang erat gagang tombak itu lalu ia menggerakkannya secara vertikal dan horizontal selagi bergerak mengelilingi wilayah tersebut untuk membunuh semua pasukan yang bersenjata.


Pertahanan yang mereka gunakan juga langsung tembus karena racun dari bilah tersebut, tank sendiri bahkan sampai terbelah menjadi dua.


Tombak yang bergerak secepat cahaya bagi seluruh umat Manusia itu meneteskan banyak sekali racun dari bilah tersebut, satu tetes yang mengenai tubuh mereka akan langsung menembus organ tubuh sampai dalam sekali.


Konomi terus membelah tubuh Manusia itu menjadi dua sampai ia mulai melemparnya lurus ke belakang hanya untuk mengeluarkan sebuah senapan dengan peluru yang sudah ia teteskan oleh racun sebelum.

__ADS_1


Pelatuk ia tarik sampai melepaskan banyak sekali peluru beracun yang langsung menembus dada mereka sampai melelehkan semua orang tubuh di dalam semua pasukan Manusia itu.


Senapan mesin yang ia kenakan untuk menembak pasukan Perancis mulai habis sampai ia dapat mendengar suara pesawat yang mencoba untuk menjatuhkan nuklir ke arah dirinya.


Konomi melempar senapan mesin itu ke arah pesawat tempur tersebut yang sudah menjatuhkan sebuah nuklir, ia melompat ke atas lalu mengambil nuklir tersebut hanya untuk di lemparnya ke arah lain sampai tiba di negara yang berada di dekat dengan Perancis.


Melihat Konomi yang bisa menangkap bom nuklir sampai melemparnya ke negara lain memberikan keputusasaan untuk semua pasukan Perancis yang tidak bisa melakukan apapun kecuali menunggu giliran untuk meleleh karena terkena oleh serangan racunnya itu.


Konomi yang berada di atas langit melempar banyak sekali granat yang menempel dengan tanah, ketika granat tersebut meledak masih terdapat beberapa granat kecil yang berpencar di dalamnya sampai memicu ledakan area yang begitu besar.


Konomi mendarat di atas tanah lalu ia merebut kembali tombak yang menancap dengan daratan, dirinya segera menghabiskan pasukan bersenjata lainnya dengan menebas tubuh mereka tanpa henti.


Dirinya juga langsung mengeluarkan dua ramuan yang mengeluarkan gas beracun menggunakan tangan kirinya, ia langsung melemparnya ke arah barat sedangkan arah timur bisa ia urus dengan mengayunkan tombak itu secepat cahaya.


Ketika Konomi mencoba untuk mengayunkan tombaknya itu, ia bisa melihat seorang Jenderal berlutut lalu bersujud kepada dirinya untuk menghentikan semua pertumbuhan darah yang ia lakukan.


"Tolong hentikan...!!! Kami tidak memiliki niatan apapun untuk berperang lagi...! Setidaknya berikan kami kedamaian...!"


"Seharusnya kau tidak membunuh umat Manusia yang tidak memiliki salah apapun..."


"...musuh kalian satu-satunya adalah gadis berdarah dingin yang dengan kejamnya membunuh presiden kami---" Konomi melanjutkan tombaknya itu sampai ujung dari bilah itu menyentuh kening Jenderal tersebut.


"Shinobu bilang untuk tidak memberikan ampunan apapun kepada umat Manusia... mereka lah alasan kenapa perang selalu terjadi..."


"...dengan menghindari peperangan dan kebencian maka Shinobu memberikan solusi yaitu memusnahkan umat Manusia karena perilaku bodoh mereka!" Konomi menebas leher Jenderal itu sampai meleleh.


***


"Kenapa mereka masih belum menyerang sama sekali...?" Tanya John yang mulai curiga sehingga ia bergegas kembali menuju ruang kerjanya hanya untuk melihat rekaman yang terjadi di bumi.


Setelah dirinya tiba di dalam ruangan kerja itu, pandangannya dikejutkan dengan planet Bumi yang terlihat begitu kacau sampai ia dapat melihat pertumpahan darah di sebabkan oleh seluruh Beast Mecha Neko yang membunuh Manusia tanpa ampun.


Hologram di sebelahnya menunjukkan seluruh negara dengan warna merah yang mengartikan di sana terjadi pembunuhan masal sampai seluruh Manusia itu tidak dapat bisa melawan.


Hanya melepaskan satu robot di setiap negara dan satu Legenda saja sudah cukup untuk mengguncangkan negara sampai membunuh setiap Manusia tanpa menyisakan satu pun.


Melihatnya saja membuat John berkeringat dingin dan panik bahwa mereka benar-benar bisa membantai habis mereka semua yang sudah mengerahkan kekuatan dari persenjataan militer.


"Dasar lemah...!!!"


"Umat Manusia bumi yang tidak berguna...!!!"

__ADS_1


__ADS_2