
"Bagaimana kondisi Mama...?" Tanya Hana kepada Arata yang sedang mengompres kening Ophilia yang masih terasa panas.
"Dokter dari Co. Corp tadi sempat mengatakan bahwa ibumu mengalami sedikit trauma yang tidak mau ia pikirkan sejak itu..." Arata mulai berbicara sambil mengusap lengan Ophilia.
"Demamnya terus bertambah tinggi ketika ia mencoba untuk memikirkan sesuatu yang tidak ingin ia ingat, akan lebih baik jika Ophilia terus beristirahat." Kata Arata.
Arata terlihat khawatir karena ia tidak begitu mengetahui masa lalu Ophilia tetapi ia tahu jelas bahwa salah satu traumanya adalah kebangkitan dari seluruh Mystical Creature.
Semua makhluk sihir itu terlepas di sekitar alam semesta, awalnya berjalan begitu baik tetapi semuanya berubah ketika para dewa agung turun tangan sampai menjinakkan mereka semua.
Makhluk sihir yang sudah jinak dan menganggap seorang sebagai majikannya akan memberikan sebuah tanda kontrak atau mereka yang berhasil menjadikan makhluk sihir sebagai peliharaan maka...
Mereka akan mendapatkan sebuah lambang atau tanda yang melambangkan makhluk sihir itu, Arata meminta Hana untuk mengambil beberapa air minum dan bubur.
Hana mengangguk lalu ia berjalan pergi menuju restoran untuk membuat sebuah bubur dan air hangat agar Ophilia bisa merasa baikkan ketika bangun.
Arata mendapatkan sedikit kesempatan untuk memeriksa tubuh Ophilia karena ia sempat merasakan sesuatu yang aneh di dalamnya, ia dengan pelan-pelan membalikkan tubuh Ophilia.
Setelah itu ia melepaskan pakaiannya untuk melihat punggung Ophilia yang memiliki lambang dari Phoenix, ketika ia melihatnya Arata langsung dikejutkan dengan lambangnya yang mengandung sinar hijau.
"A-Apa ini...?" Arata mulai menyentuhnya dan tapaknya langsung tersengat sehingga ia mundur beberapa langkah dengan ekspresi yang terlihat kaget.
Lambang Phoenix yang tertera di punggung Ophilia mengandung sinar hijau yang mampu memunculkan lambang lainnya di bagian tengkuknya.
"Ophilia..." Arata memasangkan kembali pakaiannya lalu ia duduk di sebelahnya, mencoba untuk berpikir siapa yang dapat membantu masalah seperti ini.
Entah kenapa demam biasa mampu membuat Arata merasa khawatir dan tertekan di dalam pikirannya, "Aku harus menghubungi seseorang soal ini..."
***
Zoiru melepaskan beberapa laser yang melesat ke atas lalu berkumpul, setelah semua sihir itu berkumpul maka akan terjadi sebuah hujan sihir deras yang mencoba untuk membunuh Arisu.
"Zoiru...!!!" Arisu menghancurkan semua sihir itu menggunakan dua perang api yang ia ciptakan, setelah itu ia melemparnya ke depan untuk menghancurkan gumpalan hijau tersebut.
Zoiru muncul di hadapan Arisu dengan meteor besar yang ia angkat menggunakan lengan kanannya, "Shining Blazing!"
Arisu melepaskan cahaya silau yang mampu membuat Zoiru buta seketika sampai tubuhnya mengalami kendala yang menghentikan dirinya untuk bergerak.
Arisu merebut meteor yang ia pegang lalu ia membelahnya menjadi dua dan melemparnya kepada Zoiru yang berhasil menghancurkan kedua meteor itu dengan tatapan mengancam.
Arisu muncul di sebelah Zoiru lalu ia memegang erat tanduknya dan terbang menuju daratan untuk melemparnya.
Arisu melempar tubuh Zoiru dan ia langsung muncul tepat di bawahnya dengan pukulan yang mengenai punggungnya itu.
Zoiru menghantam wajah Arisu lalu ia mencoba untuk melepaskan laser hijau menggunakan jarinya tetapi Arisu menampar lengannya lalu melepaskan Shiramura Eclipse yang mengenai tubuhnya dalam jarak dekat.
Zoiru berputar dan menendang puncak kepala Arisu sampai ia terhempas menuju daratan, Arisu mencoba untuk menghilang tetapi Zoiru mulai menyerangnya lagi dan lagi.
Tinju ya sampai menumbuhkan beberapa taring tajam yang mampu menusuk tubuh Arisu ketika menerima semua serangan itu, Zoiru menendang Arisu sampai ke belakang.
Setelah itu ia melepaskan semua taring yang bermunculan di tinjunya dan menciptakan sihir taring besar berputar yang ia lempar kepada Arisu.
Arisu mencoba untuk menahannya tetapi ia dikejutkan dengan taring itu terbelah menjadi taring kecil yang menusuk seluruh tubuhnya, Arisu meringis kesakitan dan ia melihat Zoiru muncul di hadapannya.
Zoiru melepaskan gumpalan hijau yang membawa Arisu mundur lalu ia melanjutkan serangan dengan melancarkan dua laser melalui kedua matanya.
Arisu menghantam gumpalan itu ke bawah lalu ia berubah menjadi api dan muncul tepat di belakang Zoiru dengan sihir semua elemen yang ia lepaskan tepat di belakangnya.
Zoiru melepaskan dorongan besar di sekitarnya untuk menghapus semua sihir itu lalu ia menendang wajah Arisu sampai babak belur, setelah itu ia menghantam kepala kanannya sampai kulitnya terkupas.
Zoiru menggenggam erat perut Arisu lalu ia mencabutnya sampai kulit dan sedikit dagingnya terkupas dengan kuku Zoiru yang sangat tajam.
Zoiru mulai menyelimuti tubuhnya dengan aura hijau lalu ia melesat maju ke arah Arisu dan menabrak tubuhnya sampai tanduknya menusuk paru-paru kanan Arisu.
"AAAAGGGGHHH...!!!" Arisu menjerit kesakitan dan tubuhnya langsung menghantam daratan.
Zoiru melompat ke belakang dengan tanduknya yang memiliki sisi dari daging paru-paru itu, "Informasi yang harus kau ketahui tentang dewa agung Zoiru..."
"...aku tidak memiliki kelemahan apapun, dengan kekuatan dewa agung Oath dan kontraktor dari Bamushigaru! Aku tidak terkalahkan!"
"Bahkan jika aku memiliki kelemahan, aku memiliki waktu untuk memperbaikinya dan menyempurnakan semua kesalahan itu." Zoiru tersenyum.
"Aku dapat melukainya... tetapi kekuatan murni milik Zoiru tidak dapat aku ikuti atau ukur." Ungkap Arisu, ia mulai berlutut dengan tubuhnya yang menjatuhkan banyak darah.
"Aku... mengalami kesulitan bernafas..." Arisu diam-diam memulihkan kerusakan fatalnya dan ia mendapatkan Legend's Boost lainnya.
"Sebanyak-banyaknya aku mendapatkan Legend's Boost... semua itu tidak dapat mengubah fakta bahwa keterbatasan antar kekuatan kita masih jauh..."
"Ada apa, Arisu? Apakah bantuanku dalam memunculkan Legend's Boost milikmu tidak membantumu untuk terus melanjutkan semua ini...?" Tanya Zoiru.
"Awalnya aku merasa khawatir soal penumpukan kekuatan itu tetapi sekarang aku yakin... Bangsa Legenda..."
"...bangsa yang tidak dapat di biarkan begitu saja dalam pertarungan panjang seperti ini. Tidak ada yang tahu kekuatan atau tingkatan apa yang akan kalian dapatkan..."
"Semuanya memiliki jalan dan pintu menuju kekuatan berbeda, fakta menyebabkannya adalah Legenda dapat dengan mudah untuk memasuki semua pintu itu."
"Kau akan mati di tanganku, Omni-Saint---" Tubuh Zoiru menerima beberapa serangan yang di lepaskan oleh Methode dan Shou.
__ADS_1
Zoiru menoleh ke belakang lalu ia melepaskan beberapa dorongan yang mengenai tubuh Arisu sampai ia terdorong ke belakang dengan tatapan kesal, ia sudah muak melihat semua kekuatan dan kemampuannya.
Arisu mengangkat kedua lengannya lalu ia memunculkan jutaan sirkuit sihir dengan elemen berbeda, setelah itu ia melepaskan semua kepada Zoiru yang melesat maju ke depan.
Bamushi mulai melepaskan jeritan keras yang menyebabkan dorongan dan tekanan untuk menghapus semua sirkuit dan sihir tersebut.
Zoiru kali ini tidak membutuhkan kedua tinjunya melainkan dorongan atau shockwave yang cukup untuk melukai tubuh Arisu beberapa kali.
Arisu melepaskan dorongan besar yang mengenai tubuh Zoiru beberapa kali lalu ia melakukan tendangan yang melancarkan beberapa dorongan mengenai wajahnya.
Zoiru mengakhiri semua serangan itu dengan melakukan satu putaran lalu ia menendang puncak kepalanya sampai Arisu terjatuh di atas tanah dengan kondisi yang terluka parah.
"Apakah... Shiratori seperti diriku pantas..."
"...untuk menyerang seperti ini?" Arisu mencoba untuk bangkit dan terus bertarung, ia mengumpulkan Lenergy berjumlah besar di kedua tapak tangannya tetapi...
"Telat." Zoiru menyentil udara sampai melepaskan laser yang mampu mengenai dada Arisu sampai menghancurkan paru-paru bagian kanannya.
Arisu terjatuh di atas tanah dengan nafas berat, ia mencoba sekuat mungkin untuk bernafas dan memulihkan diri tetapi ia bisa merasakan sebuah penolakan melalui tubuhnya.
Kemampuan untuk memulihkan diri hilang seketika bahkan ia sampai tidak bisa menggunakannya, Zoiru mulai tersenyum karena ia mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Sudah menyerah...?" Zoiru mulai menunjuk Methode dan Shou sehingga mereka melayang di atas dengan leher yang terasa di cekik.
Methode dan Shou mulai tertarik menuju Zoiru sambil memegang leher mereka masing-masing, Zoiru terus menatap Arisu yang terlihat kelelahan bahkan ia sampai merasa kesulitan untuk bernafas.
"Sejujurnya, membiarkan semua orang terbunuh adalah kesalahan... sebagian dari mereka akan memiliki dua kehidupan yang acak."
"Di antaranya kau masuk ke dalam Realm of Heaven atau Realm of Hell... keduanya adalah ide yang buruk karena orang mati masih bisa berlatih dan bertambah kuat di kehidupan kedua." Kata Zoiru.
"Apalagi bangsa Legenda jika masuk ke dalam neraka bukanlah ide yang baik karena mereka akan terus berlatih lagi dan lagi sampai menghancurkan peraturan di dalam neraka..."
"Semuanya untuk satu, Arisu. Kamu akan menjadi satu denganku... di dalam perutku ini." Zoiru tersenyum jahat, Arisu langsung merapatkan giginya karena merasa kesal bahwa ia tidak bisa menang.
Methode dan Shou mencoba untuk melawan tetapi mereka langsung menerima serangan fatal yang menyebabkan perut mereka langsung berlubang.
""Hugggghhhh!!!""
"Kau memiliki dua pilihan, Arisu. Apakah kau ingin bersatu denganku atau kau ingin membiarkan kedua saudaramu ini bersatu denganku?" Tanya Zoiru.
"Apa pilihanmu, Arisu? Waktu berjalan..."
"Aku..."
"Ya?"
Arisu menabrak tubuh Zoiru lalu ia mencekik lehernya dan melepaskan ledakan besar melalui tubuhnya yang mampu membakar seluruh tubuh Zoiru dan membuat kesempatan yang ia berikan kepada Arisu hilang begitu saja.
"Percuma saja... dengan luka fatal seperti itu, kau tetap akan melanjutkannya?" Zoiru menghantam wajah Arisu sampai ia terhempas ke belakang.
"Sebagai keturunan Shiratori...!!! Aku... hah... hah... Aku tidak akan pernah menyerah!!! AKU AKAN BANGKIT WALAUPUN HARUS MENGHADAPI KEMATIAN!!!" Arisu menjerit keras dan menstabilkan pernafasannya.
Arisu mengalirkan seluruh cahayanya ke arah Methode dan Shou sampai tubuh mereka diselimuti dengan cahaya emas yang terbakar.
"Arisu...?" Methode melihat Arisu menoleh ke belakang dan tersenyum serius, ia terlihat seperti mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
"Aku terkejut, kau masih hidup dan bertahan. Apa yang aku harapkan dari keturunan keras kepala yang tidak tahu kapan harus menyerah..." Zoiru tersenyum puas.
"Hah... hah... hah..." Tubuh Arisu yang dipenuhi luka dan darah mengalir deras terus mencoba untuk memperingati dirinya bahwa ia tidak melanjutkan pertarungan.
Arisu tetap menolak, lebih baik ia terus memaksakan dan menerobos semua kesakitan itu di bandingkan menyerah karena menyerah jauh lebih menyakitkan bagi dirinya.
"Dorong terus kesakitan itu... menyerah akan memberikan rasa sakit yang jauh lebih menyakitkan... Last Stand..." Tubuh Arisu memancarkan cahaya emas terakhir.
"...Legends Never Dies. Ingat itu Zoiru, seorang Legenda tidak akan pernah mati! Mereka akan menjadi sejarah itu sendiri...!!!" Arisu mengepalkan kedua tinjunya sambil mencoba untuk bernafas.
"Menyerah saja... kau sudah kehilangan banyak darah, memangnya kau bisa bertahan dengan nafasmu yang tidak stabil itu?" Tanya Zoiru.
"Aku tidak peduli... tidak akan...!!! Aku tidak akan membiarkan dirimu menyebabkan masalah lebih besar lagi...!!!" Arisu melesat maju ke arah Zoiru yang melepaskan beberapa laser melalui kedua matanya.
Arisu mulai menahan semua serangan itu menggunakan kedua lengannya, semua laser itu menusuk-nusuk kedua lengannya bahkan sebagiannya sampai menembus perut, pinggang dan mata kiri Arisu.
"GRRAAAGGGHHH...!!! Legenda... takkan pernah mati...!!!"
"Ketika dunia memanggilnya...!!!" Arisu melompat ke arah Zoiru lalu ia menendang wajahnya tetapi Zoiru berhasil menahannya langsung menghancurkan kaki kanan Arisu sampai ia mulai terjatuh.
Kaki kanannya mulai pincang dan tidak bisa ia gerakan tetapi Arisu masih bisa bangkit dengan bantuan sihirnya yang membantu kaki untuk tetap seimbang.
"Bisakah kau mendengarkan teriakan mereka...!!! Teriakan semua orang yang memanggil bangsa Legenda...!!!"
"Legenda takkan pernah mati... mereka akan menjadi bagian darimu...!!! Dewa agung sepertimu tidak akan bisa mengerti!!!" Arisu melesat maju dan melepaskan semua sihir elemen.
Zoiru berhasil menangkisnya satu per satu lalu ia menendang pinggang Arisu sampai ia memuntahkan lebih banyak darah.
"Hngghhh...!!! Setiap kali diriku berdarah untuk mencapai kejayaan...!!!"
"...tanpa ampun... kau bertahan...!!!" Arisu terus melancarkan beberapa serangan yang Zoiru tahan beberapa kali dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Ini yang di maksud menjadi bangsa Legenda yang layak...!!! Mereka tidak pernah hilang harapan ketika segalanya hilang...!!!" Arisu mengalirkan semua kekuatan dan Lenergy terakhirnya.
Menciptakan pukulan yang mampu mematahkan tulang Zoiru sampai ia terkejut karena kekuatan Arisu mulai meningkat drastis sekarang.
Zoiru menghantam dada Arisu sampai punggungnya mengeluarkan banyak darah bahkan mata terakhirnya mulai Zoiru tusuk dengan pedang tarik sekecil paku.
"Ugh... sebesar apapun kerusakan yang aku terima... semua itu bukanlah bukti yang jelas bahwa aku kalah... aku akan tetap bertarung...!"
"Putri haram sepertiku dari keturunan Shiratori akan terus maju dan mencegah masalahmu...!!! Demi keluargaku... ayahku... ibuku... semua saudaraku...!!! Dan tentunya seluruh alam semesta!" Arisu masih terus menyerang lagi dan lagi.
"Terdapat pertarungan di dekatnya... dalam-dalam tulang mereka menjadi asap..." Arisu menerima satu pukulan di perutnya yang mampu menjatuhkan dirinya di atas tanah.
"Teruslah berjuang... hasilnya akan tetap nol bagimu..." Kata Zoiru, ia langsung dikejutkan dengan Arisu yang kembali bangkit, tubuhnya bergetar kesakitan dan tidak bisa menahan kesakitan lainnya.
"Tekadku... harga diriku... sebagai bangsa Legenda tidak akan hancur..." Arisu menghantam wajah Zoiru dan tidak menyebabkan kerusakan apapun baginya.
"Ketika api berkobar..." Arisu mengepalkan kedua tinjunya sampai aura yang menyelimuti Methode dan Shou mulai terbakar.
"Arisu...!!! Hentikan!!!" Seru Methode keras.
"KAKAK!!!" Jerit Shou keras, ia bersama Methode menghilang begitu saja karena bantuan dari sihir Arisu.
"Apa...!?" Zoiru terkejut ketika melihatnya.
"Kau ternyata mengulurkan waktuku...!? Dasar keledai sialan!!!" Zoiru menghantam perut Arisu sampai ia memuntahkan banyak darah lalu Zoiru mulai menarik kedua lengannya sampai memutuskannya.
"Bangkitlah.... bangkitlah tekadku, harga diriku... keturunanku..."
"...rasa untuk tidak menyerah... sebab..."
"LEGENDA TAKKAN PERNAH MAAAAAATTIIIIIIII!!!"
Arisu melepaskan teriakan terakhirnya yang juga sebagai nafas akhirnya, ia melepaskan satu pukulan penuh kekuatan yang mampu menghancurkan setengah dari kepala Zoiru sampai menimbulkan ledakan besar.
BAAMMMMM!!!
Zoiru terhempas ke belakang dengan tatapan kesal bahkan ia bisa merasakan rasa sakit yang di berikan oleh Arisu.
Tidak lama kemudian, ia berhasil menyembuhkan luka itu dan melihat Arisu berdiri tidak jauh di hadapannya dengan kedua matanya yang tertutup karena tidak bisa melihat.
"Kau masih bangkit... itu saja, Arisu? Kau benar-benar dipenuhi dengan kejutan." Zoiru berjalan maju ke depan, ia masih bisa melihat tatapan Arisu yang tertuju ke depan.
"... ...!" Zoiru melebarkan kedua matanya ketika melihat kepala Arisu mulai menundukkan ke bawah dengan cincin putih di belakangnya menghilang begitu saja.
"Shiratori Arisu..." Zoiru menyadari sesuatu, ia sudah mati, serangan tadi adalah nafas dan kekuatan terakhirnya tetapi apa yang mengejutkan dirinya adalah Arisu masih berdiri tegak.
Zoiru mengangkat lengan kanannya, ia sudah berpikir untuk menghabiskan Arisu sekarang juga karena ia sudah mati.
"Zoiru..."
Zoiru langsung tercengang ketika mendengar suara Arisu, "Kau masih hidup...?!"
Arisu mengangkat kepalanya lalu ia menatap ke depan walaupun tidak bisa melihat apapun, "Seperti apa yang kau katakan sebelumnya..."
"...palsu dan asli memiliki perbedaan yang besar, sesuatu yang palsu tidak akan bisa menandingi sesuatu dari yang asli..."
"...tetapi, maupun itu palsu dan asli... Bangsa Legenda tetaplah bangsa Legenda... kita akan bertarung sampai akhir..."
"...maupun itu Shiratori palsu dan asli, tekad kami... harga diri kami untuk terus bertarung... tidak akan pernah mati... kami akan terus bangkit dan terus bertarung..." Arisu mengatakannya dengan ucapan pelan.
Arisu mulai mencekik leher Zoiru dengan lengannya yang ia berhasil pulihkan kembali, Zoiru bisa merasakan tenaga besar di dalam cekikan itu, "Tetap bangkit... dan maju..."
Arisu melepaskan sihir api yang mampu membakar leher Zoiru tetapi kulitnya terlalu tebal sampai sihir itu tidak mampu melukainya cukup parah melainkan membakarnya sedikit demi sedikit.
"Lepaskan aku, Arisu...!!! Lepaskan brengsek...!!!" Zoiru menatap Arisu dengan tatapan mengancam tetapi ia langsung menyadari sesuatu ketika kepala Arisu kembali menunduk.
Kali ini ia merasakan jelas bahwa Arisu sudah mati, "Sudah di tentukan... bangsa Legenda ternyata masih menerapi harga diri itu ketika merasakan kematian."
"Mereka tetap bangkit bahkan di dalam kematian mereka... keturunan Shiratori... kalian cukup menarik..." Zoiru tersenyum serius lalu ia menghancurkan lengan Arisu sampai menjadi potongan daging kecil.
"Bamushi." Panggil Zoiru sehingga Bamushi terlepas keluar melalui punggungnya lalu menatap Arisu.
"Dia sudah..."
"...mati."
"Sekarang nikmati makananmu!" Zoiru melebarkan kedua matanya sampai tubuh Arisu terbelah menjadi bagian kecil dan mengeluarkan seluruh organ tubuhnya.
Bamushi mulai memakan semuanya sampai habis, "Bangsa Legenda..."
"...kalian semua memang menarik."
Kehidupan Arisu telah menghilang di saat-saat terakhirnya, tetap memenuhi harga diri juga tekadnya untuk tetap bertarung melawan dewa agung yang tidak bisa ia kalahkan begitu saja.
Dia menghabiskan waktu di dalam sebuah area yang dapat dijadikan sebagai sejarah untuk Zoiru sendiri, hanya dia yang mengetahui sedangkan seluruh dunia tidak akan pernah tahu apa yang terjadi.
Methode, Shou, dan semua keluarga yang Arisu miliki tidak akan tahu cerita membanggakan yang Arisu miliki sejak kecil.
__ADS_1
[Shiratori Arisu - Gugur]