Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 767 - Kesatria Libra


__ADS_3

Koizumi memuntahkan beberapa darah melalui mulutnya ketika tubuhnya mengenai racun tak kasat mata dari Liberon, mereka berdua benar-benar bekerja sama dan itu sangat menyebalkan.


Scorpio memperpanjang ekornya lalu mengarahkannya kepada Koizumi yang sedang menutup mulut dan pipinya, ia segera melompat ke belakang lalu menarik keluar sebuah aura Crimson melalui belatinya yang ia ubah menjadi belati lainnya.


Belati itu langsung di tahan oleh Scorch sehingga ia mengangkat ekornya sampai melepaskan asap hijau yang mampu melelehkan daratan sampai mematikan semua tumbuhan di sekeliling.


Jari Koizumi tidak sengaja mengenai racun tak kasat mata itu, memberi dirinya efek mual sampai mulutnya mengeluarkan lebih banyak darah yang membuat dirinya bertambah semakin geram.


"BRENGSEEKKK!!!" Koizumi menyerang dengan membabi buta sekelilingnya sampai Liberon mundur tetapi lengan kanannya tertebas sampai mengeluarkan banyak darah.


Scorch mundur ke belakang lalu melindungi tubuhnya dari serangan Koizumi menggunakan ekornya sendiri sampai ia berada di tahapan yang sangat dekat untuk membunuh pemberontak paling kuat.


Koizumi memajukan kembali jarum jam di matanya sampai ia melihat masa depan dalam lima detik yang akan datang, lengan kirinya akan meleleh karena sebuah serangan yang tak terlihat lagi.


"Masa depan dapat di ubah... jika yang aku lihat adalah lengan kiri meleleh maka takdir tersebut bisa berubah, hanya saja bukan aku yang menginjak takdir tersebut." Ungkap Koizumi.


"Itu yang Ibu katakan..." Koizumi menunjuk ke depan lalu melepaskan beberapa gagak Crimson yang menyerang Scorpio sampai menyibukkan dirinya karena ia ingin sekali menghabisi Liberon


Koizumi melihat sekeliling dengan kecepatan penuh sampai ekspresinya terlihat serius, tangan kirinya masih menahan pipinya yang meleleh itu tetapi rasa sakit yang ia rasakan perlahan-lahan menghilang.


Koizumi memegang erat belatinya lalu ia berpura-pura terjatuh agar Liberon kembali menyerang, Liberon melihat Koizumi terjatuh sampai memuntahkan lebih banyak darah.


Darah itu ia keluarkan melalui pilunya yang masih meleleh, Liberon tersenyum jahat lalu ia mengeluarkan sebuah pisau pemberian Scorch, bilahnya mengandung racun berbahaya.


Tanpa menghabiskan waktu lainnya, Liberon melempar pisau itu ke depan sehingga mata kanan Koizumi langsung memperlihatkan jarum jam yang asalnya berada di angka satu langsung berpindah ke angka sepuluh.


Liberon tercengang ketika melihatnya sehingga Koizumi mengayun bilahnya sampai Liberon segera menghindar tetapi lengan kirinya terlambat untuk menghindari serangan itu sehingga belati tersebut langsung memutuskannya.


Pada akhirnya, Liberon terjatuh karena dirinya yang tergelincir oleh genangan darah terbuat dari lengan kirinya yang putus itu.


"Si sialan ini...! D-Dia melompati waktu...!?" Ungkap Liberon yang dapat melihatnya dengan jelas karena pisau yang ia lempar asalnya berputar ke depan.


Ketika Koizumi menghilang, pisau tersebut menusuk sebuah pohon sampai melelehkannya, itu artinya sepuluh detik telah Koizumi lompati sampai ia berada di belakang Liberon.


"Ternyata benar... masa depan terhadap takdir seseorang dapat di ubah atau bisa di bilang pindah, lengan kiri tetap hilang, tidak jauh berbeda dengan meleleh." Kata Koizumi.


Koizumi sekarang melihat dengan jelas keberadaan Liberon yang terlihat panik, serangan belati tadi mampu menghancurkan pertahanannya dan memutuskan lengan kirinya sampai darahnya keluar seperti air terjun.


Darah tersebut bisa terlihat dan Liberon segera menggunakan kemampuannya untuk menghilangkan darah itu sampai ia melarikan diri lalu bersembunyi dari arah Koizumi.


Liberon melihat Scorch kesulitan menahan semua serangan gagak itu yang memiliki daya kekuatan besar, Koizumi segera mencari dirinya tetapi ia melihat lengan Liberon terangkat dengan aura hijau tua.


"Huh...?!" Koizumi terkejut ketika melihat semua darah di dalam lengan Liberon berubah menjadi kalajengking karena kemampuan Scorch yang dapat mengubah darah menjadi kalajengking.


Terlihat jelas terdapat rasi bintang Scorpio, melihatnya saja membuat dirinya langsung mengayunkan bilah itu lalu memperbesar auranya tetapi semua kalajengking itu menggali ke dalam tanah untuk menghindar.


Koizumi kembali membaca masa depan sehingga ia terkejut ketika leher dan tubuhnya menerima tusukan dari ekor kalajengking yang tak terlihat, ia mencoba untuk menghindar tetapi tetap gagal.


Koizumi merasa kesakitan sampai kulitnya terkupas, dagingnya bukannya mengeluarkan darah melainkan nanah yang sangat bau sampai Koizumi mulai merapatkan giginya kesal.


"... ..." Jarum jam di mata Koizumi berputar mundur seketika dengan kecepatan penuh sampai ia perlahan-lahan bangkit lalu menatap semua nanah yang ia jatuhkan.


Lambang Greed di leher Koizumi menyala seketika sampai ia mulai menghancurkan kalajengking di hadapannya lalu menyerap semua yang ia dapat lakukan sampai dirinya menemukanmu sumber Lenergy Liberon.


Sumber Lenergy yang sama, tak kasat mata sehingga ia mulai memegang erat belatinya lalu mengalihkan pandangannya ke arah timur karena ia merasakannya dirinya d sana.


Dengan cepat, ia melempar belati itu ke depan, "Tanpa menggunakan kemampuan waktu dan pembaca masa depan..."


"...aku bisa menebak dirimu akan bergerak kemana." Kata Liberon sehingga mengejutkan Koizumi karena ia melihat belati itu menusuk sesuatu yang tak kasat mata dan itu terdengar seperti besi dari zirah.


"Sayang sekali ya, Shimatsu Koizumi. Apa yang kau kenai adalah zirahku sendiri, sekarang kau menginjak perangkap yang terasa menyakitkan!!!" Seru Liberon.


Koizumi langsung meringis kesakitan ketika semua kalajengking tak kasat mata itu melepaskan ekor mereka sampai melukai dirinya lagi, ia mulai terjatuh di atas tanah dan menahan semua rasa sakit itu dengan ekspresi kesakitan.

__ADS_1


"Agggghhhh!!!" Koizumi menjerit kesakitan karena sebagian dari tubuhnya meleleh sampai menjatuhkan banyak sekali nanah.


"Percuma saja, Koizumi! Kau seharusnya sadar bahwa dirimu hanya sekedar bocah yang tidak akan bisa mengalahkan orang dewasa seperti diriku!"


"Aku akan menjaga jarak dan berhati-hati tentang kemampuan waktu itu, lihatlah saja... pergerakan selanjutnya akan langsung menghilang nyawamu itu." Ancam Liberon.


"Aku menang... sekarang, aku membunuh dirimu dengan ini!!!" Liberon mengeluarkan pisau yang mengandung racun milik Scorch di bilah tersebut.


Koizumi merangkak menuju genangan darah bekas Liberon, setelah itu ia melihat dirinya telah terlambat ketika Liberon langsung melempar pisau itu ke arah dirinya.


Koizumi menatap pisau tersebut dengan tatapan kesal sehingga pisau itu menembus dadanya cukup dalam sampai keluar melalui punggungnya.


"UHUGGHHH!!!" Liberon melihat dadanya mengeluarkan banyak darah ketika pisau tadi menembus dada Koizumi.


Liberon melebarkan matanya ketika melihat dadanya yang berlubang, penuh dengan nanah berkeliaran sampai mulutnya mulai memuntahkan banyak darah dan isi makanan yang ia cicipi sebelum bertarung.


"Ap-Apa yang terjadi...?"


"Liberon..." Panggil Koizumi yang perlahan-lahan bangkit.


"...aku mengorbankan mata kananku..."


"...demi menghentikan dirimu yang sangat keras kepala sampai mengganggu pertarunganku melawan Scorch..."


Sebagian tubuh Liberon meleleh seketika sehingga ia terjatuh di atas tanah dengan ekspresi yang terlihat kebingungan karena pisau yang ia lempar tadi terasa seperti menusuk dirinya sendiri.


"Apa yang kau serang tadi adalah... masa lalumu... ketika aku berhasil memutuskan lengan kiri tersebut..."


"...aku menghentikan waktu lalu memasukkan kemampuan waktu yang dapat menembus masa lalu selama satu menit sebelumnya."


"Kebetulan kau terjatuh beberapa detik yang lalu ketika tanganmu putus, genangan darah itu membuat dirimu tergelincir sampai pisau itu menusuk dadamu di masa lalu."


"Aku seharusnya... menang..."


"...ternyata aku... aku benar-benar sekedar... pion... yang harus menahan kau..."


"...tetapi... Hueegghhhh!!!" Liberon memuntahkan lebih banyak darah sehingga ia mulai bersandar di sebelah batu besar sampai keberadaannya kembali terlihat.


Koizumi berjalan mendekati Liberon yang terlihat sekarat, ia tidak akan bisa bertahan selama satu menit karena tubuhnya yang mulai meleleh sedikit demi sedikit.


"Sebelum... sebelum aku mati..."


"...setidaknya... sebagai bangsa Legenda... harga diri kita... tidak pernah mati bukan...?"


"...seorang kesatria Zodiak... seorang Legenda... Legends... never... dies..."


"Kau pantas mati dengan harga dirimu sebagai seorang Legenda." Kata Koizumi.


"Harga diriku..."


"...sebagai..."


"...kesatria Legenda... tak akan mati..."


"...itulah kenapa..."


"Aku tidak bisa mendengar dirimu." Koizumi mendekati telinganya kepada Liberon agar ia bisa mendengar perkataan terakhirnya sebelum ia masuk ke dalam jurang neraka.


"...aku tidak akan mati sendirian." Liberon langsung memegang erat baju Koizumi dengan ekspresi yang terlihat mengancam.


"Semua racun yang keluar melalui tubuhku akan menyebar kepada dirimu...! Harga diriku... sebagai kesatria Legenda tidak akan pernah mati...!!!" Seru Liberon keras sehingga semua racun yang melelehkan tubuhnya mengenai Koizumi.


"Sayang sekali ya, Liberon."

__ADS_1


"Tubuh ini hanya sekedar Replay. Kemampuan waktu yang menciptakan rekamanku sebelumnya."


"... ...!?" Liberon melebarkan matanya lalu gugur seketika karena darahnya yang sudah habis, ia mati dalam detik-detik dikejutkan oleh Koizumi dengan kemampuan Replay tersebut.


Selama ini Liberon berbicara dan bertarung dengan rekaman yang Koizumi lepaskan menggunakan kemampuannya, semua itu tentunya memerlukan bayaran yang besar.


Koizumi yang asli saat ini sedang melayani Scorch dengan melancarkan beberapa serangan menggunakan belati itu, mata kanannya tertutup rapat sampai tidak bisa ia buka karena mendadak buta menggunakan kemampuan tadi.


Koizumi berhasil mengalahkan Liberon, sisanya adalah Scorch yang tidak terlalu menyulitkan dirinya karena serangan Crimson dan racun melalui rasi bintang mampu beradu sampai menciptakan sesuatu yang netral.


Koizumi mengayunkan belatinya dan Scorch melancarkan ekornya sehingga kedua serangan itu sampai menabrak satu sama lain lalu menyebabkan dorongan besar di sekitarnya.


Seekor kalajengking muncul di atas bahu Scorch lalu melompat ke arah dirinya tetapi Koizumi berhasil menghindari lalu menghancurkannya.


Koizumi melihat Scorch mengangkat darah bekas Liberon lalu mengubahnya menjadi ekor kalajengking yang melesat ke arah dirinya, Koizumi menghancurkan semua itu satu per satu.


Namun, dirinya mendapat sambutan Scorch dari depan dengan ekor zirah yang terbuka sampai mengeluarkan asap beracun, untungnya belati yang ia pegang berhasil menyerap semua itu menggunakan dosa Greed.


Koizumi melompati waktu lalu ia menyerang Scorch dari belakang tetapi serangannya berhasil di tahan oleh dirinya menggunakan ekor itu sehingga mereka saling melancarkan beberapa serangan menuju satu sama lain.


Koizumi melompat ke atas lalu melakukan satu putaran dengan tambahkan mengeluarkan sebuah belati lainnya melalui auranya sehingga ia menyerang Scorch menggunakan kedua senjata itu.


Scorch berhasil menahannya mengganggu ekornya, "Aku tidak menyangka akan bertanding secara langsung dengan keturunan Shimatsu..."


"...mereka dikatakan mahir dalam pemberontakan terutama pembantaian karena sudah di latih sejak bayi! Kita Legenda memang hebat bukan!?"


Ekor Scorch mengikat tubuh Koizumi lalu ia menabraknya di atas tanah, mencoba untuk menusuk dirinya tetapi ia langsung melarikan diri dengan melompati waktu.


Lompatan waktu tersebut langsung memotong ekor Scorch seketika sehingga ia tersenyum serius karena pertarungan yang ia rasakan saat ini cukup menyenangkan.


Koizumi mulai memutar belatinya sampai tato Greed di lehernya bersinar sampai menyerap semua bekas kalajengking yang sudah mati dan darahnya sendiri.


Rambut Koizumi mulai melayang sampai bertambah merah, setelah itu ia menunjuk belatinya kepada Scorch untuk mengakhiri pertarungan sebelum kemampuan waktu menghentikan dirinya lagi.


Scorch segera maju ke depan lalu melancarkan serangan lain menggunakan ekornya, Koizumi menghindari semuanya dengan cepat selagi mengontrol pernapasan yang terasa sesak.


"Sial... kenapa penyakitku muncul di saat-saat seperti ini..." Ungkap Koizumi.


Koizumi menghindari serangan ekor Scorch lalu ia memutuskan ekor tersebut dengan cepat sehingga ia mundur ke belakang lalu menghancurkan semua ekor kalajengking yang di lepaskan.


Koizumi maju sekuat tenaga ke depan lalu ia menghancurkan semua kalajengking yang menghalangi dirinya termasuk tembok yang ia ciptakan sehingga tubuhnya menabrak serangan Koizumi.


"Hah... Hah... Hah..." Koizumi menurunkan lengannya yang sejak tadi terus menutupnya, Scorch tercengang ketika pipinya kembali sembuh oleh daun emas yang membentuk kulit dirinya.


"Kemampuan bocah emas itu...?"


"Aku mengakui dirimu, Koizumi! Kau bukan pemberontak yang biasa!!!" Seru Scorch keras sehingga ia melesat ke depan lalu melancarkan satu serangan yang menembus tubuh Koizumi seketika.


"...Replay lagi!?"


Scorch menoleh ke belakang sehingga waktu berhenti lalu Replay yang berada di belakangnya mulai di gantikan oleh Koizumi asli.


Tanpa basa-basi ia langsung menusuk punggungnya cukup dalam sampai ujung dari belati tersebut keluar melalui dadanya, "Waktu kembali berjalan..."


"Hugghhh!!!" Scorch memuntahkan banyak darah melalui mulutnya sehingga belati yang menusuk punggung sampai dadanya itu berubah menjadi cairan hijau karena meleleh.


"Sepertinya... aku kalah ya..."


"...takdir yang Cordelia lihat tidak berubah sama sekali." Scorch terjatuh di atas tanah sehingga Koizumi berlutut dengan tubuh keram sampai pernafasannya terasa berat.


"Hah... Hah... Hah..." Koizumi berbaring di atas tanah lalu ia mengeluarkan sebuah jam pasir untuk memasukkan arwah mereka ke dalamnya lalu menghukumnya lebih lanjut lagi.


"...sesak sekali."

__ADS_1


__ADS_2