
"GOLDEN!!! SPEAR!!!"
Megumi membanting puncak kepala Diablo tepat di atas daratan dengan kecepatan penuh.
BAAAAMMMMM!!!
Ketika Diablo dan Megumi berhasil menabrak daratan sampai masuk ke dalamnya, terjadi lah ledakan yang begitu dahsyat dengan gelombang emas terlepas ke atas langit sampai medan perang ikut hancur.
Semua yang sedang bertarung terpental ke belakang tetapi sebagian dari pasukan Legenda dan Undead itu mulai menyeimbangkan tubuh mereka dengan menaikkan seluruh kekuatan dan Lenergy untuk menciptakan sihir pelindung.
Ledakan itu sampai menimbulkan asap hitam yang begitu besar, anggap saja seperti nuklir yang baru saja jatuh sampai menyebabkan banyak asap bermunculan dengan dorongan yang cukup untuk melempar semua orang ke belakang.
Daratan yang terkena ledakan itu mulai dipenuhi dengan batu-batuan panas bahkan lahar dari dalam planet itu mulai terlepas keluar sampai Megumi yang berbaring di atas lahar itu mulai bangkit dengan tubuh penuh luka.
Megumi maju ke depan selagi menggenggam lengan Diablo dengan kondisi pingsan karena tabrakan tadi cukup karena sampai tulang di dalam tubuhnya hancur berkeping-keping.
Megumi melempar Diablo ke depan lalu ia menurunkan kedua lengannya yang keram, ia mulai mengumpulkan nafasnya pelan-pelan selagi memperbaiki semua lukanya menggunakan Golden Life.
"Hah... hah... setidaknya sebagai bangsa Neko Legenda, aku telah berjuang sekeras ini." Megumi menoleh ke belakang dan menerima satu tebasan di bagian lengan kanannya sampai putus.
Megumi melebarkan matanya ketika lengannya putus karena satu tebasan pedang yang tidak sempat ia lihat, dirinya sempat melamun tadi karena sedang konsentrasi menggunakan Golden Life untuk menyembuhkan lukanya.
Megumi menatap ke arah tubuh Diablo yang saat ini masih berbaring di atas tanah, ia mulai memejamkan matanya sekali dan tidak melihat apa-apa sehingga kedipan kedua mampu mengejutkan dirinya karena Diablo berdiri tepat di hadapannya.
"Kerja yang bagus, Shiratori Megumi. Pertarungan yang kau berikan kepadaku mampu melampaui semua harapan dan ekspektasi ku sendiri." Diablo mulai bertepuk tangan.
"Ti-Tidak mungkin... bagaimana bisa kau...? Aku kira...!"
Megumi awalnya yakin bahwa serangan dari Golden Spear tadi sudah ia campur dengan Golden Spirit untuk memisahkan arwahnya lalu menciptakan yang baru di dalam tubuhnya itu.
"Awalnya aku sudah menduga, kau pasti akan memindahkan akar kehidupanku ke tubuh yang asli bukan...?" Tanya Diablo karena sejak awal tubuhnya yang asli telah di pindahkan oleh Satori.
Diablo mulai mengangkat tubuhnya yang sudah hancur di belakang lalu melemparnya ke arah Megumi sehingga ia memasang tatapan yang terlihat bingung karena ia sudah yakin bahwa dirinya mengalahkan Diablo yang asli.
"Satori sempat menyelamatkan diriku ketika kau melemparku ke atas langit sebelum kau mengunci tubuhku, Satori telah memindahkan tubuhku ini dengan tubuh Diablo palsu yang berada dari dimensi alternatif." Diablo mulai menjelaskan.
"Apa maksudmu...? Dimensi alternatif...? Aku tidak melihat perbedaan sedikit pun bahkan tandanya juga tidak..."
"Tentu saja, sihirnya jauh lebih kuat di bandingkan dirimu jadi kau tidak sempat melihat dan merasakan sedikit cahaya yang memindahkan diriku ke dimensi alternatif."
"Ketika kau berhasil mengalahkan Diablo versi alternatif itu maka aku kembali untuk memastikan bahwa Satori memang hebat... aku tidak menyangka dia akan memiliki kekuatan seperti itu."
Megumi memasang tatapan yang kehilangan harapan karena dirinya telah gagal untuk menggunakan Golden Spirit terakhirnya demi memindahkan jiwanya itu.
Megumi melompat ke belakang lalu melirik kepada Satori yang saat ini sedang menghindari semua serangan pasukan Legenda, ia juga bisa melihat topengnya mulai menatap dirinya.
__ADS_1
"Selama ini... Dia memang memiliki sihir cahaya yang kuat... Kou bilang bahwa sihir dan kemampuannya berkaitan dengan ruangan, luar angkasa, dan bintang..." Ungkap Megumi yang mulai berkeringat dingin.
"Itu artinya... setiap serangan yang menghilang ketika mendekati tubuhnya itu berhasil ia pindahkan menuju dunia dan dimensi yang berbeda?"
"Aku mengerti sekarang... ternyata kemampuan itu juga masih memiliki banyak hal tersembunyi tetapi sekarang aku yakin, setiap kita menyerang Satori maka serangan itu bisa mengenai kita di masa lalu atau beberapa detik yang lalu."
"Rumit sekali... dia juga... memiliki Golden Spirit ketika aku dan Hana bergabung menjadi Mizumi..." Megumi mulai berlutut di atas tanah karena kedua kakinya yang terus bergetar karena lemas.
"Itu artinya... dia juga bisa seenaknya mengambil dan membawa sesuatu atau seseorang dari dalam dimensi dan masa alternatif." Megumi memuntahkan banyak darah untuk membuang darah yang tidak ingin ia gunakan lagi.
"Pertarungan tadi sudah jelas dimenangkan oleh dirimu tetapi... raja iblis sepertiku dapat melakukan apapun untuk mencegah dirinya terbunuh lagi." Kata Diablo.
Ia mulai membakar tubuh Diablo yang palsu karena dirinya sudah siap untuk pertarungan ronde dua kapan pun dan dimana pun, tetapi ketika melihat Megumi sudah tidak dapat bertarung lagi maka ia akan membiarkan dirinya pergi.
Megumi maju ke depan lalu ia melancarkan satu pukulan tetapi Diablo berhasil menghindarinya sehingga ia saat ini berdiri tepat di belakangnya selagi menyilangkan kedua lengannya.
"Kau... Kau merancang semua ini... apa yang selama ini kau incar dan kenapa Iblis seperti dirimu mau menerima bantuan dari bangsa Legenda?"
"Sejak awal, aku sudah tidak bisa lagi di sebut Iblis karena mendapatkan tubuh Ancient Legenda yang cukup hebat sampai aku terbiasa untuk mengikuti semua yang selalu mereka lakukan..."
"...harga diriku juga sebagai raja iblis dan Legenda telah tercampur menjadi satu sampai aku sendiri mendapatkan banyak kepuasan ketika bertarung dengan Neko Legenda yang selalu Regulus remehkan." Diablo tersenyum serius.
"Aku hanya bertarung demi memenuhi harga diriku sendiri... walaupun kau lebih kuat tetapi hanya satu hal yang Legenda miliki... paling kuat bahkan sampai melampaui apapun."
"Harga diri mereka!" Megumi menoleh ke belakang lalu melakukan satu tendangan yang menyebabkan dirinya terjatuh karena tubuhnya telah kehilangan banyak keseimbangan.
"Tidak... aku yakin Legenda memang tidak memiliki titik akhir dalam kekuatan apapun, apalagi sihir cahaya itu, aku harap kau tidak mengecewakan diriku nanti, Megumi."
Diablo menatap Megumi yang melemah karena dirinya sudah menggunakan Golden Spirit sebanyak tiga kali, Diablo mulai berjalan pergi tetapi ekor Megumi langsung mengikat kakinya itu.
"Tunggu... kau benar-benar membiarkan musuhmu pergi seperti itu...? Kenapa... kenapa kau tidak membunuhku saja?"
"Tantangan yang di menangkan oleh dirimu tidak bisa aku berikan hasil yang licik, aku resmi kalah olehmu dan diriku sendiri sudah merasa puas dengan harga diri raja serta Legenda di dalam tubuh ini." Jawab Diablo.
"Untuk sekarang, kau tidur, petarung. Kau tidak perlu mengurusi diriku lagi bersama Satori karena kau sudah melakukan apa yang kau bisa untuk mencegah sesuatu..."
"...rencanaku sekarang adalah menumbuhkan lebih banyak Undead lalu melawan kedua Legenda yang masih menarik perhatianku, Shimatsu Arata dan Shichiro Haruki." Diablo mengangkat kakinya sampai ekor Megumi terlepas dari ikatan itu.
"Kau sudah membuat rasa penasaran tentang Neko Legenda terpenuhi... ternyata perkataan apapun yang keluar dari Legenda tidak bisa di percayai dengan mudah sebelum melihatnya secara langsung."
"Hanya saja, kau sudah melampaui semua harapan yang aku inginkan tentang Neko Legenda sampai kau menggunakan semua kekuatan itu sampai menunjukkan potensi hebat..."
"...setelah itu kau benar-benar menyelesaikan pertarungan dengan benar tanpa bersikap naif dan sombong karena aku sendiri kebanyakan sering melihat Legenda bersikap seperti itu terutama lagi raja."
Megumi kembali bangkit, mencoba untuk bertarung tetapi ia terkejut ketika melihat lengan kanannya berubah menjadi cahaya yang tidak bisa kembali setiap ia memaksakan tubuhnya itu.
__ADS_1
"Efek samping dari Golden Spirit... Ugh..." Megumi berlutut di atas tanah dengan lengannya yang kembali membentuk sampai ia tidak bisa melanjutkan pertarungan dan usahanya lagi.
"Kau dipersilahkan untuk tidur dan istirahat." Diablo mendekati Megumi lalu menendang perutnya sampai ia terdorong ke belakang dan berbaring di atas tanah panas itu.
"Tu... Tunggu..." Megumi langsung memejamkan kedua matanya karena kesadarannya hilang ketika tubuhnya tidak bisa menahan efek samping dari Golden Spirit.
Diablo terbang menuju arah Satori lalu ia memukul wajah Chloe dan Ophilia sampai terhempas ke belakang, Diablo mulai membakar semua makhluk sihir itu menggunakan apinya.
Kou melebarkan matanya lalu ia melempar Keris itu ke depan tetapi Satori berhasil memindahkannya ke arah lain sehingga Kou melompat ke atas lalu menarik Keris itu untuk melakukan satu serangan kepada Diablo.
Diablo muncul tepat di hadapannya lalu ia menyentuh perut Kou menggunakan tinjunya sampai ia memuntahkan banyak darah lalu terpental ke belakang ketika menerima satu pukulan yang ia tahan.
"Diablo, kau sudah selesai mengurusnya?" Tanya Regulus sehingga Diablo mulai menyingkirkan semua Legenda yang mengganggu Satori.
"Aku merasa puas sekarang, dia memang Neko Legenda yang aku anggap sehebat dirimu... bahkan jauh lebih hebat."
"Begitu ya... sayang sekali dia tidak dapat menguasai kemampuan tersebut untuk memindahkan akar kehidupan---" Satori mengangkat lengannya sehingga tubuh Haruka langsung terangkat.
Haruka yang mencoba untuk melompati waktu demi melukai Satori gagal seketika sampai perutnya menerima satu serangan dari Diablo yang mengabaikan konsep waktu Haruka sampai ia terpental lalu menabrak tubuh Kou.
Diablo mulai menusuk perutnya lagi lalu ia mengeluarkan darah hitam yang langsung ia ubah menjadi sirkuit sihir hitam, sirkuit itu membangkitkan lebih banyak adegan dengan menggunakan arwah dari neraka.
"Jika seperti ini... kita tidak akan pernah bisa melawan mereka." Kata Haruki selagi memusnahkan semua Undead itu karena ia bertujuan untuk menyerang Satori.
"Sepertinya Megumi juga tidak dapat mengurusi Diablo sendirian, aku bisa merasakan keberadaannya, kemungkinan besarnya nyawanya diampuni oleh dirinya." Arata mulai melempar tujuh pedang itu ke depan sampai menciptakan sebuah jalan untuknya.
Haruki melebarkan matanya ketika ia melihat satu pukulan mengarah wajahnya sampai ia terpental ke belakang, Arata melihat Diablo baru saja menyerang, ia mencoba untuk membantu tetapi Satori memindahkannya dirinya untuk mendekat.
Satori mulai melancarkan beberapa pukulan ke depan tetapi Arata berhasil menghindarinya dengan bantuan dari tujuh dosa yang meningkatkan kekuatannya.
"Legenda bertopeng ya... mengingatkan diriku kepada yang dulu sampai aku merasa penasaran identitas apa yang kau sembunyi di balik topeng itu."
"Identitas yang tidak bisa kalian ketahui karena aku sendiri tidak ingin menunjukkan wajah ini ketika berada di pihak kemenangan!" Jawab Satori.
Arata mencoba untuk menendang kakinya tetapi ia langsung kaget ketika tapak kakinya menghilang sebelum menyentuh Satori, kemampuan yang ia miliki sangat rumit untuk di tembus.
Satori menghantam perut Arata cukup dalam sampai ia memuntahkannya banyak darah sampai terpental ke belakang, Arata memegang erat pedang Greed itu lalu melepaskan semua sihir yang ia serap dari pasukan Undead itu.
Satori melayang ke depan sehingga semua serangan itu menghilang seketika sebelum mengenai tubuhnya sebanyak beberapa meter, ia tidak begitu peduli dengan sihir apapun karena semua akan hilang dan dipindahkan.
Arata muncul tepat di belakang Satori lalu ia berhasil menangkap lengannya, setelah itu dirinya melakukan satu putaran cepat untuk melempar tubuhnya menuju daratan.
Diablo mulai menghindari beberapa serangan dari Haruki tetapi ia berhasil menerima beberapa tebasan sampai satu lubang hitam mulai Haruka masukkan ke dalam tubuhnya sampai memunculkan lubang besar di perutnya.
Haruki melesat ke belakang lalu menatap Diablo yang tersenyum lebar, "Hehhhhh... tidak buruk juga, ternyata kau memang berpotensi untuk membuatku tertarik..."
__ADS_1
"...aku terima tantangan siapa pun asalkan mereka tidak mengecewakanku!!!"