
Oskadon bisa merasakan Shuan jauh lebih berbeda dari pertama kali ia bertemu dengannya, sekarang kekuatan dan sihir yang ia rasakan dari dalam tubuhnya tidak bisa di ukur begitu saja.
Bukan hanya itu saja, pengembangan Shuan sangat besar dan jauh lebih tinggi dibandingkan dirinya yang masih membutuhkan waktu lama untuk berada di level yang sama dengan Shuan.
Berbeda dengan Redagon yang masih bisa menghadapi Minami dengan kekuatan setara, Oskadon mengepalkan tinju kanannya yang di selimuti dengan gumpalan kegelapan dan warna merah.
"Hargghhh!!!" Dengan kecepatan penuh Oskadon menghantam Shuan tetapi serangannya tidak mengenai siapa pun karena ia melihat Shuan yang menghilang seketika.
"...cepat sekali!" Oskadon menoleh ke belakang dan melihat Shuan yang sedang membelakangi dirinya.
Shuan mulai menghadapi dirinya dengan tatapan serius, kali ini ia tidak akan mengulangi kesalahannya sebelum ia berlatih dengan Minami, harus berpikir positif dan seperti orang dewasa yang sudah siap menanggung apapun.
Beberapa serangan mulai Oskadon lepaskan tetapi Shuan tidak perlu menghindarinya karena serangan Oskadon hanya menembus tubuh cahayanya, ia mulai membalas serangan itu dengan menciptakan satu bola kecil.
Bola kecil itu adalah sebuah neutron, dengan mendekatinya saja sudah mampu menyebabkan lubang besar tepat di perut Oskadon sampai memuntahkan banyak darah hitam yang langsung masuk ke dalam bola itu.
Shuan melesat ke depan dan melakukan satu serangan bertubi-tubi menggunakan kedua tinju ya yang mengenai Oskadon, ia merasa seperti di serang dengan berbagai macam serangan.
Saking cepatnya Oskadon tidak bisa melawan balik atau menghitung berapa pukulan yang Shuan lakukan selama tiga detik, tiga detik dengan kecepatannya cahayanya itu Shuan mampu meninggalkan ribuan serangan.
Shuan mengakhiri serangan itu dengan menendang wajah Oskadon sampai ia terhempas ke belakang, semua gumpalan kegelapan yang ia coba lepaskan mulai Shuan ubah menjadi cahaya yang membentuk burung.
"Grraggggghhhh!!!" Shuan melepaskan cahaya yang begitu besar sampai cahaya itu mampu membuat Oskadon buta seketika, ia mulai menghantam wajah Oskadon dengan sangat keras.
Setelah itu menghantam dagunya dan menendang perutnya sampai ia terdorong ke belakang, di lanjutkan kembali dengan serangan tinju yang mengenai dadanya, di akhiri dengan satu lompatan yang di campur dua pukulan yang mengenai puncak kepalanya.
Amarah Oskadon mulai terlepas karena ia merasa dipermainkan sekarang, mulutnya terbuka lebar dan ia melepaskan gumpalan hitam yang berjumlah ratusan sampai mengejar Shuan.
Shuan menghindari semua serangan sihir itu lalu ia mengangkat lengannya ke atas untuk menciptakan Golden Neptunus yang mengubah semua gumpalan itu menjadi pusaran angin yang mencabik-cabik tubuh Oskadon.
Oskadon mulai mengamuk, ia merapatkan giginya yang mengeluarkan busa-busa hitam, setelah itu bergerak dengan penuh amarah ke arah Shuan.
Shuan sudah menyiapkan beberapa sambutan untuknya sehingga ia melihat satu gumpalan kegelapan besar yang coba ia lempar ke arah Shuan.
Shuan hanya perlu menjentikkan jarinya untuk mengubah gumpalan tersebut menjadi gumpalan cahaya yang meledak tepat di hadapan wajah Oskadon.
Oskadon mencoba untuk mendekati Shuan lagi tetapi ia disambut dengan satu putaran tendangan yang mampu menghancurkan kepala Oskadon menjadi berkeping-keping.
Shuan mulai menunjuk Oskadon dan melepaskan beberapa pusaran angin yang terus mencabik-cabik tubuhnya, ia melanjutkan serangan itu dengan mengeluarkan dua bola abu-abu.
"Haahhhhhhh....!!! HARGGHHH!!!"
Shuan melempar bola yang pertama, di lanjutkan dengan bola yang kedua sehingga kedua bola itu mulai saling bertabrakan dan terjadilah ledakan Supernova yang kecil tetapi mematikan bagi mereka yang menerimanya dari jarak dekat.
Baammm!!!
"TERKUTUK KAU, SHUAANNN!!!" Oskadon bisa merasakannya, tubuhnya yang menghilang secara terus menerus dan mengalami pemulihan besar.
Walaupun begitu, Oskadon merasa trauma ketika menerima kesakitan dahsyat seperti itu, ledakan Supernova itu telah berakhir dan Oskadon langsung bergerak laju ke arah Shuan.
"Keabadianmu itu adalah satu-satunya fakta yang membuatku mual...!" Shuan menendang wajah Oskadon lalu menendang tubuhnya dengan satu tendangan penuh tenaga.
Oskadon terhempas ke belakang, mengenai beberapa asteroid dan kota permohonan yang melayang dimana-mana.
"Oskadon! Kendalikan dirimu!" Seru Redagon yang terlihat kesal karena Oskadon terus dipermainkan oleh Shuan yang baru saja datang dengan pengembangan baru.
Oskadon tidak bisa mendengar perintah apapun kecuali amarahnya sendiri yang mencoba untuk membantu dirinya meriah kemenangan.
Oskadon membuka mulutnya lebar bersamaan dengan kedua mata yang ia lebarkan, ketiga gelombang kegelapan itu langsung ia lepaskan ke arah Shuan.
__ADS_1
Shuan maju ke depan dan melompat ke atas sehingga mengubah ketiga gelombang itu menjadi partikel emas yang menyilaukan mata Oskadon, saking silaunya tubuhnya mulai terkena satu pukulan keras dari Shuan.
Tidak bisa melihat dan merasakan apapun, Oskadon menyerang dengan cara yang asal dan Shuan menghindari semua serangan sihirnya itu.
Menyambut dirinya dengan tiga pukulan di bagian perut lalu melanjutkan serangan dengan menendangnya mundur.
Setelah itu ia muncul di hadapannya dan menghantam dadanya menggunakan planet emas yang ia ciptakan sampai hancur.
Setiap planet yang ia munculkan bahkan sampai memberikan Oskadon berbagai macam efek negatif, Shuan masih terus menghajar dirinya karena saking kesalnya sejak itu.
Pelampiasan telah tercapaikan, kali ini tidak akan memberi belas kasihan apapun. Shuan menghantam wajahnya ratusan kali sampai mereka berdua terus terbawa ke belakang.
Semua serangan kombinasi itu Shuan akhiri dengan menciptakan satu neutron kecil di tangan kanannya lalu ia menghantamnya tepat di perut Oskadon sampai hancur.
Menyebabkan sebagian tubuh Oskadon mulai berpisah tetapi kembali pulih, Shuan mengepalkan kedua tinjunya lalu mempersiapkan serangan yang mampu membuat Oskadon berhenti mencoba.
Tata Surya emas mulai berputar di belakang punggungnya, ia melesat ke arah Oskadon dan Oskadon langsung menyambut dirinya dengan satu pukulan tetapi pukulannya langsung berubah menjadi partikel ketika menyentuh tinju Shuan.
"INI YANG KAU DAPATKAN KETIKA MEMPERMALUKAN LEGENDA SEPERTIKU!!!" Shuan menghantam perut Oskadon begitu dalam sampai tinjunya keluar melalui punggungnya.
"UAAAAGGGGHHHHH!!!"
"MEREMEHKAN SHIRATORI DAN MENGHANCURKAN HARGA DIRIKU...!!!" Shuan menghantam dada Oskadon begitu keras sampai ia terhempas jauh ke belakang.
Shuan melesat ke arah Oskadon dengan kecepatan penuh, mempersiapkan tinju kanannya yang mengandung efek Neutron.
"DAN INI...! INI ADALAH SATU ALASAN DAN FAKTA BAHWA IBLIS SEPERTI DIRIMU SEHARUSNYA MENGETAHUI TEMPATMU SENDIRI...!!!" Shuan menghantam dada Oskadon sehingga neutron kecil masuk ke dalam jantung Oskadon.
Menyebabkan tubuh Oskadon mengerut seperti di sedot ke dalam tekanan neutron kecil itu, neutron itu mulai membesar dan melayang di atas langit.
Oskadon berada di dalam neutron tersebut menerima kesakitan yang berbeda-beda, Shuan mulai mengeluarkan satu neutron lagi dan menghantamnya dengan neutron yang berada tepat di hadapannya.
Ledakan itu terlihat begitu indah dari jauh bahkan Rokuro bisa merasakan Shuan yang sudah melampauinya sekarang tetapi ia mendapatkan motivasi untuk bertambah lebih kuat lagi.
"Cukup menakjubkan bukan?" Ucap Haruka yang baru saja datang bersama Honoka dan yang lainnya.
"Haruka...?"
"Hasil dari latihan seorang Legenda, dengan darah Shiratori yang pantang menyerah." Haruka tersenyum serius.
***
Pukulan Minami dan Redagon mulai saling beradu, kali ini Redagon bisa merasakan tekanan dan kesulitan yang diberikan oleh Minami.
Redagon merasa kesulitan ketika mencoba untuk merasakan kekuatan dan Lenergynya itu sehingga ia mulai melepaskan gelombang hitam besar ke arah Minami, mampu untuk mendorongnya mundur ke belakang.
Mereka melompat ke atas dan mulai melancarkan beberapa serangan yang saling beradu, setelah itu Redagon memegang erat kedua tapak tangannya.
"Aku sudah menawari dirimu berbagai macam hal yang akan kau sukai, Minami... Kenapa... Kenapa kau menolaknya begitu saja?"
"Sadar lah! Aku tidak akan jatuh cinta dengan orang jahat sepertimu, aku tidak mencoba untuk rasis atau apapun tetapi pernikahan silang iblis dan Legenda bukanlah hal yang baik!" Minami menendang perut Redagon sampai ia memuntahkan banyak darah.
Redagon mencoba untuk menyerang Minami tetapi setiap serangannya melesat sehingga Minami menghantam wajah Redagon menggunakan ekornya lalu menyelesaikan serangan dengan melepaskan Shining Justice ke arahnya.
Redagon menghantam gelombang cahaya itu dan mengembalikannya kepada Minami, Minami langsung terhempas ke atas dengan ekspresi yang terlihat serius karena Redagon memiliki peningkatan drastis.
"Aku harus menyegelnya dengan cepat... Atau menghilangkannya menjadi tumbuhan atau hewan."
"Beritahu aku, Minami, kenapa kau menolak permintaan yang begitu sempurna? Dengan kekuatan iblis dan Legenda, kita pasti dapat mengubah masa depan menjadi lebih baik lagi!"
__ADS_1
"Aku tidak tertarik dengan cinta... Kekuatan atau masa depan tidak selalu datang melalui cinta melainkan sebuah perkembangan, perkembangan apapun itu..." Minami mengepalkan kedua tinjunya.
"Dan aku tidak memiliki perkembangan cinta apapun kepada siapa pun!" Seru Minami keras sehingga kedua matanya bertambah tajam seperti kucing yang sudah siap memburu tikus.
"Omong kosong! Kau tidak akan pernah bisa mengertilah soal masa depan dan revolusi...! Kau seharusnya bisa sadar bahwa denganku, kita dapat menciptakan era yang baru!" Redagon melesat ke arah Minami.
Mereka mulai melancarkan beberapa serangan yang melepaskan tekanan dan dorongan dimana-mana, setiap serangan Redagon mampu di tahan oleh Minami menggunakan kedua lengannya itu.
Minami menunjuk ke depan menggunakan kelima jarinya sehingga tubuh Redagon merasakan tusukan cahaya yang mencoba untuk menciptakan luka lubang dimana-mana.
Redagon membalas serangan itu dengan melepaskan sihir kegelapan berbentuk ular yang melesat ke arah Minami, Minami menghindari semua serangan itu dengan melakukan lompatan.
Minami langsung menyambut Redagon dari depan dengan melakukan satu putaran yang di lanjutkan dengan pukulan dahsyat sampai Redagon terjatuh di atas daratan.
"Ini kekuatan kami, Iblis. Bangsa Legenda dengan usaha kerasnya..." Minami mendekati Redagon dengan tatapan waspada.
"Bangsa Iblis seperti kalian tidak akan mengetahui kebenaran tentang kami, walaupun kami telah berbuat banyak kesalahan setidaknya kami belajar dari kesalahan itu, di campur dengan tanggung jawab yang besar!"
"Karena bangsa iblis seperti kalian memiliki rasa benci kepada kami walaupun sejarah mengatakan bahwa Legenda berjaya memenangkan pertarungan itu..."
"Mengulang masalah itu urusanmu, memaafkan kesalahanmu adalah urusan dewa tetapi... sedangkan tugasku hanya mengirim dirimu kepada dewa itu sekarang." Minami melesat maju ke arah Redagon, berhasil menghantam wajahnya.
Serangan Minami bertambah semakin cepat bahkan Redagon hanya bisa melihat cahaya yang bergerak begitu cepat sampai ia tidak bisa mengikutinya, menahan atau melarikan diri juga bukan pilihan yang baik.
Minami menghantam wajah Redagon sampai ia terjatuh di atas daratan, kedua pertarungan itu memberikan hasil yang cukup memuaskan untuk bangsa Legenda.
Haruka bahkan tidak perlu meragukan lagi tentang kedua keturunan dari seorang pahlawan yang bernama Shiratori Shira.
"Bagiku, kalian tidak perlu melanjutkan semua ini hanya demi mengulang sejarah..." Kata Minami.
"...lebih baik kalian menikmati kehidupan baru tanpa mengikuti apa yang orang tua kalian lakukan sejak itu." Kata Shuan.
"Full..." (Minami)
"Force..." (Shuan)
""Shining...!!!""
""JUSTICE!!!"" Shuan dan Minami sama-sama menggunakan gelombang cahaya yang langsung mengenai tubuh Redagon dan Oskadon secara bersamaan.
Mereka juga pantang menyerah dan tidak akan menerima fakta tentang kekalahan, Redagon dan Oskadon dikejutkan dengan tubuh mereka yang berubah menjadi daun.
"Bagaimana bisa... Rencanaku... Calon istriku... Semuanya hilang begitu saja...?" Redagon tidak bisa berkata-kata, ia tidak cukup kuat dan siap untuk menghadapi Minami yang sudah jauh berpengalaman.
"Setidaknya... Aku dapat bertemu dengan Ayah lagi..." Ungkap Oskadon.
""HAAARRRGGGHHHH!!!"" Seru Minami dan Shuan secara bersamaan, menyebabkan gelombang cahaya itu menimbulkan ledakan yang begitu besar sampai tubuh Oskadon dan Redagon berubah menjadi tumbuhan.
Tumbuhan itu melambangkan sebuah segel, sisanya hanya bisa diserahkan kepada Minami untuk menghancurkannya agar arwah kedua iblis itu bisa bebas dan menginjak neraka.
"Hah... Hah... Hah..."
"M-Mereka berhasil...?" Hana melihat Shuan dan Minami mendekat, setelah itu mereka saling menunjukkan jempol dengan senyuman lebar.
"Legends Never Dies, Shucchi."
"Ya... Benar, kakak..."
"Legends never dies..."
__ADS_1