
"... ..." Shinobu kembali menuangkan oli di kedua kakinya yang terasa tidak enak untuk di gerakan, kejadian tadi dapat ia lupakan begitu cepat karena ia baru saja membantu mereka untuk bertemu kembali dengan Ayah mereka.
Konomi dan Ako hanya bisa diam di tempat, tidak menyangka Shinobu akan mengalami perubahan mengerikan secepat itu sampai Konomi sempat menelan ludahnya lalu mendekati Shinobu.
"Shinobu, jika terlalu lama kita bisa terlambat." Konomi berperan seperti biasanya sebagai teman, ia mengajak Shinobu yang baru saja menuangkan oli di kedua kakinya.
"Hm, A-Ayo." Shinobu segera menghampiri mereka dengan ekspresi yang terlihat gugup karena ia membaca perasaan mereka dipenuhi dengan kejutan.
"Anu... Maaf ya, jika tadi sempat mengejutkan kalian... Koneko tidak bermaksud untuk menakut-nakuti kalian..." Kata Shinobu sambil menyentuh kedua jarinya.
"Tenang saja, Shinobu... tadi adalah tindakan yang begitu mengejutkan tapi cukup baik, kamu sekarang sudah berani melawan ya?" Tanya Ako.
"Aku tidak mengatakannya melawan sih... justru aku membantu mereka, percuma saja balas dendam kepadaku, kematianku tidak akan menghidupkan pemimpin Leon kembali."
"Kepuasan juga tidak cukup... jadi aku bantu mereka bertemu langsung dengan Ayah mereka." Shinobu terkekeh sampai membuat Konomi dan Ako merinding mendengar logika dan pola pikirannya terdengar sangat akurat.
"Anu... Maaf-maaf... karena sudah menakuti kalian..." Shinobu menundukkan kepalanya selagi menyentuh kedua jarinya.
Konomi terkekeh lalu ia mengusap kepala Shinobu, "Jangan di pikirkan, hari ini telah tiba untuk kita semua belajar tentang dunia pemberontakan."
"Hm... benar, Shinobu, setelah ini kita ke perpustakaan ya?" Tanya Ako.
"Mm...!" Shinobu mengangguk dengan senyuman polos yang terus ia pasang.
***
"Koizumi, sesuai dengan informasi dan tes yang di lakukan kemarin, kau benar-benar lulus menjadi pemberontak elite sampai julukan itu sendiri tidak pantas untuk dirimu."
Koizumi seperti biasanya mendapatkan berita yang positif tentang pencapaian dirinya sebagai seorang Legenda, ia menatap Arata yang memegang sebuah dokumen berisi informasi penting.
"Kakek bukan kepala dari akademi ini?" Tanya Koizumi.
"Tidak, aku sendiri tidak berurusan apapun dengan akademi ini, hanya sekedar mendaftarkan dirimu ke dalam kelas khusus." Arata memberikan dokumen itu kepada Koizumi.
"Setelah ini, kau akan menjadi seorang pemberontak dengan julukan yang lebih tinggi di bandingkan elite, bisa di bilang kau sudah berada di level yang sama dengan beberapa remaja di sini."
"Simpan dokumen itu... sebuah tanda bahwa kau telah menjadi salah satu pemberontak organisasi tinggi." Arata berjalan pergi meninggalkan Koizumi yang terlihat kaget.
"Apa...?" Koizumi memasang tatapan bingung seketika sampai ia melihat beberapa remaja mulai mendekati dirinya dengan pakaian akademi yang berbeda bahkan mereka memiliki lambang tersendiri.
Koizumi melihat beberapa ras yang sangat berbeda sampai ia sendiri yakin bahwa akademi ini tercipta untuk semua ras yang ingin melakukan pemberontakan dalam masa kerajaan.
"Kalau tidak salah... Shinobu bilang bahwa Legenda telah di pilih menjadi seorang pemberontak paling kuat nomor satu, hmph... ternyata begitu ya, itulah kenapa lokasinya di Yuusuatouri." Ungkap Koizumi.
"Sudah waktunya untuk menyambut kedatangan para pemberontak pemula, apakah kau sudah siap?" Tanya seorang pemimpin gadis yang berdiri paling depan.
"Baiklah, aku tidak begitu mengerti tentang organisasi ini tetapi aku akan melihatnya sendiri agar bisa beradaptasi cepat." Koizumi segera mengikuti para remaja itu yang berjalan pergi.
Koizumi yang sedang membuka dokumennya tiba-tiba menerima sentuhan dari seseorang, ia menoleh ke sebelah kiri dan melihat Hinoka yang sedang melambaikan tangannya.
"Ko-i-zu-mi~" Panggil Hinoka.
Koizumi sontak kaget ketika melihat Hinoka ternyata mengenakan pakaian yang sama dengan mereka semua, "Hinoka...!? K-Kau juga...?! Bagaimana bisa!?"
"Hm~hm~ berkat riwayatku sejak bayi, aku sering meledakkan berbagai macam tempat dan gunung sampai kepala akademi itu sendiri tertarik dengan kemampuan ledakanku."
"Itulah kenapa aku di pilih juga untuk mengikuti kelas khusus sampai aku sampai di angkat menjadi pemberontak yang mengikuti organisasi ini."
"Singkat lainnya...! Kita akan mengikuti pelajaran bersama dalam satu kelas yang sama, Koizumi!!!" Hinoka mencoba untuk memeluk Koizumi tetapi keningnya menerima satu sentilan.
"Aw!"
***
__ADS_1
Semua pemberontak pemula telah berkumpul di lobi utama, mereka semua melihat banyak sekali pemberontak tingkatan paling atas dengan pakaian akademi berbeda mulai naik ke atas panggung.
Mereka juga memiliki lambang pemberontak yang terlihat sangat keren di bagian dada mereka, Konomi terkejut ketika melihat Hinoka dan Koizumi yang berdiri di atas panggung itu bersamaan.
"Koizumi dan Hinoka hebat ya... umur tujuh tahun, mereka sudah di terima sebagai pemberontak yang bekerja dalam organisasi spesial..."
"...bisa di bilang orang-orang yang berkuasa ketiga, kedua hanya guru, dan ke satu adalah kepala akademi ini yang masih belum di ketahui oleh siapa pun." Kata Konomi.
Shinobu melihat beberapa orang menjauhi dirinya karena ia melupakan ekornya yang bergerak secara refleks, semua murid sudah pasti akan mengetahui keberadaan dirinya karena tangan dan kaki buatan itu.
"Kita mulai saja dengan pembukaan akademi ini... pemberontak tidak menghabiskan waktu terlalu lama tetapi aku mengucapkan salam yang terhangat kepada kalian semua." Ucap pemimpin organisasi itu.
"Dalam akademi ini, kalian semua akan di berikan berbagai macam pelajaran dan pekerjaan seperti seorang pemberontak..."
"...di masa seperti ini, berbagai macam kerajaan dan pemerintah telah bangkit sampai mereka ingin mencoba untuk menggapai kekuasaan demi kekuatan yang besar."
"Itulah kenapa tugas kita sebagai pemberontak perlu menghentikan semuanya, kita kembali masa yang bebas... tiada yang namanya pemerintah dan kerajaan yang seenaknya..."
"...kita sebagai mortal berhak hidup sebebas mungkin tanpa perintah apapun, mereka juga membutuhkan bantuan kita, orang-orang yang tidak mampu!"
"Itulah kenapa akademi ini terciptanya, dunia membutuhkan para pemberontak untuk melawan perintah dan masa kerajaan ini...!!!"
"Kejayaan untuk masa depan...! Pemberontak yang perlu melalukan tugas mereka masing-masing! Pemberontak... adalah kebebasan untuk melakukan apapun!"
Semua pemberontak pemula itu sudah mendapatkan cukup informasi dan tujuan mereka masing-masing untuk berada di akademi itu, intinya mereka ingin melawan seluruh perintah dari kerajaan dan pemerintah yang berada dalam semesta berbeda.
Sebagiannya juga menyimpan rasa dendam sampai ingin melakukan beberapa pembalasan dendam, Shinobu terdiam seketika ketika merasakan kehausan darah yang besar di sekelilingnya.
Shinobu hanya bisa diam selagi memperhatikan pidato pemimpin itu, ia sudah mengetahui beberapa orang yang mencoba untuk melukai dan membunuhnya, sebagian dari mereka datang untuk menjadi pemberontak melainkan menginginkan upah.
Upah yang di dapatkan ketika berhasil membunuh seseorang yang bernilai begitu besar yaitu Shinobu Koneko, ia hanya perlu bersikap biasa dan melanjutkan kehidupannya sebagai pemberontak yang bekerja.
"Akademi ini memiliki beberapa peraturan yang perlu kalian taati dan ikuti..."
"Kalian harus bisa lulus dalam pelajaran dan misi yang di berikan."
"Tidak ada yang namanya pembunuh yang tertangkap basah... membunuh itu diperbolehkan tetapi jika kalian ketahuan maka hukumannya adalah mati."
Beberapa orang terkejut ketika mendengarnya, ternyata akademi pemberontak ini benar-benar ketat dan mengerikan tetapi tidak ada satu pun orang yang berani keluar.
"Intinya begitu saja, kalian melanggar sesuatu yang buruk seperti pembunuhan maka kalian akan di bunuh mati..."
"...melakukan kejahatan seperti pelecehan juga akan di berikan sanksi yang besar. Jika seseorang mengajak kalian bertarung maka terima atau di keluarkan."
Shinobu memasang tatapan kaget ketika mendengarnya, pertarungan diperbolehkan dan mereka yang di tantang harus menerimanya atau mereka akan di keluarkan secara langsung.
"Sudah mengerti sampai sini? Kalau begitu... biarkan kami memberikan kalian kelas masing-masing, nikmati waktu kalian."
Pertemuan pertama telah berakhir, semua murid mulai melihat papan yang terpasang di tengah aula sampai mereka bergegas menuju ruangan kelas itu untuk mengikuti pelajaran.
"Ahh... Shinobu..." Ako terkejut ketika ia melihat nama Shinobu terpisah, dirinya berada di kelas yang berbeda dengannya sampai ia sendiri sudah jelas tidak memiliki siapa pun di kelas itu.
"Kamu beda kelas ya...?" Kata Konomi dengan tatapan kaget sehingga Shinobu hanya bisa menerimanya dengan senyuman polos karena ia sendiri tidak begitu keberatan.
"Anu... Akan sangat merepotkan juga jika kalian terus menemani diriku... kalian pasti ingin memiliki banyak teman juga kan." Shinobu terkekeh karena ia tidak ingin merepotkan siapa pun di akademi ini.
"Kalau begitu, hati-hati, Shinobu. Jangan sampai mereka memperlakukan dirimu buruk lagi, satu kelas itu berisi sepuluh orang kan?" Tanya Konomi.
"Itu benar... akademi ini berukuran sangat besar sampai terbagi menjadi beberapa kelas dengan tugas masing-masing." Shinobu mengangguk lalu ia menundukkan kepalanya.
"Kalau begitu, aku pergi duluan ya... tidak boleh terlambat dalam hari pertama loh..."
"Benar juga, jaga dirimu baik-baik." Kata Konomi.
__ADS_1
"Shinobu, setelah kelas berakhir... mari kita bertemu di perpustakaan." Ako melambaikan tangannya kepada Shinobu sampai mereka semua berpisah dan pergi menuju kelas masing-masing.
Beberapa menit kemudian, Shinobu masuk ke dalam kelasnya dan sesuai harapan yang ia pikirkan, dirinya menerima sambutan ekspresi yang terlihat seperti merendahkan dirinya.
Salah satu dari mereka mencoba untuk mengganggu dirinya tetapi seorang guru sudah masuk duluan sampai Shinobu duduk paling depan karena ia melihat posisi paling depan sangat kosong.
The Mind tetap memberikan Shinobu rasa positif sampai ia bisa fokus tanpa menghiraukan mereka semua, hanya saja ia sendiri membaca pikiran mereka bahwa salah satu dari mereka ingin melempar dirinya sebuah kertas.
"Baiklah, anak-anak. Kita akan memulai pelajarannya... bapak mohon untuk tidak berisik dan mengganggu." Kata guru itu.
Shinobu sempat melihat tatapan mengancam dari guru itu sehingga ia hanya bisa diam dan berpikir bahwa satu kelas ini akan sangat damai jika mereka ingin tujuan mereka selesai terlebih dahulu.
"... ..." Shinobu mulai menulis semua pelajaran yang ia dapatkan dari penjelasan guru itu.
Diam-diam, murid di belakangnya mulai merobek beberapa kertas lalu mengubahnya menjadi bulat sampai mereka langsung melempar itu kepada Shinobu.
Shinobu menangkap semua itu menggunakan ekornya lalu ia menoleh ke belakang, "Halo, mari berteman."
"Ck, memangnya siapa yang mau berteman dengan dirimu?"
"Kau sangat mengganggu pandangan kami."
"Begitu ya... Maaf..." Shinobu tetap menunjukkan senyuman itu sampai ia terus menatap ke depan dan kembali menulis serta belajar.
Waktu pelajaran terus berjalan seperti itu sampai Shinobu sebenarnya merasa tertanggung karena mereka yang melempar kertas itu kepada dirinya.
Salah satunya hampir saja mengenai guru, jika kertas itu mengenai guru tersebut maka fitnah akan terjadi sampai dirinya akan terjerumus ke dalam lubang dengan penuh penderitaan.
Pelajaran pertama telah berakhir, beberapa murid di kelas Shinobu pergi meninggalkan kelas itu sedangkan ia hanya bisa membereskan bukunya lalu memasukkannya ke dalam kolong meja.
"Buku... Buku..." Shinobu berjalan keluar dari kelas itu untuk pergi menghampiri perpustakaan yang berkemungkinan surga bagi dirinya.
"Oi, oi, apakah kau bercanda? Ternyata rumor itu berbeda... terdapat seorang Neko Legenda di sini..."
"Mengerikan sekali... tubuhnya juga terlihat setengah robot..."
"Kau mau mendengar fakta baru...? Mereka akan sial ketika berdekatan dengan dirinya..."
"Aku sudah tahu itu... sesuai dengan ras dan nama keturunannya..."
"Sangat mengerikan, aku mending mati daripada harus terpuruk bersama dirinya---"
BAAGGGG!!!
Beberapa murid yang sedang membicarakan Shinobu di belakangnya dikejutkan dengan beberapa belati yang menusuk tembok dan lantai tepat di dekat mereka masing-masing.
Mereka secara refleks menunjukkan ekspresi takut sampai mundur beberapa langkah kepada seorang perempuan yang mengambil kembali semua belati itu.
"Kau lebih suka mati ya?" Seseorang yang melempar belati itu adalah Koizumi, ia mulai menawarkan kematian kepada mereka dengan tatapan sadisnya.
"Pembunuhan yang aku buat tidak dapat di ketahui oleh siapa pun loh..."
"... bagaimana kalau mati saja sekarang?"
"Shimatsu Koizumi...!?"
""Ahhhh...!!!" Mereka semua melarikan diri darinya sehingga Koizumi hanya bisa tertawa lalu menghampiri Shinobu dan mengelus kepalanya.
"Kak Koizumi."
"Shinobu, aku mendengarnya dari Konomi dan Ako..."
"...hebat juga ya."
__ADS_1