Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 292 - Gunakan Strategi itu Sekarang juga


__ADS_3

Ruangan kemustahilan, Korrina dan Komi sudah menghabiskan waktu yang cukup lama berada di dalam ruangan tersebut sehingga Korrina sudah mencoba segala cara untuk mengembalikan Komi kepada jati diri-nya yang sebenarnya tetapi ia selalu bersikap keras kepala dan kesal ketika mendengar Korrina sekarang mulai berubah menjadi Haruka yang selalu bersikap baik di luar tetapi di dalam... mereka melakukan-nya demi menjebak Komi.


Tidak ada pilihan lain selain melanjutkan pertarungan, Korrina akan mengakhiri semua ini dengan menggunakan strategi-nya sendiri... sekarang ia mengeluarkan satu Keris biasa-nya karena ia ingin Komi yakin bahwa Keris itu tidak akan meninggalkan luka fatal seperti Keris yang mengandung berbagai kekuatan dari segala pedang.


Komi melepaskan sihir ilusi-nya sehingga sekarang ruangan itu dipenuhi dengan berbagai wilayah yang berbeda dan bahkan suhu yang Korrina rasakan terasa aneh karena berubah-ubah. Korrina mulai bergerak melingkari wilayah itu sehingga Komi mulai mengeluarkan sihir semua elemen ke arah Komi, ia mengeluarkan sihir itu terus menerus dan tanpa jeda sedikitpun.


Korrina mulai menggunakan ilusi hingga ia menghindari semua serangan itu dengan tubuh yang hilang sehingga Komi tidak bisa melihat-nya dengan kasat mata, ia menghilang dalam waktu satu detik tetapi ia muncul dalam posisi yang berbeda selagi bergerak mendekat menuju arah-nya. Korrina mulai melakukan serangan balik dengan meluncurkan gelombang tebas Crimson melalui Keris-nya itu.


"Kau mencoba untuk melawan balik?! Persiapkan diri-mu untuk menerima hukuman...!!!" Kedua mata Komi memancarkan cahaya merah sehingga ia menciptakan gelombang dan ombak sihir Crimson yang dicampur oleh Sacred untuk mengepung Korrina tetapi Korrina terbang ke atas sehingga ia melihat semua ombak itu mengejar diri-nya.


Korrina segera mengayunkan Keris-nya beberapa kali untuk mengeluarkan gelombang tebas yang mampu menghapus semua sihir yang mencoba untuk melukai-nya itu, ombak Crimson... jika ia menyentuh-nya atau terbawa arus maka tubuh-nya pasti akan dipenuhi dengan darah dan luka. Pergerakan Korrina meningkat ketika ia mengayunkan Keris-nya beberapa sekali digabungkan dengan tarian Tradisional-nya.


"Menyerahlah, Komi! Lebih baik kita akhiri semua kegilaan ini, apakah tujuan-nya kau bersikap seperti jika pada akhirnya kau membunuh suami dan anak-mu sendiri!?" Tanya Korrina sambil menghancurkan semua sihir itu menggunakan Keris yang benar-benar mengandung efek [Anti-Magic].


Kecepatan Korrina mulai meningkat dan sekarang ia menggunakan ilusi bayangan yang mampu mengepung Komi dari segala arah, semua ilusi itu dapat melakukan serangan yang sama dengan Korrina yang asli sehingga Komi langsung terlihat kesal ketika Korrina sekarang malah bertambah menjadi kuat, "Ini yang aku rasakan jika kau terus menggunakan sihir itu tanpa henti!!!" Kata Korrina sambil melepaskan gelombang tebas Crimson tanpa henti menggunakan Keris-nya itu.


Komi berhasil melakukan serangan lain dengan mengerang keras sehingga seluruh ilusi Korrina hancur dan tubuh Korrina mulai terikat dengan cincin Crimson dan Sacred milik Komi, "Cih..." Korrina melihat ke atas lalu tubuh-nya terkena timpa oleh sebuah meteor tetapi Korrina berhasil melepaskan diri dengan menggunakan Keris-nya itu sehingga meteor yang menimpa hanya menjadi kepingan kecil dan rantai yang mengikat-nya langsung terputus.

__ADS_1


Korrina menatap Komi dengan tatapan yang terlihat kesal, Komi mulai mendarat tepat di depan-nya sehingga mereka berdua mulai menatap satu sama lain, "Lalalalala~~~" Korrina menggunakan sihir bunyi-nya yang mampu mengubah suara-nya tadi menjadi suara Angklung ditambah lagi dengan efek suara yang melumpuhkan musuh selama satu detik.


"Ahhh!!!" Komi melebarkan kedua mata-nya ketika Korrina langsung berada tepat di hadapan-nay sekarang, suara Angklung itu memberikan efek kepada diri-nya dimana ia tadi tidak bisa merasakan apapun sebelum-nya. Korrina di dalam hati ikut terkejut karena ia tidak menyangka bahwa efek-nya akan berjalan berbeda, apakah Succubus akan bereaksi seperti itu ketika mendengar suara Angklung?


Serangan Korrina berhasil dihindari oleh Komi tetapi Korrina mulai mengayunkan Keris-nya beberapa kali sehingga melepaskan beberapa gelombang tebas yang mengarahkan ke arah diri-nya, "Tadi itu apa...?" Ungkap Komi yang masih terkejut sampai sekarang melihat sihir tadi.


"A-Aku tidak mengerti... suara apa yang baru saja dikeluarkan tadi, satu detik tadi aku merasa seperti berada di suatu tempat yang sepi dan damai." Kedua kaki Komi merinding seketika lalu ia menunjukkan ekspresi yang kesal karena melihat Korrina memiliki kemampuan yang belum ia ketahui sebelum-nya.


"Apakah dia bisa menggunakan sihir bunyi...? Tidak... bunyi apa yang tadi aku dengar, cukup damai pertama-nya sampai tubuhku tidak bisa bergerak seketika, sialan si Korrina itu... apa yang akan dia rencanakan sekarang!? Apakah dia lebih berpengalaman dibandingkan diriku sampai ia menggunakan cara bertarung yang berbeda setiap saatnya!?" Komi merapatkan gigi-nya.


"Lalala~" Komi melebarkan kedua mata-nya ketika Korrina sekarang berada tepat di hadapan-nya tanpa memberi aba-aba apapun, ia tiba-tiba berpindah tanpa sebab dan itu membuat Komi terkejut sampai Korrina dengan cepat mengayunkan Keris-nya yang mampu meninggalkan luka tebas X di perut-nya.


"Arrrrggghhhhh!!!" Korrina tersenyum ketika melihat Komi terkena serangan fatal itu, ia tidak mengharapkan apapun dari seorang dewi segala-nya seperti dia... sekali terkena tebasan mutlak dari Keris maka tidak akan ada yang berubah, Korrina melirik ke belakang karena Komi yang ia tebas hanyalah sekedar ilusi yang dijadikan sebagai tumbal.


"Kau menggunakan ilusi...? Tetapi, coba lihat lebih teliti perut-mu..." Kata Korrina.


Komi langsung menatap perut-nya yang masih memiliki luka tebas X, luka itu mengeluarkan darah yang mengalir deras... jika serangan tadi mampu mengenai yang asli maka luka itu akan mengganggu tubuh-nya sehingga menyebabkan gangguan untuk sirkuit sihir-nya itu, "Sekarang, Komi... aku memberikan-mu kesempatan yang kesepuluh, bergabunglah bersama-ku dan hentikan semua kegilaan ini atau kau lebih memilih untuk menerima serangan lainnya?" Tanya Korrina.

__ADS_1


Komi hanya diam sambil menutup luka-nya itu, ekspresi terlihat sangat kesal sampai ia merapatkan gigi-nya... luka itu memberi diri-nya kesakitan dan kekuatan secara bersamaan sehingga ia kembali tersenyum karena hasrat nafsu dan bertarung-nya mulai bangkit dan memberikan dirinya semangat serta motivasi untuk membunuh Korrina dengan cara yang sadis.


"Kau berhutang kepada-ku, Korrina... kau berhutang seluruh anggota tubuh-mu, kau harus membayarnya dengan luka yang akan aku berikan kepada-mu..." Komi tersenyum sadis, di balik senyuman itu terdapat Komi yang khawatir karena kemampuan dan serangan milik Korrina itu sangat rumit sampai tidak tahu kemampuan apa dan serangan apa tadi.


"Aku tidak bisa melihat-nya... suara tadi... suara tadi lama-lama hanya akan membuat-ku pusing, belati-nya yang memiliki bentuk aneh itu juga bahkan bisa melukai-ku walaupun dia hanya mengenai ilusi-ku... bagaimana bisa aku dikalahkan oleh kecerdasan-nya...?!"' Ungkap Komi sehingga Korrina kembali menggunakan sihir bunyi-nya yang mampu membuat Komi membuka lagi sampai ia bisa melihat Korrina tepat di hadapan-nya lagi.


Korrina melancarkan satu serangan tetapi Komi sekarang berhasil menghindari serangan-nya dengan kecepatannya yang ia tingkatkan dengan mengubah kesakitan menjadi sumber kecepatan, Korrina sekarang menggunakan cara lain dimana akan menyerang dari jarak yang jauh lalu melanjutkan dengan jarak yang dekat untuk membingungkan Komi.


Komi terlalu percaya diri dan yakin bahwa Korrina akan menyerang dari jarak dekat sehingga jubah-nya langsung terkena gelombang tebas itu dan meninggalkan luka kecil di bagian bahu kiri-nya. Komi mencoba untuk menahan Keris itu menggunakan Omni-Slayernya sehingga ia diam-diam mengubah Keris biasa-nya menjadi Keris yang sangat mematikan itu untuk menghancurkan kedua pedang tersebut.


"A-Apa...!?" Komi benar-benar kewalahan ketika melihat Korrina menjadi sehebat ini, ia menatap ke depan dan melihat Korrina mengeluarkan suara-nya lagi sehingga ia langsung muncul di hadapan-nya dengan cepat, Komi hampir saja menerima serangan dari Keris yang mematikan itu, ia berhasil menyelamatkan diri dengan meluncurkan Final Shine Attack ke depan lalu ia terdorong ke belakang.


"Korrina...!!! Dasar sialan!? Bagaimana kau bisa memiliki peluang kemenangan sebesar ini di ruangan kemustahilan ini!?"


"Pada awal-nya aku bertarung melawan-mu hanya untuk memastikan dan belajar... aku bertarung bukan untuk memenuhi hasrat apapun, aku bertarung demi bertahan... aku menggunakan harga diri Legenda-ku untuk bisa mencari kelemahan musuh menggunakan strategi yang aku rancang selama pertarungan ditambah lagi dengan sumber yang ada di dalam sini..." Korrina menyentuh kepala-nya sendiri.


"...kecerdasan-ku."

__ADS_1


__ADS_2