Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 848 - Perubahan Rencana dengan Menusuk dari Belakang


__ADS_3

Keith mendobrak pintu cukup keras lalu ia melepaskan angin yang begitu besar sampai mendorong Koizumi dan Hinoka ke belakang seketika sampai menabrak tembok lalu menghancurkannya.


 


"Oi, Keith...!!! Apa yang kau coba lakukan!?" Tanya Beval yang terlihat kaget ketika melihat Keith menyerang kandidat lainnya.


"Ternyata memang benar..." Admon memasang tatapan serius ketika melihat penampilan Marina dan Daria berubah seketika menjadi Koizumi bersamaan dengan Konomi yang memasang tatapan serius.


"Termasuk memang ketahuan ya... baiklah, kalau begitu aku akan melawan kalian semua sekaligus!!!" Koizumi mengeluarkan aura Crimson yang besar melalui tubuhnya.


Ia mencoba untuk menghentikan waktu tetapi Shinobu datang lalu menggunakan The Mind untuk meminta Koizumi agar tetap diam, ia langsung memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu berdiri tepat di belakang Keith.


"Sudah cukup... aku tidak ingin mengikuti alur permainan dirimu lagi, Koizumi!" Seru Shinobu sampai ia menggunakan The Mind untuk mengendalikan dirinya agar mau memukul perutnya cukup keras.


"Ack...!" Pukulan itu terasa cukup keras sampai ia mengeluarkan banyak darah dari mulutnya lalu berlutut di atas tanah selagi menatap Shinobu dengan tatapan yang dipenuhi rasa kesal.


Konomi memasang tatapan kaget ketika melihat Shinobu menghentikan niatan mereka untuk menyerang, entah ini rencana cadangan atau apa tetapi Shinobu terlihat serius.


"Hidup dewa Shinji... tidak... hidup semua dewa elemen." Kata Shinobu sehingga mengejutkan Koizumi dan Konomi seketika karena mereka melihat kedua kaki mereka diselimuti dengan daun emas.


Shinobu maju ke depan lalu Admon hanya bisa tertawa ketika melihat gelembung Marina ternyata menunjukkan sesuatu yang sangat akurat, ternyata Shinobu memang bisa dipercayai.


Namun, dia adalah pengikut Shinji, itu artinya mereka harus berhati-hati bahkan lebih menguntungkannya lagi jika mereka bisa menggunakan dirinya sebagai alat dengan memanfaatkan dirinya.


Shinobu terdiam ketika mengetahui isi pikiran Admon yang mencoba untuk memanfaatkan dirinya, "Makhluk rendahan seperti dirimu berani memanfaatkan diriku ya..."


"...lihatlah siapa yang sudah masuk ke dalam jebakan kebutaan, matamu sudah buta dengan harapanku sendiri sampai kau tidak akan bisa tahu apa yang aku coba rencanakan." Shinobu menyentuh kepalanya yang terasa pusing karena menggunakan The Mind terlalu berlebihan.


"Aku masih mengingat perkataan Marina... gelembung itu hanya menunjukkan berbagai macam kemungkinan yang terjadi." Pyro mendekati Shinobu dengan tatapan curiga.


"Aku sudah menyebutnya... apakah kalian masih tidak percaya dengan bukti seperti ini?" Tanya Shinobu yang mulai mengeluarkan lambang cahaya sampai ia sempat mengatakan kata-kata penuh kepercayaan terhadap Shinji.


"Hmph, kalau begitu... aku ingin kau memukul salah satu dari mereka---" Shinobu tanpa basa-basi memukul wajah mereka sekaligus lalu menendangnya cukup keras sampai terjatuh.


"Apakah itu sudah cukup?" Tanya Shinobu yang terlalu serius, ia tidak bersikap seperti biasanya dengan menunjukkan perasaan malu dan perasaan yang gugup melainkan ia mengeluarkan perkataan serius.


Gallus terus memperhatikan Shinobu dengan tatapan yang terlihat tertarik karena dia benar-benar ibu alam, seseorang yang bisa dibilang inti dari cinta itu sendiri bagi Dewinya sendiri.


Jika ibu alam membantu maka keberuntungan akan datang, terutama lagi kedua matanya bisa melihat Shinobu memiliki bunga keberuntungan dengan empat daun.

__ADS_1


Gallus segera menghalang Pyro, hanya Pyro dan Admin yang masih mencurigai Shinobu tetapi ketika melihat Gallus yang selalu tidak peduli dengan apapun turun tangan seperti itu langsung meyakinkan mereka sekaligus.


"Sudah, sudah, jangan sampai kalian membiarkan satu-satunya pengikut Dewa Shinji merasa kesal seperti itu."


"Sekarang aku mengerti... namamu adalah Shinobu Koneko, kau cukup terkenal atas riwayat burukmu dan tentunya kau yang selalu ditindas oleh mereka semua karena banyak keburukan darimu."


"Itu benar... semuanya membenci diriku... semuanya...! Tidak ada lagi rasa kepercayaan untuk diriku sampai aku ingin menyerahkan diri kepada dewa dan dewi elemen untuk memberikan sugestinya!"


"Aku sudah muak mendengar nasehat Kakek dan mereka semua yang tidak bisa merasakan kesakitan di dalam diriku ini..." Shinobu mulai menangis seketika sampai Koizumi sempat berpikir perkataan dan sikapnya itu serius.


Tetapi serangan yang mengenai tubuhnya tadi tidak memberikan dirinya rasa sakit melainkan sebuah pemulihan, untungnya Koizumi berpura-pura terlihat sakit ketika menerima pukulan dan tendangan pemulihannya.


"Keith... apakah dia gadis yang selalu kau pikirkan?" Tanya Beval selagi menyilangkan kedua lengannya karena ia sendiri bisa mempercayai Shinobu ketika mengetahui dirinya yang menarik perhatian Keith.


"Ya... dia... gadis yang memberikan diriku inspirasi untuk tetap maju dan mengikut arus angin yang membawa diriku menuju jalan benar..."


"...mengetahui kebenaran menyedihkan darinya, rasanya sekarang aku sudah memiliki kemampuan dan kekuatan yang cukup untuk melindungi dirinya."


"Kalau begitu, apakah kau bersedia untuk mengajak dirinya menuju kepercayaan Dewa Erion?" Tanya Beval yang sempat menarik perhatian Keith karena ia sepertinya tidak ingin Shinobu berada dalam kepercayaan Shinji


"Apakah nama dari dewa agung mengganggu Anda, tuan Beval...? Aku sendiri tidak begitu mengerti soal Dewa Shinji."


"Intinya, dia itu sangat berbahaya dan benar-benar mengerikan... bar-bar dalam segi apapun sehingga aku sendiri tidak tahan ketika meladeni dirinya yang ingin tantangan menyulitkan."


"Aku cukup lega saja bahwa Shinji tidak bisa melihat masa sekarang... dia pasti akan merasa senang sampai ingin berkeliaran demi mencari tantangan dan lawan yang sulit baginya."


"Untungnya adiknya itu... yang bernama Shiratori Shukaku berhasil menyegel dirinya agar ia berhenti bersikap bar-bar dengan menantang apapun..."


"...apa yang ia pedulikan adalah tantangan dan pertarungan yang termotivasi oleh harga dirinya sendiri untuk berjuang sampai menginjak berbagai macam wilayah."


"Wilayah yang melebihi para dewa... aku sendiri sempat melawan dirinya tetapi... sebelum satu detik berlalu, aku sadar bahwa diriku sudah kalah karena menerima kuncian dirinya, kecepatannya sungguh tidak terbayang."


Keith mengangguk, "Apakah Shinobu Koneko bisa saja menjadi kandidat dari Dewa agung cahaya selanjutnya?"


"Mungkin saja, tetapi... Shinji tidak menerima sebuah pengganti, aku yakin dia akan memanfaatkan Shinobu... itulah kenapa dia harus masuk ke dalam kepercayaan kita."


"Jika tidak maka segelnya bisa saja retak, seseorang yang masih memiliki kepercayaan terhadap dewa yang sudah terlupakan memiliki sedikit kesempatan dan kemungkinan bahwa dia akan kembali."


"Semakin percaya... semakin kuat... semakin dilupakan... semakin melemah dan menghilang sampai dicabut oleh [God of Judgement], dewa hukum yang memutuskan hukum apapun di Kamitouri."

__ADS_1


Shinobu mendapatkan banyak sekali informasi yang bagus sehingga ia langsung menatap Admon, "Apakah kau ingin aku menyingkirkan mereka sekarang juga?"


"Tidak secepat itu, kami sudah mengerti sekarang. Keturunan Shiratori memang berbeda... sebagiannya licik dan manipulatif seperti Shinji."


"Untuk sekarang, aku ingin menyandera mereka berdua agar bisa mencari informasi yang penting." Shinobu langsung melepaskan semua akar itu karena Admon mulai mengangkat lengan kanannya sampai memasukkan Koizumi dan Konomi ke dalam peti yang terbuat dari batu.


"Untuk sekarang, rapat dibubarkan." Admon berjalan pergi bersama Saintnya, semua kandidat melakukan hal yang sama sampai Shinobu sadar bahwa Marina dan Daria yang asli masih belum menampakkan diri.


Konomi dan Koizumi yang berada di dalam peti tanah itu sempat melihat satu tanaman yang tumbuh sampai mengeluarkan satu daun emas yang menyebabkan ke seluruh tubuh mereka.


Koizumi tersenyum serius lalu ia menghentikan waktu untuk melarikan diri dalam peti itu, ia membawa Konomi pergi lalu terbang tinggi meninggalkan planet tersebut untuk mengurusi sesuatu.


Keith mulai menyentuh tangan Shinobu sampai mengejutkan dirinya, ekornya langsung terangkat dan wajahnya berubah menjadi merah karena ia menerima sentuhan dari seorang lelaki.


"Eeeepppp...!"


"Ahh, maaf... apakah tadi mengejutkan dirimu?" Tanya Keith yang mulai mendekati Shinobu sampai ia kembali bersikap malu-malu seperti kucing.


"Ahahaha... sudah-sudah, tenang saja. Aku di sini." Keith mengelus kepala Shinobu pelan-pelan sampai ekornya bergerak sedikit demi sedikit karena merasakan elusan yang begitu lembut.


Beval mulai mendekati mereka, "Maaf untuk mengganggu waktu kalian, tetapi aku sangat membutuhkan waktu dengan dirimu... Shinobu Koneko?"


"A-Aku?"


"Itu benar, aku masih penasaran tentang garis keturunan Shiratori, menurut informasi yang aku kumpulkan... kau adalah garis keturunan Shukaku ya."


"Aku yakin kau bisa menjadi kandidat yang cukup baik untuk Dewa Shinji, tetapi... apakah kau sudah mengetahui kebenaran mengerikan darinya?" Tanya Beval.


"Aku tahu... itulah kenapa Koneko ingin pindah kepercayaan, ajarkan aku... ajarkan Koneko untuk mengikuti angin sampai mendapatkan berkah dari Dewa Erion." Shinobu menundukkan kepalanya.


Keith hanya bisa tersenyum ketika melihat gadis yang bisa dibilang sebagai cinta pandangan pertama ingin masuk ke dalam kepercayaan angin.


"Aku senang untuk mendengarnya darimu, kalau begitu... rapat sudah berakhir, mari kita pergi." Beval berjalan pergi meninggalkan ruangan rapat itu.


"Kita akan kemana?" Tanya Shinobu.


"Kuil angin." Jawab Keith.


"Begitu ya..."

__ADS_1


"...Koneko..." Shinobu tersenyum jahat untuk sebentar lalu senyuman itu kembali terlihat polos.


"...akan berjuang."


__ADS_2