Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 770 - Zodiac Emperor


__ADS_3

"... ...!" Shinobu terlihat sangat ketakutan ketika melihat perubahan wujud dan kekuatan baru yang di peroleh oleh Leon.


Semuanya terasa begitu berlebihan bahkan sistem dan Tech tidak bisa mengukur sedikit kekuatan, itu artinya Shinobu perlu bekerja sendiri dan mengukur semua itu agar ia dapat memperbarui sistem dan alat-alatnya.


"Kau tidak perlu ketakutan seperti ini, Shinobu Koneko..."


"...aku hanya memberikan dirimu satu peringatan, apakah kau ingin menjadi kesatria yang melayani diriku?"


"Dengan menjadi salah satu kesatria yang loyal kepadaku, aku yakin semuanya akan berjalan lancar bahkan tidak ada lagi yang akan menindas dan mengakui dirimu sebagai ras paling hina."


"Ti-Tidak mau... aku tidak ingin... itu bukan keinginan yang aku mau..."


"...aku tidak membutuhkan keuntungan... a-aku hanya ingin mengikuti keinginan yang selalu aku mau sejak kecil."


Shinobu berbicara dengan ekspresi yang terlihat ketakutan bahkan nada dari suara terdengar sangat pelan sampai terpatah-patah, kedua kakinya bergerak sendiri sampai kedua telinga dan ekornya mulai turun.


"Jangan menunjukkan kelemahan secara terang-terangan, putri kecil!" Peringat Tech.


"Tech..."


"Apapun yang terjadi, saya akan tetap berada di samping Anda, mencoba untuk membantu dan menerima perintah apapun secara loyal."


"Saya mengetahui keinginan Anda yang begitu besar, sekarang sudah saatnya untuk menunjukkan kepada semua orang bahwa latihan yang Anda lakukan..."


"...serta semua ilmu pengetahuan juga pengalaman yang di dapatkan untuk di gunakan sekarang juga!" Tech terus menyemangati Shinobu yang terlihat ketakutan dan gugup.


"Hm...!" Shinobu mengangguk lalu ia menatap Leon dengan tatapan serius, mencoba untuk menolak peringatannya tadi.


"Tidak ada gunanya bagiku untuk membalas dendam dan membunuh mereka yang sudah menganggap diriku salah!"


"Memang benar...! Aku penuh dengan kesalahan, itulah kenapa keinginan yang selalu aku mau adalah mendapatkan harapan dan kepercayaan mereka semua!"


"Itu masih keinginan sedangkan tujuanku masih banyak...!" Seru Shinobu yang mulai melepaskan sinar matahari.


Leon hanya bisa diam lalu menatap bulan yang akan menghilang karena di gantikan oleh terbitnya matahari, sepertinya rencana yang selalu ia inginkan untuk merekrut Shinobu menjadi bawahannya gagal.


"Aku menghormati pilihan itu, lagi pula kau bisa di bilang gadis kedua yang sangat pintar di seluruh alam semesta dan dimensi kecuali Kou Comi."


"Jika itu yang kau inginkan maka biarkan aku mengakhiri semua penderitaan itu dengan membawamu langsung ke dalam dunia kematian."


"Cara yang halus telah gagal maka cara yang kasar adalah pilihan baik, bersiaplah, Shinobu Koneko!" Leon mendarat di atas tanah sehingga Shinobu melihat daratan memunculkan banyak rasi bintang.


Shinobu melepas kacamatanya lalu ia mengambil selendang Crimson yang ia kenakan untuk di lempar ke depan, Leon yang awalnya ingin mendekat tiba-tiba mengalami kendala di bagian penglihatannya.


Selendang itu berhasil menutup wajahnya, Shinobu memanggil lengan baru yaitu lengan kanan karena sebelumnya ia hancurkan ketika membunuh Cordelia.


Setelah itu, ia mulai menunjuk Leon menggunakan kedua tapaknya yang melepaskan gelombang emas ke depan sampai mendorong Leon ke belakang.


Leon melakukan sihir teleportasi lalu ia menyingkirkan selendang itu, ia melancarkan beberapa pukulan kepada Shinobu yang tidak sempat untuk menghindari.


Pertahanan adalah salah satunya cara yang terbaik tetapi serangan Leon jauh lebih kuat dan bertenaga besar sehingga mata kiri Shinobu melihat bahwa durabilitas dari kedua lengannya berkurang sangat drastis.


Yang awalnya 100% menjadi 67% begitu cepat, Shinobu melihat satu pukulan terarah kepada wajahnya lalu ia menangkapnya menggunakan tapak kanan sampai menyebabkan dorongan besar di sekelilingnya.


Shinobu melepaskan gelombang cahaya melalui tapaknya sampai Leon terdorong ke belakang, ia mencoba untuk menghilang dengan kemampuan Libra tetapi Shinobu dapat mendengar dan merasakan pergerakannya.


Pada akhirnya, Shinobu berhasil menyerang sampai Leon masih bisa merasakan kesakitan terhadap tembakan sihir cahaya itu, Leon mencoba untuk menendang kepala Shinobu tetapi ia berhasil menahannya.

__ADS_1


Kemudian, ia mulai maju ke depan dengan kecepatan penuh melalui pembakaran kedua tapaknya, kedua tinju Shinobu mulai menabrak Leon mundur sampai ia menerima melepaskan kedua lengannya itu.


Kedua lengan tersebut membawa Leon ke belakang sampai Shinobu meminta Tech untuk meledakkan baterai di dalamnya sehingga terjadi ledakan yang dahsyat di depannya.


Shinobu mundur ke belakang lalu memanggil lengan lainnya, setelah itu ia melihat Leon berjalan ke depan dengan tubuh yang terlihat utuh karena rasi bintang berlambang Capricorn.


"Kemampuan Capricorn... Invulnerabillity... kekebalan..." Shinobu maju ke depan ketika ia berhasil mendapatkan lengan barunya.


Tapak kirinya mulai memegang erat Keris yang selama ini ia simpan di sarung terletak dengan pinggangnya, ia ingin menggunakan senjata itu sebagai kartu as terakhir.


"... ..." Shinobu mengingat perkataan Kou, semuanya dipenuhi peringatan bahwa ia perlu menggunakan Keris itu dengan berhati-hati atau tubuhnya akan menerima risiko yang berbahaya.


Shinobu menariknya keluar sehingga bilah keris itu memunculkan aura Crimson dengan campuran keemasan dari cahaya, tubuh Shinobu seketika merasa gatal dan nyeri sedikit demi sedikit.


Shinobu melesat ke depan dengan kecepatan cahaya lalu ia mengayunkan kerisnya menggunakan tapak kirinya karena ia sendiri bisa di bilang kidal dalam memegang senjata.


Dua tebasan berhasil mengenai wajah Leon seketika sampai mengejutkan dirinya bahwa Keris yang Shinobu pegang ternyata asli, bukan sekedar keris ciptaannya saja melainkan warisan dari Kou.


Shinobu awalnya berhasil mengenai dirinya dengan beberapa serangan tetapi sekarang bagian Leon yang mulai menyerang, tiga ekor kalajengking muncul di belakangnya lalu mengikat tubuh Shinobu.


Shinobu terbanting di atas tanah oleh ekor itu lalu ia melihat kedua ekor lainnya mencoba untuk menusuk dirinya, dengan cepat ia menahannya menggunakan kedua lengan itu sampai tercengang ketika melihat lengan buatannya mulai meleleh.


Mata buatan Shinobu mendeteksi bahwa racun yang di miliki Leon sangat kuat, cukup untuk melelehkan satu gunung besar sehingga ia mulai melepaskan pembakaran besar melalui kedua tapaknya untuk mundur ke belakang.


Namun, Leon muncul tepat di belakang Shinobu dengan busur besar yang ia pegang, busur tersebut langsung melepaskan panah yang menusuk pinggang Shinobu sampai ia terjatuh di tanah.


Panah lainnya mulai mengenal bahunya sampai meringis kesakitan, tidak bisa bergerak atau bangkit karena kedua panah itu telah menusuk tubuh dan darah cukup dalam.


Leon menginjak tubuh Shinobu sampai ia memuntahkan banyak darah, setelah itu ia lanjutkan dengan menghantam wajah Shinobu beberapa kali dan langsung mengakhirinya dengan menciptakan dua pedang rasi bintang yang memutuskan lehernya.


Di hadapannya terdapat dedaunan emas yang mulai membentuk tubuh Shinobu, kedua lengan barunya datang lalu terpasang sehingga pergelangan dari kedua lengannya mengeluarkan berbagai macam roket dan senapan.


"Putri kecil... apakah kamu yakin...? Tersisa 6 nyawa lagi..."


"Legends Never Dies!" Jawab Shinobu dengan tatapan serius, ia melepas semua peluru cahaya dan roket yang melesat maju ke arah Leon dengan kecepatan cahaya.


Shinobu muncul di hadapan Leon lalu ia menendang perutnya menggunakan kedua kakinya yang ia campur dengan kekuatan Lenergy dan cahaya.


Shinobu mendarat lalu ia melepaskan gelombang cahaya besar melalui kedua tapaknya sampai Leon terdorong ke belakang lalu kembali bangkit dan memindahkan Shinobu ke arah dirinya dari jarak yang dekat.


Setelah itu, ia mulai menghantam wajah Shinobu sampai ia terpental ke belakang dan terjatuh, dirinya segera kembali bangkit lalu melihat Leon yang memunculkan dua belas simbol zodiak di belakangnya yang melepaskan gelombang rasi bintang.


Kedua pergelangan tangan Shinobu memunculkan perisai emas dengan perlindungan cahaya lalu ia memanipulasi dedaunan emas untuk mempertebal pertahanan itu sampai ia maju ke depan dan berhasil mendorong gelombang itu.


Kedua perisai itu langsung Shinobu tabrak kepada tubuh Leon sehingga ia menerima sambutan gelombang emas yang begitu besar sampai kemampuan kekebalan itu hancur seketika.


"Ck...!" Leon menyadari Shinobu berhasil menyerap serangan tadi menggunakan daun dan alatnya itu sampai ia menerima satu tendangan dari Shinobu.


Setelah itu ia mengayunkan kerisnya sekuat tenaga sampai menebas dada Leon lalu mengeluarkan banyak darah, melihatnya saja membuat dirinya merasa tertantang oleh seorang anak kecil yang masih berkembang.


Leon melepaskan sihir angin yang besar ke depan sampai Shinobu terpental ke belakang lalu terjatuh, setelah itu kedua kakinya meleleh seketika karena kalajengking tak kasat mata yang Leon lepaskan.


Ia mulai menginjak perut Shinobu lalu wajahnya berkali-kali sehingga tulangnya mulai patah dan remuk sampai kesadaran Shinobu perlahan-lahan hilang karena tidak bisa menahannya.


Leon menginjak kepala Shinobu cukup dalam sampai hancur, nyawanya telah berkurang lagi lalu ia kembali bangkit dengan nyawa yang tersisa lima.


Shinobu tidak bisa melarikan diri karena tubuhnya yang tertahan oleh Leon, kedua kakinya juga masih meleleh sampai ia segera memanggil lengan dan kaki lainnya sebagai cadangan.

__ADS_1


Leon mencengkeram wajah Shinobu lalu ia menyentuh perutnya dan mendorong ke belakang sampai Shinobu terpental ke belakang dengan lubang besar di bagian punggungnya.


Leon memutarkan kedua pedangnya lalu melemparnya ke depan sampai leher Shinobu tertebas dan putus, nyawanya telah hilang lagi.


Sekarang ia telah bangkit dengan empat nyawa tersisa, Shinobu mencoba sekuat dan sebisa mungkin agar bisa menghentikan Leon lalu mendapatkan kepercayaan semua teman dan sepupunya.


Termasuk Kou yang masih khawatir kepada Shinobu tentang perjuangan dirinya sebagai bangsa Legenda, Tech terus menyarankan Shinobu untuk berhenti tetapi ia tetap bangkit.


Keras kepala seperti keturunan Shiratori, mereka akan terus maju dan bangkit tanpa merasakan arti dari menyerah, sesulit apapun masalah dirinya tetap bangkit dengan ekspresi penuh tekad.


Shinobu menerima kedua lengan dan kaki baru lalu ia menaikkan seluruh persentase kekuatan di dalam lengannya lalu melepaskan gelombang cahaya yang begitu besar.


Ia campurkan dengan Lenergy serta sinar cahaya di dalam tubuhnya karena bantuan dari Golden Sunshine, Leon terus maju ke depan selagi menyilangkan kedua pedang besarnya itu menahan serangan.


Tubuhnya tetap merasa sakit sampai menerima luka bakar tetapi ia terus maju, menantikan empat nyawa Shinobu yang akan ia ambil satu per satu.


Leon berada tepat di hadapan Shinobu yang masih mengerahkan kekuatannya lalu wajahnya menerima satu pukulan sampai Leon memutuskan kedua lengannya.


Shinobu memanipulasi dedaunan emas untuk memperbaiki kedua lengannya sampai terpasang kembali kepada tubuhnya, setelah itu ia mulai menyerang Leon tanpa henti.


Semua serangannya itu tidak memberikan efek apapun kepada Leon yang mulai menusuk perut Shinobu menggunakan bilah pedang tersebut sampai ujungnya keluar melalui punggungnya sendiri.


"Ugghhh... sakit..." Shinobu menundukkan kepalanya sampai ia merapatkan giginya cukup keras karena rasa sakit yang rasakan sangat berbeda di bandingkan yang sebelumnya.


Leon melihat Shinobu yang menderita karena luka dan kesakitan itu tetapi ia tidak pernah melihat dirinya menangis atau meneteskan satu pun air mata walaupun sering di tindas dan di sakiti.


"Ugghhh..." Shinobu mulai kehilangan banyak darah sehingga ia berlutut tepat di hadapan Leon yang mulai mengelus kepalanya.


"Jadilah kucing yang baik... tetaplah seperti itu, bersikap kuat walaupun dirimu hanya sekedar bocah yang memaksa untuk bertarung."


"Aku benar-benar menghormati dirimu... kau sangat hebat karena tidak pernah menangis." Leon menarik keluar pedang itu sampai lubang di tubuh Shinobu mengeluarkan banyak darah.


Darah yang sangat deras seperti air terjun sampai organ di dalam tubuhnya ikut berkeliaran di mulai dari usus, jantung, paru-paru, dan yang lainnya sampai mata kanannya terlihat mati karena nyawa Shinobu telah hilang lagi.


Tersisa tiga nyawa, Shinobu masih terlihat kesakitan walaupun ia kembali hidup berkat kemampuan alami dari seorang Neko Legenda yaitu 9 nyawa.


"Hah... uckk..." Shinobu menyentuh dadanya dimana ia bisa merasakan jantungnya berdetak sangat cepat.


"Putri kecil---"


"Tidak mau...!!!" Teriak Shinobu, Tech terkejut seketika mendengar Shinobu teriak dan membantah dengan suara keras seperti itu.


"Aku akan tetap... bertarung..." Shinobu kembali bangkit lalu memanggil lengan baru untuk menghentikan Leon sebelum semua teman dan sepupunya datang.


"...aku tidak ingin... mengendalikan orang lain... aku tidak ingin rasa percaya mereka kepadaku hilang..."


"...itulah kenapa... Koneko ingin berjuang..."


"...Koneko akan bekerja keras!" Shinobu memunculkan aura emas yang sangat besar sampa membentuk Beast Neko Legenda yang mulai masuk ke dalam tubuhnya.


"Legend's Boost yang kau dapatkan mungkin akan memberikan dirimu kesempatan..."


"...aku akan bertarung... demi keinginanku sendiri!"


"LEGENDS NEVER DIES...!!!" Seru Shinobu keras sampai suaranya mulai menggema seketika sampai Leon menaikkan kedua alisnya karena mendengar suara Beast di dalam nada itu.


"ROOOOOAAAARRRRRR!!!"

__ADS_1


__ADS_2