
Shinobu bersama teman-temannya melesat secepat cahaya sampai melakukan lompatan yang membawa mereka langsung ke dalam alam semesta Xuutouri, setelah itu mereka mendarat tepat di hadapan gua yang terlihat begitu besar.
"Elf satu ini dikenal dengan sebutan 'The Inventor' karena beliau lah yang berhasil menemukan sesuatu yang sangat langka dan tidak pernah ada dalam dunia ini..."
"...beliau juga sudah hidup cukup lama, semua misteri berhasil ia pecahkan dan dia sendiri adalah salah satu penulis Jurnal yang Koneko hormati."
"Kalian datang juga ya..." Yuffie berjalan keluar dari dalam gua itu lalu kedua matanya bersinar ketika mengetahui mereka semua adalah gadis dewasa yang masih segar dan suci.
"Gadis-gadis perawan... masih subur..." Yuffie mulai menganalisis tubuh mereka satu per satu selagi memegang dagunya, ia mendekati mereka semua satu per satu.
"Perbandingan kelangsingan pinggul... umu... umu..."
"A-Apa yang dia sedang lakukan?" Tanya Koizumi yang sudah merasakan aura persis seperti Hinoka bersikap mesum bahkan ia bisa melihat Hinoka di sebelahnya terlihat bersemangat karena tertarik dengan Elf itu.
"Umu... Umu... benar-benar gadis yang masih subur... masa-masa dewasa memang hebat ya..." Yuffie mulai mengenakan kacamata lalu ia mendekati wajahnya kepada dada mereka untuk membandingkan ukuran.
"Kamu memiliki payudara yang sangat besar ya." Yuffie menepuk punggung Koizumi beberapa kali sampai ia menghela nafasnya karena masih terdapat orang aneh di luar sana yang mirip Hinoka.
"Hohhh~ pantatmu juga berbentuk sangat sempurna..."
"Te-he, aku adalah idol~ itulah kenapa tubuhku harus bisa menginjak kesempurnaan~" Jawab Hinoka selagi memeluk dadanya penuh rasa bangga tetapi ia tetap memasang tatapan tajam kepada dada Koizumi.
"Jika saja aku bisa melampaui si sapi itu maka diriku tidak perlu merasa khawatir seseorang bisa mengalahkannya diriku..."
"Pinggulmu juga... cocok sekali untuk menampung banyak anak..." Ucap Yuffie yang mulai memegang pinggul milik Konomi sehingga ia langsung mundur beberapa langkah dengan tatapan kaget.
"Jangan menyentuh sembarangan...!"
"Hahaha~ ternyata malu-malu ya..." Yuffie langsung menatap tajam Ako sehingga ia bisa merasakan bahaya mendekati dirinya, ia langsung kabur ke belakang Shinobu yang mungkin bisa menghentikan dirinya.
"Kak Yuffie, jangan sembarangan menyentuh temanku... mereka tidak menyukai analisis yang kamu lakukan!" Peringat Shinobu.
"Ahaha~ di antara mereka... gadis kecil tetaplah yang terbaik, seperti dirimu ini, Koneko~" Yuffie memeluk Shinobu erat selagi mengusap pipinya itu menggunakan pipinya juga.
"Wangi sekali... ahh~ ini adalah wangi gadis kecil yang terus menerima sinar matahari pagi~ Huft... Huft... tubuhmu wangi sekali, Koneko... inilah kenapa aku menyukai gadis kecil..."
""Stres...""
"Yuffie!" Panggil Hinoka selagi mengangkat lengannya, mereka semua langsung menatap dirinya karena ia juga sama bodoh dan mesumnya seperti Yuffie.
"Apakah kamu memiliki alat penemuan yang hebat atau semacamnya...? Kami ingin melihat semuanya...!" Kata Hinoka sehingga Yuffie mengingat tujuan asli mereka datang ke dalam kediamannya itu.
"Ahh, soal itu... ayo, masuk-masuk~" Yuffie menarik lengan Shinobu lalu ia melangkah masuk ke dalam gua itu, mereka semua mengikuti dirinya dari belakang sehingga menerima sambutan dengan banyak sekali alat dan mesin di dalamnya.
Ruangan di dalam gua itu terlihat begitu mewah dan hebat bahkan sampai mengejutkan mereka semua karena banyak sekali alat, teknologi, dan mesin rumit semuanya tertata dengan rapi.
"Sebelum itu, Koneko... aku sudah merajut pakaian yang cocok untuk dirimu kenakan, walaupun tidak memiliki ciri khas dengan bangsa Legenda..."
"...setidaknya aku sudah menambahkan nama Legenda di belakang pakaian itu, bukannya kamu pernah bercerita padaku soal Kisetsu terlalu soal untuk dirimu kenakan ketika menggunakan alat?"
__ADS_1
"Mm, itu benar... Koneko ingin pakaian yang cocok untuk dikenakan dalam segi apapun, lebih berguna lagi ketika membantu kecepatan diriku..."
Yuffie mengangkat tubuh Shinobu lalu mengajak dirinya ke ruang ganti, "Tunggu...! Aku mau di ajak kemana..."
"Tenang saja~ Kakak Yuffie akan membantumu mengenakan pakaian baru itu."
Mereka semua melihat Yuffie yang membawa pergi Shinobu, hampir sama ketika ia mencoba untuk menculik dirinya, Koizumi mendekati ruang ganti itu hanya untuk menguping dan menjaga dirinya.
"Uwaahhh~ tubuh telanjang Koneko~ uhh~ wangi...! Wangi...! Lihatlah dadanya yang begitu kecil~"
"Koneko tidak mengerti apa yang Kak Yuffie katakan..." Kata Shinobu dengan ekspresi bingung, ia melihat Yuffie membantu dirinya untuk mengenakan pakaian rajutan dirinya.
"Whoa... Kakak, rasanya nyaman sekali mengenakan pakaian ini... terlihat begitu mewah, tetapi aku sangat menyukainya."
"Terlihat seperti bangsawan dan ratu bukan~? Cocok sekali untuk gadis cantik seperti dirimu yang sangat wangi~" Yuffie memberikan Shinobu kecupan di pipi sebagai sentuhan terakhir.
Shinobu menatap dirinya sendiri di hadapan cermin lalu ia melihat Yuffie memberikan dirinya sebuah ikatan kepala yang selalu ia gunakan ketika bertarung, "Ini... ikatan kepala berwarna hitam yang cocok dengan warna dari pakaian itu."
"Mm, terima kasih, Kak Yuffie." Shinobu tersenyum polos kepada Yuffie sampai menyebabkan hidungnya mimisan, ia langsung memeluk Shinobu erat.
"Ahh~ wanginya~"
Beberapa menit kemudian, Koizumi melihat pintu ruang ganti itu terbuka, menunjukkan Shinobu mengenakan pakaian baru yang mengejutkan mereka semua karena ia sempat terlihat mirip dengan lelaki yang masih kecil.
...
...
"Wah~ Nobu, kamu terlihat begitu keren mengenakan pakaian itu!" Ako bertepuk tangan kepada Shinobu yang masih menunjukkan senyuman polos itu.
"Cocok sekali, kamu terlihat seperti ratu yang mengenakan pakaian bangsawan." Kata Konomi.
Koizumi memperhatikan Shinobu yang kemungkinan menerima keuntungan dari pakaian itu, "Terlihat unik dan cocok untukmu, Shinobu..."
"Apakah kamu sekarang tidak akan mengenakan Kisetsu lagi?"
"Mungkin jarang sih, hahaha... tetapi Yuffie bilang pakaian ini memiliki keunikannya tersendiri." Shinobu menunjuk enam kancing berwarna emas di pakaian tersebut dengan tiga rantai emas juga.
Shinobu menarik rantai yang pertama, pakaiannya langsung membentuk Kisetsu berwarna hitam sampai mengejutkan mereka semua karena pakaian tersebut sempat mengeluarkan banyak senar yang memberikan bahan tambahan untuk mengubah pakaian itu menjadi Kisetsu.
"Hm-hm~ bagaimana hasil penemuanku~? Terlihat hebat bukan, tetapi Koneko dengan pakaian sebelumnya terlihat lebih cocok." Kata Yuffie, Shinobu memasang kembali rantai itu sampai pakaiannya membentuk kembali ke wujud asalnya.
"Koneko, kamu mirip sekali dengan seorang lelaki kecil yang imut~ aww~ andai saja kamu itu lelaki, mungkin aku sudah memberikan yang pertama untukmu~" Hinoka mengedipkan mata kanannya sehingga kepalanya menerima satu pukulan dari Koizumi.
"Kau ini memang tidak waras ya...!"
"Mengubah Koneko menjadi lelaki? Aku bisa kok~ mesin pengubah kelamin---"
"Tidak, jangan!!! Biarkan Nobu tetap menjadi gadis suci dan polos seperti sekarang...! Aku tidak ingin dirinya menjadi lelaki kecil... yang kemungkinan membuat kita malah cinta."
__ADS_1
"Dia lebih cocok menjadi gadis... sudahlah, Yuffie... jangan memicu apapun yang membuat anak ini menjadi semakin tidak waras." Kata Koizumi selagi menatap Hinoka yang sedang mengelus bekas pukulan tadi.
"Hehhh... padahal Koneko cocok sekali, terutama lagi dengan pakaian seperti itu."
Shinobu hanya bisa memasang tatapan polos, tidak mengerti apa yang mereka coba katakan, "Um... Sudah? Apakah Kak Yuffie ingin memberikan mereka semua hadiah juga?"
"Rasanya kurang bisa diterima jika aku saja yang menerima hadiah ini... mungkin Kak Yuffie bisa menunjukkan beberapa penemuan unik untuk mereka semua."
"Tentu saja, teman Koneko adalah temanku juga... terutama lagi untuk dirimu, Hinoka..." Yuffie mendekati Hinoka lalu ia berbisik kepada dirinya sehingga Hinoka memasang tatapan malu lalu ia mengacungkan jempolnya.
"Aku mau, berikan aku sepuluh atau seratus...!"
"Shinobu, apa yang mereka katakan?" Tanya Koizumi kepada Shinobu dengan tatapan serius.
"Anu... Koneko mendengar mereka membicarakan soal ****** ***** yang dapat bergetar?"
"Koneko...!?" Hinoka memasang tatapan kaget, ia bisa merasakan tatapan ancaman dari Koizumi yang mendekati dirinya.
"Kau memang bejat...!!!"
***
"Bagaimana prosesnya, Anastasia?" Tanya Zangetsu yang masih memperhatikan pembentukan kristal itu yang terus membesar lagi dan lagi, ia sendiri bisa merasakan tubuhku bergetar karena kekuatan yang terkandung di dalam kristal itu.
"Tidak lama lagi... butuh dua hari sampai kristal ini terbang jauh sehingga tiba di puncak pohon emas..." Anastasia menatap Zangetsu, ia merasa penasaran dengan sesuatu.
"Jika kau masih memegang kristal penghapus konsep sihir itu, kenapa tidak mencoba untuk menyingkirkan yang lainnya...?" Tanya Anastasia dengan tatapan serius sehingga Zangetsu hanya bisa menghela nafas pelan.
"Jangan bodoh... jika aku mencoba untuk mengincar kelima pemberontak itu maka Shinobu pasti akan melakukan kepadaku, dia sudah mengetahui diriku karena Dewa tanah sialan itu..."
"Jika aku menghampiri Shira bersama yang lainnya... aku masih belum begitu yakin untuk bisa menang, serangan fatal yang berhasil aku lakukan kepada Haruka adalah keuntungan besar."
"Kali ini keuntungan itu tidak akan membantu diriku lagi..."
"...aku hanya harus berhati-hati dan tidak pernah mengulangi kesalahan yang sama, aku yakin putri dari Haruka sudah menandai diriku sebagai musuh terbesar dirinya."
"Begitu ya..."
"...kenapa kau tidak coba untuk mempererat hubunganmu lagi dengan Shinobu? Dia adalah kunci untuk menciptakan eksperimen lainnya kecuali kristal kekacauan ini."
"Keberadaannya saat ini sedang berada di Xuutouri... entah mereka sedang melakukan apa, tetapi aku hanya bisa mengunjungi dirinya ketika berada di Yuusuatouri untuk mencegah kecurigaan."
Zangetsu memasang tatapan serius, "Kau perlu berhati-hati ketika bersama dirinya... dia itu bukan Kou Comi, kau tahu... bisa dibilang ia dipenuhi dengan misteri."
"Aku tahu... itulah kenapa aku akan membantu dirinya demi bisa menerima kepercayaan itu..."
"Dia tidak akan tahu bahwa aku..."
"...telah memanfaatkan dirinya."
__ADS_1