Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 520 - Pembuka Semi Final


__ADS_3

Rokuro menghampiri Bakuzen lalu ia mengulurkan lengan kanannya untuk membantu dirinya bangkit dan Bakuzen langsung bangun berkat bantuan Rokuro, setelah itu ia mulai meninju bahunya pelan.


"Jika kau sudah mengalahkan diriku dan keindahan dari ledakan maka... Aku tidak akan memaafkan dirimu jika kau kalah di pertandingan selanjutnya."


"Pertarungan yang baik... tentunya aku akan terus memenangkan pertandingan selanjutnya hanya untuk mengambil apa yang aku inginkan yaitu permohonan."


Rokuro dan Bakuzen berjalan pergi meninggalkan lapangan dengan sorakan meriah seluruh penonton bahwa mereka sangat menikmati pertarungan yang begitu adil dan mendebarkan.


Turnamen Solicitation akan terus berlanjut sampai titik akhir sehingga menghabiskan waktu selama 3 hari sebelum turnamen itu memasuki tahap semi final.


Seluruh peserta dari berbagai macam alam semesta telah di kalahkan oleh Minami bersama seluruh teman-temannya sehingga di semi-final, hanya terdapat seluruh peserta dari Yuusuatouri asli dan palsu.


Arena 1 - Semi Final


-Haruka Vs Honoka


-Asriel Vs Methode


Arena 2 - Semi Final


-Minami Vs Mitsuki


-Hana Vs Kou


Arena 3 - Semi Final


-Shuan Vs Shou


-Rokuro


"Tunggu... Kenapa Rokuro tidak melawan siapa pun?" Tanya Haruka dengan ekspresi yang terlihat kebingungan.


"Lawan Rokuro baru saja mengakui kekalahannya bahwa ia ingin menyerah dan pulang saja di bandingkan melawan peserta seperti Rokuro." Kata Kou yang baru saja membaca pikiran Morgan dan para wasit.


Haruka menghela nafasnya lalu menatap ke belakang untuk melihat Rokuro yang sejak awal sudah bersiap tetapi sekarang ia harus menunggu sampai final.


"Aku sudah menantikannya sejak awal tetapi dia malah menyerah... Hahhh..." Rokuro menghela nafasnya, melihat Haruka mendekati dirinya lalu membisikan sesuatu dengannya.


Rokuro melebarkan matanya lalu menatap Haruka yang mengedipkan mata kirinya, "Sebagai ucapan terima kasih atas perjuanganmu untuk sampai Final, ayo..?"


Haruka meraih tangan Rokuro, "Teman-teman... karena sekarang sudah memasuki fase semi final maka hanya akan terdapat satu pertandingan yang berlangsung."


"Dan sekarang kita di beri istirahat selama satu jam, pertarungan ku juga akan di mulai setelah Minami melawan Mitsuki. Aku tinggal dulu ya..." Haruka berjalan pergi bersama Rokuro yang terlihat sedikit tersipu.


"Sudah jangan menahan diri dan melawan, aku pukul loh..." Kata Haruka karena ia bisa melihat Rokuro seperti mencoba untuk menahan diri.


"Ya... Terserah..."


Haruka dan Rokuro pergi meninggalkan ruangan penonton, Shuan mulai menatap Rokuro dari jauh dengan tatapan serius karena ia bisa saja bertemu dengan dirinya di final nanti.


"Kita masih memiliki waktu untuk makan siang, ke kantin?" Tanya Honoka kepada seluruh teman-temannya, mereka semua mengangguk.

__ADS_1


Mereka pergi meninggalkan ruangan penonton dan Minami masih berada di ruangan tersebut selagi menatap keluar, arena semi final terlihat sangat luas dan lega sekarang bahkan penonton bertambah begitu banyak.


"Dua tahap lagi..." Minami mengepalkan kedua tinjunya lalu mengikuti seluruh temannya dari belakang menuju kantin.


Beberapa menit kemudian, seluruh wasit mulai menyediakan makanan yang berjumlah sangat banyak sehingga Minami bersama seluruh temannya mulai menyantap semua makanan itu dengan cepat.


"Makanan ini sangat mantap...! Tubuhku mulai berkeringat karena rasa pedasnya, aku tidak perlu melakukan pemanasan ketika melawanmu, Shuan!" Seru Shou yang makan dengan cepat.


"Ya! Kali ini aku tidak akan menerima kekalahan darimu, Shou!" Ucap Shuan selagi memakan seluruh makanannya.


"Shou, Shuan, aku harap kalian dapat bertarung dengan penuh semangat dan kekuatan ya. Aku ingin melihat seberapa jauh kemampuan yang kalian miliki..." Methode mengangguk lalu menatap Asriel.


"Sepertinya di pertandingan selanjutnya kita akan bertarung, Haruka memberitahuku bahwa kau adalah putra dari Shichiro Haruki ya...?" Methode memegang dagunya.


"Ya, senang bertemu denganmu, Shiratori Methode." Asriel mengangguk.


"Apakah kamu memiliki ibu Dewi?"


"Tidak, Ayah dan Ibuku murni seorang Mortal."


"Wah... berbeda sekali, Haruki di dimensi palsu menikahi seorang Dewi atau bisa di bilang nenekku." Perkataan Methode membuat Honoka terkejut.


"Tunggu.. Mortem kah?"


"Ya... cukup mengejutkan bukan?"


"Dimensi palsu memang dipenuhi dengan keanehan dan hal yang kurang seimbang. Aku jadi merasa ngeri ketika mendengar sejarah apa saja yang ada di sana..." Kata Honoka.


"Tentu saja, Kou, aku akan mengajakmu nanti. Di sana juga terdapat banyak keturunan Comi yang mungkin akrab denganmu." Kata Methode, membuat Kou mengangguk cepat lalu tersenyum.


"Entah kenapa porsi yang kalian makan sangat mengerikan..." Kata Mitsuki, ia melihat seluruh keturunan Shiratori hampir menghabiskan satu piring.


"Perut kalian mengandung lubang hitam kah? Untuk Minami dan Shuan bisa aku maklum karena mereka memiliki kekuatan yang berkaitan dengan angkasa..." Ucap Hana.


"Sebagai Shiratori, kita akan menghabiskan banyak persediaan makanan untuk mengisi perut kita. Semakin banyak gizi dan makanan sehat yang masuk maka semakin bersemangat kami bertarung!" Kata Shou.


"Itu benar, aku sendiri terbakar penuh dengan rasa semangat untuk melihat kemampuan apa saja yang dimiliki oleh putra Haruki di dimensi asli!" Jawab Methode.


Hana mulai merasa khawatir ketika ia melihat Kou, semoga saja semi final ini bisa berjalan dengan lancar untuknya karena Kou sejak awal terus memaksa dirinya untuk tidak menahan diri dan menunjukkan belas kasihan.


Hana mencoba untuk tidak menghiraukannya dengan meminum segelas air penuh.


***


"Shou, jika kau ingin bertarung adil denganku, cobalah untuk tidak memukul perutku yang dipenuhi dengan makanan." Kata Shuan sambil menepuk perutnya.


"Kau bilang ingin bertarung tanpa harus menahan diri, itu artinya memukul perutmu akan menjadi pilihan pertama bagiku!" Shou tersenyum serius.


"Sial... Tidak ada ampun rupanya..." Shuan melihat Kou mulai menyemangati dirinya dengan menggenggam tangannya.


"Shuan... Semangat..." Kou mengedipkan mata kanannya.

__ADS_1


"Enak sekali kau Shuan untuk memiliki pendukung dari dekat..." Shou menghela nafasnya karena istrinya tidak bisa datang untuk menonton bahkan keluarganya sendiri.


"Kan aku sudah bilang, Shou... Seluruh penghuni palsu memiliki kegiatan masing-masing terutama Ayah dan Ibu." Kata Methode.


"Kau ada benarnya..."


Beberapa menit kemudian, turnamen permohonan telah kembali di mulai dengan mengadakan pembukaan semi final pertama yaitu Shou melawan Shuan.


Seluruh penonton mulai bersorak keras dan merasa tidak sabar untuk melihat pertarungan antara gerhana matahari dan tata Surya emas, Shou dan Shuan memasuki arena yang luas secara bersamaan.


"Pembukaan semi final pertama ini seperti akan terlihat menarik dengan pertarungan antara kedua keturunan Shiratori yang hebat...!!!" Seru Jorgez keras.


Seluruh penonton mulai mendukung Shuan dan Shou secara bersamaan, Kou mulai memperhatikan Shuan karena ia juga ingin bisa bertarung sehebat dirinya di mulai dari pertandingan pertama sampai final nanti.


"Semangat, Shuan..." Ucap Kou pelan.


Seorang wasit mulai memasuki arena, "Di pertandingan semi final ini, arena telah di perbesar dan kalian dapat bertarung sepuas mungkin tetapi harus tetap ingat untuk tidak terjatuh dan menyentuh batas."


"Baiklah, persiapkan diri kalian...!" Wasit itu mengangkat lengannya kanannya sehingga Shuan melepaskan cahaya yang silau di sekitarnya.


Membuat seluruh penonton tidak bisa melihat selama beberapa detik lalu mereka dikejutkan dengan tata surya emas yang berputar di sekeliling lehernya.


"Kau akan memulainya langsung dengan menggunakan Golden Solar System kalau begitu...!" Rambut hitam Shou mulai terbakar dengan api hitam sehingga gravitasi mulai bertambah berat di sekeliling arena.


"Lunar Eclipse: Saint Revolution Blaze!" Shou melepaskan api hitam yang begitu panas di sekitar, mampu membuat arena yang dipenuhi hutan mulai terbakar.


"Saint...?" Shuan menatap Shou dengan tatapan yang terlihat bingung karena ia pernah melihat Shira menggunakan kekuatan dari Saint Legenda sebelumnya.


"Kekuatan dari Saint Legenda dan gerhana bulan...?" Shuan mengerutkan dahinya, ia bisa merasakan perasaan yang baru ketika melihat kekuatan suci yang sangat menyengat.


"Kau tidak memiliki kaitan dan bakat apapun soal Saint Legenda ya, Ayahmu memiliki kekuatan dan kemampuan dari Saint tetapi ia sepertinya sudah melupakannya karena tidak terlalu mendalaminya."


Shou mulai memunculkan rantai hitam di kedua lengannya dan Shuan mulai menciptakan dua cincin emas untuk bersiap-siap, semua penonton bersorak keras karena mereka sudah di manjakan dengan potensi penuh mereka.


"SEMI FINAL PERTAMA!!! DI MULAI!!!" Seru Jorgez keras yang sudah tidak sabar untuk melihat pertarungan Shou dan Shuan.


Kecepatan Shou mulai meningkat dan ia terbang laju ke arah Shuan yang mencoba untuk menyerang tetapi pergerakan melambat seketika ia melihat gerhana bulan berada tepat di atas kepalanya.


"Tekanan gravitasi apa ini...!?" Shou mulai mencekik leher Shuan menggunakan rantainya lalu ia mengikat kedua lengan Shuan agar ia tidak bisa melakukan apapun.


Shou menghantam perut Shuan lalu mengangkat kedua lengannya untuk menciptakan rantai hitam yang berbentuk palu, palu itu ia ayunkan untuk menghantam puncak kepala Shuan sampai ia terjatuh di atas tanah.


"Berat sekali...!" Shuan merapatkan giginya dan melihat Shou melakukan serangan lainnya tetapi Shuan menjatuhkan Shou menggunakan ekornya yang mengandung banyak kekuatan.


Setelah itu ia melompat ke belakang dan melihat beberapa rantai hitam mulai mengejar dirinya, Shuan mengeluarkan Golden Neptunus untuk melepaskan pusaran badai emas yang mampu mengubah rantai itu menjadi es emas.


"Tidak seperti dirimu, Shou... Walaupun kau memiliki kemampuan dan sihir berdasarkan gerhana matahari serta Saint maka aku memiliki kemampuan tata surya dari cahaya emas!" Shuan melempar kedua cincin itu ke arah Shou.


Shou menghancurkannya menggunakan kedua rantai yang keluar melalui punggungnya, "Hmph..."


"...pertarungan ini akan berjalan menarik, Shiratori Shuan!"

__ADS_1


"Ya! Maju!!! Shiratori Shou!!!"


__ADS_2