Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 113 - Ego yang sama-sama Besar


__ADS_3

Mortem dan Shiro mulai saling bertukar serangan, kali ini setiap serangan mereka mampu mengenai sasaran mereka sendiri. Shiro menatap tajam kepada Mortem, mencoba untuk membuat dirinya buta tetapi ia segera menggunakan sihir ilusi-nya yang mampu Shiro bingung ia harus menyerang Mortem yang mana.


Penglihatan-nya mulai menunjukkan jumlah Mortem yang terus bertambah, walaupun dia sudah berhasil mengalahkan ilusi itu... Shiro tidak bisa menyentuh bahkan mengenai serangan-nya kepada Mortem karena setiap serangan-nya tiba-tiba menembus tubuh Mortem dan memberi dirinya kekuatan yang jauh lebih dahsyat dari sebelum-nya.


Sepertinya pengalaman Mortem kali ini mulai luas berkat pertarungan yang pernah ia alami dan juga kekalahan yang pernah ia rasakan. Apa yang Shiro harapkan ketika ia melepaskan tinju yang dipenuhi dengan kekuatan penuh adalah pukulan mereka berdua akan saling berbenturan tetapi tidak karena tinju Mortem menembus tinju Shiro sampai tinju-nya menghantam wajah Shiro.


"Apa...!?" Shiro terdorong ke belakang.


"Dimana rasa percaya diri-mu dan ego besar-mu tadi, Shiro...? Apakah ini semua yang kau miliki!?" Mortem melepaskan dorongan besar melalui kedua tinju-nya, membuat Shiro terpental beberapa kilometer ke belakang.


"Shiromura...!!! Eclipse...!!!" Shiro melepaskan gelombang cahaya hitam melalui kedua telapak tangan-nya, Mortem terbang maju memasuki gelombang tersebut lalu ia melompat keluar dari dalam gelombang itu, membuat Shiro terkejut sampai wajah-nya ditendang oleh Mortem.


Mortem melesat maju melayangkan beberapa pukulan ke arah Shiro sampai ia tidak diberikan kesempatan apapun untuk menyerang, ia sudah menggunakan seluruh sihir gerhana matahari-nya kepada Mortem tetapi semua sihir itu menembus tubuhnya dan malah memberi dirinya kekuatan yang lebih besar lagi berkat kemampuan kesakitan yang berubah menjadi sumber kekuatan.


Shiro mulai berubah rencana-nya sekarang, ia mulai bertahan sambil melompat mundur terus menerus karena Mortem mengejar-nya sambil melepaskan beberapa tinju aura yang mampu membuat dirinya terus terdorong jauh ke belakang. Penglihatan Mortem mampu membantu-nya berkat sihir ilusi Sacred yang dapat mendeteksi celah dan serangan yang mampu membuat Shiro terluka.


Shiro menciptakan beberapa perisai yang terbuat dari cahaya hitam serta tembok kolosal untuk menahan jalan Mortem, Mortem hanya bisa tersenyum dan ia segera menciptakan sebuah bola kecil Crimson melalui telapak tangan kanan-nya lalu ia melemparnya ke depan sampai bola itu membesar dan menyerap seluruh cahaya hitam itu sampai membuat Shiro berkeringat dingin.


"Ck...!!! Keparat...!"


Bola kecil itu tiba-tiba mulai membentuk tubuh Mortem yang saat ini berada dihadapan Shiro, hal itu membuat dirinya tercengang karena ia mulai kewalahan dengan kemampuan sihir kuno Mortem dan ilusi-nya yang bisa menjadi kombinasi tak terkalahkan.


"Crimson Buster...!" Tinju kanan Mortem melepaskan aura Crimson yang menyengat sampai tinju-nya terbakar dengan api-api merah, serangan yang Mortem lancarkan langsung mengenai perut Shiro sampai sebuah gelombang Crimson muncul dari belakang tubuh Shiro lalu meluncur ke atas langit.


"Acccckkkk...!" Shiro memuntahkan darah yang cukup banyak.


"Berterima kasih-lah kepadaku... Berlutut-lah kepadaku karena aku saat ini sedang mencoba untuk membangkitkan Legend's Boost-mu agar kau bisa terus bertambah kuat!" Ucap Mortem sambil menunjukkan ekspresi sadis-nya.


Mortem menunjuk perut Shiro menggunakan jari telunjuk-nya sampai ia tersengat dengan sihir Crimson yang membakar sel-sel tubuhnya, Shiro tidak bisa lagi menahan dorongan yang dilepaskan dari tubuh Mortem, ia terpental ke belakang dengan darah segar yang mengalir keluar dari dalam tubuh-nya.

__ADS_1


Mortem mengayunkan kedua lengan-nya secara bersamaan sehingga ia melepaskan belahan dimensi Crimson yang meluncur menuju arah Shiro, belahan dimensi itu terbentuk seperti kristal dan duri-duri yang memiliki warna merah dicampur dengan kehitaman di sekitar-nya.


 "Hohhhh..." Mortem merasa terkesan ketika melihat kemampuan dan sihir baru-nya, berkat Shiro yang sudah memberinya banyak kesakitan serta seluruh musuh yang sudah memberi dirinya kesakitan mampu memberikan Mortem hasil yang cukup baik dimana ia sekarang dapat menggunakan belahan dimensi untuk menyerang.


"Tidak ada yang namanya "kekuatan yang baik atau hebat." Apa pun sebutan-mu itu, semua kekuatan berasal dari kekerasan dan kemauan untuk menggunakannya...!" Mortem menusuk ke depan sampai telapak tangan-nya masuk ke dalam sebuah dimensi, hal itu membuat dirinya terkejut.


"Hehhh... Hahaha...! Ahahaha...!!! Sepertinya aku sudah menginjak puncak yang baru ya...? Aku sekarang memiliki kemampuan untuk memanipulasi ruang secara bebas dan dapat berteleportasi atau merobek celah pada kenyataannya, sepertinya aku dapat menyerang-mu dengan memanipulasi ruang bebas atau dimensi apapun yang aku mau...!" Tatap sadis Mortem kepada Shiro yang membuat dirinya kesal.


Gerhana bulan yang berada di udara mulai memancarkan cahaya hitam yang meningkat gravitasi, Mortem tidak merasakan perubahan apapun karena diri-nya sudah berada di puncak yang lebih tinggi dari Shiro. Gerhana matahari itu segera melepaskan gelombang cahaya hitam yang besar menuju arah Mortem bersama dengan Shiro yang melepaskan dua gelombang hitam melalui kedua telapak tangan-nya.


Gelombang hitam itu menembus tubuh Mortem dan memberi dirinya kekuatan yang jauh lebih kuat lagi.


Mortem memiliki total penguasaan manipulasi spasial dan bahkan bisa membalikkan dunia. Dia memecahkan dan merobek celah pada kenyataannya dan membentuknya sebagai laser dalam bentuk yang lebih efisien dan berbahaya.


Shiro melebarkan matanya ketika melihat banyak sekali dimensi yang terbuka di sekitar-nya, semua dimensi itu bisa disebut sebagai kenyataan yang sudah pecah atau robek, Mortem mengubah semua dimensi itu menjadi bentuk laser yang mampu membuat Shiro segera terdorong ke belakang.


"Kemampuan apa ini...!? Ini semua pasti ilusi-mu lagi...!" Ucap Shiro kesal.


"A-Apa...!?"


Shiro mulai melepaskan cahaya hitam yang berjumlah besar disekitar-nya, ia memaksakan tubuhnya untuk menahan semua rasa sakit itu sampai kedua tinju-nya mulai diselimuti dengan cahaya hitam, Shiro mulai melancarkan serangan bertubi-tubi yang mampu menghancurkan potongan dimensi itu serta membuat Mortem terdorong ke belakang.


"Teruslah mencoba...!" Teriak Mortem keras sampai suara-nya mulai menggema di wilayah tersebut.


Mortem menggunakan sihir teleportasi-nya untuk muncul mengambang di udara. Dia kemudian mengiris udara, membuka kekosongan sihir Crimson berbentuk pedang yang melepaskan sinar merah darah besar langsung ke musuhnya. Dia melakukan ini untuk kedua kalinya, memastikan serangan itu mendarat. Kisarannya luar biasa dan mampu mencapai dari titik di mana dia berdiri hampir melintasi seluruh area pertempuran.


"Dimensional Crimson Sword!" Seru Mortem yang menyebut nama sihir-nya.


Tubuh Shiro tertusuk dengan pedang itu, ia memuntahkan darah segar dari dalam mulut-nya. Beberapa detik kemudian pedang itu mulai pecah menjadi partikel Crimson. Mortem menatap Shiro yang terlihat kesakitan bahwa ia mulai melemah tetapi terus bangkit berkat gerhana matahari yang berada di atas langit itu memberinya kekuatan lebih sampai memulihkan Shiro kembali seperti sempurna.

__ADS_1


Shiro mulai meningkatkan kecepatan-nya dimana ia sekarang melesat maju menuju arah Mortem dan mengelilingi-nya, ia melancarkan serangan cahaya hitam yang bertubi-tubi sampai membuat Mortem bisa merasakan rasa sakit yang jauh lebih menyakitkan dari sebelum-nya.


"Hohhh... Boleh juga, Legend's Boost-mu sepertinya mengangkat-mu ke puncak yang berbeda sekarang..."


"Tetapi semua ini akan berakhir dengan satu serangan terakhir-ku...!!!"


Dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ia miliki melalui kesakitan-nya, Mortem berseru dengan sangat keras, "Dimensional Crimson Heavenly Arrow...!"


Mortem mengangkat kedua tangan-nya ke dadanya, sebelum menusukkan-nya ke samping. Saat melakukan ini, beberapa celah dari luar angkasa muncul di sekitar Shiro dan melepaskan benda merah seperti pedang ke dalamnya, menusuknya dari berbagai sudut dan menyiksa-nya dengan kesakitan yang dahsyat.


"Masih belum cukup...!!!" Mortem mulai tertawa dengan sangat sadis melihat teriakan Shiro yang mulai menggema, ia sudah tidak bisa lagi bertahan atau menyerang Mortem karena seluruh tubuh-nya saat ini terkena tusuk oleh sihir Mortem.


Mortem memanggil beberapa dimensi Crimson celah lainnya di sekitar area di depannya. Dia mengulurkan tangannya ke samping, semua dimensi celah-celah itu mulai membombardir daerah itu dengan ledakan merah. Dia kemudian mengepalkan tangannya, memanggil empat pedang besar untuk menusuk sisa yang tersisa.


"Uaagggggghhhhh...!!!" Teriak Shiro kesakitan.


"Masih belum cukup....!!!" Mortem muncul dihadapan Shiro.


Mortem memanggil banyak pedang merah Crimson besar dalam formasi melingkar, yang pusatnya mengandung simbol yang sama di matanya yaitu simbol sihir Crimson. Dia kemudian terbang terbalik di atasnya, sebelum melepaskan ledakan energi besar, menyebabkan pedang menghilang.


"Dimensional Crimson Judgement...!" Seru Mortem.


Baaaaaammmmmmmmm...!!!!


Mortem mulai muncul di atas udara sambil melihat Shiro jatuh tak berdaya dari kepulan asap tebal tersebut dengan tubuh hangus berasap dan mulut ternganga tak sadarkan diri, seluruh tubuh-nya juga dipenuhi dengan luka berwarna merah yang memancarkan cahaya Crimson serta beberapa simbol Crimson yang muncul di sekitar tubuhnya.


Shiro terkalahkan dengan kemampuan baru Mortem, ia tumbang menyentuh tanah dan tidak bisa bertarung kembali karena gerhana matahari yang berada di udara itu mulai menghilang menjadi partikel cahaya hitam yang masuk kembali ke dalam tubuh Shiro.


"Hmph... Lemah...! Kau mencoba untuk membunuh siapapun dengan kemampuan lemah dan omongan besar dari ego-mu itu...!?"

__ADS_1


"...Jangan bercanda!!!"


__ADS_2