Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 244 - Mempersiapkan Sebuah Rencana


__ADS_3

Haruka dan Okaho mendarat di belakang halaman rumah mereka, ia melihat banyak sekali orang yang sudah berkumpul untuk mempersiapkan sebuah rencana melawan Komi. Haruka hanya mengumpulkan beberapa orang tertentu karena sebagian dari mereka sudah berkeluarga seperti Ophilia dan lain-lain jadi Haruka menyarankan mereka untuk berlindung saja.


"Syukurlah kalian semua sampai dengan selamat, aku kira Okaho akan menciptakan jalur yang membuat kalian semua tersesat." Haruka tersenyum.


"Kejam sekali, kakak... aku sudah berjuang setengah mati loh menggunakan sihir realita itu." Tatap Okaho kesal.


"Bisakah kalian jangan bercanda di keadaan seperti ini?" Tatap Arata datar.


"Yahh... bawa santai saja dulu... kita semua harus menghadapi masalah ini dengan tenang. Okaho! Lakukan!" Haruka menatap Okaho dan Okaho menjentikkan jari-nya untuk menciptakan beberapa meja yang sudah tersedia makanan di atas, "mari kita berbincang sambil menikmati makanan dan minuman."


"Ayolah... serius..." Kata Haruki.


"Oi..." Kurota dan Arata menatap meja dengan muka yang datar, "Tapi bukankah ini bagus? Kita bisa menenangkan mental dulu sebelum membunuh dewi lacur itu!" Kata Akina.


"Bukan-kah ini terlalu santai, Okaho?" Kata Yuuna.


"Lebih baik kita berbincang dan melupakan semua rasa ketegangan dan ketakutan yang kita lihat di situasi seperti ini..." Okaho menciptakan sebuah bola merah besar yang menunjukkan Komi sedang bertarung melawan semua pasukan iblis, terlihat dari pertarungan itu... Komi sangat menikmati-nya hingga ia mengalahkan mereka semua dengan mudah dan mampu membuat Yusa kesusahan.


"Jadi sekarang dia sedang berada di Zuusuatouri ya... sepertinya ini akan berbahaya jika dia mendapatkan DNA Giblis..." Kata Arata, keringat dingin mulai mengalir melalui kulit-nya.


"DNA Giblis ya? Apakah itu akan membuat-nya menjadi lebih kuat, Arata?" Tanya Yuuna.


"Karena aku sudah memiliki pengalaman bertarung dengan Komi, aku memprediksi bahwa Komi sudah mendapatkan-nya, pertarungan ini sudah pasti hanya untuk memenuhi hasrat pertarungan-nya..." Kata Haruki.


"Jika dia bisa mendapatkan DNA itu maka kemungkinan besar dia akan menciptakan sebuah ras yang bahkan tidak bisa dibunuh oleh senjata terkuat di seluruh semesta dan galaksi..." Jawab Arata.


Kurota menatap Arata, "Oi, diriku yang satu lagi, apakah kau pernah melawan-nya?" 


"Sebut saja nama-ku, Kurota... sejujur-nya aku belum pernah melawan mereka, tapi adik-ku... Kizura pernah melawan ras iblis sialan itu. Mereka adalah pasukan iblis terkuat dan bisa disebut sebagai ras terkuat jika soal pertarungan dan peperangan." Kata Arata.


Kurota melebarkan kedua mata-nya, "Kizura!? Setelah pertempurna ini selesai, aku akan menanyakan beberapa pertanyaan kepadamu!"


"Itu terdengar cukup mengerikan..." Kata Mifuyu, "Masuk akal juga, ini akan membuat pertarungan melawan Komi akan terbilang cukup sulit." Kata yuuna.


"Jika senjata terkuat apapun tidak bisa mengalahkan ras yang diciptakannya maka ini akan menjadi skenario terburuk bagi kita semua penghuni Touri." Kata Nike.

__ADS_1


"Aku pernah melawan-nya dan itu bukan hal yang mudah jika Korrina tidak membantu dengan alat-nya itu, kalau tidak salah alat-alat itu berasal dari Yuutouri... terdengar sangat kuat bahkan menandingi Omni-Slayer, meskipun satu tingkat dibawah-nya." Kata Haruki.


"Alat musik tradisional yang berasal dari negara Indonesia itu ya?" Tanya Arata.


"Bukan hanya dari Indonesia, di negara lain juga terdapat benda-benda yang tergolong harus dikontaminasi." Jawab Haruki.


Mereka semua mulai berbincang tentang Komi dan mencari cara-cara untuk bisa mengalahkan-nya, Korrina muncul di atas udara, "Itu adalah Angklung dan Keris... senjata yang bisa aku pikirkan untuk melukai Komi..." 


Korrina menatap semua orang yang berasal dari dimensi palsu itu dengan sebuah senyuman, "Waahhh~ Wajah yang terlihat tidak asing, salam kenal... kalian sudah pasti mengenal-ku bukan? Aku Korrina Comi yang waras, berbeda dengan Korrina Comi di dimensi kalian." Kata Korrina sambil terkekeh.


'Aku sudah tau kau dari Mortem, jadi kami tidak memikirkan kalau Korrina Comi disini sama gila-nya seperti yang berada di dimensi-ku itu... aku tidak menyangka bahwa dia yang selalu membantu dan menyelamatkan dimensi kami bisa berubah menjadi seseorang yang sangat berbeda, lebih tepat-nya gila." Kata Kurota.


Menghabiskan lima menit untuk Korrina berkenalan dengan mereka semua, ia juga sempat terkejut bahwa Mortem yang berasal dari dimensi palsu itu berbeda... mereka tidak memiliki waktu untuk saling berbicara tentang kehidupan karena tujuan utama mereka adalah mencari cara agar bisa mengalahkan Komi.


"Aku pernah menemui beberapa senjata yang mengandung energi yang hampir mirip dengan sumber Mana... tapi aku sedikit kurang yakin soal itu." Nike mulai berbicara.


"Dimana kau menemukan-nya?" Tanya Haruki.


"senjata tradisional yang memiliki energi sakral-pun tidak akan terlalu ampuh untuk melawan-nya, jika menang kelemahan-nya adalah energi sakral maka Hikari sudah bisa memberi-nya luka yang berarti." Jawab Akina.


"Jika aku ingat baik-baik, seseorang pernah menemuiku secara langsung dan menunjukan sebuah senjata yang terbilang cukup unik bagiku." Mereka semua langsung menatap Nike karena senjata yang dia maksud bisa saja menjadi cara untuk mengalahkan Komi.


"Senjata apa itu? Jika bukan senjata dengan level senjata Dewa maka aku masih bisa memperbanyaknya dengan kekuatan-ku dan Kurota." Kata Arata.


"Dia pernah mengatakan sesuatu soal sosok misterius yang sering dilihatnya, kalau tidak salah dia memiliki ciri-ciri seperti manusia biasa yang berasal dari wilayah bersalju... kemungkinan besar dugaanku mengenai sosok itu bahwa dia berasal dari Yuutouri yang tanpa sengaja berada di Yuusuatouri ini." Nike mulai menjelaskan-nya.


"Apakah dia masih selamat ya...?" Tanya Korrina.


"Sepertinya begitu, aku merasakan hawa-nya..." Kata Haruki.


"Meskipun itu jauh?" Tanya Haki dan Haruki hanya menjawab dengan anggukan.


"Aku merasakan hawa ilusi dimana-mana... itu artinya Komi sudah mengendalikan semua wilayah ini dengan ilusi-nya... ilusi yang dapat melihat apapun, dia itu tidak bodoh loh, dia juga dapat mengumpulkan banyak informasi. Dia itu terkadang lengah dan meremehkan aku tahu, tetapi... jika dia belajar dari kesalahan-nya maka itu akan sangat menyusahkan." Kata Okaho.


Mereka semua langsung kaget ketika mendengar itu, sepertinya saran Nike tidak bisa digunakan karena mereka harus pergi ke suatu tempat dengan keadaan siap siaga, ilusi Komi saja sudah sama kuat-nya dengan dirinya jadi mereka harus menjaga diri mereka masing-masing dan diusahakan untuk tidak berkeliaran terlebih dahulu.

__ADS_1


Haruki menatap Haruka yang sedang melamun, kedua jarum jam di mata-nya bergerak maju entah kenapa, "Apakah ada rencana, Haruka?"


"Mama-ku yang memiliki semua rencana-nya itu..." Haruka menunjuk Korrina, Korrina duduk di atas kursi lalu mengeluarkan beberapa layar yang memperlihatkan pertarungan mereka semua ketika melawan Komi.


"Korrina, ada ide yang masuk di kepala-mu?" Tanya Haruki.


"Banyak dan aku masih belum begitu yakin, Komi melakukan sesuatu yang berbeda di setiap pertarungan-nya ketika melawan kalian semua... dia dapat mengubah ukuran-nya menjadi besar bahkan ukuran-nya bisa mencapai besar dari inti semesta Touri sendiri.."


"Aku ingat dia berkata 'kesakitan ini hanya membuatku jauh lebih kuat dari sebelum-nya'" Kata Chloe.


"Bukannya itu karena kemampuan Crimson miliknya?" Jawab Arata.


"Itu adalah kemampuan natural Crimson-ku, aku juga dapat melakukan-nya kok... hanya saja aku tidak terlalu berlebihan seperti diri-nya itu." 


Korrina menarik nafas dalam-dalam lalu ia menghembuskan nafas-nya, "Kalian... apakah aku boleh meminjam senjata kalian semua...? Aku memiliki sebuah rencana untuk mengumpulkan DNA dan kekuatan dari semua senjata yang kalian gunakan... senjata apapun itu aku membutuhkan-nya agar aku dapat memperkuat kedua Keris ini." Kata Korrina sambil mengeluarkan kedua Keris-nya.


Tidak ada satupun dari mereka yang merasa keberatan, termasuk dengan orang-orang yang berasal dari dimensi asli... mereka harus membalas budi Korrina karena sudah menyakiti diri-nya ketika menyangka diri-nya sebagai Komi sendiri, mereka mengangguk lalu setuju dengan apa yang Korrina bicarakan.


"T-Terima kasih...! Tolong simpan senjata kalian di atas meja itu." Kata Korrina sambil menunjuk sebuah meja yang sangat besar dan panjang.


Setelah semua senjata telah dikumpulkan, Korrina meminta bantuan Okaho untuk menggunakan sihir realita-nya... sihir realita yang dapat mengambil kekuatan dan DNA apapun termasuk benda mati, ia mengumpulkan semua kekuatan dan DNA itu lalu menggabungkan-nya menjadi satu di atas udara.


"S-Sungguh kekuatan yang hebat..." Kata Haruki.


"Semua kekuatan bergabung menjadi satu... terasa begitu kuat..." Kata Yuuna.


"Haahhh... Muncul lagi, senjata yang benar-benar tidak bisa aku tiru." Kata Arata.


Okaho langsung memindahkan semua kekuatan itu lalu memasukkan-nya ke dalam kedua Keris itu hingga Korrina merasakan kekuatan besar yang masuk ke dalam kedua Keris itu lalu mengalir ke dalam tubuh-nya, "Aku merasakan-nya..." Korrina pikir bahwa ritual itu akan berhasil tetapi hampir saja gagal ketika melihat bilah Keris itu tiba-tiba retak dengan sendirinya.


"S-Sial...! Okaho...!" Seru Korrina dan Okaho segera menggunakan sihir realita-nya untuk memperbaiki Keris tersebut yang hampir saja hancur.


"Jyaaaahhhhh!!!" Korrina melepaskan dorongan yang besar di sekitar-nya hingga mereka semua terdorong mundur ke belakang, ritual itu berhasil dan Korrina saat ini memegang dua senjata yang sangat kuat di semesta Touri. Kedua Keris itu dilapisi dengan aura yang berbeda-beda seperti warna merah pekat yang melambangkan Crimson dan satu-nya lagi biru muda yang melambangkan Sacred.


Kedua jarum jam di kedua pupil Haruka berhenti seketika, "Tidak mungkin..."

__ADS_1


"...nol?"


__ADS_2