
Shira mulai berlutut di atas tanah karena kedua kakinya yang merasakan lemas sampai dirinya sempat tidak bisa berdiri, hatinya juga terasa berat seperti seolah-olah hal buruk sedang terjadi saat ini.
"Apakah kau baik-baik saja, Shira? Kau hanya akan menghabiskan waktumu saja membiarkan Haruki yang saat ini terus menahan Brimgard." Kata Arata.
"Sebentar, tubuhku rasanya tidak begitu enak... perasaanku bisa dibilang cukup buruk karena aku sendiri tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi tetapi entah itu apa."
"Kau merasakannya sekarang... entah kapan, tetapi sebelumnya aku juga merasakan perasaan yang sama dengan dirimu tetapi semuanya akan baik-baik saja jika kau memaksanya."
Arata mengulurkan lengan kanannya lalu ia membantu Shira untuk berdiri sampai dirinya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembusnya pelan agar ia bisa melakukan perasaan berat itu.
"Ayo, kita perlu mencari posisi yang aman agar mau bisa menggunakan Touriverse's Hope." Arata mulai memberikan Shira jalan dengan melancarkan beberapa tebasan ke depan sampai menjatuhkan pasukan Karmacoma di depannya.
Shira mengalihkan pandangannya menuju arah Demetrio yang sedang sibuk menghantam pasukan Anacondrai dengan wujud planet itu sampai pikir jika dirinya berada di atas Demetrio maka Shira dapat mengumpulkan kekuatan harapan dan kepercayaan.
"Sepertinya kita harus meminta bantuan kepada Dewa tanah yang pernah melawan cucu-cucu kita." Kata Shira yang mulai menunjuk planet di hadapannya.
Arata mengangguk lalu ia bersama Shira melesat menuju arah Demetrio tetap mereka tertahan oleh pasukan Ancient Dragon yang melepaskan semburan api.
Tetapi semua api itu terserap oleh pasukan Netherian yang kebetulan lewat sampai berhasil melindungi kedua Legenda itu, "Majulah! Kami akan mengurus pasukan yang mencoba untuk menghalangi kalian!"
Shizen berhasil meledakkan Anacondrai di hadapannya sampai ia terpental ke belakang lalu melihat Skales di belakangnya yang mencoba untuk mengayunkan tongkat kobra itu tetapi Koizumi berhasil menangkisnya.
"Apa yang kau pikirkan menjatuhkan pertahananmu seperti itu? Kau ini memang mirip sekali dengan Hinoka yang tidak fokus dengan pertahanan ketika berhasil melakukan serangan terakhir." Kata Koizumi.
"Maaf..."
"Jangan sampai pasukan Anacondrai lainnya mencoba untuk melakukan putaran sampai mengacaukan formasi lagi, cepat urus yang lainnya, aku akan melawan kobra sialan ini."
Koizumi dan Skales mulai melancarkan serangan tebasan yang beruntun sehingga melepaskan banyak sekali dorongan di sekitar mereka sampai menebas pasukan Serpentine yang mencoba untuk mengganggu.
"Tidak!!! Kau membunuh pasukanku...!!!" Seru Skales yang mulai menyembur racun menuju arah Koizumi tetapi ia berhasil menyerapnya menggunakan pedang Greed.
Haruki melompat beberapa langkah ke belakang selagi menyentuh dadanya yang merasa berat, entah kenapa ia tiba-tiba menerima beban yang begitu besar di dalam tubuhnya sampai kedua kakinya bergetar.
Kekuatan yang diberikan oleh Chloe juga berhasil ia terima sampai dirinya mulai menatap kedua tapaknya dengan ekspresi kebingungan, "Kekuatan ini... sebenarnya datang dari mana."
__ADS_1
"Terbawa suasana dalam sebuah peperangan adalah kelemahan, kau seharusnya fokus dan memperlihatkan ketangguhan itu kepada diriku...!!!" Seru Brimgard keras sehingga Haruki melesat kembali menuju arah dirinya.
"Sky Piercer...!!!" Haruki menebas Brimgard sebanyak 7 kali dengan akurasi sebesar 100% yang mengenai musuh di setiap tebasan yang Haruki lakukan.
Memberikan efek pembatalan kekuatan terhadap musuh yang membuat musuh kehilangan kekuatannya sebanyak 85%, tetapi tubuh Brimgard yang begitu tebal berhasil menahan tujuh tebasan itu.
"Aku tidak pernah melawan seseorang yang memiliki daya tahan sekuat ini... entah kemampuan dan sihir apa yang ia miliki sampai tidak terpengaruh dengan serangan dari Sky Piercer..."
"...tetapi!!!"
"Aku tidak akan pernah bisa menyerah selama diriku dapat memberikan banyak perlawanan!!!" Haruki terus menebas tubuh Brimgard tanpa henti yang saat ini tidak perlu menahan sama sekali.
Brimgard menyerang balik dengan menendang perut Haruki lalu ia menghantam tengkuknya menggunakan sikut kanannya sampai ia terpental ke belakang.
Brimgard memunculkan aura hitam yang melambangkan Nothingness untuk melenyapkan Haruki tetapi Arata langsung menendang wajah Brimgard sampai ia gagal untuk melepaskan sihir itu.
"Bertarung dua lawan satu? Sungguh tidak tangguh!" Brimgard melancarkan serangan bertubi-tubi menggunakan keempat tinjunya sehingga Arata langsung menahannya tetapi ia tetap menerima hempasan ke belakang.
"Hugghhh!!!" Arata memuntahkan banyak sekali darah lalu ia melihat Brimgard berdiri di hadapannya sehingga Arata langsung melancarkan satu tebasan dimana pedangnya patah ketika menyentuh tubuh Brimgard.
Arata melihat celah yang pas untuk diserang tetapi pinggangnya menerima satu tendangan dari Brimgard sampai ia terpental menuju arah lain, Haruki melancarkan kedua pedangnya yang berhasil ditahan oleh Brimgard.
Brimgard langsung memegang erat kedua kakinya hanya untuk melakukan dua putaran penuh sampai melempar dirinya menuju arah lain tetapi ia terus melawan sampai menumbuhkan rasa kesal pada Brimgard.
"Jika kau sudah mengetahui hasil akhirnya, kenapa harus melawan lagi dan lagi!?" Brimgard melancarkan pukulan beruntun menggunakan keempat tinjunya itu.
Semua pukulan beruntun itu tertahan oleh pelindung yang Haruki ciptakan bernama Chaos Shield [Bound] perisai yang menyedot kemampuan sihir musuh dan menahan serangan kuat musuh yang secara langsung melukai musuh karena medan area lenergy negatif yang dapat musuh terserang dari medan tersebut.
Brimgard menerima luka itu bahkan apa yang mengejutkan dirinya adalah bilah pedang Haruki berhasil menusuk perutnya sehingga mengejutkan Arata dan Haruki yang sedang memperhatikan.
Luka itu memberikan Brimgard sebuah senyuman karena ia telah menemukan lawan yang tangguh jika berhasil menusuk perutnya itu sampai kesakitan dapat ia rasakan.
"Inilah ketangguhan yang selalu aku ingin lihat dari bangsa Legenda...! Bergembiralah, kau telah menjadi Legenda yang kedua untuk melukai diriku dalam perang Ragnarok!!!"
"Soaring Death Blade...!!!" Haruki melancarkan serangan tebasan non-tipe yang mengabaikan pertahanan dan kemampuan manipulasi musuh serta memberikan efek 'hukuman mati'.
__ADS_1
Kekuatan serangan diskalakan berdasarkan banyaknya kapasitas energi sihir musuh, semakin banyak energi sihir yang disimpan oleh musuh semakin besarnya kerusakan yang dibuat oleh tebasan tersebut.
Brimgard berhasil menghindari semua itu sampai serangan yang Haruki lakukan berhasil menyingkirkan setiap lapisan Null yang melindungi tubuh Brimgard dari bahaya.
Brimgard terus menghindar dengan baik dan benar sampai ia tidak akan terjatuh ke dalam serangan yang sama, Haruki terus melancarkan tebasan itu tanpa henti sebelum tenaga yang ia miliki benar-benar habis.
Brimgard terpental ke belakang ketika menerima satu tebasan kecil yang mengandung dorongan besar, ia melihat Haruki melesat menuju arah dirinya dari depan lalu menghilang begitu saja.
Brimgard melancarkan dua pukulan ke belakang dimana ia melihat tubuh Haruki menipis sampai ia muncul di hadapannya dengan satu tendangan yang berhasil mengenai tubuhnya itu.
"Aku tidak akan membiarkan semua perjuangan dan sejarah yang kita lakukan menjadi sia-sia ketika Kountraverse meraih kemenangan itu...!"
Brimgard mengerutkan dahinya lalu ia menghantam wajah Haruki sampai dirinya terpental ke belakang lalu melakukan backflip beberapa kali untuk melanjutkan serangan gelombang yang dinamakan sebagai Overdrive Burst.
Namun, serangan sihir itu hanya perlu ditangkis oleh Brimgard tanpa kesulitan apapun sampai wajahnya mulai menerima banyak sekali pukulan beruntun dari Brimgard.
Pukulan itu merusak tulang di bagian tubuh dan kepalanya sehingga Haruki dapat merasakan kesakitan yang dirasakan sebelumnya dimana ia mengamati banyak patah tulang dan organ yang robek.
Brimgard menendang wajah Haruki sampai ia terpental ke atas langit lalu menerima hantaman dari keempat tinjunya sampai ia terjatuh menuju daratan lalu melihat Brimgard melancarkan serangan gumpalan materi gelap yang menggusur tubuhnya ke belakang.
"Haruki...!!!" Arata memasang tatapan kaget ketika melihat Haruki mulai terbawa oleh materi hitam itu sampai ia tidak bisa menghentikannya.
Jika tidak secepatnya melakukan sesuatu maka tubuhnya akan setengahnya berubah menjadi materi hitam dimana nyawanya akan terancam, Haruki mulai memegang erat gumpalan itu menggunakan kedua tapaknya.
"Chaos Heart...!!!" Haruki menggunakan sihir penguatan yang mampu meningkatkan parameter kekuatannya sebanyak 100% dan mampu bertahan dari serangan yang sangat fatal.
Materi gelap itu menyebabkan kehancuran besar sampai melenyapkan pasukan yang berada di sekitar area gumpalan itu, Arata melihat banyak sekali asap yang ditimbulkan dari ledakan sebelumnya.
"Cih! Sampai kapan kau akan terus melarikan diri, hah!?" Tanya Ako yang sudah melepaskan banyak sekali panah menuju arah Artemus yang melarikan diri tanpa henti selagi melempar banyak sekali cakram.
Ako dan Yuffie langsung terkepung ketika melihat banyak sekali Artemus di sekitarnya karena Kecepatan yang ia lakukan berhasil menciptakan sebuah tumbal untuk menipu mereka berdua.
"Sungguh trik yang cukup murahan..."
"...intinya kita harus melakukan sesuatu untuk bisa menahannya."
__ADS_1