
Semua orang awalnya tercengang ketika pertarungan berakhir begitu saja tetapi Jorgez dan Morgan bisa melihat Kou berhasil selamat berkat tangan Kouko yang keluar melalui lengan kanannya.
Tangan Kouko berhasil menggenggam erat ujung arena lalu ia melompat ke atas sehingga Hana terkejut ketika melihat Kou masih bertahan, kali ini ekspresinya terlihat begitu serius.
"Hampir saja...!!! Kou Comi sepertinya berhasil menyelamatkan dirinya dengan memegang ujung dari arena agar bisa melompat kembali ke atas permukaannya!!!" Seru Jorgez keras, semua penonton mulai bersorak keras.
"Aku masih belum selesai, Hana..." Kata Kou, ia mulai melepaskan aura Crimson di dalam tubuhnya sehingga tubuh putihnya itu mulai menunjukkan beberapa garis merah yang menandakan kutukannya aktif.
Kutukan itu di tahan oleh Kouko agar tidak mempengaruhi fisik Kou yang sangat lemah, Hana melebarkan matanya lalu menciptakan sebuah tembok air yang besar untuk menahan dorongan dan tekanan yang terlepas kemana-mana.
Bahkan daratan yang Hana injak mulai retak sampai mengeluarkan letusan gelombang Crimson yang meluncurkan ke atas langit, untungnya Hana sudah melakukan pergerakan duluan untuk menghindarinya.
Hana mengangkat lengan kanannya, menciptakan sebuah gelembung besar yang langsung ia hantam ke atas daratan sampai ombak besar muncul di sekitarnya.
Semua ombak itu langsung Kou tebas sampai menghapus sihir itu, Hana melihat Keris yang Kou pegang mulai bertambah panjang karena aura Crimson yang menyelimutinya.
Hana melihat Kou melesat maju ke arah dirinya, Hana langsung melihat banyak celah dari pergerakannya, ia mulai melebarkan kedua matanya sehingga menyebabkan seluruh air yang berada di arena itu mulai melayang.
Semua air yang melayang itu langsung meluncur ke arah Kou sampai menghantam tubuhnya beberapa kali, menyebabkan dirinya terhempas ke belakang lalu terjatuh dengan tatapan kesakitan.
"Nrrgghh...!" Kou menyentuh perut yang terasa kesakitan lalu ia menatap ke depan, melihat Hana mengumpulkan air lainnya untuk melakukan serangan lainnya.
Hana mengangkat lengan kanannya, menciptakan gumpalan air besar di atasnya dengan naga Leviathan yang mengelilinginya.
Semua penonton tercengang ketika melihat gumpalan air yang sangat besar di hadapan mereka semua bahkan air mulai bercipratan kemana-mana.
Kedua mata Kou memancarkan cahaya putih sehingga ia bangkit dari atas daratan dengan tatapan yang terlihat sangat serius sekarang, Kouko terus membantu Kou untuk menyeimbangkan kekuatan dan kemampuannya.
"Kekuatanmu berkurang... ada apa, Kou!?" Tanya Hana, ia melempar gumpalan air besar itu ke arah Kou.
Hana langsung melebarkan matanya, refleksnya yang begitu kuat mampu membantu dirinya untuk menghindari serangan Kou yang begitu cepat.
Kou berhasil menghindari sihir besar tadi tanpa sebuah aba-aba, Hana sendiri cukup dikejutkan dengan refleks dan kecepatan Kou yang terus meningkat bahkan tubuhnya terlihat tembus pandang seperti hantu.
Sihir yang Hana lepaskan mulai meledak tepat di atas arena sampai menyemburkan gelombang air kemana-mana, mengenai semua penonton sampai mereka mulai bersorak keras.
""TERUSKAAANNNN!!!""
Hana melancarkan satu pukulan ke arah Kou tetapi pukulannya menembus tubuh Kou sehingga ia bisa melihat pergerakan Kou yang mencoba untuk menyerangnya sekarang.
__ADS_1
Hana mulai menciptakan gelembung besar untuk melindungi tubuhnya dan serangan yang Kou lakukan berhasil menghapus gelembung serta menghempas Hana sampai terjatuh di atas arena.
Hana melepaskan beberapa ombak air ke arah Kou tetapi ia menembus semua sihir itu lalu mulai mendekati dirinya dengan melancarkan beberapa serangan ke arahnya tetapi Hana melarikan diri dengan berubah menjadi air.
Hana muncul tepat di belakang Kou lalu melepaskan beberapa naga Leviathan kecil yang meluncur ke arah Kou.
Kou membalikkan badannya lalu maju ke depan tanpa menghiraukan semua sihir yang Hana lepaskan karena semua sihir itu langsung menembus tubuh Astralnya yang tidak bisa di sentuh sama sekali.
Satu Leviathan besar mencoba untuk melepaskan gelombang air besar melalui mulutnya tetapi Kou menghisapnya ke dalam Keris yang ia pegang.
"Kou Comi... jadi ini kekuatanmu." Ungkap Hana, dosa Envy mulai mempengaruhi dirinya lagi dan lagi sehingga kekuatannya meningkat ketika melihat Kou yang terus bertambah kuat.
"Apakah ini benar-benar terjadi...? Kou bertarung bebas seperti itu." Kata Bakuzen.
"Kou tidak bisa menggunakan The Mind ketika bergabung dengan Kou, sekali saja ia menggunakan kekuatan dari pikiran maka Kouko akan terlepas dari dalam tubuhnya itu." Ucap Honoka.
Hana memunculkan pedang yang mulai diselimuti dengan ombak air yang ia ciptakan di belakangnya, setelah itu ia mengayunkan pedangnya beberapa kali.
Bilah pedang itu melepaskan ombak air besar dengan Leviathan air serta gelembung kecil yang dapat menembus kulit dan daging sampai melukai musuh dari dalam.
Kou menghindari semua sihir itu lalu menghisapnya sampai habis menggunakan Keris tersebut, setelah itu ia menyambut Hana dari depan dengan mengayunkan Kerisnya beberapa kali.
Hana mulai menangkis semua serangan itu menggunakan pedangnya yang terus hancur dan tercipta berkat kapasitas air yang berada di seluruh arena termasuk hujan deras yang saat ini sedang terjadi.
Seluruh penonton telah sepenuhnya terkena air sampai basah karena kekuatan Hana yang terus menyebar kemana-mana, Hana dan Kou melompat ke belakang lalu meningkatkan kekuatan mereka sampai titik terakhir.
"Aura putih... campuran dari Sacred dan Astral, menciptakan keseimbangan yang cocok untuk Kou termasuk kekuatan Heaven yang sedang ia gunakan sekarang." Haruka mulai berbicara.
"Hanya saja... aku tidak begitu yakin bahwa Kou dan Kouko bisa mempertahankan gabungan ini, jika saja Kouko berhenti merasukinya maka Kou akan kembali seperti biasa..."
"...lemah dan tidak berdaya, hanya mengandalkan pikirannya itu." Haruka tersenyum serius, ini pertama kalinya ia melihat Kou yang bertarung layaknya seperti Legenda biasa.
Kou dan Hana mulai menatap satu sama lain dari jarak yang begitu dekat, setelah itu Kou melancarkan kekuatan dengan kecepatan penuh dan Hana hanya bisa menahan semua serangan tersebut.
Ia tidak sempat melakukan sebuah serangan karena kecepatan Kou yang terus meningkat bahkan ia bisa melihat aura putih yang membentuk dua lengan di belakang punggungnya itu.
Kouko mencoba untuk membantu juga agar kekuatan dan kecepatannya bisa diperbesar menjadi berkali-kali lipat, Hana mulai tertekan bahkan tubuhnya menerima banyak kerusakan sampai mulutnya mengeluarkan banyak darah.
Hana melihat kedua mata Kou yang berwarna perak mulai berubah kembali menjadi biru muda seketika, warna biru muda dan perak yang terus berubah-ubah sampai memberi Hana sebuah kesempatan.
__ADS_1
"Haaaaahhhh!!!" Kou mengerang keras sehingga suaranya mulai menggema ke seluruh tempat, ia melancarkan satu tendangan yang mampu menghentikan pergerakan Hana seketika.
Tendangan itu menghempas Hana ke belakang sampai ia terjatuh di atas arena dengan tatapan yang terlihat kesakitan, ia menatap ke atas dan melihat Kou mengangkat Kerisnya ke atas.
Setelah itu, ia melepaskan gelombang Crimson yang begitu besar dan tebal ke arah Hana.
Hana mencoba untuk menciptakan tembok besar tetapi seluruh sihirnya menghilang seketika sampai zirahnya mulai hancur ketika menerima serangan gelombang itu.
"K-Kuat sekali..."
Kou melesat laju ke arah Hana dengan penuh kecepatan lalu ia mengayunkan Kerisnya sekuat tenaga ke arah Hana sehingga terjadi ledakan yang begitu dahsyat.
Ledakan itu menimbulkan banyak asap sampai menghalangi seluruh pemandangan penonton, asap itu menghilang seketika dan semua penonton tercengang ketika melihat Hana berhasil menahan serangan Keris itu.
Terlihat Kou yang kembali seperti semula karena Kouko yang terhempas keluar dari dalam tubuh Kou, otomatis serangan Kerisnya melemah dan ledakan yang terjadi tadi di sebabkan oleh Hana yang melepaskan kekuatan penuh.
"Kou, sepertinya kau masih memiliki banyak waktu untuk terus berkembang..."
"...hanya saja, kali ini aku menang karena pembatas yang menghalang dirimu!" Tapak tangan Hana yang dipenuhi dengan darah mulai menciptakan gelembung besar sampai Kou terjebak di dalam gelembung itu.
"Terima kasih, Kou." Hana tersenyum lalu melepaskan gelembung itu ke depan sehingga Kou terhempas ke belakang sampai gelembung itu meledak dan menjatuhkan dirinya dari atas arena.
Semua penonton terkejut ketika mengetahui hasilnya, Kou telah terjatuh dari atas arena yang mengartikan Hana telah memenangkan pertarungan ini.
Dosa Envy yang terus mempengaruhi Hana mulai hilang seketika, perasaan yang tadi rasakan hilang tanpa sebab karena bantuan dari The Mind milik Kou agar Hana dapat kembali seperti biasanya.
"Ahh...? Kou...!" Hana segera bergerak depan lalu melompat dan mendarat di sebelah Kou yang saat ini sedang berbaring sampai menatap hujan yang terus berjatuhan.
Kou melihat Hana yang terlihat khawatir tentang dirinya tetapi ia merasa baik-baik saja, hanya sedikit lelah. Kou mulai tersenyum kepada Hana bahwa ia berhasil bertarung dengan adil melawan dirinya.
"Kou, apakah kamu baik-baik saja?!" Tanya Hana, ia mulai berlutut di atas tanah lalu menyentuh kedua pipinya.
"Hm... aku baik-baik saja... tadi itu cukup hebat, walaupun aku kalah setidaknya aku mendapatkan banyak pengalaman." Kou mengacungkan jempolnya lalu ia tersenyum lebar.
Hana merasa lega ketika melihat Kou berada di kondisi yang baik, ia mulai mengangkat tubuhnya lalu memberi dirinya sebuah gendongan di punggung.
"Ehh...? Hana...?"
"Tidak apa, kamu pasti lelah bukan? Biarkan aku membantumu." Hana tersenyum, semua penonton mulai bersorak keras dan bertepuk tangan.
__ADS_1
"Dan pemenangnya adalaaaaaah...!!!"
"...Shimatsu Mizuhana!!!"