
Mereka semua masih terlihat terkejut ketika melihat Arata yang tiba-tiba menyerangnya tanpa sebuah alasan apapun, Alvenius mendarat di atas lantai dan mulai menatap wajah Arata dengan tatapan yang terlihat serius. Amarah mulai mempengaruhi dirinya, mungkin saja dia mengingat seseorang yang memiliki penampilan seperti Alvenius.
"Jika amarah-mu terbakar seperti itu karena melihat-ku maka maaf... Kau salah orang sepertinya, aku bukanlah ras Eternal atau Legenda yang pernah membuat-mu seperti ini..." Kata Alvenius, ia mulai menghampiri Korrina dan segera berlindung di belakangnya, Korrina sempat tidak mengerti tentang situasi yang ia hadapi tadi.
Arata mulai kembali tenang karena bantuan dari Ophilia dan Akina, ia mulai menatap Alvenius untuk kedua kalinya... Kali ini ia mulai bersikap biasa saja sampai dia tidak merasa kesal sama sekali ketika melihat Alvenius, mereka semua sempat panik tadi tetapi sekarang tidak karena semuanya kembali seperti biasanya.
"Korrina, sepertinya kita memiliki masalah baru... Masalah yang sama bahaya-nya dengan perang antar semesta, bisa dibilang bahwa wilayah Crimson saat ini mencoba untuk masuk ke semesta Touri dan mencoba untuk mengambil alih seluruh Touri menjadi wilayah Crimson yang baru..."
"Apa...? Apa yang kau maksud itu Shinku...?" Tanya Korrina dengan ekspresi yang terlihat khawatir, firasat-nya mulai terasa tidak baik ketika mendengar berita tentang wilayah Crimson dari Alvenius.
"Ya... Ketika aku pergi, sebenarnya aku pergi untuk mengunjungi wilayah Crimson dimana aku melihat Shinku yang sudah mempersiapkan seluruh pasukan-nya untuk menyerang Touri, aku mendapatkan beberapa informasi bahwa dirinya juga akan ikut bekerja sama dengan Mortem dan Rxeonal..."
"...jika beberapa portal yang berasal dari wilayah Crimson muncul, itu artinya Touri sudah tidak bisa lagi merasakan apa itu artinya kedamaian. Pasukan yang berasal dari Crimson itu sangat kuat dan tidak bisa diremehkan begitu saja karena mereka mendapatkan kekuatan yang tiada batas dari wilayah mereka sendiri yang terbuka dengan sangat lebar."
Seluruh penduduk Touri mulai mendengar penjelasan Alvenius tentang Shinku dan pasukan Crimson, sepertinya dalam waktu yang bersamaan Shinku akan segera bergerak dan membantu Rxeonal bersama Mortem untuk memulai perang antar semesta, ia juga sudah memerintah beberapa pasukan-nya untuk membelah sebuah celah yang besar agar mereka bisa keluar secara bersamaan.
Celah yang besar itu tidak akan bisa tertutup rapat walaupun sudah menggunakan cara dan sihir apapun kecuali sihir waktu Haruka di wujud dewasa-nya, tetapi saat ini sudah tidak bisa lagi mengakses wujud dewasa-nya. Tidak ada pilihan lain selain menyerang Shinku bersama pasukan-nya di wilayah Crimson.
"Apa yang terjadi jika Haruka tidak menghentikan waktu seperti sekarang...?" Tanya Chiara dimana tubuhnya mulai gemetar karena pasukan Shinku.
"Kita sudah pasti akan dipindahkan ke dunia dimana kematian berada." Jawab Akina.
Korrina memejamkan kedua matanya dan ia tidak memiliki pilihan selain untuk tidak ikut perang antar semesta, ia harus melawan Shinku dan membalaskan dendam kematian dari suami-nya sendiri. Korrina segera mengangkat lengan kanan-nya dan membuat pandangan mereka teralihkan kepada dirinya.
__ADS_1
"Rencana baru untuk mencegah kedatangan Shinku... Aku akan bertarung di wilayah Crimson dan membunuh Shinku! Siapa yang mau ikut denganku?" Tanya Korrina, ia hanya akan mengajak beberapa orang yang berada di ruangan itu bersama dengan dirinya. Seluruh penduduk Touri hanya bisa diam dan berharap bahwa Korrina bisa berhasil dan selamat.
Beberapa orang mulai mengangkat lengan mereka, Shira awalnya ingin ikut tetapi ia segera menurunkan kembali lengan-nya karena dia harus melindungi Touri dari pasukan Rxeonal dan Mortem, dengan kekuatan-nya yang sudah meningkat sejauh ini... Dia mulai merasa yakin untuk bisa mengalahkan mereka tanpa bantuan dari Korrina.
Korrina melihat Alvenius, Arata, Agfi, Ophilia, Rexa, Shizen, dan Haruka ingin ikut bersama Korrina untuk mencegah kedatangan-nya pasukan Shinku. Dengan delapan orang yang Korrina percayai kuat, ia mulai merasa percaya bahwa ia bersama orang-orang yang ikut bersamanya sudah pasti bisa untuk mencegah Shinku membuka celah portal.
"Maafkan kami semuanya, kami serahkan perlindungan Touri kepada kalian semua...! Aku yakin kalian semua bisa!" Korrina mulai menyemangati mereka dan merasa bersalah juga karena ia tidak akan mengikuti perang antar semesta.
"Jangan menyalahkan dirimu, Korrina." Kata Yuuna.
"Itu benar, pilihan yang kamu pilih bisa membantu kita dengan sangat besar untuk mengalahkan pasukan Rxeonal...!" Kata Shira.
"Akan sangat merepotkan jika Shinku datang dan Asuka kalah." Kata Asuka.
"Lakukan-lah apa yang kau bisa di wilayah itu, jangan sampai kalian tidak pulang dengan selamat...!" Kata Vania.
"Kalian..." Korrina merasa terharu ketika mendengar perkataan mereka semua dan juga teriakan semangat dari seluruh penduduk Touri yang membuat dirinya merasa termotivasi untuk bisa menang melawan Shinku.
"Apa yang dikatakan mereka benar, Korrina! Majulah dan kalahkan-lah raja Agung yang bernama Shinku itu...! Kau pasti bisa!" Kata Koura.
Mereka semua mulai menyemangati Korrina agar ia bisa merasa bersemangat untuk bisa mengalahkan seluruh pasukan Shinku. Korrina mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mulai menunjukkan ekspresi yang terlihat serius sampai beberapa orang yang ikut bersama-nya bisa merasakan semangat yang Korrina rasakan.
"Hmm! Tunggu saja kalian...! Mari kita sama-sama berjuang demi mengambil alih kedamaian yang pantas miliki...!" Teriak Korrina keras.
__ADS_1
""Ya...!!!"" Seluruh penduduk Touri mulai berteriak penuh dengan semangat.
Korrina segera menghampiri Yuuna dan mulai menepuk bahu-nya karena ia memilih dirinya untuk menjadi seorang pemimpin yang memimpin seluruh pasukan Legenda bersama Megumi, "Dengan ini aku mengangkat dirimu sebagai seorang pemimpin yang akan memimpin bangsa Legenda, Yuuna...! Jangan mengecewakan diriku!"
"Hmm! Tentu saja...! Terima kasih karena sudah memilih-ku, Korrina...!" Yuuna mulai merasa sangat senang ketika Korrina mengangkat dirinya sebagai pemimpin, ia segera menundukkan kepalanya lalu menatap Korrina dengan penuh semangat.
Rencana mulai berjalan, mereka masih memiliki waktu selama 30 menit sebelum waktu kembali berjalan. Seluruh pemimpin pasukan segera mengumpulkan pasukan mereka di semesta yang berbeda semisalnya Yuuna dan Megumi yang sudah mengumpulkan beberapa pasukan Legenda di semesta Yuusuatouri.
Akina bersama Asuka mengumpulkan pasukan Malaikat sebanyak-banyaknya ditambah lagi dengan pasukan Android dan juga Cyborg yang sudah bersiap untuk melaksanakan perang antar semesta, Selvia dan Karla berhasil mengumpulkan beberapa iblis yang berhati murni untuk berpartisipasi di dalam perang ditambah lagi terdapat beberapa Giblis yang Karla kendalikan ingin berpartisipasi juga.
Haruka sudah menyimpan beberapa RDS-U di tempat yang sangat cocok untuk bisa diluncurkan dengan aman, ia memperingati seluruh pasukan rusia-nya untuk melepaskan nuklir itu ketika ia menghubungi Makarov yang akan memimpin mereka semua. Rudal itu akan menghancurkan segala semesta tetapi mereka semua akan selamat karena bantuan dari dewa-dewi yang akan ikut perang juga.
Vania dan Elvano sudah menyiapkan seluruh Vampire untuk menyerap darah pasukan Rxeonal dan Mortem sampai habis agar mereka tidak bisa bertarung lagi dengan tubuh yang lunak dan lemah, Aditya sudah menyiapkan seluruh pasukan Indonesia untuk bersiap melaksanakan perang dengan keris sakti yang mereka pegang.
Seluruh dukun yang sudah dikumpulkan oleh Sakti mulai bersiap untuk melakukan ritual santet kepada pasukan Rxeonal dan Mortem. Seluruh penduduk Touri menggunakan waktu tersisa untuk berlatih dan bersiap-siap, beberapa ras yang tidak memiliki pemimpin akan mengikuti pasukan yang memiliki pemimpin jadi mereka bisa mengetahui tugas mereka.
Masih tersisa 15 menit lagi untuk mereka bersiap dan berlatih, Korrina sendiri sedang menciptakan dua tangan canggih untuk Alvenius agar ia bisa bertarung menggunakan kedua lengan-nya. Alvenius saat ini sedang berduaan bersama Korrina di dalam ruang kerja-nya, ia melihat proses pembuatan kedua lengan itu.
"Sepertinya kau benar-benar pintar dalam menciptakan sesuatu seperti ini ya..." Kata Alvenius.
"Begitulah..." Korrina tinggal melakukan hal terakhir yaitu menyentuh beberapa tombol virtual dimana kedua lengan canggih itu sudah siap untuk digunakan oleh Alvenius.
Korrina segera mengambil kedua lengan itu dan memasangnya di kedua lengan Alvenius, "Apakah kau yakin bisa mengalahkan Shinku...? Dia itu sangatlah kuat dengan---"
__ADS_1
"Grimoire of Crimson ya...? Aku sudah mempelajari beberapa hal tentang buku sihir seperti [Grimoire], sepertinya melawan Shinku memang tantangan yang sangat sulit untuk kita lakukan, tetapi... Aku akan menunjukkan kepada mereka semua bahwa mortal seperti-ku dapat mengalahkan seorang dewa agung..."
"...yang bernama Shinku." Korrina menatap Alvenius dengan tatapan yang terlihat mematikan.