Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 429 - Memancing dengan Umpan


__ADS_3

"Saran apa yang kamu butuh kan dari Kakak?"


"Apakah Kakak juga akan mengalahkan angkatan yang mencoba untuk menyingkirkan dirimu bersama Honoka? Mereka seharusnya menerima hukuman yang besar..."


"Jangan dibiarkan begitu saja karena kita sebagai ras Legenda harus memberi pertarungan lainnya tetapi jadikan pertarungan itu yang terakhir."


"Kau tidak mau kan kelas 3C untuk merencanakan rencana lain? Mereka bisa saja melakukan sesuatu yang lebih hebat dan mengerikan lagi..." Mendengar Shuan berbicara seperti itu membuat Minami tersenyum dan menggerakkan ekornya karena ia bisa melihat sikap Ayahnya di dalam Shuan.


"Nyahaha~ Kamu benar-benar mirip seperti Papa ya, yang kamu katakan itu benar... kita sebagai ras Legenda seharusnya menyerang balik tetapi serangan yang harus kita lakukan harus besar untuk membuat mereka kapok." Minami mulai berjalan melingkari Shuan sambil menempati kedua lengannya di belakang.


"Tidak seperti dirimu, Shucchi. Aku lebih ingin meneruskan Mama yang pernah mengatakan sesuatu tentang serangan musuh, Mama selalu bermain aman di turnamen sebelumnya dan aku juga ingin seperti itu tetapi aku bersama teman-temanku sudah memiliki rencana untuk menyingkirkan mereka kok."


Minami mengacungkan jempolnya, ia ingin menggunakan rencana itu untuk nanti karena minggu ketiga terdapat sebuah Event yang akan terjadi.


"Apakah kamu tahu? Kelas bagian ke empat mendapatkan nilai yang begitu kecil sampai wali kelasku mengatakan bahwa kelas P sampai T akan mengadakan sebuah Event sebagai hukuman..."


"...seluruh angkatan juga harus mengikuti Event itu karena sistem nilai juga ternyata memiliki hukuman dan hukuman itu kita terpaksa harus mengikuti sebuah Event atau ujian yang dilakukan secara langsung, seperti kompetisi dimana seluruh angkatan akan melakukan Event yang sama."


Minami mulai memeluk Shuan lagi karena ia harap bahwa Event ini tidak akan membuat dirinya di keluarkan dari akademi.


"Wali kelasku juga bilang... Jika seseorang kalah dari Event maka mereka akan langsung dikeluarkan kalau tidak salah nama dari ujian itu adalah [Rush-Point Royale] dimana semua murid dari kelas P sampai T harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya... diperbolehkan untuk bertarung agar bisa merampas poin."


Shuan terkejut ketika mendengarnya ternyata sistem poin juga cukup mengerikan, untungnya ia bersama seluruh teman sekelasnya tidak akan merasakan ujian yang mengerikan itu karena risiko untuk dikeluarkan besar juga, terima kasih kepada Kou dan Haruka yang selalu mendapatkan nilai besar.


"Kalau begitu... Aku mengharapkan keuntungan besar dariku, Kakak. Jangan sampai kau mengecewakan diriku, aku ingin melihat wajahmu di turnamen nanti... Lebih bagus juga jika kita bertemu di ronde yang sama." Shuan menatap Minami lalu i tersenyum serius dan menunjukkan tinjunya.


"Kau benar-benar mirip Papa, dasar." Minami menepuk tinju Shuan dengan tinjunya, sudah waktunya untuk menjalankan tugas karena ia sempat melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul tujuh kurang lima menit.


"Kau mau pergi sekarang?"


"Begitulah, sudah saatnya untuk melaksanakan pertarungan yang sulit."


"Semoga beruntung, Shucchi."

__ADS_1


"Ya, aku membutuhkan itu sepertinya." Shuan pergi meninggalkan Minami untuk memesan sebuah taksi di depan toko kopi, ia sempat melihat Asriel yang baru saja selesai bermesraan dengan Mitsuki.


"Kou... Aku lupa..." Shuan melirik ke belakang dan melihat Kou berjalan keluar dari hotelnya, dengan cepat Shuan menghampiri dirinya untuk memberinya sebuah pelukan bahwa ia akan kembali dengan membawakan hasil untuk kelasnya.


"Shu... an..."


"Kou, kau tunggu di kamarmu ya. Jangan keluarkan dan jangan sampai kau bertemu dengan orang asing juga!" Kata Shuan, Kou tersenyum lalu mengangguk. Awalnya mereka ingin berciuman tetapi terganggu ketika Rokuro dan Asriel sudah menunggu di depan mereka selagi menyilang kan kedua lengan mereka.


Ciuman itu tidak terjadi tetapi Shuan setidaknya memberikan Kou satu kecupan kening di bagian dahinya. Setelah itu ia bersama kedua temannya langsung menghampiri taksi yang baru saja datang, rencana mereka dimulai sekarang juga dan tidak ada jalan untuk kembali, semua ini mereka lakukan demi kelas 1-S.


Shuan bersama yang lainnya masuk ke dalam taksi itu, Asriel dan Shuan duduk bagian belakang sedangkan Rokuro duduk di sebelah sopir itu yang menanyakan tujuan kalian untuk pergi ke mana.


Shuan mulai menunjukkan peta kepada sopir itu sehingga ia dengan senang hati akan membawa mereka menuju sisi kota yang lumayan jauh tetapi untungnya sopir itu baru saja melakukan modifikasi terhadap taksinya yang mengandung sebuah turbo agar bisa mempercepat perjalanan menuju sisi kota.


Di saat itulah mereka tidak bisa lengah begitu saja, musuh bisa muncul kapan pun dan firasat mereka semakin lama mulai terasa tidak enak. Shuan terus memperhatikan peta dan titik merah itu menandakan dirinya yang bergerak lumayan cepat menuju tujuan sampingan yaitu pasar gelap.


Rokuro menatap keluar jendela selagi melihat seluruh penduduk yang sepertinya hidup dengan damai, mereka tidak tahu bahwa kota ini dipenuhi dengan semacam geng angkatan tiga yang berdarah dingin dan rela untuk membunuh demi terdaftar di turnamen permohonan.


"...itu yang aku benci dari akademi ini sebenarnya, semuanya sangat ketat tapi bagus juga untuk kita pelajari sebagai pengalaman jika musuh memiliki sihir segel yang begitu kuat." Kata Shuan sambil menatap peta itu.


Sebentar lagi mereka akan sampai di pasar gelap itu, hanya membutuhkan beberapa menit lagi dan mereka bisa sampai di pasar gelap untuk membeli alat itu. Masih tidak ada musuh yang berani menyerang tetapi Rokuro merasakan firasat yang buruk dibandingkan mereka saat ini.


Taksi itu baru saja melewati sebuah jembatan yang begitu luas dan panjang, di bawahnya terdapat air yang begitu jernih, keringat dingin keluar dari tubuh Rokuro karena ia merasakan sesuatu yang aneh.


Terdengar suara ketukan yang berasal dari luar dan dalam mobil itu, sekarang Shuan dan Asriel bias merasakan gejala aneh di sekitarnya. Rokuro mulai memeriksa mobil itu dari dalam dan ia tiba-tiba melihat sebuah lubang kecil.


Terlihat cukup mencurigakan dan ia mencoba untuk melihatnya dari dekat tetapi Shuan langsung menarik kedua bahunya untuk membantu dirinya menghindari sebuah serangan logam tajam yang memanjang lalu menusuk kepala sopir itu.


"A-Apa!?" Rokuro terkejut ketika melihat kepala sopir di sebelahnya hancur menjadi kepingan kecil, mobil itu mulai tidak stabil dan Rokuro segera mengendarai mobil itu dan mencoba untuk memperhatikan lubang kecil yang terlihat mencurigakan.


"Rokuro... kau bisa mengendarai mobil ini bukan? Jika kita jatuh maka situasi akan bertambah buruk... musuh mendapatkan kesempatan besar untuk menyerang kita." Kata Shuan.


"Sepertinya kita sudah diserang... kemampuan yang aku lihat tadi berkaitan dengan logam, kita harus segera melarikan diri dari mobil ini sebelum semuanya terlambat!" Rokuro mulai membuka kunci seluruh mobil.

__ADS_1


Dengan cepat Asriel membuka pintu mobil itu tetapi tidak terbuka bahkan pintu yang ia pegang terasa begitu keras seperti baja yang sudah dilapisi dengan lapisan yang berjumlah banyak sekali.


"Aku tidak bisa membuka pintu...! Mengubahnya menjadi es hanya membuat pintu ini bertambah keras dan ketat untuk dibuka!" Asriel mulai menendang pintu itu beberapa kali tetapi ia tidak ingin melanjutkan karena takut menghancurkan mobil itu dan membahayakan seluruh teman-temannya.


Di saat-saat seperti ini Shuan tidak bisa menggunakan kemampuan tata suryanya karena dapat mempengaruhi kedua teman-temannya itu.


"Sepertinya musuh dapat menggunakan kemampuan untuk mengubah apa pun menjadi logam dan baja... sihir yang kita gunakan hanya akan diserap oleh baja itu, membuatnya menjadi lebih keras dan kuat! Sialan!"


Asriel mulai memukul atap tetapi sudah dilapisi dengan baja yang sangat kuat, mereka terjebak di dalam mobil itu dan tidak bisa melakukan apa pun karena saat ini musuh yang menyerang mereka berada di atas atap selagi meraba mobil itu untuk melepaskan kemampuannya yang dapat mengubah apa pun menjadi logam dan baja.


"Kalian naif ya... datang ke pasar gelap hanya untuk bertemu dengan kami, wilayah ini sudah menjadi wilayah kelas 3S dan kalian dengan bodohnya datang hanya untuk dibunuh!"


"Aku akan membalaskan dendam Giga dan Takato, berani-beraninya kalian mengeluarkan kedua temanku dari akademi ini, hah!!!"


Musuh itu mulai memukul atap mobil beberapa kali sehingga mereka bisa melihat logam tajam yang memanjang dari atas atap tetapi Shuan mulai menahannya dengan menciptakan tumbuhan emas yang berhasil menahan serangan logam tajam itu.


"Aku tidak bisa menyerap sihir ini... terlalu kuat... aku tidak bisa menginjak rem! Sialan! Kita semua harus bertahan sampai melewati jembatan ini...!" Rokuro terus mengendarai mobilnya yang mulai bertambah lambat, ia tidak bisa menginjak gas juga karena terlalu keras.


"Kalian akan mati di dalam mobil ini... setelah kalian sudah menjadi mayat maka aku akan mengirim mobil ini ke tempat penghancuran sampah keras...!!! Bersiaplah untuk mati, dasar brengsek!!!"


Musuh itu masuk ke dalam mobil dengan menyatukan dirinya menjadi logam, ia berhasil masuk ke dalam mobil dan melihat ketiga Legenda itu mencoba untuk mencari jalan keluar dari dalam mobil itu.


"Sial...! Bagaimana caranya kita melarikan diri dari tempat ini!?" Seru Shuan, ia terus menghantam pintu tanpa henti menggunakan tinjunya sehingga ia dikejutkan dengan kedua tinjunya yang meneteskan beberapa darah, pintu yang ia pukul terasa menyakitkan dan tajam sekarang bahkan sampai memotong beberapa jarinya.


"... ...!" Shuan melebarkan matanya ketika melihat musuhnya itu memiliki ukuran kecil, ia mencoba untuk melompat dari gagang pintu dan mencoba untuk menebas leher Shuan menggunakan kedua tangannya yang sama tajamnya dengan besi tajam.


Untungnya Asriel berhasil menyelamatkan dirinya dengan melempar musuh itu menggunakan Dark Pulse.


"Sialan...!!!" Musuh itu kembali mengecil dan menyamar menjadi logam sehingga mereka tidak bisa melihatnya, sekarang mereka mengetahui jelas kemampuan yang dimiliki musuh.


"Rokuro, tetap fokus dengan jalan, serahkan musuh sisanya kepada kami...!"


"Aku mengerti...!"

__ADS_1


__ADS_2