Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 562 - Berlibur di Neko Isle


__ADS_3

Minami berhasil mengajak Arata dan Ophilia, yang lainnya juga sudah pasti ingin ikut. Minami meminta mereka semua untuk menunggu karena ia akan kembali membawa lebih banyak orang menggunakan perpindahan cahayanya.


"Kalau begitu nikmati waktu kalian, aku akan mengajak semua orang untuk berkumpul di tempat ini..." Minami menghilang secepat cahaya, Arata kembali mencuci semua sayuran itu.


Minami sekarang mencoba untuk menjemput kedua orang tuanya, padahal beberapa saat lalu ia berpindah dengan mereka berdua tetapi entah kenapa sekarang ia merindukan mereka berdua.


Minami muncul di dalam kamarnya yang terlihat sangat kosong, hanya terdapat meja dan kasurnya saja. Minami mengintip keluar jendela, melihat Shira sedang melepaskan kekuatan cahayanya.


"Selamat datang kembali, Minami" Panggil Megumi yang sedang memegang mesin pembersih untuk membersihkan kamar Minami.


"Mama, pulau Neko Island sekarang sudah dipenuhi dengan bangunan berbeda... desanya cukup besar loh dan namanya Neko Isle!"


"Aku ingin mengajak Papa dan Mama ke tempat itu untuk beristirahat dan bersenang-senang layaknya seperti keluarga... semua orang juga ada di sana!" Ucap Minami dengan nada yang terdengar semangat.


"Terdengar sangat menyenangkan, aku tidak menyangka desa itu akan selesai dengan cepat. Sepertinya semua itu bisa selesai berkat tekad bangsa Neko Legenda!"


"Hm! Ayo!" Minami meraih tangan Minami lalu berjalan keluar untuk menghampiri Shira yang sedang melakukan latihan kecil.


"Papa!"


"Minami...?" Shira menoleh ke belakang.


"Papa, ayo ikut kami mengunjungi Neko Island! Mari bersenang-senang bersama!" Ajak Minami, Shira langsung setuju karena ia sendiri membutuhkan liburan bersama keluarganya sendiri.


"Ayo, Shuan juga ikut?"


"Iya, dia sudah berada di restoran Shimatsu, kalau begitu biar aku mengantarkan kalian ke sana." Minami menyentuh punggung kedua orang tuanya lalu memindahkan mereka menuju restoran Shimatsu.


"Baiklah... semuanya harus aku ajak agar bisa mengambil foto keluarga besar bersama, aku tidak sabar untuk memperlihatkan mereka kepada bangsaku sendiri!" Minami tersenyum lebar lalu ia menghilang dengan cepat.


***


Restoran Arata saat ini dipenuhi dengan banyak Legenda yang berkumpul untuk menikmati liburan bersama di Neko Isle, sekarang mereka hanya perlu menunggu Minami menjemput Honoka.


Minami muncul bersama dengan Honoka dan Bakuzen, "Baiklah, semua, apa kita semua sudah siap untuk berkunjung Neko Isle!?"


""Ya!!!""


"Jadi kamu pergi dengan Bakuzen ya...?" Haruka melihat Honoka mendekati dirinya dengan tatapan yang terlihat canggung.


"Huh...? Bukannya aku bilang hanya ingin berbelanja?" Jawab Honoka sambil menatap arah lain, Haruka dan Kou mulai tertawa melihat Honoka yang bertingkah aneh dan canggung seperti itu.


Minami memindahkan mereka semua menggunakan kemampuan cahayanya sampai mereka semua mengalami perpindahan secara bersamaan dan muncul tepat di hadapan gerbang besar.


Para penjaga langsung menatap tajam semua Legenda biasa itu tetapi Minami melambaikan kedua tangannya kepada mereka.


"Ah! Itu ibu alam dengan seluruh temannya! Buka-buka!" Seru salah satu penjaga, gerbang terbuka lebar dan Minami melihat Meko yang sedang menunggu kedatangan Minami bersama seluruh temannya.


"Selamat datang, Legenda asing, selamat datang di desa Neko Isle!" Meko menundukkan kepalanya kepada seluruh tamu, mereka belum masuk tetapi pandangan mereka dikejutkan dengan banyaknya penduduk Neko Legenda.


"Banyak sekali, kucing..." Kata Haruki, ia sempat melihat langit-langit dipenuhi dengan elang besar yang di jadikan sebagai kendaraan untuk bangsa Neko Legenda.


"Silakan masuk, biarkan saya menjadi pemandu para tamu sekalian." Meko berjalan pergi dan Minami menatap mereka semua.

__ADS_1


"Ayo, semuanya, kita sebagai keluarga Touriverse seharusnya menikmati waktu libur ini bersama-sama dengan melihat budaya Neko Legenda...!" Minami merasa tidak sabar, ia maju ke depan bersama teman-teman lainnya.


"Aku tidak menyangka akan berlibur dengan kalian." Kata Shizen, semuanya ini terasa seperti reuni antar pejuang yang sudah mau membantu meraih kedamaian.


"Setidaknya kita bersatu di satu tempat yang seperti biasanya, aku sendiri merindukan kebersamaan ini." Kata Haruki sambil melihat sekeliling.


"Sudahlah, untuk sekarang tidak ada dulu yang namanya berlatih, kita harus bisa menikmati hari libur di Neko Isle." Jawab Shira dengan tatapan yang terlihat bersemangat.


"Kau terlihat bersemangat..." Kata Arata.


"Tentu saja...! Aku ingin melihat budaya apa saja yang dimiliki oleh Neko Legenda karena istriku sendiri adalah seorang Neko Legenda." Shira mulai mengelus kepala Megumi.


"Ahh, suhunya terasa begitu hangat ya, pulau ini bahkan dipenuhi dengan oksigen segar dengan pemandangan yang begitu hijau." Ucap Yuuna.


"Sepertinya pulau ini hanya memiliki satu gunung ya? Tetapi ukurannya sangat besar bahkan kita bisa melihatnya..." Kata Ophilia sambil menunjuk gunung di hadapannya.


"Minami, apakah gunung itu gunung aktif?" Tanya Chloe.


"Aktif tetapi aku sudah mengubah semua lahar itu menjadi tumbuhan emas, di dalam gunung itu juga terdapat banyak hewan emas yang sudah jinak." Jawab Minami sambil menggerakkan ekornya.


Mereka semua terkesan ketika mendengarnya, Shira hanya bisa mengangguk untuk menunjukkan rasa kebangsaan besar karena memiliki putri yang begitu spesial.


"Terus lahar yang kamu ubah itu kemana kan, nak?" Tanya Megumi.


"Aku simpan di dalam bibit emas tentunya..." Minami melihat Meko berhenti bergerak seketika untuk menunjuk sebuah toko oleh-oleh.


"Mari kita mulai dengan toko ini, kalian tentunya membutuhkan oleh-oleh yang bisa di bawa pulang bukan? Toko ini cocok untuk membeli oleh-oleh..." Kata Meko, mereka segera masuk ke dalam toko sederhana dengan ruangan yang begitu luas.


Mereka semua dikejutkan dengan pakaian dan aksesoris yang bertema kucing, para gadis tentunya mulai melihat-lihat aksesoris yang terlihat imut-imut.


"Tidak buruk juga..." Kata Arata sambil memegang dagunya.


"Lihat, Shizen! Pakaian kucing dengan gambar ledakan di belakangnya...!" Haruki menunjukkan baju itu kepada Shizen.


"Mereka memiliki semuanya ya... Neko Isle benar-benar hebat!" Shizen mengambil dua pakaian yang menggambarkan kucing dengan ledakan di belakangnya.


"Ophilia, Chloe, dan Yuuna terlihat cocok dengan telinga kucing itu." Kata Megumi yang melihat ketiga temannya mengenakan aksesoris telinga kucing yang terlihat imut.


"Aku merasa penasaran soal ekor ini... aku sering melihatnya di toko pakaian, bagaimana cara menggunakannya?" Tanya Honoka sambil menunjukkan aksesoris ekor itu kepada Minami.


"Kalau tidak salah ada celana dalam khusus yang dapat di tempelkan dengan ekor kucing itu..." Kata Hana.


"Biasanya ada strap pinggang kalau tidak salah..." Kata Mitsuki.


"Tetapi ujung ekor ini lancip..." Honoka menatap Hana, Hana langsung memasang tatapan terlihat bingung sehingga melihat Honoka tersenyum jahat.


"Jangan-jangan...?!"


"Aku masukan langsung saja ke dalam itumu, Hana!" Honoka menarik lengan Hana.


"Ti-Tidak...! Jangan!!!"


Haruka menepuk kepala Honoka, "Hentikan, kasihan jodoh Hana nanti."

__ADS_1


"Ahahaha..."


Beberapa menit kemudian, mereka semua baru saja membeli oleh-oleh dan pakaian untuk dikenakan selama liburan di Neko Isle.


Para gadis bahkan mengenakan ekor dan telinga kucing agar bisa mencocokkan diri dengan desa yang dipenuhi bangsa Neko Legenda, mereka lanjut mengunjungi tempat lainnya.


"Sepertinya ada yang kurang ya..." Ophilia mulai berbicara sambil menatap ketiga saudara Comi.


"Ahh... Dia masih belum kembali ya...?" Tanya Chloe.


"Sudah, aku yakin dia akan pulang. Seperti biasanya Korrina dipenuhi dengan kejutan." Kata Megumi sambil menggerakkan ekornya.


"Benar juga." Yuuna mengangguk, mereka semua berhenti seketika Meko menunjuk toko di sebelahnya.


"Neko Isle juga menyediakan camilan yang cocok untuk di nikmati oleh semua ras asing... misalnya permen, coklat, dan manisan lainnya." Meko mengambil satu permen yang melambangkan seekor kucing.


"Wah! Imut sekali!" Para gadis langsung menghampiri toko itu untuk membeli camilan sedangkan Shira bersama yang lainnya hanya bisa menunggu sambil menoleh ke atas, melihat banyak sekali elang emas yang lewat.


"Hei, Meko, apakah semua elang yang di tunggangi oleh bangsa Neko Legenda aman?" Tanya Shira sambil menunjuk beberapa elang yang beterbangan kemana-mana.


"Elang emas itu bisa di bilang kendaraan cepat untuk mengunjungi tempat yang lumayan jauh, kita juga memiliki kuda emas yang di gunakan juga sebagai kendaraan bagi budaya kami." Kata Meko sambil menunjuk beberapa kuda yang menumpang lewat.


"Budaya kami terkadang mengandalkan lomba balap menunggangi kuda dan elang..." Perkataan Meko membuat para pria terlihat tertarik seketika.


"Terdengar cukup menyenangkan! Apakah kita bisa melakukannya sekarang...? Balap menggunakan elang dan kuda itu..." Kata Shizen.


"Boleh saja sih tetapi tunggu sampai kita sampai ya karena masih banyak lagi tempat yang jauh lebih menyenangkan."


Para gadis baru saja selesai membeli manisan itu, mereka segera membagikannya kepada pasangannya untuk menikmati coklat, permen, dan manisan bersama-sama.


Mereka kembali mengelilingi desa untuk melihat-lihat, Shira bersama yang lainnya sempat mengalami Culture Shock karena melihat semua bangsa Neko Legenda itu berperilaku begitu unik dan berbeda.


"Gugghh..." Arata menutup mulutnya ketika melihat beberapa bangsa Neko Legenda menikmati satu tusuk tikus.


"Bisa di lihat makanan yang saat ini terkenal di Neko Isle adalah sate tusuk tikus." Kata Meko.


Minami, Shuan, dan Megumi membeli satu lalu mereka memakannya, membuat yang lainnya mencoba untuk tidak menunjukkan rasa jijik karena mereka juga harus menghormati budaya bangsa Neko Legenda.


"Ba-Bagaimana rasanya, Megumi...?" Tanya Ophilia.


"Enak kok... mau coba?" Tanya Megumi.


"Ti-Tidak, terima kasih..."


Megumi menawarkan sate itu kepada semuanya temannya dan mereka menolak dengan tatapan yang terlihat jijik.


"Shira, mau?" Tawar Megumi.


"Ti-Tidak..." Jawab Shira sambil menatap arah lain.


"Shira, bagaimana kamu ini, menikah dengan bangsa Neko Legenda tetapi tidak mencoba makanan budaya itu sendiri." Kata Haruki.


"Itu benar, wakilkan lah kami untuk mengetahui rasa sate tikus itu..." Ucap Arata.

__ADS_1


"Diam kalian..."


__ADS_2