Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 99 - Kandang


__ADS_3

Naoki melesat menuju arah Haruki dengan kecepatan penuh, ia melancarkan sebuah tinju yang diselimuti dengan kegelapan dimana sihir tersebut mulai menciptakan tombak panjang yang dapat menembus apapun, Arata mulai turun tangan dengan maju ke depan dan menangkis serangan Naoki sehingga ia terdorong ke belakang.


"Oi... Apa yang kau lakukan...?!" Tanya Haruki karena Arata tiba-tiba datang untuk membantunya walaupun kondisi-nya masih belum sepenuhnya pulih.


Naoki tidak menghabiskan waktu lainnya, ia melompat ke atas dan mendarat di belakang Arata untuk mencoba menusuk punggung-nya. Dengan cepat Haruki berhasil menyambut serangan Naoki sehingga kedua senjata mereka mulai saling berbenturan, Haruki melebarkan matanya ketika melihat kedua lengan Naoki yang diselimuti dengan kegelapan mulai mengalir menuju dirinya.


Sihir kegelapan itu menyelimuti kedua lengan Haruki sampai tidak bisa menggerakkan kedua lengan-nya, kedua pedangnya ia lepas. Haruki merasa kedua lengannya seperti mati rasa, ia sudah menggunakan sihir penyembuhan apapun untuk menyembuhkan kedua lengan-nya yang masih diselimuti dengan kegelapan.


"Kau tidak akan bisa bebas... Kegelapan itu terbatas, tetapi apakah pertahanan-mu memiliki batas...!?" Naoki menciptakan sebuah tombak di kedua lengan-nya dan ia segera melancarkan satu serangan yang mampu memutuskan leher Haruki.


Untungnya Arata menendang Haruki mundur lalu menyambut kedua tombak itu menggunakan pedang amarah dan kerakusan-nya. Mereka mulai saling bertukar serangan dan sepertinya Naoki yakin bahwa pertarungan ini akan berjalan cukup cepat jika saja ia berhasil membuat seluruh anggota tubuh mereka terkena sihir kegelapan-nya yang sangat berbahaya.


"Cih..." Kedua lengan Haruki tidak bisa digerakkan, ia hanya bisa melihat Arata dan Naoki yang saling bertukar serangan. Haruki tidak berniat untuk berhenti bertarung karena ia langsung menciptakan dua bola merah di kedua telapak kakinya, setelah itu ia menendang-nya menuju arah Naoki.


Naoki menghancurkan semua bola itu selagi melakukan serangan kombinasi kepada Arata, ujung tombak itu sempat mengenai bahu Arata sampai ia terdorong ke belakang. Naoki memutarkan kedua tombak-nya sampai menciptakan badai kegelapan di wilayah itu yang membuat Naoki semakin bertambah kuat dan cepat, tetapi untuk Arata dan Haruki... Mereka hanya merasakan kekuatan dan tenaga yang terus terkuras.


"Land of Darkness' Demons...!" Naoki menyatukan kedua tombak itu menjadi satu tombak yang panjang, tombak itu diselimuti dengan kegelapan yang berasal dari langit-langit.


"Apakah ini sihir area... seperti sihir dukungan...?" Tanya Haruki.


"Mungkin... Kondisi kita saat ini sedang kritis, menggunakan kekuatan penuh dan kemampuan asli kita akan berdampak buruk karena kita bisa saja menarik perhatian raja iblis sialan itu..." Ucap Arata.


Haruki dan Arata saling menatap satu sama lain lalu mereka mengangguk, mereka hanya perlu mengulurkan waktu dengan bekerja sama melawan Naoki. Entah sampai kapan mereka akan bertahan, satu-satunya cara agar mereka bisa selamat adalah menunggu kedatangan Alisha bersama pasukan-nya.


Naoki melancarkan beberapa serangan yang bertubi-tubi menggunakan tombak-nya, Arata berhasil menahan semua serangan itu tetapi ia bisa merasakan kegelapan yang menyelimuti tombak tersebut melancarkan serangan lain sampai Arata sadar bahwa tubuh-nya dipenuhi dengan luka sayat yang diselimuti dengan kegelapan.


Naoki mampu membuat tombak itu menjadi panjang bahkan dijadikan sebagai perisai saja bisa karena api kemarahan yang Arata lepaskan mampu Naoki tahan dengan memutarkan tombak-nya seperti kipas angin lalu melempar kembali api kemarahan itu menuju arah Haruki yang sedang memikirkan cara lain, dengan cepat Haruki melompat menuju arah Naoki dan menyerangnya menggunakan kedua kaki-nya.


Serangan yang akan Naoki coba lakukan seketika gagal terganggu oleh Haruki yang menyerang-nya dari belakang, Naoki segera menghadap Haruki dan menghantam wajahnya menggunakan tombak-nya sampai ia terdorong ke belakang. Untungnya Arata masih bisa bertarung, punggung Naoki mengalami luka tebas yang cukup besar karena Arata yang mengerahkan seluruh kekuatan-nya di satu serangan.


"Uggghhh...! Cara apapun yang kalian lakukan itu...! Itu tidak akan pernah bisa membuat-ku terluka...!" Naoki melepaskan kegelapan besar di sekitarnya yang mampu membuat Arata dan Haruki terdorong ke belakang.

__ADS_1


"Oi, Naoki...! Sadarlah, ada apa dengan bisnis ramen-mu itu...?! Kenapa kau sekarang berubah menjadi iblis mengerikan yang mencoba untuk membunuh kami berdua...!?" Kata Haruki.


"Itu benar...! Bukan kita ini rekan...! Kita sama-sama berasal dari kelas tiga bukan...?" Tanya Arata yang melangkah maju menuju Naoki.


"Aku adalah seorang iblis yang membuat ramen...! Ramen itu bisa aku jadikan sebagai sumber kekuatan untuk bangsa-ku sendiri yaitu bangsa iblis, kalian sebaliknya menyerahkan diri kalian kepada raja Rxeonal dan membiarkan dirinya memperbaiki kalian berdua...! Berada di pihak raja Rxeonal itu memang keadilan yang pasti....!" Naoki mulai berbicara sambil menahan serangan Arata dan Haruki secara bersamaan.


Haruki kembali menyerang Naoki dengan kedua kaki-nya diselimuti dengan aura-nya sendiri, seluruh kekuatan yang ada di dalam tubuhnya mulai Haruki pindahkan ke bagian kaki-nya untuk menambah daya serangan kedua kakinya untuk sementara karena ia masih belum bisa menggerakkan kedua lengan-nya.


Haruki menendang kedua kaki Naoki, membuat dirinya berlutut sampai keseimbangan tubuhnya mulai terganggu, Arata melancarkan beberapa serangan yang mengenai tubuh Naoki yang mulai mengeras. Naoki mencoba untuk menusuk dada Arata menggunakan tombak-nya tetapi Haruki menendang tombak tersebut sampai serangan tombak itu tidak mengenai Arata.


Kaki Haruki yang menendang tombak tersebut membuat dirinya menegang karena kegelapan yang menyelimuti tombak itu masuk ke dalam kaki-nya dan menyebabkan dirinya hampir terjatuh. Arata melancarkan beberapa serangan kombinasi dimana kedua pedang-nya mulai diselimuti dengan api kemarahan.


Naoki terdorong ke belakang, Arata dan Haruki berdiri tegak dengan keringat yang sudah memenuhi tubuh mereka, "Sepertinya pedang Gluttony-ku tidak dapat melahap sihir kegelapan Naoki yang sangat kuat, aku sudah mencobanya tadi sebentar dan hasilnya pedang-ku terasa seperti pedang kayu yang tidak bisa melakukan apapun."


"Jadi sihir kegelapan-nya itu dipenuhi dengan efek negatif bagi kita ya...?" Haruki menghapus darahnya yang mengalir keluar dari mulut-nya.


"Hmph, sepertinya kita tidak memiliki pilihan lain selain membabi buta di pertarungan ini bukan...?" Arata mulai berbicara, ia mulai menunjukkan senyuman serius-nya.


Seketika mereka berdua sadar bahwa terdapat pasukan Rxeonal yang berjumlah ribuan datang dari belakang Naoki, Haruki tidak bisa merasakan keberadaan Rxeonal tetapi pasukan elit sejumlah ribuan itu sepertinya akan membuat mereka berdua kewalahan. Haruki sekarang mengerti apa yang dimaksud dengan Arata.


Membabi buta yang Arata maksud adalah mereka terus bertarung demi mengorbankan diri agar Alisha bersama pasukan-nya bisa mencari tempat perlindungan yang aman. Apa yang Haruki dan Arata harapkan bahwa mereka bisa pergi setelah Naoki sudah terkalahkan tetapi sepertinya semua pertarungan ini awal-nya memang sudah direncanakan oleh Yusa.


"Kalian berdua memang ras Legenda yang benar-benar bar bar, mencoba untuk menyerang musuh di kandang mereka sendiri..." Yusa mulai berbicara, ia mengangkat tubuh Zaiken lalu melompat menuju arah Naoki dan berdiri di sebelah-nya.


"Maaf menunggu, sepertinya kalian perlu beristirahat sekarang." Haruki dan Arata melebarkan mata mereka ketika mendengar suara Alisha dan langkah dari seluruh pasukan yang ia bawa untuk berperang,


Haruki dan Arata melirik ke belakang, Alisha sudah datang dengan penuh persiapan sampai Haruki bisa melihat teman-nya yaitu Vier, dia membawa pasukan yang berjumlah ratusan dan semua pasukan itu sudah sepenuhnya siap untuk bertarung melawan Naoki bersama pasukan lain-nya.


"Vier..." Haruki berlutut di atas tanah dan Vier segera membantu-nya lalu membawanya ke tempat yang lebih aman agar ia bisa beristirahat sampai kedua lengan-nya bisa pulih kembali.


"Sepertinya kau telah terkena efek sihir kegelapan yang tidak dapat disembuhkan, tetapi efek dari sihir ini akan menghilang beberapa menit lagi. Kau hanya harus menahan-nya dan jangan bertarung dulu sebelum kondisi-mu kembali." Ucap Vier.

__ADS_1


Haruki mengangguk dan ia duduk di atas tanah sambil menatap seluruh pasukan yang Alisha kumpulkan maju ke depan, Kizura menyentuh punggung Arata untuk memulihkan-nya tetapi itu membutuhkan beberapa menit agar kondisi kembali seperti semula. Mereka sudah melakukan pekerjaan cukup baik dan sekarang biarkan Alisha yang mengurus-nya.


"Untuk apa kalian bertarung...? Untuk apa kalian melaksanakan perintah Rxeonal...?" Tanya Alisha.


"Untuk meraih kedamaian, ideal yang seharusnya diincar yaitu kedamaian untuk semesta Zuusuatouri. Semesta lain bersama ras-nya tidak pantas meraih kedamaian dengan cara yang salah, hanya cara Rxeonal-lah yang benar...!" Jawab Naoki.


"Tidak masuk akal..." Kata Itsuki.


Itsuki mulai menatap Yusa dan Yusa terlihat bersalah sampai ia mengalihkan pandangan-nya, ia juga sempat untuk melihat Yusaki yang menunjukkan ekspresi sedih. Alisha menghabiskan banyak waktu ketika ia mencoba untuk menyadari Naoki bahwa rencana yang Rxeonal lakukan itu dapat merugikan seluruh alam semesta.


"Kedamaian antar bangsa yang sama sepertinya bukan pilihan, aku tidak bisa memiliki pilihan lain selain bertarung." Alisha mengangkat lengan kanan-nya, seluruh pasukannya mulai bersiap untuk melaksanakan perintah Alisha, mereka menggunakan senjata jarak jauh dan seluruh pasukan Naoki segera menertawakan mereka.


"Apakah kalian serius, iblis penghianat...!? Bertarung dengan hanya menggunakan senjata jarak jauh...?"


"Hahahahaha...! Kehidupan kalian memang tidak berguna...!"


Naoki menyilangkan kedua lengan-nya, "Bersiap untuk menyerang dan menghabisi mereka semua tanpa harus menyisakan satu korban yang hidup..."


Alisha hanya bisa tersenyum, "Kita lihat siapa yang akan tertawa nanti..."


Wilayah itu segera memancarkan cahaya putih di sekitarnya sampai membuat seluruh pasukan Naoki terkejut karena mereka tidak lagi mendapatkan efek buff yang berasal dari sihir Naoki. Seluruh tubuh Naoki mulai merinding ketika ia merasakan aura suci di sekeliling-nya, sebuah cahaya biru muda muncul dari atas langit dan perlahan-lahan turun menuju daratan.


"Tekanan ini..." Arata menatap cahaya itu dengan wajah yang terlihat serius.


"Apakah kau mengenal dirinya...?" Tanya Kizura.


"Mengenal siapa...?"


Cahaya biru muda atau suci itu mendarat di atas daratan dan mulai menipis sampai menunjukkan seorang gadis dewasa yang memiliki rambut pirang seleher, seluruh Legenda yang berada di wilayah itu mulai mengenal gadis itu karena dia itu cukup popular bahkan Naoki juga mengenal dirinya.


"Korrina Comi...?" Ucap semua Legenda dengan bersamaan.

__ADS_1


"Kalian ternyata terjebak di kandang musuh ya..." Korrina mulai berbicara, seluruh tubuhnya mulai memancarkan cahaya suci yang mampu membuat sebagian pasukan Naoki menjadi buta.


__ADS_2