
Eldritch yang mengeras oleh kristal itu mulai dipegang oleh Zangetsu lalu diberikan kepada Anastasia yang kebetulan sudah siap-siap untuk membantu Regulus, Diablo, dan Satori.
"Kristal kekacauan..." Anastasia mengambil kristal tersebut lalu ia bisa melihat seekor Eldritch kecil di dalamnya yang sedang menggerakkan tentakel-tentakel kecilnya.
"Bagaimana bisa ini disebut kristal kekacauan jika terdapat seekor Eldritch di dalamnya? Dilihat dari bentuknya juga bukan sekedar Eldritch biasa yang menghuni Zuutouri."
"Itu benar... itu adalah Eldritch yang berasal dari singularitas berbeda, dia menjaga singularitas tersebut hanya untuk menjalankan apa yang seharusnya terjadi untuk masa depan..."
"...apakah kau pernah mendengar hari penghakiman yang dinamakan sebagai Ragnarok?"
Ketika Zangetsu membawa topik tersebut, Anastasia hanya bisa diam karena ia sendiri tidak pernah mengetahui apa arti dari Ragnarok sebenarnya walaupun sudah membaca banyak sekali informasi dan sejarah.
"Aku tidak tahu..."
"Wajar sih, hanya mereka yang sudah hidup dalam dunia kuno pernah merasakan Ragnarok yang sudah berjalan selama dua kali, tetapi yang terakhir berhasil memutuskan sejarah tersebut."
"Ragnarok tidak pernah terulang ketika setiap lapisan sudah dibatasi dengan sesuatu yang begitu mutlak, tetapi hal tersebut akan tetap putus dan hancur jika Eldritch yang berada di singularitas pertama turun tangan."
"Eldritch yang menjaga singularitas pertama itu menjadi hakim dari seluruh lapisan yang ada..."
"...apakah kamu mengetahui alam semesta yang berada di luar lapisan Touriverse?" Tanya Zangetsu untuk memastikan sampai Anastasia hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.
"Wajar saja, sejak Ragnarok ketiga tidak pernah terjadi lagi... seluruh penghuni Touriverse kemungkinan tidak mengetahui lapisan tak terbatas yang membatasi mereka dengan lapisan di bawahnya."
"Anggap saja seperti ini, Anastasia." Zangetsu mulai memberikan gambaran kepada Anastasia sampai dirinya bisa melihat beberapa garis yang membatasi sesuatu.
Anastasia mulai memperhatikan gambaran yang diberikan oleh Zangetsu sampai dirinya bisa melihat tulisan di sebelah setiap lapisan itu dinamakan sebagai [Singularity of Nothingness].
"Di sebelah layer yang sudah aku gambar ini dipenuhi dengan singularitas yang tidak terikat dengan apapun, contoh yang mudah adalah ruang waktu..."
"...di dalamnya juga mengandung hierarki yang tidak terbatas atau susunan yang bertingkat-tingkat."
"Singularitas tentunya dibatasi dengan lapisan yang sulit untuk ditembus, bisa dibilang mustahil dan hanya orang tertentu yang berhasil masuk ke dalam hanya untuk merombak isinya."
"Di sebelah kita memiliki berbagai macam layer yang tidak terbatas, tetapi saat ini Touriverse berhasil menduduki layer paling atas secara berturut-turut."
"Karena Touriverse lah yang menerima banyak masalah, itu adalah alasan yang jelas bahwa layer yang diduduki oleh Touriverse bisa saja lepas dari hal yang dinamakan sebagai [Transcend]."
"Touriverse bisa saja menduduki sesuatu yang melihat semua layer hanya sekedar titik kecil... bisa saja dianggap fiksi juga." Penjelasan Zangetsu membuat Anastasia merasa kebingungan seketika.
"Setiap layer mengandung dunia fisik dan linear waktu tentunya, mengandung dimensi yang lebih tinggi juga dan melampaui wilayah apapun dan dimana pun..."
"...sama halnya dengan Touriverse, semuanya memiliki kesamaan tetapi yang membedakannya hanyalah lapisan itu sendiri menganggap lapisan yang di bawahnya hanya sekedar fiksi."
"Kedua layer utama yang menganggap semua itu hanya sekedar fiksi hanyalah Touriverse dan Kountraverse yang menetapkan kedudukan mereka di kedua layer utama ini."
__ADS_1
"Tetapi Touriverse tidak pernah mengetahui keberadaan Kountraverse yang dianggap tidak pernah ada, hampir mendekati sesuatu yang berkaitan dengan hal fiksi."
"Touriverse juga sudah berada dalam langkahan dekat untuk memuncak Transenden sampai menganggap apapun di bawahnya hanya sekedar fiksi dan benda yang tidak berguna sama sekali."
"Bisa dibilang hampir sama seperti kediaman diriku dan Ayahku, kami menanggapi kalian hanya sekedar entitas yang tidak akan pernah menginjak wilayah tak terbatas paling atas yang memegang segalanya."
"Terus apa yang membedakan layer yang berada di bawah Touriverse dan Kountraverse?" Tanya Anastasia.
"Sekuat apapun mereka... walaupun sudah melampaui tingkatan dimensi berbeda, mereka tidak bisa menyentuh seseorang yang menganggap diri mereka sebagai fiksi."
"Serangan yang mengabaikan konsep atau apapun itu... tetap tidak akan pernah bisa mempengaruhi penghuni layer paling atas karena semua serangan tersebut terasa tidak nyata sama sekali."
Penjelasan Zangetsu memberikan Anastasia leluasa lagi dan lagi sampai ia mengerti cara bekerja dunia yang memang tidak memiliki batasannya sama sekali, "Jika saja..."
"Jika saja Ayahku berhasil meraih kembali semua Holy Corpse itu maka dia dapat merombak dunia apapun, menulis kembali sejarah dan lainnya secara instan..."
"...dia pasti akan menciptakan sesuatu yang baru di luar nalar pikiran kita, itulah kenapa aku membutuhkan bantuan dirimu untuk membangkitkan kembali potensi dari Eldritch yang seharusnya menghakimi Touriverse dan Kountraverse..."
"...untuk menjalankan Ragnarok."
"Eldritch itu akan berevolusi setiap dirinya melihat atau merasakan kekacauan yang berada di dekatnya, akan lebih baik jika Touriverse terus terjatuh ke dalam kekacauan agar Eldritch itu bisa segera melakukan tugasnya."
"Itu artinya aku bisa menghapus konsep apapun...? Salah satunya adalah sihir untuk memberikan tantangan kepada penghuni Touriverse?" Tanya Anastasia.
Zangetsu berhasil menyerahkan tugas itu kepada Anastasia yang bersedia untuk melakukannya demi bisa melihat seluruh penghuni Touriverse kaget ketika mengetahui konsep sihir tidak pernah ada karena sudah di hapus oleh Eldritch tersebut.
Beberapa menit kemudian, Zangetsu kembali memunculkan keberadaan di sebelah Zenzaku yang sedang memperhatikan segala dunia, semua itu terlihat seperti titik kecil bagi dirinya.
Tetapi ia lebih fokus memperhatikan Touriverse dan Kountraverse, salah satunya adalah Korrina yang saat ini berkumpul kembali bersamaan para Dewa yang ia anjak dalam tugasnya untuk mencegah Ragnarok dan mengurusi masalah di Kountraverse.
"Jika Ragnarok benar-benar terjadi maka aku bisa menebak itu adalah langkah terbesar bagiku untuk memperoleh Holy Corpse yang lebih banyak lagi."
"Aku hanya perlu memperhatikan perbuatan apa saja yang akan diperbuat oleh mereka semua..."
"...tetapi setiap peraturan dan kemenangan dari Ragnarok dapat berubah berdasarkan pilihan dari Dewa penghakiman."
"Kita hanya perlu menandakan hiburan itu, bukannya terlihat sangat menyenangkan melihat semua bawahan itu merasakan kembali sejarah kelam Ragnarok?"
"Itu benar... dari sekarang aku hanya perlu beristirahat dengan memejamkan kedua mataku, di saat diriku bangun maka kemunculan Ragnarok sudah terlihat." Zenzaku memejamkan kedua matanya.
***
"Kau berhasil melakukannya?" Tanya Fuyuma.
"Ya, ternyata usaha yang kita lakukan untuk menghuni Kountraverse tidak buruk juga. Sejauh ini jalan untuk menginjak singularitas pertama berada di dalam lapisan ini." Jawab Korrina.
__ADS_1
"Untuk sekarang kita tidak perlu mengkhawatirkan Ragnarok, aku berhasil mencegahnya dengan menghentikan Eldritch yang memberikan kebebasan kepada segalanya."
"Kebebasan itu tidak ada lagi untuk mereka yang mengendalikan kita seperti pion catur!"
Korrina's POV
Setelah aku berhasil menghentikan Eldritch yang memberikan kebebasan itu, kami memutuskan untuk pulang kembali menuju Touriverse, tetapi gangguan telah datang.
Ya, gangguan itu berasal dari seorang Dewa yang sudah memegang Kountraverse itu sendiri. Sepertinya keberadaan kita berhasil diketahui oleh dirinya sampai ia mencoba untuk menghentikan kita yang melarikan diri.
Semuanya berjalan dengan lancar sesampai aku mengetahui sesuatu yang janggal... Ayahku sendiri mengkhianati diriku dan ibuku yang memasukkan kami kembali menuju lubang yang menyedot diri kami semua menuju lapisan itu lagi.
Lubang tersebut membawa kami menuju lapisan berbeda sampai kita menghabiskan waktu cukup lama karena berhasil menarik banyak sekali perhatian dari dewa yang berada dalam lapisan berbeda.
Aku mencoba untuk tidak turun tangan dengan membunuh mereka, tetapi tidak ada cara lain selain melawan dan membunuh mereka demi bisa pergi menuju lapisan Kountraverse kembali.
Karena katana yang aku gunakan membutuhkan waktu untuk pulih, kami terpaksa menghabiskan banyak waktu melewati berbagai macam lapisan sehingga kembali menduduki Kountraverse yang sudah dilapisi dengan Barrier terkuat oleh Dewa itu.
Awalnya aku mengira kita semua bisa segera pergi dari Kountraverse... tetapi sesuatu yang mengerikan benar-benar terjadi, ratusan tahun lamanya aku mencoba untuk mencegah tetapi hal tersebut masih terjadi.
Aku bisa merasakan seseorang mengubah konsep... mengubahnya dengan menghancurkannya dengan tambahan kebebasan yang diberikan kepada seluruh dunia tak terbatas sampai melampaui layer itu sendiri.
Apa yang aku lakukan tidak memberikan hasil jelas untuk menghentikan Ragnarok... karena...
Normal's POV
Korrina sudah menyentuh lapisan yang dapat membawa dirinya kembali menuju Touriverse tetapi tubuhnya menerima sebuah penarikan yang kuat di belakangnya, ia menoleh ke belakang lalu melihat semuanya berubah menjadi hitam.
"Ga-Gawat...!" Korrina memunculkan katananya lalu ia mencoba untuk menciptakan sebuah jalan keluar menggunakan senjata tersebut tetapi katana yang ia pegang menghilang seketika.
Tidak lama kemudian, alam sadar Korrina berpindah menuju sebuah wilayah yang belum pernah ia ketahui dan lihat sebelumnya sampai dirinya merasakan perasaan aneh ketika berada dalam ruangan yang begitu hitam itu.
Korrina mencoba untuk melihat jam tangannya lalu ia tidak bisa melihat waktu sama sekali, semuanya terasa begitu hampa seperti singularitas yang tidak memiliki apapun kecuali ketiadaan.
"Dimana ini...? Apa yang terjadi..."
"...dan apa yang telah diperbuat oleh seseorang yang seenaknya mengubah konsep itu." Korrina menyentuh wajahnya sendiri lalu ia bisa merasakan dirinya tidak terpengaruh dengan penghapusan konsep sihir itu.
Tetapi anehnya ia terbawa menuju wilayah yang tidak pernah dirinya ketahui sebelumnya, "Apakah benar-benar akan terjadi..."
"...apakah sejarah kelam memang tidak bisa diubah dan dihancurkan...?"
"Ragnarok akan terjadi...?"
__ADS_1