
"Setelah menerima serangan yang begitu besar dan mematikan, Shimatsu Rokuro telah selamat dari mautnya sendiri...!!! Kedua Legenda telah memasuki fase serius karena pakaian mereka telah robek!" Seru Jorgez keras.
Mendengar Rokuro mengakui Shuan nomor satu membuat dirinya merasa senang seketika, bertahun-tahun ia menunggu saingannya mengatakan sesuatu layak seperti itu.
Perkataan yang terkandung banyak makna positif, membuat Shuan bertambah semangat karena ia mendapatkan sebuah kehormatan dari Rokuro itu sendiri.
Shuan melesat ke arah Rokuro lalu ia melancarkan satu serangan tetapi Rokuro menghilang dan muncul tepat di belakangnya selagi mengumpulkan beberapa energi sihir yang akan ia lepas.
Rokuro melepaskan serangan sihir ke arah Shuan tetapi ia berhasil menghindarinya dengan terbang ke atas langit, Shuan langsung di sambut dengan satu pukulan dari Rokuro.
Ia berhasil menangkap tinju Rokuro tetapi lengan kanannya mulai terasa keram seketika karena kekuatan Rokuro mengalami peningkatan yang sama dengan dirinya berkat bantuan dari dosa keserakahannya itu.
Mereka melancarkan serangan yang sama, menciptakan dorongan dan tekanan di sekeliling arena sehingga Rokuro mulai melarikan diri ketika Shuan mencoba untuk melepaskan kekuatan yang sudah ia kumpulkan sejak awal.
"Aku tidak akan membiarkanmu kabur, sialan!" Shuan mulai mengejar Rokuro yang mencoba untuk menjaga jarak, secepatnya Rokuro melarikan diri hanya untuk menjaga jarak.
Wajahnya menerima satu pukulan dari Shuan sampai ia merasakan kerusakan yang begitu besar, darah mengalir deras melalui mulut dan hidungnya.
"Hahh... Grrgghhh...! Kecepatan ini... kekuatan ini... persis seperti yang ku bayangkan." Rokuro mencoba untuk melancarkan satu serangan sekarang tetapi Shuan bergerak maju melewati dirinya.
Rokuro mulai melarikan diri lebih jauh lagi, merasakan tekanan besar di dalam tubuh Shuan yang mencoba untuk menghentikan dirinya.
Rokuro sekarang mengetahui rahasia dari kemampuan Light of Hope, Shuan belum bisa menguasai sepenuhnya seperti Shira jadi ia membutuhkan waktu untuk menguasainya.
Rokuro hanya perlu menjaga jarak dan menyerang dirinya menggunakan serangan jarak jauh, mengulur waktu sampai sihir peningkatan Shuan habis, menyebabkan tubuhnya mengalami banyak kerusakan karena risiko itu.
Risiko dari sihir peningkatan yang ia gabungkan dengan wujud Golden Solar System, konsentrasi dan fokusnya harus kuat jika ia ingin menguasainya dan ternyata Shuan tidak dapat bertahan begitu lama.
"Sekarang, apa yang akan kau lakukan selanjutnya, Shuan? Kekuatan dan Lenergy mu itu mengalami penurunan drastis sekarang..." Rokuro muncul tepat di atas Shuan.
Melepaskan satu tendangan yang mengenai puncak kepalanya sampai ia terjatuh di atas tanah dengan sihir peningkatan Light of Hope yang sudah menghilang.
Tubuhnya langsung melepaskan asap emas untuk menghilang semua tekanan dan stres di pikiran serta tubuhnya itu, urat-uratnya terus berdenyut bahkan sampai membuat Shuan kesakitan.
Rokuro mendarat di atas tanah, melepaskan seluruh kekuatan dan Lenergy yang ia serap menggunakan tubuh dan tatonya, auranya sekarang mulai bertambah besar bahkan sampai mendorong Shuan ke belakang.
"Aku mendapatkan banyak kekuatan dan Lenergy berkat dirimu, aku sendiri sempat memunculkan Forest of Darkness di bawah arena itu untuk menyerap semua kekuatan yang kau lepaskan..."
__ADS_1
"...kekuatan yang kau miliki itu terus kau hamburkan ketika mencoba untuk menyerang diriku dan menggunakan kecepatanmu yang tidak bisa aku lihat dengan mudah." Rokuro mulai mengepalkan kedua tinjunya beberapa kali.
"Greed of Power... aku bisa merasakannya...!" Rokuro menghantam ke depan, Shuan bangkit lalu mengeluarkan Golden Earth untuk menciptakan pohon emas yang besar di hadapannya.
Shuan kembali bangkit kali ini, ia tersenyum serius karena berhasil menimbulkan beberapa kerusakan kepada Shuan, sudah saatnya untuk menggunakan kartu terakhirnya.
Shuan mengepalkan kedua tinjunya lalu ia mengerang keras, melepaskan dorongan yang begitu besar dan gravitasi di sekeliling arena mulai bertambah besar sampai menjatuhkan Rokuro.
"GRRRGGGHHHH...!!!" Kedua mata Shuan mulai memerah lalu memancarkan cahaya emas, tata Surya emas yang berputar di sekeliling lehernya mulai muncul tepat di belakang punggungnya.
Rambut Shuan mulai bertambah sedikit panjang dan warna dari keemasannya itu cukup silau bahkan seluruh orang mau tidak mau harus memperhatikan Rokuro karena mereka tidak ingin menanggung risiko dengan mengalami kebutaan permanen.
Shuan memejamkan kedua matanya lalu ia melebarkannya, menunjukkan kedua iris matanya yang begitu putih, kekuatan dan tekanan yang Rokuro tunggu sejak awal bahkan ia sekarang merasa tidak sabar untuk mencobanya.
Golden Solar System: Neutron Ascension!" Shuan berhasil mengaktifkan wujud itu lagi berkat bantuan dari Legend's Boost nya yang terus mendorong dirinya ke tingkatan yang lebih tinggi.
Shira tercengang ketika melihat putranya memiliki kekuatan dari Golden Neutron, sebuah kekuatan yang pernah ia lakukan tetapi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguasai dan mengontrolnya.
"Putraku Shuan... jadi ini hasil latihan yang kau lakukan dengan Minami? Kekuatan dari Golden Neutron, mengandung banyak tekanan dan kekuatan di dalamnya." Shira tersenyum serius.
Shuan mencoba untuk menyerang Rokuro tetapi kecepatan Rokuro sama setaranya dengan peningkatan dari Light of Hope sehingga Shuan menerima serangan lainnya dari Rokuro.
"Shuan, jangan bilang ini kekuatan yang kau gunakan ketika kau mengalahkan Oskadon, kemana tekanan Neutron yang aku rasakan tadi!?" Seru Rokuro.
"Proses... kau hanya perlu menunggu sampai proses itu selesai, hanya saja, sihir ini mungkin dapat membunuhmu jika kau tidak berhati-hati." Shuan tersenyum serius.
"Perkataan mu sama kuatnya dengan dulu, baiklah, Shuan, lanjutkan permainan yang akan kau tunjukkan kepadaku."
"Aku akan melanjutkan kemenangan berturut-turutku di turnamen ini..." Rokuro memunculkan sabitnya lalu memunculkan Mammon secara diam-diam untuk menghisap seluruh kekuatan Shuan yang terlepas di sekitar arena.
Mereka bergerak secara bersamaan dan saling bertukar serangan, setiap serangan mereka mulai saling beradu sekarang, menciptakan shockwave yang begitu besar di sekeliling arena bahkan sampai menyebabkan lokasi turnamen itu mulai bergetar.
Semua penonton bukannya takut terapi mereka bertambah semangat, semangat yang terbakar penuh api karena tidak sabar melihat pemenangan final yang kedua.
Rokuro menghantam wajah Shuan sampai ia terhempas ke belakang dan mengenai beberapa batu-batuan panas, kekuatan Rokuro jauh lebih unggul di bandingkan Shuan yang merasa tertekan dengan wujudnya itu.
"Ck...! Si sialan itu...!!! Apakah dia tidak akan memberikan diriku sebuah kesempatan untuk menunjukkan kekuatan dari Neutron!?" Ungkap Shuan sehingga ia melihat Rokuro melesat ke arah dirinya.
__ADS_1
Rokuro mulai mengayunkan sabitnya beberapa kali, diam-diam sabitnya menerapkan seluruh kekuatan dan Lenergy milik Shuan sedangkan Shuan mencoba untuk menahan semua serangan itu menggunakan cakar emasnya.
Pada akhirnya, Rokuro mengakhiri aduan serangan itu dengan menendang wajah Shuan lalu menusuk perutnya sampai ia terhempas ke belakang.
"Sebuah tusukan yang mengenai target...!!! Tepat sasaran!!!" Seru Jorgez keras, membuat Shira merasa khawatir tentang Shuan yang mengalami kesulitan.
Seharusnya Rokuro yang tertekan karena wujud itu tetapi Shuan sendiri yang merasakannya bahkan ia sampai mengalami sakit kepala karena terlalu konsentrasi dan mengalami stres di seluruh anggota tubuhnya.
Rokuro muncul di belakang Shuan lalu ia menghantam punggungnya menggunakan kenop dari sabitnya itu, Shuan menerima serangan itu dan ia langsung membalasnya dengan menendang wajah Rokuro sampai ia terhempas ke belakang.
"Tidak buruk... proses itu bergerak cukup cepat sekarang." Rokuro tersenyum serius melihat Shuan terlihat kesal bahkan ia sampai diam-diam menyatukan dua planet berwarna biru dan hitam di belakang punggungnya.
Tatapan Shuan bertambah tajam sekarang sehingga ia mengangkat kedua lengannya, mengeluarkan dua bola hitam dan biru lalu ia menghantamnya dengan cepat sampai mengejutkan Rokuro.
Tekanan, dorongan, kekuatan, semuanya bisa terasa ketika Shuan mengadukan kedua bola itu.
Menyebabkan tubuhnya memancarkan cahaya yang begitu besar sehingga ia aduan itu menciptakan bola emas yang sangat besar.
Shuan berada di dalam bola itu, mengeras keras dengan suara Beast yang menggema sampai membuat seluruh penonton segera menutup kedua telinga mereka.
"HARRRGGGGHHHH!!!" Rokuro langsung tertarik ke arah Shuan dan Shuan langsung menghantam wajahnya dengan kekuatan Neutronnya.
Mampu menyebabkan ledakan Supernova yang besar di sekitarnya, menyebabkan mata kanan Rokuro langsung bengkak, setengah dari kerangkanya juga langsung hancur ketika menerima serangan tersebut.
Rokuro terjatuh di atas arena dengan tatapan yang terlihat kesakitan, ia menggunakan kekuatan Greednya untuk memulihkan semua kerusakan yang ia rasakan, kali ini Rokuro bisa merasakannya.
Potensi dari Golden Neutron yang Shuan keluarkan tadi, sialnya ia terlambat dalam menggagalkan serangan tersebut.
Shira tersenyum serius karena ia sekarang melihat Shuan mulai serius dengan kekuatan Neutronnya itu.
"Bagaimana, Rokuro? Mari kita memulai ronde kedua!" Shuan tersenyum serius dengan rambut emasnya yang terus bergerak seperti terkena embusan angin.
"Ronde kedua...? Seharusnya semua ini sudah berada di fase ronde terakhir." Jawab Rokuro dengan tatapan kesal.
"Waktunya untuk mengetahui sebuah fakta, Rokuro...!!!"
"...akulah pemenangnya!!!"
__ADS_1