
Koizumi menghantam Beast di hadapannya lalu mengangkat tubuhnya yang begitu besar untuk dilempar menuju arah pasukan tinta yang mencoba untuk menyerang mereka dan meniru rupa mereka.
Hinoka menjentikkan jarinya untuk meledakkan tubuh Beast itu, ledakan tersebut cukup untuk menghancurkan pasukan di sekelilingnya sampai mereka berdua langsung berpisah ke arah yang berbeda.
Hinoka melesat maju ke depan lalu melancarkan beberapa serangan, setiap serangan yang mengenai targetnya langsung meledak sampai pukulan yang ia lakukan juga mengandung banyak ledakan yang begitu dahsyat.
Hinoka membakar tubuhnya dengan aura Crimson untuk menjaga dirinya sendiri dari tinta itu, ia langsung menyerang mereka dengan menerobos ke depan tanpa memberi sedikit ampunan.
"Aku akan berdansa dan melakukan performa baik sebagai idol di hadapan kalian~ bersiap ya~" Hinoka melompat ke atas lalu melempar berbagai macam ledakan.
Koizumi bisa merasakan tekanan dan dorongan besar di belakangnya karena Hinoka yang terus mengeluarkan sihir ledakan tanpa henti, melihatnya saja membuat dirinya muak karena terlalu berisik dan tentunya merugikan sekitar.
Hinoka menyerang dengan sangat agresif karena sudah lama sekali ia tidak menikmati pembantaian seperti ini, semua itu berkat Anastasia yang memberikan dirinya musik penuh penyemangat.
Hinoka menghantam daratan sampai meledakkan pasukan di hadapannya, setelah itu ia melompat ke atas lalu melempar beberapa rudal yang mampu menghancurkan daratan bersamaan dengan semua pasukan yang berada di sekitarnya.
"Ledakan adalah cinta...!!! Cinta adalah Hinoka...!!! Idol yang akan membangkitkan cinta di dalam hati kalian~" Hinoka tersenyum selagi menjulurkan lidahnya.
Koizumi di sisi lainnya terus menebas semua pasukan tinta itu tanpa ampun menggunakan belatinya, ekspresi yang ia pasang selama ini bosan karena jumlah mereka akan terus bertambah.
Mencoba untuk membantu Shinobu saja terus tertahan oleh sihir tinta itu, intinya ia hanya bisa menonton pertarungan Shinobu dari jauh dan membiarkan dirinya mengandalkan sejauh mana kekuatan yang ia latih.
Dengan menghentikan waktu, Koizumi memasukkan tangannya ke dalam tinta itu untuk menarik keluar prajurit yang berada di dalamnya lalu menjatuhkan dirinya untuk menusuk dadanya sampai mengeluarkan jantung di dalamnya.
Waktu kembali berjalan, Koizumi tertekan oleh ledakan yang terus terjadi di belakangnya. Entah kenapa Hinoka sekarang bertambah semakin kuat dan semangat hanya karena mendengar sebuah musik.
Koizumi hanya bisa tersenyum bangga karena dirinya sudah bisa di bilang layak dan kemungkinan akan menjadi saingannya, "Aku menantikannya..."
"...ketika kita sudah besar!" Koizumi terbang ke atas langit untuk menghindari serangan Beast di depannya, ia langsung berputar lalu terbang menuju daratan rendah untuk menendang kaki Beast itu.
Beast itu langsung terjatuh, Koizumi mencoba untuk menenangkan semua Beast yang mengamuk itu dengan menjatuhkan mereka menggunakan serangannya laku menyerang bagian kepala mereka agar pingsan dan beristirahat.
Jika seperti itu maka masalah tidak akan bercabang sampai menyebabkan risih bagi mereka semua, ia hanya perlu melindungi semua Neko Legenda itu dengan menggunakan pertahanan yang mengandung Greed agar tidak bisa di terobos.
Hinoka mulai meledakkan lebih banyak tubuh kesatria sampai sebagian dari pasukan kerajaan terpaksa mundur karena rasanya sekarang tidak cukup menguntungkan.
"Kita mundur...! Para pemberontak seperti mereka tidak bisa diremehkan dalam luar, walaupun kecil... mereka tetap saja seorang Legenda yang mendapatkan banyak latihan!" Peringat pemimpin pasukan yang melarikan diri.
Pasukan kesatria lainnya mencoba untuk melarikan diri tetapi tertangkap oleh sihir tinta yang mengubah mereka menjadi salah satu pasukan tinta untuk menyerang mereka satu per satu.
Semua pasukan tinta itu bergabung, menciptakan Kesatria yang lebih besar sampai ia langsung mengayunkan serangan menggunakan senjata yang berbentuk tongkat.
Serangan itu mengenai daratan sampai membelahnya menjadi dua, mengejutkan Koizumi dan Hinoka yang sedang sibuk mengurusi pasukan tinta itu.
Mereka mengalihkan pandangan kepada Kesatria tinta besar itu lalu memasang kuda-kuda bertarung, masalah yang lebih besar harus diutamakan sebelum bertambah besar.
"Serahkan kepadaku." Seru Hinoka, Koizumi hanya menurunkan kedua lengannya karena ia mengizinkan dirinya untuk mengurusi masalah yang tidak penting seperti itu.
__ADS_1
Hinoka melesat maju ke depan lalu meledakkan semua serangan tinta yang terarah kepada dirinya, ia melompat ke atas langit lalu melancarkan satu pukulan yang berhasil menghancurkan perisai Kesatria itu.
Ledakan itu mengenai tubuh Kesatria tersebut, Hinoka hanya bisa tersenyum lalu melesat ke depan selagi melakukan banyak tendangan yang mampu menyebabkan ledakan ketika mengenai sesuatu.
Hinoka menarik nafas dalam-dalam lalu mengepalkan tinju kanannya dan melepaskan sebuah ledakan ke depan sampai ia berbalik badan lalu melakukan pose dua jari damai dengan lidah yang ia julurkan.
"Te-he~"
Terjadi ledakan yang sangat dahsyat di belakangnya sendiri sampai ia mulai maju ke depan lalu mengurus pasukan lainnya bersama Koizumi yang menjauhi mereka semua dari para Beast.
Koizumi menarik keluar belatinya lalu mengangkatnya ke atas sampai mengumpulkan banyak sekali cairan tinta yang ia ubah menjadi sumber Lenergy.
Setelah itu, ia langsung memegang erat belatinya untuk melepaskan gelombang tebasan yang menjalar luas ke depan sampai menghancurkan tubuh mereka semua tanpa sisa.
Hinoka mendarat di belakang Koizumi lalu menjentikkan jarinya beberapa kali sehingga menyebabkan ledakan di sekelilingnya sampai banyak sekali asap-asap hitam menghalangi pandangan mereka.
"Kalau begitu... kita bantu Koneko saja?" Tanya Hinoka yang terlihat puas berdansa dengan mereka semua.
"Tidak... jangan keluar dari posisi ini terlebih dahulu." Peringat Koizumi yang mulai mengerutkan dahinya sendiri karena ia sempat merasakan pergerakan.
Asap hitam menipis, pemandangan yang saat ini mereka lihat cukup mengejutkan karena banyak sekali cairan tinta langsung membentuk zirah yang berupa diri mereka sendiri.
"Sudah aku duga..." Koizumi mengatakannya dengan senyuman serius karena apa yang ia tunggu akhirnya telah datang juga.
"Kau duga...!?"
Melihat tinta yang meniru wujud Konomi dan Ako sampai memiliki kemampuan yang sama persis, justru Koizumi ingin melawan dirinya sendiri demi bisa memperbaiki kelemahan yang ia miliki.
"Kau ini aneh sekali... tetapi, aku juga akan ikut!" Hinoka terlihat bersemangat kembali sampai ia melompat ke atas untuk melepaskan sihir ledakan lain.
***
Shinobu menghantam wajah Aerith sampai ia terpental ke belakang dan terjatuh, kali ini Shinobu dapat mengenai beberapa serangan kepada dirinya karena mendapatkan motivasi yang cukup dari Anastasia.
Aerith melepaskan lebih banyak Black Repulsor kepada dirinya tetapi Shinobu mulai melompati semua serangan tersebut selagi membidik dirinya dengan sebuah serangan laser melalui mata buatannya.
Ketika Shinobu mencoba untuk melarikan diri lagi, tubuhnya malah tertangkap oleh Aerith yang memperbesar tubuhnya sampai pelukan yang ia berikan kepada dirinya terasa menyakitkan sekarang.
"AAAGGGGHHHHH...!!!"
"Koneko!"
"Putri kecil...!"
"Kenapa kau melanjutkan hidup jika dunia memberi dirimu takdir yang buruk, Shinobu!? Tubuh kecil ini tidak akan bisa membawa dirimu menuju masa depan yang lebih jauh...!!!"
"Kamu juga ingin membantu semua orang bukan...? Kalau begitu kurangi beban mereka dan menyerahkan dirimu kepadaku agar kau dapat dicincang untuk menjadi penghasilan yang besar...!" Aerith mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"AAAAAHHHHHH...!!!"
"Sungguh mengecewakan, aku tidak menyangka kau sudah mati beberapa kali... jarang sekali aku melihat seorang Shiratori mati begitu cepat." Aerith melepas Shinobu yang sudah merasa lemas dan kelelahan.
"Koneko..." Anastasia memasang tatapan khawatir melihat Shinobu kesulitan bernafas karena tubuhnya terasa seperti remuk ketika menerima pelukan itu.
Ini pertama kalinya Aerith merasa bersalah dan malang kepada seseorang, di antara semua orang hanya Shinobu yang mampu membangkitkan rasa malang sampai ia ingin Lenergynya secepatnya kembali stabil.
"Neko Legenda memang tidak seperti penyihir atau Legenda biasa... durabilitas dan pertahanan kalian sangat lemah, seperti kucing yang di tendang langsung lemas."
"Kau seharusnya sadar bahwa durabilitas mu itu hampir sama seperti seekor semut yang tidak sengaja di injak!" Kata Aerith yang kali ini memasang tatapan serius melihat Shinobu terus melawan.
"Kalau begitu... aku akan mengendalikan lebih banyak Beast lalu melepas mereka semua menuju planet dan kerajaan yang berbeda." Aerith mengeluarkan tongkat sihirnya.
"Jangan...!" Shinobu mencoba untuk menyerang tetapi Aerith langsung menendang dirinya sampai menabrak pohon di sebelahnya.
Aerith mencoba untuk menggambar karya baru yaitu Beast Neko Legend di dalam kanvasnya tetapi wajahnya menerima satu hantaman dari gitar yang di ayunkan langsung oleh Anastasia.
"Sudah cukup, Aerith...! Apa yang kau lakukan menyebabkan kerugian sebesar itu!?" Tanya Anastasia yang memutuskan untuk membantu Shinobu.
"Kakak! Kau mempermalukan diriku...! Bukannya kekacauan yang selalu kau ingin incar tetapi kenapa kau menghentikan diriku dan menyelamatkan dirinya!?"
"Dia tidak bersalah... aku tidak memiliki urusan dendam atau benci kepada Shinobu Koneko bersamaan dengan seluruh bangsa Neko Legenda!"
"Tindakan dirimu sangat berbeda tetapi sangat membantuku juga, itulah kenapa aku ingin menghentikan dirimu demi bisa menimpa posisiku semula!"
"Ahn~ dasar kakak bodoh~ ternyata kamu memang sama seperti penyihir lain ya... ideal yang tidak jelas, lihat dong aku! Aku ingin membeli alam semesta demi memasukkan banyak karya seni yang indah!!!"
Anastasia memutar tongkat sihirnya lalu melepas banyak sekali nota lagu ke arah dirinya tetapi Aerith berhasil menghantamnya berkat zirah yang meniru rupa Shinobu sampai ia memiliki kekuatan dan kecepatan yang sama dengannya.
Aerith menunjuk perut Anastasia lalu melepaskan Black Repulsor yang mampu melukai dirinya sampai mulutnya mengeluarkan banyak darah serta perutnya juga meninggal luka lubang yang menunjukkan dagingnya.
"Kak Anastasia...!!!" Shinobu melebarkan matanya ketika melihat Anastasia terdorong ke belakang sampai terjatuh dengan kondisi melemah karena menerima serangan dari jarak dekat.
"Shinobu Koneko, aku tidak menyangka kau akan mempercayai penyihir bodoh sepertinya. Tidak yang harus kau percayai dari penyihir seperti kami...!" Aerith mulai menunjuk Anastasia.
Shinobu mengejutkan dahinya kesal selagi merapatkan giginya, ia mulai menggambar Beast Neko Legenda di dalam kanvas tersebut dengan cepat sampai cairan tinta berhasil menangkap semua itu.
Mampu juga untuk menghancurkan sihir pertahanan Koizumi yang tertekan oleh semua pasukan berupa dirinya, ia akan terus melawan demi bisa memperbaiki kelemahannya karena sekarang ia percaya Shinobu sepenuhnya bahwa dia dapat menyelesaikan masalah itu sendiri.
Shinobu mencoba untuk menyerang lagi tetapi wajahnya menerima satu tendangan yang menjatuhkan dirinya, di tambah lagi tubuhnya menerima satu hantaman dari kanvas yang langsing hancur.
"Nrggghhh...!"
"Aku akan menikmati pandangan polosmu..." Aerith menjilat bibirnya sendiri lalu memunculkan gumpalan tinta yang besar melalui tapak tangannya untuk membunuh Anastasia.
"...yang akan berubah menjadi pandangan penuh dengan keputusasaan ketika melihat bangsa dan semua yang kau kenal mati..."
__ADS_1
"...Shinobu Koneko!"