Yuusuatouri: A New Life Being A Legend

Yuusuatouri: A New Life Being A Legend
Chapter 230 - Shiratori Fight


__ADS_3

Shira dan Shinra melayangkan satu pukulan yang mengenai wajah mereka masing-masing, mereka terlempar ke belakang... secara bersamaan sihir cahaya mereka lepaskan melalui tubuh dan lengan mereka hingga cahaya itu tidak mampu melukai mereka masing-masing, Shira terbang ke atas untuk mencari informasi tentang kekuatan Shinra...


...sesuatu yang aneh dan ia bisa merasakan-nya, cahaya yang tertera di dalam diri-nya terus menurun drastis ketika mendekat dengan Shinra, tetapi ketika ia menjaga jarak dan menjauh dari Shinra... cahaya-nya menurun dengan lambat hingga ia dapat mengembalikan semua cahaya itu, sepertinya dia benar-benar sama seperti dirinya.


Yang membedakan-nya hanya Shinra dapat menyerap cahaya apapun tanpa henti hingga cahaya Shira bisa terserap sampai habis, Shira masih belum menyempurnakan kemampuan seperti itu karena kemampuan-nya lebih mementingkan dan berdasarkan kepada kekuatan murni itu sendiri, merasakan cahaya atau melihat cahaya saja sudah membuat kekuatan-nya meningkat cukup drastis.


Hanya saja Shira khawatir bahwa Lenergy dan tenaga-nya menurun drastis karena cahaya yang ada di dalam diri-nya terserap terus oleh Shinra. Jika Shinra dapat melakukan kemampuan seperti itu maka Shira hanya harus bisa melakukan sesuatu yang belum pernah Shinra ketahui, ia mengamuk dan melepaskan aura yang berjumlah besar di sekitar-nya.


Shinra yang hampir saja melayangkan satu pukulan ke arah Shira tiba-tiba terlempar ke belakang, kedua mata-nya terkena sinar biru Shira yang sangat menyilaukan, entah kenapa kemampuan menyerap cahaya-nya tidak bisa menyerap cahaya satu itu tetapi kedua mata-nya terasa seperti bakar.


Beberapa matahari mulai muncul di sekitarnya, tujuan dari kemunculan matahari itu hanya untuk menciptakan tenaga dan kekuatan Shira menjadi tidak terbatas, walaupun Shinra menyerap semua itu... Shira masih bisa merasakan kekuatan dan tenaga yang melonjak besar di dalam diri-nya.


Shinra muncul di hadapan Shira lalu ia melayangkan beberapa pukulan ke arah-nya, untungnya Shira berhasil menghindari semua serangan itu bahkan setiap serangan milik Shinra sempat menembus tubuh Shira, seolah-olah Shinra seperti memukul sebuah cahaya... ia mampu menggunakan cahaya untuk menciptakan diri-nya yang palsu, ia muncul di belakang Shinra dengan cepat.


Mereka berdua mulai memegang telapak tangan secara bersamaan, serangan menggunakan tangan seperti-nya tidak bisa karena tertahan oleh tangan mereka masing-masing jadi mereka mulai mengadu lutut mereka berkali-kali, menciptakan gelombang shockwave dan dorongan di sekitar wilayah tersebut.


Mereka menatap satu sama lain dan terus menggerakkan lutut mereka dengan cepat hingga ujung dari lutut mereka mengenai satu sama lain tanpa henti, setelah itu mereka memiliki pikiran yang sama untuk menggunakan dahi mereka... Shira menggerakkan kepala-nya ke arah Shinra untuk menghantam wajah-nya dengan dahi-nya sendiri dan tiba-tiba Shinra melakukan yang sama hingga dahi mereka saling beradu.


Satu hantaman dahi mereka mampu menyebabkan mereka berdua terdorong ke belakang, dahi mereka terluka hingga darah mengalir keluar dari luka itu... Shinra dan Shira menatap satu sama lain dengan ekspresi yang terlihat serius, Shira tersenyum serius hingga Shinra yang awal-nya terlihat kesal mulai membalas senyuman tersebut dengan senyuman jahat.


Mereka melepaskan cahaya yang ada di dalam diri mereka secara bersamaan lalu melanjutkan pertarungan di atas udara dengan melayangkan beberapa serangan, serangan mereka tidak mampu mengenai sasaran mereka tetapi serangan yang terakhir berakhir cukup mengejutkan karena wajah mereka terkena tinju secara bersamaan.


"Grrrgghhh...!!! Haaggghhh!!!" Shinra mulai menjadi agresif dan ia melayangkan beberapa pukulan yang mengenai perut Shira, setiap pukulan yang mengenai perut-nya mampu memunculkan aura emas yang menyelimuti tubuh Shinra, aura itu memberi Shinra kekuatan agar setiap serangan yang mengenai Shira dapat memberi diri-nya kesakitan.


"Aggh...! Aghh...!!!" Shira tidak bisa melakukan apapun karena Shinra saat ini terus menyerang-nya tanpa henti hingga Shira tidak bisa melakukan serangan balik.

__ADS_1


Shinra mengakhiri serangan kombinasi-nya dengan menendang leher Shira menggunakan lutut-nya lalu ia menendang perut Shira dengan lutut yang satu-nya hingga Shira memuntahkan darah segar, setelah tendangan itu Shinra masih belum selesai karena ia menghantam leher bagian belakang Shira menggunakan sikut-nya.


"Accckkk...!!!"


***


"Hebat... Hebat...! Ini yang aku tunggu...!!! Eksperimen telah dimulai ketika mereka berdua saling bertarung...!!!" Komi tertawa terbahak-bahak ketika melihat Shinra dan Shira saling bertarung, ia melihat mereka dari atas udara sambil terus tertawa tanpa henti.


"Setiap pertarungan yang mereka lakukan... tidak mungkin pertarungan ini akan berakhir secepat mungkin, terlihat dua cahaya yang sama tetapi memiliki kekuatan dan kemampuan-nya tersendiri... pertarungan yang berjalan setara, ini yang aku tunggu-tunggu...!!!" Komi menyentuh kedua pipi-nya sambil menggoyangkan pinggul-nya.


"Uhhhmm~ Tahanlah hasrat nafsu bertarung-ku~~~" 


Okaho menatap bola kristal itu dengan ekspresi yang terkejut karena mereka berdua memiliki kemampuan tersendiri dalam mengubah pertarungan itu, terkadang Shinra yang berada tingkat lebih atas dari Shira dan Shira sendiri terkadang berada di tingkat lebih atas dari Shinra, itu artinya pertarungan ini tidak akan pernah bisa berakhir jika Shira tidak mencari tahu cara untuk bisa menang.


"Ini buruk... Pertarungan mereka sudah bisa aku rasakan dari sini... walaupun jauh, mereka dapat berpotensi untuk menghancurkan planet Legenia..." Okaho menggigit jempol-nya sambil memantau pertarungan tersebut.


"Kena kau...!" Shira mengepalkan tinju kanan-nya lalu ia mencoba untuk melayangkan satu pukulan dahsyat ke arah wajah Shinra tetapi ia berhasil menghilang dengan berubah menjadi cahaya matahari.


"Ahh...!?" Shira melirik ke belakang dan ia telat untuk bereaksi karena Shinra menyentuh perut-nya menggunakan kedua telapak tangan-nya yang bersinar, ia melepaskan gelombang cahaya yang sangat besar hingga Shira terlempar ribuan meter ke belakang lalu mengenai daratan dan menciptakan lubang yang besar.


Shinra melayang di atas udara lalu menatap lubang itu dengan ekspresi yang terlihat serius, "Apakah kau masih bingung dengan perbedaan kekuatan kita...? Walaupun kau dapat merasakan cahaya dan mengubah-nya menjadi cahaya, kau hanya memiliki kekuatan terbatas... waktu adalah kelemahan-mu sedangkan aku bisa menyerap cahaya dan mengubah-nya menjadi sumber kekuatan."


"Itu terdengar sama saja...!!! Megura Flash...!!!" Shira meluncurkan gelombang emas ke arah Shinra dan Shinra membalas-nya dengan meluncurkan Shiromura Eclipse.


Kedua gelombang itu mulai saling beradu, menciptakan lingkaran emas besar seperti matahari di tengah-tengah gelombang yang teradu itu. Shinra dan Shira menambahkan kekuatan mereka untuk bisa mendorong gelombang lawan mereka, ia perlahan-lahan melayang keluar dari lubang untuk mendorong gelombang-nya agar bisa menang melawan Shinra.

__ADS_1


Shinra mulai terpojok dan tidak bisa melakukan apapun karena konsentrasi-nya terbelah, ia tidak bisa menyerap cahaya ketika sedang memindahkan kekuatan kepada gelombang-nya itu, berbeda dengan Shira... semua cahaya dan kehangatan yang ia rasakan dapat berubah menjadi kekuatan dengan sendiri-nya hingga memiliki kekuatan dan tenaga lebih untuk mendorong gelombang-nya.


"C-Ck..." Shinra merapatkan gigi-nya ketika melihat gelombang mulai mundur hingga ia bisa melihat gelombang sihir Shira bertambah besar dan berubah menjadi cahaya berwarna putih.


"Kau tidak akan bisa menang...!!! Aku adalah yang tertua...!!!" Shinra mengerahkan seluruh kekuatan-nya agar gelombang-nya bisa bertambah besar hingga mendorong kembali gelombang sihir milik Shira mundur.


"B-Bodoh...!!!" Shira menciptakan matahari di belakang-nya hingga matahari itu memberi Shira kekuatan lebih untuk bisa mendorong gelombang-nya kembali, Shinra melebarkan mata-nya tetapi ia tidak menyerang karena kedua lengan-nya terus menyalurkan banyak kekuatan untuk bisa mendorong kembali gelombang milik Shira.


Beberapa urat menonjol keluar dari kedua lengan-nya karena ia mencoba sekuat mungkin untuk mendorong-nya dengan kekuatan dan tenaga tersisa yang ada di dalam diri-nya, pada akhir-nya kedua gelombang itu bertambah besar hingga menciptakan petir yang menyambar kemana-mana.


Hasil-nya kedua gelombang itu menciptakan ledakan yang besar hingga melempar Shira dan Shinra ke belakang dan berakhir melukai mereka berdua, baju mereka terbakar habis hingga terdapat luka bakar di tubuh mereka masing-masing. 


Shira berakhir di dalam lubang yang cukup dalam, ia membuka kedua mata-nya dan melihat beberapa darah yang keluar melalui mulut-nya sendiri. Pertarungan ini benar-benar berbeda dengan yang Shira bayangkan karena cahaya yang dimiliki oleh Shinra mampu melukai diri-nya, tubuh-nya seharusnya sudah terbiasa dengan segala cahaya yang ada.


"Aku tidak menyangka-nya... apa yang aku harapkan...? Dia kakak-ku dan aku yakin dia memiliki sihir cahaya yang berbeda, apakah dia sudah mengetahui diri-ku yang menggunakan cahaya suci tipe Sacred....?" Shira menatap ke atas dan tiba-tiba melihat Shinra yang meraih lengan kanan Shira lalu menarik-nya keluar.


Shira menatap wajah Shinra yang tersenyum serius, "Kakak...?" 


"Hehh..." Shinra melempar Shira ke belakang hingga ia mengenai gunung yang besar, Shinra tertawa kecil ketika melihat adik-nya sendiri yang benar-benar lemah dibandingkan dengan yang ia bayangkan.


"Flame Light... Unleash..." Shinra mengepalkan tinju kanan-nya yang terbakar dengan api cahaya, Shira melebarkan kedua mata-nya hingga sebuah rantai muncul lalu mengikat leher-nya cukup ketat. Rantai lain-nya muncul dan mengikat kedua lengan-nya lalu kedua kaki-nya agar Shira tidak bisa bergerak.


"Uccckkk...!!! T-Ternyata... kau juga dapat mencampurkan sihir dengan cahaya-mu sendiri...? Itulah kenapa aku bisa merasakan kesakitan dan kepanasan ketika menyentuh cahaya-mu itu..." Shira menatap Shinra dengan ekspresi yang lemas karena seluruh cahaya yang terdapat di dalam tubuh-nya terserap oleh rantai-rantai yang mengikatnya.


Shinra muncul di hadapan-nya lalu ia tersenyum, "Ada apa...? Apakah kau baru menyadari-nya sekarang? Aku kira Shiratori Shira yang berasal dari dimensi asli akan jauh lebih kuat dan mengerti tentang potensi cahaya yang lebih jauh..."

__ADS_1


"Sial..."


__ADS_2