
"Hahahahaha...!!! Hahahahahahaha!!! HAAHAAHAA!!!" Komi tertawa terbahak-bahak ketika melihat pertarung Hirato melawan Shira dan Shinra, seperti-nya ia berhasil menciptakan Legenda yang sangat sempurna berkat DNA dari mereka berdua ditambah dengan DNA yang dia miliki dan Alvin miliki.
Pertarungan yang Komi lihat kali ini terlihat cukup mengecewakan karena Shira dan Shinra berhasil bekerja sama hingga melakukan serangan kombinasi yang mampu membuat Hirato kebingungan, pergerakan mereka berdua yang sama dengan kecepatan yang meningkat cukup drastis membuat Hirato tidak bisa mengikuti pergerakan mereka bahkan mencoba untuk mengeluarkan sihir tidak berguna karena sihir itu akan terbang kembali kepada diri-nya sendiri.
Karena kecepatan mereka yang sama dan kasat mata, Hirato tiba-tiba diserang oleh Shira dan Shinra secara bergiliran hingga Hirato tidak bisa bergerak atau melakukan apapun ketika mereka mulai menyerang. Komi menyilangkan kedua lengan-nya lalu ai pergi menghampiri buku sihir Necromancer yang saat ini terbuka lebar dan mengeluarkan banyak sekali aura berwarna hijau kehitaman.
"Masih belum sepertinya... Uhhmm~ Aku merasakan kekuatan yang besar di dalam sana!!! Hyahhh~ Aku sudah tidak sabar...!!! Sebentar lagi...!!! Sebentar lagi Touri akan berada di genggaman-ku!!!" Komi tertawa terbahak-bahak lalu ia menyalurkan lebih banyak kekuatan lagi kepada buku tersebut, ia tidak ingin menggunakan Grimoire of Oath karena buku sihir itu sudah Komi berikan kepada Zoiru.
Itu artinya Zoiru sekarang memiliki dua buku sihir yang sama yaitu Grimoire of Oath, tujuan Komi memberikan buku itu kepada diri-nya karena ia tahu bahwa dimensi asli belum pernah diancam oleh ras Oather seperti Zoiru, jadi lebih baik untuk membantu-nya terlebih dahulu... Zoiru sendiri tidak tertarik untuk menyerang atau membuat sebuah konflik, ia lebih memilih untuk menciptakan banyak pasukan dengan menghamili semua wanita yang ada di dimensi Oather.
"Aku bisa merasakan...!!! Sebentar lagi adalah kebangkitan...!!!" Kedua mata Komi memancarkan cahaya merah, setelah itu ia segera menusuk jari-jari-nya agar darah-nya bisa keluar, ia menggunakan darah itu untuk menggambar beberapa simbol... hampir sama seperti ritual tetapi jauh lebih menyulitkan karena ritual ini memiliki kesempatan besar untuk gagal.
Setelah semua simbol darah itu ia gambar, Komi langsung membakar-nya dengan api Sacred hingga buku sihir itu mulai mengeluarkan banyak sekali aura kegelapan yang masuk ke dalam api-api itu, sekarang Komi hanya memerlukan sebuah tumbal... untungnya dia sudah menculik semua ras yang ia temui. Komi membawa semua sandera-nya lalu ia melemparnya ke dalam simbol itu hingga mereka semua menjerit karena tubuh mereka terbakar dengan api suci.
"Mama!!!" Seru Haruka keras, Komi langsung tersenyum ketika mendengar seorang gadis yang dulu-nya sangat ia cintai. Komi melirik ke belakang dan melihat Haruka yang seperti-nya tidak sendirian karena saat ini dia sedang bersama Okaho, "Wah-wah... pesta masih belum dimulai loh, kenapa kalian sudah datang di saat-saat seperti ini?"
"Aku mengetahui tujuan-mu...!!! Hentikan, hentikan sekarang juga, Mama!!! Apa yang kau lakukan hanya akan membuat Touri menjadi lebih rusak...!!! Bukan-nya tujuan pertama-mu itu untuk menghilang semua ancaman itu!? Tetapi kenapa kau membuat semua ancaman ini...!!! Ancaman yang sudah tidak bisa dibilang wajar!!!" Kata Haruka sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal.
"Uwaahhh~ Atas kewajiban apa kamu melarang-ku? Tujuan pertama-ku itu, tetapi... apakah kau sadar siapa diriku? Aku adalah dewi segala-nya...!!! Aku akan melakukan apapun yang aku mau tanpa harus dihentikan oleh siapapun...!!!" Komi tersenyum jahat lalu ia melepaskan ilusi yang berjumlah jutaan tetapi semua ilusi itu langsung hilang ketika Okaho menjentikkan jari-nya.
"Sayang sekali ya, Mama... kau memang sudah melampaui batas kewajaran, kami sudah memberikan diri-mu beberapa kesempatan untuk kau bisa sadar dari kegilaan yang kau buat ini, aku tidak memiliki pilihan lain selain melawan-mu!" Okaho maju selangkah lalu ia melakukan kuda-kuda bertarungnya.
__ADS_1
"Hentikan, Okaho... jangan kau menyerang dulu..." Kata Haruka.
Komi langsung menunjukkan ekspresi kesal, kedua mata-nya dipenuhi dengan amarah karena ia sudah muak mendengar Haruka yang selalu saja mengatakan itu beberapa kali, kenapa ia tidak mau menghabisi diri-nya saja? Komi sudah pasti tidak akan sadar dengan ucapan Haruka karena ia sudah tidak mau lagi mempercayai seseorang yang sudah sangat ia percayai sebelum-nya.
Komi melesat menuju arah Haruka dan Haruka langsung melebarkan mata-nya, "Sudah...!!! Aku tidak ingin lagi mendengar omong kosong-mu lagi, Haruka...!!! Sudah saatnya aku membunuh kalian berdua sekaligus!!!!!!" Seru Komi keras hingga ia melayangkan sebuah pukulan yang ditahan langsung oleh Okaho.
Baaammm...!!!
"Kakak...!!! Hancurkan buku sihir itu!!!" Seru Okaho keras, "Lakukan...!!! Lakukan demi masa depan...!!!" Okaho menyerang Komi balik dengan melayangkan beberapa pukulan, Komi memegang kepala Okaho lalu ia menghantam wajah-nya menggunakan lutut-nya sehingga ia terlempar ke belakang, Haruka hanya diam saja karena... ketika ia mendekati ritual itu, ia langsung terlempar ke belakang.
"Percuma saja...!!! Kau ingin menghancurkan buku sihir itu!? Pikirkan kembali dengan apa yang terjadi kepada Korrina Comi!!!" Komi tersenyum lebar hingga membuat Haruka dan Okaho melebarkan kedua mata-nya, buku sihir apapun itu... akan sangat sulit untuk menghentikan-nya dengan cara apapun, satu-satunya cara itu cukup beresiko karena mereka harus mengambil buku sihir itu.
"Grrgghhh!!! Counter-Reality!!!" Okaho menggunakan sihir realita-nya untuk menghentikan buku sihir itu, tetapi buku sihir itu tiba-tiba mengeluarkan sebuah tangan yang terbuat dari kegelapan lalu tangan itu menghantam tubuh Okaho sehingga ia terdorong ke belakang.
"Aku mohon, Mama!!! Hentikan semua ini!!! Aku mohon!!!" Seru Haruka keras, "Tutup mulut...!!! Aku tidak ingin lagi mendengar perkataan apapun yang keluar dari mulut-mu itu...!!!" Komi melepaskan dorongan yang sangat besar hingga mereka berdua terlempar ke belakang.
"Kakak... ayolah, kita tidak memiliki pilihan lain selain bertarung...! Kita masih bisa mengubah masa depan jika kita melawan Komi dan menghentikan-nya...!!!" Kata Okaho.
"... ..." Haruka hanya diam lalu ia tiba-tiba menghentikan waktu untuk menyerang Komi, Okaho langsung tersenyum serius, "Itu yang aku tunggu-tunggu, kakak! Mari kita menyerang-nya bersama-sama!!! Dengan kekuatan kita bersama, aku yakin kita bisa mengalahkan Mama...!!!"
***
__ADS_1
Tinju kanan Shira diselimuti dengan cahaya, setelah itu ia langsung menghantam wajah Hirato sehingga ia terlempar ke belakang, Shinra menyambut Hirato dengan meluncurkan satu matahari yang mengenai tubuh-nya lalu membawanya lebih jauh lagi ke belakang.
"Shira..." Shinra menatap Shira lalu Shira mengangguk dan terbang jauh meninggalkan planet itu, ia mengerahkan seluruh kecepatan-nya untuk pergi ke sebuah tempat yang sangat jauh bahkan ia sendiri sekarang sudah melewati perbatasan Touri.
"Inilah kekuatan kami...!!! Adik dan kakak!!!" Seru Shira keras hingga tubuh-nya dibungkus dengan cahaya putih yang sangat menyilaukan, ia terbang dengan kecepatan penuh menuju arah Hirato. Hirato bangkit lalu menatap Shinra yang sedang tersenyum sambil menunjuk ke atas beberapa kali.
"Hmm...?" Hirato melirik ke atas dan tiba-tiba ia disambut dengan satu tendangan dahsyat dari Shira, tendangan itu mengenai tengkuk-nya hingga seluruh tulang yang ada di dalam-nya langsung hancur dan juga terdengar suara yang sangat keras ketika tendangan itu mengenai tengkuk-nya sendiri.
Baaammmmm...!!!
Hirato mengenai daratan dan menciptakan ledakan yang besar ketika menerima tendangan itu, Shira langsung muncul di sebelah Shinra dengan senyuman serius di wajah-nya. Mereka berdua langsung menatap satu sama lain dan melakukan sebuah [high-five], "Itu tadi berjalan cukup baik...!"
"Aku tidak menyangka kerja sama akan memberi kita hasil yang sangat memuaskan!" Shinra tersenyum serius.
"Shira...!!! Shinra...!!!" Seru Hirato keras sehingga ia muncul di hadapan mereka berdua dengan aura emas dan merah yang bercampur menjadi satu, Shira dan Shinra melebarkan mata mereka melihat Hirato yang masih hidup... ia bangkit dan pulih dengan kekuatan yang jauh lebih kuat dari sebelum-nya.
"Grrrgghhhh...!!!! Haarrrrrgggghhhhhhhhh!!!!" Hirato tiba-tiba berubah menjadi wujud yang berbeda sehingga tubuh-nya langsung terbungkus dengan aura yang berbeda, Shira dan Shinra tidak bisa menggerakkan tubuh mereka masing-masing ketika merasakan tekanan besar yang dikeluarkan oleh Hirato, aura yang sangat kuat dan banyak menyengat.
"A-Apa yang dia coba lakukan...?!" Shira tidak bisa merasakan batasan kekuatan Hirato yang meningkat cukup tinggi, "Hahahahaha...!!! Hahahahahahaha!!!" Tawaan Hirato mampu membuat planet itu berguncang dahsyat hingga menyebabkan planet itu terbelah menjadi dua bagian serta menggetarkan semesta Touri sendiri dan menarik banyak perhatian dari seluruh penghuni yang tinggal di semesta itu.
Hirato melepaskan dorongan besar di sekitar-nya hingga Shira dan Shinra terdorong ke belakang lalu menyaksikan sesuatu yang mengerikan, "Perkenalkan... wujud kesempurnaan... wujud segala-nya... aku adalah Legenda sempurna yang lahir dan siap untuk menghancurkan apapun atas perintah pencipta-ku...!"
__ADS_1
"...Legendary Accumulation Limit Breaker Light X Hirato!" Hirato berhasil menggabungkan ketiga wujud terkuat milik Shinra, Shira, dan Alvin menjadi satu. Menciptakan tekanan yang sangat besar dan mengerikan, tubuh Shira dan Shinra langsung bergetar ketika merasakan-nya.
"T-T-Tidak mungkin...!"