
Satori hanya bisa memasang tatapan serius selagi melihat Shira yang telah mengetahui siapa dirinya sebenarnya, pikiran Shira langsung dipenuhi ingatan terakhir tentang orang itu sendiri.
Satori menendang perut Shira yang lengah sampai ia terdorong ke belakang, setelah itu dirinya mulai terbang ke luar angkasa untuk melarikan diri dari Shira karena ia telah mengetahui identitasnya.
"Oi!!! Tunggu...!!!" Shira melesat ke atas untuk mengejar Satori yang melarikan diri sehingga suasana terasa begitu canggung bagi mereka.
Diablo sendiri bahkan sampai tertawa melihat Satori telah tertangkap basah oleh Shira, Arata dan Haruki saat ini tetap fokus mengalahkan Diablo agar tidak ada ancaman lagi untuk kerajaan Ghisaru.
"Itu adalah deklarasi kemenangan kalian." Kata Diablo.
***
"Tunggu...!" Shira terus mengejar Satori yang memiliki kecepatan mampu melebihi Shira karena dirinya telah menunjukkan kekuatan asli yang sebenarnya.
"Apakah itu benar-benar kau...? B-bagaimana bisa...?"
Satori tidak menjawab sama sekali, Shira mengerutkan dahinya lalu ia mencoba untuk muncul di hadapannya tetapi Satori melakukan perpindahan lebih cepat sampai ia melewati dirinya lagi.
"Aku sungguh terkesan... aku tidak menyangka Legenda yang dulu anggap lemah, pengecut, dan cengeng dapat menyempurnakan Golden Spirit sampai menginjak Golden Spiritual." Satori mulai berbicara.
"Apa yang kau lakukan di sini...!? Kenapa kau menghindari diriku!? Kenapa kau selalu seperti ini sejak awal dimana kalian menyingkirkan diriku...!!!" Seru Shira keras.
"Aku sudah tidak perlu mengikuti atau melawan dirimu lagi... dengan Golden Spiritual yang mengenai tubuhku tadi, aku dapat menyelesaikan sesuatu tanpa pengendalian Holy Corpse---"
"Aku tidak peduli...!!! Setidaknya...!!! Biarkan aku berbicara denganmu, brengsek...!!!"
"Aku memiliki banyak pertanyaan untuk dirimu, sialan...!!!" Shira mulai meneteskannya banyak air mata karena Satori terus menghindari dirinya.
"Berikan aku pertanyaan itu nanti... tapi aku sendiri yakin kau tidak akan percaya dan mendengar semua kebenaran itu."
"Sekarang kau melarikan diri lagi seperti itu!? Setelah kau anggap aku lemah dan tidak berdaya...!?"
"Sekarang aku sudah sekuat apapun yang kau bayangkan tetapi kau masih melarikan diri...!?"
"Kau tidak memiliki keberanian apapun untuk memberitahu kebenaran itu...!!!"
"Aku sudah mengetahui semua kebenaran tentang dirimu ketika melaksanakan latihan di kuil cahaya...!"
"Aku menyingkirkan diriku sejak itu demi pilihan yang aku inginkan... untuk pertama kalinya, aku memilih untuk melindungi dan berpihak sesuai hatiku sendiri." Satori mulai berbicara.
"Memindahkan dirimu yang lemah dan tak berdaya sampai kau lahir tanpa bakat apapun kecuali cahaya yang hanya menerangi ruangan gelap walaupun terbatas seperti senter..."
"Pilihan itu adalah satu-satunya hal yang tidak pernah membuat diriku menyesal atau menderita karena aku dapat melihatnya dengan jelas sekarang... semuanya masih berjalan dengan seimbang..."
"Hanya saja... kebenaran yang aku simpan tidak dapat kau terima begitu saja, Shira. Aku tidak ingin kau tahu..."
"Aku sudah hidup lamanya di dunia ini dengan penuh masalah muncul yang tidak pernah ada akhirnya...!!!"
"Semakin lama... banyak sekali masalah yang tidak dapat aku tangani sendiri...!!! Semua di bayar dengan nyawa dari kedua anak yang selalu aku sayangi...!!!"
"Tubuh ini... semua ini... termasuk jiwaku adalah keturunan yang kau berikan...!!! Aku adalah putramu!!!" Seru Shira keras yang menyebut dirinya sebagai putra dari Satori.
"... ..."
"Aku mengetahui semua yang kau jalani, Shira... Legenda tidak akan pernah mati, mereka hidup di dalam Legenda lainnya untuk menyaksikan sejarah baru..."
"Aku sudah tahu seberapa banyak perubahan yang kau alami..."
__ADS_1
"KAU SALAH!!! Sejak awal... kau sudah mengubah diriku menjadi seperti ini, tanpa penderitaan yang aku rasakan sejak itu maka aku lebih baik memilih untuk mati...!"
"Aku yang seharusnya sudah mati oleh perintah raja... dan kau juga sama, kau seharusnya sudah mati jika tidak berpindah pihak lagi." Shira mulai mengumbar semua rahasia Satori.
"Kau malah membiarkan diriku bersama kedua saudaraku pergi... Kak Shiro yang di segel karena kutukan Eternal sedangkan Kak Shinra yang kau pindahkan ke masa alternatif..."
"Aku di pindahkan ke dunia nyata... kalian hanya diam saja, menghadapi takdir dengan melarikan diri juga sampai takdir kalian berpapasan dengan kedatangan dari serangan Diablo..."
"Kenapa?! Kenapa kau hanya membiarkan diriku hidup sejauh ini...!? Apa alasannya Legenda lemah seperti diriku ini untuk terus melanjutkan kehidupannya...!!!"
"Apa bedanya aku bersama kedua saudaraku itu...!? Kenapa hanya aku yang masih hidup sedangkan kalian sudah mati...!"
"Alasannya adalah kau tidak mengetahui apapun, kau hanya Legenda lemah yang tidak bisa di kaitkan dengan semua masalah tersebut." Jawab Satori.
"Kau hanya seorang anak kecil... lemah, tidak berdaya, penakut, dan cengeng sampai kau tidak bisa mengatasi semua itu seperti Shinra dan Shiro."
"Apakah kau mengira aku melakukannya hanya untuk dirimu...?! Aku ingin kau tumbuh besar dan menghakimi diriku...!"
"Keturunan Shiratori seperti diriku memerlukan hukuman besar dari keturunan yang sama agar aku bisa menerima semua penderitaan mereka dari awal sampai sekarang..."
"Itulah kenapa... aku menggunakan keuntungan dari amarah dan misteri yang tidak pernah kau ketahui ada di dalam dirimu... di situ... aku telah gagal..."
"Faktanya aku hanya mengisi dirimu dengan banyak penderitaan, konflik, masalah, amarah, dan frustrasi yang kau rasakan dari awal sampai titik ini."
"Semua itu kau gunakan sebagai motivasi dan penyemangat hidup untuk tetap bertahan kuat... tetapi aku sendiri dapat merasakan dengan jelas bahwa dirimu menyimpan semua itu secara rahasia agar tidak ada yang tahu..."
"Aku mengubah dirimu menjadi Legenda yang menahan semua konflik itu... sampai menyembunyikan rasa penderitaan dan kesakitan itu sendiri..."
"...sebagai Ayahmu aku telah gagal sejak kelahiran kalian bertiga, anak kembar." Jawab Satori yang menunjukkan identitas aslinya sebagai Shiratori Shukaku yang berhasil di hidup kan oleh kekuatan Holy Corpse.
"Sebenarnya... apa yang aku selalu inginkan adalah jalan dan takdir yang begitu baik untuk dirimu agar tidak menghadapi semua konflik dan masalah sesulit ini sampai terus bermunculan tanpa henti..."
"...tetapi rasanya mustahil karena aku sendiri tidak ingin kau bertambah semakin menderita di dunia itu, kau diperlakukan buruk seperti seorang monster karena kau sebenarnya bukan Manusia melainkan Legenda." Kata Shukaku.
"Aku mengira kau akan tetap tinggal di dunia itu... aku sendiri sempat merasa khawatir bahkan kau akan bunuh diri di sana tetapi kau tidak memiliki sedikit keberanian untuk melakukannya."
"Aku salah... kau malah kembali masuk ke tempat yang cocok untukmu, menahan semua masalah itu satu per satu sampai kau terus mendapatkan perkembangan untuk tetap berjuang..."
"...dengan rasa penasaran dan pertanyaan yang tidak terjawab kan dalam pikiranmu. Tetapi aku yakin Shuri sudah mengembalikan semua ingatan itu sejak ia melatih dirimu..."
"Ternyata kau memang tahu bahwa Ibu masih hidup lalu melatih diriku sebelum aku melawan Rxeonal...! Sebenarnya kau melihat diriku ini..." Shira menunjukkan ekspresi yang kesal.
"Aku sudah bilang bukan... Legenda tidak bisa mati, mereka hidup di Legenda lainnya hanya untuk memperhatikan sejarah yang mereka lalui dengan perjuangan serta usaha itu..."
"...aku mengubah semua yang kau ketahui menjadi sebuah kebohongan karena aku sejak awal tidak berniat untuk memberitahu dirimu tentang kami tetapi Shuri yang melakukannya."
"Apa yang harus aku lakukan...!? Kenapa kau tidak memberitahu jalan yang benar bagiku...?! Apa yang harus aku pilih!?" Tanya Shira.
"Apakah aku juga perlu mengikuti jalanmu yang memihak kemenangan!? Itu artinya aku perlu memihak Zangetsu begitu...!?"
"Aku tidak bisa... banyak sekali pilihan dan jalan yang terus menyesatkan diriku... semua orang yang aku sayangi telah menghilang, hanya tersisa Megumi dan teman-temanku...!"
"Kedua anak yang selalu aku sayangi dengan penuh kasih sayang... gugur terlebih dahulu sebelum diriku, hidup sebagai Legenda layak yang bersikap lebih berani dariku yang pengecut dan penakut!"
Shukaku tersenyum sehingga membuat Shira merasa lebih kesal, "Apa yang lucu, hah!?"
"Tidak ada... hanya saja semua kesulitan dan penderitaan ini perlahan-lahan mengubah dirimu menjadi seseorang yang dulunya tidak aku harapkan."
__ADS_1
"Aku yang memilih jalanmu untuk menjadi seorang pelarian ternyata di dalam jalan itu terdapat sebuah pintu kecil yang membawamu menuju jalan yang tidak pernah aku bayangkan akan ada..."
"...Shiratori Shira yang dulunya lemah, penakut, dan pengecut ternyata sedang dalam proses menuju tingkatan paling atas dengan cahaya lemahnya yang bisa ia kembangkan sejauh ini."
"Tidak ada gunanya untuk melanjutkannya percakapan ini." Shukaku terbang begitu cepat sampai Shira tetap mengikuti dirinya karena ia masih ingin mendapatkan banyak jawaban jujur darinya.
"Sejak aku bersama saudaraku lahir...! Kau tidak pernah memberikan rasa peduli atau kasih sayang apapun kepada kita...! Bahkan kau hanya menunjukkan sedikit kepada mereka yang menunjukkan kelayakan itu sebagai Legenda."
"Kau begitu egois, Ayah... hanya aku yang tidak di anggap sebagai putramu karena aku sendiri lemah...!" Shira mulai menangis karena ia mengingat dulu dirinya tidak pernah mendapatkan pujian atau hormat apapun dari Shukaku.
"Selalu saja melarikan diri demi menyelesaikan tugas dan tujuanmu itu...! Hanya Shiro dan Shinra yang kau beri kasih sayang sedangkan aku yang lemah hanya dibiarkan begitu saja bersama Ibu...!"
"Lihatlah sekarang! Kau yang sudah hidup kembali masih tetap melarikan diriku dariku...! Mengacuhkan diriku...!"
"Aku tidak melarikan diri darimu, nak." Jawab Shukaku yang sedang mencari lokasi untuk ia kunjungi sebelum Zenzaku menyadari dirinya yang lepas dari kekuatan Holy Corpse berkat bantuan Shira.
"Aku sudah mengatakannya sejak awal... masih terdapat satu tugas yang belum aku selesaikan sebelum dia menyadari diriku yang bergerak seenaknya." Kata Shukaku.
"Aku perlu menunjukkan sesuatu kepadamu sebelum kau tidak bisa melanjutkan jalanmu mencari kekuatan yang baru..." Shukaku mulai mengalami perpindahan begitu cepat.
Shira dapat merasakannya, ia terus mengikutinya sehingga dirinya mendapatkan sebuah kejutan dari Shukaku dimana ia membawanya menuju wilayah yang begitu misterius.
Mereka masih bisa melihat luar angkasa, planet, dan bahkan alam semesta kecil yang terletak lumayan jauh, mereka melihat sebuah patung emas di hadapan mereka yang sedang melakukan meditasi kecil.
"Shira, tolong... gunakan Golden Spirit untuk memisahkan arwah emas yang terjebak di dalam patung tersebut." Perintah Shukaku.
"Atas alasan apa aku perlu mempercayai dirimu...?" Tanya Shira yang masih tidak mempercayai Shukaku karena ia dihidupkan bersama dengan Diablo dan Regulus.
"Hanya untuk hari ini saja... biarkan aku menyelesaikan tugasku sebelum diriku gugur kembali." Shukaku menatap Shira sampai ia tidak memiliki pilihan lain.
Patung itu mulai memancarkan cahaya emas sampai mengeluarkan arwah dari dalam patung itu yang perlahan-lahan membentuk tubuh Legenda, Shira mulai menatapnya dengan waspada.
"Wilayah yang kita kunjungi ini adalah Realm of Light... kita berada di bagian batasan dimensi itu sendiri sampai mengunjungi kuil kuno yang di jadikan tempat tinggal adikku sendiri."
"Realm of Light...? Adikmu...?" Shira memasang tatapan yang terlihat kaget sehingga ia melirik ke depan lalu melihat seorang Legenda dengan rambut panjang emas.
"Shira, aku ingin kau bekerja sama saja denganku untuk hari ini... percayalah diriku dan biarkan aku memperbaiki semua kesalahan itu." Kata Shukaku.
"Aku percaya... tetapi aku tidak menyangka kau akan memiliki seorang saudara, dia juga pasti seorang Shiratori karena rambut emas itu." Shira mulai menjaga jarak dengan orang itu.
"Patung itu menyegel arwah dari adikku sendiri yang seharusnya menjadi sumber kekuatan untuk dewa agung cahaya, untuk sekarang dia telah tiada..."
"Dewa agung cahaya?" Shira memasang tatapan yang terlihat kaget, Shukaku hanya menjawabnya dengan anggukan.
"Patung itu sebenarnya makanan seperti sumber kebangkitan kekuatan dari dewa agung cahaya yang sudah tersegel."
"Siapa yang menyegel dirinya?" Tanya Shira.
"Kakekku... Shiratori Satori, itulah kenapa aku menggunakan nama itu sebagai identitas sementara untuk menghapus arwah adikku agar kebangkitan dari dewa agung cahaya bisa tercegah." Jawab Shukaku.
"Setelah kita selesai menyelesaikan masalah ini... aku membutuhkan banyak jawaban darimu, Ayah. Aku tidak ingin pergi tanpa sebuah jawaban apapun..." Shira melihat Legenda di hadapannya mulai tersenyum serius.
"Aku tidak menyangka akan melihat dirimu lagi, Kakak..."
"...sudah berapa lama aku tersegel...? Apakah sudah saatnya aku menjadi tumbal untuk Kak Shinji." Tanya adik Shukaku dengan tatapan yang terlihat kosong.
"Tunggu... apa... tumbal untuk Shinji?" Tanya Shira kepada Shukaku yang sedang memejamkan kedua matanya
__ADS_1
"Shinji adalah Kakakku yang berbakat... sejak lahir dia sudah melatih semua sihir cahaya itu sampai dia di angkat menjadi seorang..."
"...Dewa agung cahaya yang pertama."